
Chloe menyandarkan tubuhnya di sandaran jok mobil, Menatap pemandangan hutan sepanjang perjalanan. Tidak ada satupun pemukiman warga di sisi kanan kirinya. Melainkan hanya pemandangan hutan saja yang terlihat sepanjang mata memandang.
Dia memutuskan naik taksi karna kata sang supir alamat yang di tuju cukup jauh dari pemukiman warga, Terlebih tempatnya agak terpencil dan di kelilingi hutan. Tapi Chloe tetap bertekad untuk datang, Dia sudah pusing dengan surat merah yang selalu datang padanya.
"Hutan-hutan yang kita lewati ini terlihat menyeramkan, Padahal ini masih sore," Bisik Holy yang duduk di pundak Chloe.
"Mungkin karna sudah hampir menjelang malam, Makanya jadi terlihat sedikit menakutkan," Balas Chloe masih memandangi hutan sepanjang perjalanan.
"Ish, Kenapa juga kau menerima kesepakatan itu? Manalagi alamat tempatnya terpencil kayak gini. Kalau terjadi apa-apa gimana!?" Tanya Holy cemas.
"Tenang aja, Tinggal teleport sama lari dari sana kan gampang," Kata Chloe tenang tanpa takut apa pun.
"Lagipula aku muak dia mengirim surat itu terus, Sampai mengancam akan menjemputku segala. Kali ini aku akan percaya padanya, Tapi kalau dia ingkar janji. Liat aja entar, Nasib nya gimana," Tambah Chloe dingin, Bersidekap kesal.
"Huh, Ya sudahlah. Aku akan mengikuti saja dulu," Jawab Holy ikut memandangi wilayah hutan di sekitar mereka.
Hari menjelang malam, Ditambah rimbunnya dedaunan dan batang pohon yang tinggi-tinggi di sisi kanan kiri jalan raya yang sepi itu membuat cahaya matahari sore terhalang rimbunnya daun.
Samar-samar dari jauh, Chloe sudah melihat bangunan sebuah rumah yang cukup tinggi.
"Apa itu Asrama nya? Tampak terlihat seperti rumah biasa," Pikir Chloe, Setelah melihat rumah itu dari jauh.
Tak lama Taksi perlahan menepi tepat di depan gerbang rumah yang Chloe lihat tadi, Sesaat Chloe menatap rumah tersebut dari balik jendela mobil.
Dia segera memakai renselnya, Lalu keluar dari taksi.
BLAM!
Chloe mendekati kemudi taksi lalu membayar, Usai membayar. Taksi itu pergi dari sana meninggalkan Chloe di depan gerbang rumah tersebut.
Sejenak gadis bersurai biru itu diam mematung menatap gerbang di depannya, Lalu perlahan dia membuka pintu gerbang, Melangkah masuk mendekati pintu rumah.
Halaman rumah itu terlihat bersih dan rapi dan begitu luas sama seperti rumah pada umumnya, Namun berbeda dengan rumahnya. Terlihat dari luar rumah itu tampak sepi dan suram layaknya tidak berpenghuni. Belum lagi suasana rumah dikelilingi oleh hutan, Menambah kesan angker di dalamnya.
"Orang aneh mana yang membangun Asrama di tengah hutan begini!? Manalagi sepi banget nih Asrama," Pikir Chloe sambil memperhatikan sekitarnya menuju pintu Asrama.
Sesaat sang gadis merasakan seperti ada seseorang yang mengawasinya sejak dia memasuki halaman Asrama itu, Namun saat dia menoleh ke belakang. Tidak ada siapa-siapa di belakangnya.
Dengan acuh Chloe kembali melanjutkan perjalanannya. Sesampainya di depan pintu Asrama, Dia langsung menekan bel Asrama tersebut.
TING~ TONG~
Tak ada sahutan dari pemilik Asrama, Sunyi dan sepi lah yang menyambutnya. Chloe mengangkat satu alisnya heran. Dia kembali menekan bel Asrama itu.
TING~ TONG~
"Permisi," Kata Chloe sambil mengetuk pintunya.
Namun lagi-lagi hanya kesunyian yang ada, Tentu saja Chloe merasa heran. Apa dia salah alamat? Atau para penghuninya sedang pergi?. Dia mengambil surat dan kartu dalam ranselnya lalu mencocokkan alamat yang tertera di belakang surat dengan Asrama di depannya.
"Alamatnya sudah benar, Tapi kenapa Asrama ini sepi sekali?" Pikir Chloe bingung usai membandingkan alamat di surat dan alamat Asrama di depannya.
