System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 3) Skateboard (2)


__ADS_3

Sinar mentari mulai menunjukkan wujudnya dari ufuk timur, Burung-burung berkicau riang melintasi Mansion Michelle. Di kamar seorang gadis bernuansa gaya victoria, Ia terdiam sembari menatap langit-langit kamarnya. Sebenarnya sudah sejak 20 menit yang lalu ia terbangun namun gadis itu sama sekali tidak berniat meranjak dari kasurnya.


Pikirannya terus dikelilingi kalimat-kalimat yang Ash lontarkan padanya kemarin bagai kaset rusak yang terus berputar tanpa henti.


Ivy adalah laki-laki...


Ivy adalah laki-laki...


Ivy adalah laki-laki...


Kalimat itulah yang terus berputar dalam pikirannya sejak 20 menit yang lalu setelah dirinya bangun dari tidur nyenyak. Sang gadis mengubah posisinya menjadi duduk, Tak lama ia memegangi kepalanya.


"Jadi selama ini, Ivy yang kulihat begitu anggun dan cantik ternyata...," Ekspresi Chloe berubah horror ketika teringat wajah Ivy dalam pikirannya. Kemudian ia bergumam pelan. "Tidak kusangka selama ini aku tertipu dengan penampilannya,"


Sang gadis perlahan berdiri sembari menyentuh pundaknya yang masih diperban, Sesaat ia meringis sebelum memutuskan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.


**************


Tap! Tap! Tap!


"Pagi Leo, Leon," Sapa Azura tersenyum ramah seperti biasa.


"Pagi kak," Sapa keduanya yang sibuk membuat sarapan pagi.


Azura mendudukkan dirinya, Menyaksikan kedua adik kembarnya memasak. Ia menopang dagunya sambil mengunyah sebuah permen.


"Hari ini kudengar kak Eli mau memantau proses pembuatan acara pernikahannya nanti dengan Kak Ray, Apa kita harus ikut?" Tanya Leo memulai obrolan.


"Untuk apa? Yang mau nikah kan Kak Eli, Jelas harus dia lah yang memantau proses pembuatan acaranya bersama Kak Ray. Kita cuma akan jadi obat nyamuk kalau ikut sama kak Eli," Sahut Leon sembari menggeleng kemudian fokus membuat dessertnya.


Azura yang mendengar obrolan kedua adiknya hanya tertawa pelan, Ia memilih menyimak obrolan mereka.


Tap! Tap! Tap!


Satu persatu anggota keluarga Michelle mulai berkumpul, Disusul Chloe yang tiba paling akhir. Gadis itu memutuskan untuk duduk disamping Ash, Kemudian ia memandang Michelle family.


"Kak Eli, Hari ini mau mantau persiapan acara pernikahan Kak Eli ya?" Celetuk Al memecah suasana keheningan disekitar mereka.


"Ya, Emang kenapa?" Balas Eli menopang dagunya.


"Aku ikut ya?" Pinta Al memelas.


Sontak semua pasang mata di ruangan itu menatap Al kecuali Leo dan Leon, Seketika Ash menyikut Al pelan sembari berbisik disamping kuping pemuda bersurai biru itu.


"Jangan ngaco, Kau mau jadi obat nyamuk diantara mereka hah?!"


"Tenang aja, Aku cuma melihat dari jauh kok. Siapa tau nanti disana juga dapet pacar," Bisik Al balik terkekeh kecil.


"Dasar! Bisanya godain doang. Gak ada kemajuan," Cibir Revan yang mendengar bisikan Al.


Al hanya nyengir sesaat sebelum kembali menatap Eli yang tampak berpikir.


"Gimana Kak Eli, Boleh ikut gak?"


"Boleh, Sekalian nanti mampir ke mall. Kamu bawa barang-barang kakak nanti," Eli tersenyum dan dibalas cemberut oleh Al.


Seketika suasana meja makan dipenuhi gelak tawa dari Azura, Ash, Ivy, Rafael, Leo, Dan Leon. Sedangkan Revan dan Chloe hanya menahan tawa.


"Hahaha, Kasihan kak Al dijadiin Babu," Seru Ivy tertawa sembari menyeka air matanya yang sedikit keluar.


"Kan, Udah dibilangin masih aja mau ikut," Celetuk Ash masih tertawa.


"Ck, Aku kan juga ingin jalan-jalan!" Decak Al cemberut.


"Gak ada salahnya bantuin kakak juga dong," Eli masih setia tersenyum.


"Iya iya deh," Balas Al pasrah.