Penasaran karna tidak ada sahutan apapun di dalam, Chloe perlahan memegang gagang pintu dan membukanya. Ternyata pintunya tidak terkunci, Apa sang pemilik asrama tidak takut ada maling ya? Oh, Chloe lupa kalau Asrama ini terletak di tengah-tengah hutan, Tentu saja mana ada maling yang waras mau kesini. Sudah begitu tempatnya suram lagi kayak gak ada penghuninya.
KKRREEIITT!
__ADS_1
"Permisi," Chloe perlahan memasuki asrama tersebut, Menatap sekitarnya yang sungguh jauh berbeda dengan luar asrama.
Ternyata isi asrama itu sangat rapi dan bersih seakan dibersihkan tiap hari, Ruang tamunya juga rapi tanpa ada noda atau debu yang menempel di salah satu barang apapun seakan ada efek-efek berkilau di sisi-sisi nya. Sungguh sangat berbeda dengan luar asrama yang mendekati kata suram.
"Halo, Ada orang?" Chloe melangkah pelan mendekati ruang tamu.
"Sepi nya, Pada kemana nih para penghuni nya. Kosong bener dah," Kata Holy mengikuti langkah Chloe.
"Tau, pada pergi mungkin. Tapi kalau pada pergi pintunya harusnya di kunci dong!"
BLAM!
Seketika Chloe dan Holy terlonjak kaget mendengar suara pintu yang tertutup kencang, Sontak Chloe menoleh dan mendekati pintu tersebut. Dia mencoba membuka pintunya.
"Pintunya kekunci woi! Gimana cara keluarnya nih!?" Chloe Auto panik pas tau pintunya kekunci sendiri, Dia berusaha membuka pintu tersebut bahkan sampai mendobrak kecil.
TAP! TAP! TAP!
Segera Chloe langsung waspada mendengar suara langkah kaki tanpa wujud di sekitarnya, Gadis bersurai biru itu memasang sikap kuda-kuda.
Hingga tiba-tiba Seseorang berjalan mendekat dari arah belakang Chloe diantara kegelapan tanpa disadari sang gadis.
"Siapa kau?" Kata nya dengan nada dingin. Membuat Chloe tersentak dan langsung menoleh kebelakangnya.
"ASTAGA SYAITON ANJ***,"
Refleks Chloe langsung tutup wajah dan merem terus jongkok di tempat, Gak mau lihat orang tersebut. Sedangkan Holy udah pingsan duluan.
TAK!
Sosok tersebut mendekati seklar lampu lalu menyalakannya, Hingga akhirnya seisi ruangan itu terlihat jelas. Namun Chloe tetap dalam posisi nya sambil merengek.
Sosok itu hanya diam, Menatap datar tingkah aneh sang gadis.
"Kalau kau tidak punya urusan disini, Silakan keluar!" Kata sosok itu masih dengan nada dinginnya.
Sejenak Chloe terdiam, Merasa familiar dengan nada suara itu. Dia pun menurunkan kedua tangannya dari wajah lalu membuka matanya dan mendongak untuk melihat sosok yang kini berada di depannya.
"Ian!" Kata Chloe terkejut, Tidak menyangka akan bertemu dengan pemuda bernetra merah itu di asrama ini. Kenapa dia malah tidak menyadari kehadiran Ian di belakangnya?
Benar-benar kayak hantu tuh si Ian, nongol secara tiba-tiba bikin Chloe syok aja.
Dia segera berdiri dari jongkoknya, Membenarkan sedikit pakaiannya yang agak berantakan. Kembali menatap sang pemuda.
"Apa yang kau lakukan di asrama ini? Apa Asrama ini milikmu?" Tanya Chloe heran.
"Bukan, Asrama ini bukan milikku," Sahut Ian datar.
"Lalu apa yang kau lakukan disini?"
"....."
Ian hanya diam saja, Tidak berniat menyahut perkataan sang gadis.
"Jangan buang-buang waktuku, Katakan tujuanmu ke sini!" Sorot Netra merahnya menatap tajam Chloe, langsung to the point.
Chloe mengambil surat merah dan kartu dalam ranselnya, Lalu menyerahkan pada sang pemuda. Yang tentu saja langsung Ian terima.
"Seseorang memintaku datang ke sini dengan sebuah kesepakatan sebagai jaminan, Awalnya aku menolak tapi dia terus mengirimi ku surat merah itu berturut-turut selama 3 hari. Karna kesal, Akhirnya kuputuskan untuk datang kesini," Jelas Chloe sambil memperhatikan ekspresi serius Ian. Membenarkan ransel dipunggung nya sesaat.
__ADS_1
Sejenak Ian menatap lekat surat merah dan kartu di tangannya, Sambil mendengarkan penjelasan Chloe. Dia mengerutkan alisnya.
"Ini surat dan kartu resmi jadi anggota. Tulisan ini pun benar-benar tulisan dia," Pikir Ian setelah membaca sesaat surat merah itu.
Dia merogoh sesuatu di saku celananya, Tampaklah sebuah koin biasa. Lalu Ian menggosok tepat di tengah kartu itu untuk melihat yang tersembunyi di baliknya. Sedangkan Chloe hanya memperhatikan apa yang dilakukan Ian.
Setelah selesai, Tampaklah sebuah nomor berukuran besar di tengah kartu berwarna merah itu. Ian mengembalikan surat dan kartu tersebut pada Chloe.
"No.8? Apa maksudnya nomor ini?" Pikir Chloe heran setelah menerimanya.
"Simpan kartu itu baik-baik, Dan ikuti aku!" Kata Ian datar. Dia berjalan duluan menaiki anak tangga.
Chloe sesaat menatap punggung Ian yang menjauh, Melangkah mengikuti sang pemuda menaiki tangga.
*****************
[Lantai 2]
Chloe melihat beberapa buah pintu di lantai 2 dengan jarak 2 meter di setiap pintunya, Mengikuti Ian mendekati sebuah pintu berwarna coklat dengan nomor 8 yang tertempel cukup besar di depan pintu tersebut.
"Ini kamar mu, Mulai sekarang kau akan tinggal disini sampai dia datang," Jelas Ian tanpa ekspresi, Memandang Chloe yang tengah menatap nomor di depan pintu tersebut.
"Apa maksudnya nomor ini?"
"Hanya menunjukkan jumlah tiap anggota yang tinggal di asrama ini,"
"Jadi maksudmu aku anggota ke-8 gitu?" Tanya Chloe menoleh menatap sang pemuda di sampingnya.
"Bisa dibilang begitu," Ian berbalik menjauhi Chloe, Tapi sebelum dia pergi sesaat dia menoleh.
"Semoga kau betah disini, Tapi lebih baik kau pertimbangkan lagi keputusan mu untuk tinggal disini sebelum kau menyesalinya," Ian kembali menatap lurus ke depannya, Kembali membuka suara dengan nada dingin. "Karna aku tidak akan bisa membantumu lagi jika dia sudah datang,"
TAP! TAP! TAP!
Setelahnya Ian berjalan pergi menuruni anak tangga, Meninggalkan Chloe yang terdiam mematung di depan pintu kamar.
Sejenak Chloe mengerjapkan matanya bingung, Mencoba mencerna kata-kata Ian.
"Apa maksudnya pertimbangkan lagi keputusanku untuk tinggal disini? Apa jangan-jangan ada yang tidak beres di Asrama ini? Kata-kata Ian sepertinya punya makna dalam di baliknya, Tapi aku gak bisa menangkap apa yang dia maksud," Gumam Chloe pelan sekaligus heran.
Akhirnya Chloe putuskan untuk masuk ke dalam kamar barunya, Melupakan sejenak kata-kata Ian barusan.
"Njir, Ni kamar mewah bener. Berasa masuk kamar hotel VVIP dah," Pikir Chloe kagum dengan suasana kamarnya yang tergolong mewah.
Lalu dia memeriksa pintu satunya, Terdapat kamar mandi berukuran sedang namun begitu bersih dengan pengharum di dalamnya. Bahkan kamar mandi itu lebih bersih dan mewah dibanding kamar mandi di rumah Chloe.
"Keren, Fasilitasnya gak main-main. Yang punya asrama ini kayaknya tajir bener. Sampai-sampai kamar mandinya lebih bersih dan kinclong dari pada wajahku," Pikir Chloe takjub hampir membuatnya pingsan saking mewahnya.
Dia pun segera menuju tempat tidur, Lalu mulai mengeluarkan semua barang-barangnya (Kecuali sertifikat rumah) dalam ransel untuk dirapikan ke lemari yang sudah tersedia. Chloe tak perlu lagi membersihkan kamar baru nya ini karna kamarnya sudah bersih.
Usai selesai, Dia segera Membersihkan diri sebentar ke kamar mandi lalu segera tidur, Sekedar menghilangkan rasa lelah usai perjalanan jauh dari kota menuju Asrama ini.
TBC
__ADS_1