Beberapa saat kemudian satu persatu sarapan diletakkan dihadapan mereka, Disusul dengan Leo dan Leon yang duduk di kursi masing-masing.


"Oh iya, Chloe,"


Mendengar namanya dipanggil, Chloe yang berniat memakan sarapannya seketika mendongak menatap Elizabeth yang memandangnya serius.

__ADS_1


"Ya?"


"Hari ini kamu jangan kuliah dulu, Kamu harus istirahat. Lukamu belum terlalu sembuh,"


"Tapi aku merasa baik-baik aja, Lagipula nanti aku bisa tertinggal banyak materi kalau hari ini bolos," Kata Chloe khawatir, Namun sebuah tepukan tiba-tiba mendarat di pundaknya.


"Tenang aja, Nanti aku minta catatan materi hari ini sama teman sekelasmu. Ikuti saja kata kak Eli, Kamu juga masih perlu banyak istirahat," Kata Ash sembari tersenyum cerah.


"Iya sih, Tapi...," Chloe memandang ragu namun Eli dengan cepat menyelanya.


"Chloe, Tolong kali ini dengarkan aku. Kau masih perlu istirahat sebelum membicarakan masalah yang menimpamu itu. Kau masih punya hutang padaku," Eli masih menatap serius membuat Chloe agak meneguk selivanya susah payah.


"Baiklah," Balas Chloe murung. Perlahan ia memakan sarapannya.


Suasana kembali hening setelah pembicaraan itu berakhir, Semuanya sibuk dengan sarapan masing-masing.


*******************


BRUK!


Chloe menghempaskan tubuhnya di kasur menatap langit-langit kamarnya, Ia menggunakan satu tangannya sebagai bantal.


"Hah~, Lagi-lagi hari ini pun bolos. Tidak ada yang bisa kulakukan disini," Chloe menghembuskan napas, Rasanya dirinya ingin curhat mengeluarkan keluh kesahnya pada seseorang namun mengingat semua Michelle family sedang pergi dari Mansion membuat Chloe sendirian sekarang.


Elizabeth pergi ke suatu tempat untuk memantau persiapan acara pernikahannya bersama Al. Revan, Ash, Azura, Leo, dan Leon sedang ada jadwal kuliah. Lalu Ivy sedang bersekolah, Dan Rafael sedang berada di kantor. Ya jelas Chloe ditinggal sendiri sekarang di Mansion.


Netra birunya melirik bingkai jendela, Menatap pemandangan taman Michelle diluar sana. Sebuah ide tiba-tiba terlintas di pikirannya.


"Ah, Bagaimana kalau ke tempat tanjakan yang di sebut tanjakan 'S' itu. Dulu kan Pak Ezra pernah bilang kalau tanjakkan itu tempat para skater berkumpul," Dengan semangat Chloe mengambil hp nya lalu mencari lokasi tempat tanjakan 'S' itu berada, Sekali-sekali dirinya ingin mengasah kemampuannya dalam bermain skateboard. Nanti sia-sia Ezra melatihnya kalau gak diasah.


Setelah menemukan tempat yang ia cari, Chloe buru-buru memakai jaketnya lalu dan mengikat rambutnya pony tail. Setelahnya ia mengambil skateboard miliknya lalu bergegas keluar dari Mansion.


*************


[Tanjakan 'S']


"Apa benar tempatnya disini?" Pikir Chloe sembari mendongak menatap tebing curam diatasnya, Ia melangkah perlahan menaiki jalan yang mulai menanjak. Karna tempat itu disekitar gunung, Jadi Chloe harus menjaga keseimbangannya agar tidak jatuh.


Setelah berjalan beberapa menit, Chloe sampai di puncak. Samar-samar dirinya mendengar suara riuh dari kejauhan, Ketika dirinya mendekat suara riuh dan sorak-sorak itu semakin terdengar jelas. Semilir angin pun menerbangkan helai-helai rambutnya.


Di tengah-tengah puncak terdapat sebuah layar hologram yang sangat besar, Disana terlihat kamera menyorot dua orang skate yang sedang berlomba melewati berbagai rintangan yang menghadang mereka, Bukan hanya rintangan. Bahkan salah satu peserta lomba skate itu melempar petasan untuk menghalangi jalan lawannya, Bisa dibilang peserta itu melakukan cara curang.


WWUUSSHH!


"Ternyata memang benar kata Pak Ezra, tempat ini bukan hanya legal tapi juga bisa melakukan kecurangan apa saja agar bisa menang," Chloe speecheles sesaat, Diam-diam dalam lubuk hatinya ia mulai menyesal karna telah datang ke tempat itu.


Kalau cara latihannya begini, Bagaimana dirinya bisa berlatih? Rintangannya pun begitu seram ditambah dengan tebing curam yang kalau salah belok skateboard saja bisa-bisa langsung dead. Benar-benar tempat yang mempertaruhkan nyawa ya.


"Lebih baik aku pulang saja," Gumam Chloe sembari berbalik dan berniat melangkah pergi dari sana.


"Hei! Hei! Lihat! Itu bukannya si Black salah satu dari Trio Legendary!"


"Wah, Iya! Akhirnya dia comeback lagi setelah bertahun-tahun!"


"Pasti tidak ada yang bisa mengalahkannya juga tahun ini,"


"Tentu saja, Dia kan legendarynya skate berturut-turut,"


Suara riuh itu semakin kencang, Apalagi setelah Chloe tak sengaja mendengar bisikan-bisikan dari beberapa anak skate yang berada di sekitarnya. Seketika niatnya untuk pulang diurungkan, Kepalanya menoleh menatap hologram yang menyorot sosok seorang pria memakai topeng yang sedang berdiri di antara kerumunan.


"Orang itu Black? Legendary skate? Aku baru dengar kalau dunia skate ada yang legendary seperti itu juga," Pikir Chloe, Dirinya merasa mulai tertarik untuk menonton perlombaan skate itu lebih lama.


Ia bergegas semakin mendekati kerumunan, Melewati beberapa orang agar dirinya bisa melihat dengan jelas sosok bernama Black ini.


"Yo, Semuanya. Selamat datang di tanjakan 'S' untuk yang baru bergabung maupun yang sudah lama bergabung di dunia skate. Kali ini aku kembali lagi setelah bertahun-tahun," Kata sosok bernama Black itu sembari tersenyum senang.


"Karna aku sudah lama tidak bermain maka kutantang kalian semua untuk berlomba denganku, Ada yang berminat?" Tambahnya menyerigai.


Seketika semuanya mendadak kembali riuh, Bisikan-bisikan kembali terdengar dari mereka. Namun tidak ada satupun yang berniat menerima tantangan Black.


"Apa ini?! Apa kalian semua pengecut?!" Kata Black heran karna tidak ada yang menerima tantangannya.


Chloe memilih diam mendengar tantangan Black, Bahkan dirinya tidak mengerti kenapa semua anak skate yang berada di tanjakkan ini tampak takut pada Black. Sejujur, Chloe sendiri pun tidak yakin dengan kemampuannya karna dirinya masih belum sepenuhnya menguasai gerakan dasar skate.

__ADS_1


"Ah, Sepertinya aku salah langkah. Seharusnya aku mengasah kemampuanku dulu sebelum kesini, Kalau sudah siap untuk tantangan seperti ini baru aku datang. Jadinya kan aku merasa noob dalam dunia skate," Chloe menghembuskan napas sejenak.


"Aku! Aku terima tantanganmu!"


Tap! Tap! Tap!


Seketika suara riuh disekitar Chloe langsung berhenti, Keheningan memenuhi tempat itu. Bahkan Chloe ikut mendongak menatap asal suara, Black ikut menoleh ketika sosok yang menerima tantangannya berjalan ke arahnya di tengah kerumunan. Semua orang memberi jalan pada sosok itu.


"Wah, Akhirnya ada yang menerima tantanganku ya. Senang mendengarnya," Black menyerigai senang.


Sosok itu memakai topi merah marun yang menutupi sebagian wajahnya dan jaket hijau. Entah kenapa pakaian itu agak familiar bagi Chloe terutama bagian jaketnya.


"Dia berani menerima tantangan Black ya,"


"Iya, Hebat banget. Kalau aku pasti sudah ketar ketir kalau berhadapan dengan Black,"


"Bisa gak sih mereka berhenti gosip?! Heran dari tadi kedengaran mulu," Pikir Chloe melirik malas pada dua orang disampingnya yang sejak tadi terus berbisik. Ia memilih kembali fokus pada Black dan penantang Black.


"Jadi apa yang kau inginkan jika kau menang?" Tanya Black dengan senyum misteriusnya.


"Simpan permintaan itu untuk nanti, Untuk sekarang aku tidak memerlukannya," Kata sosok tersebut dingin.


"Oh begitu, Baiklah. Aku juga akan minta nanti kalau aku yang menang," Black mengambil skateboard miliknya yang dipegang salah satu rekannya dan menuju tanjakkan yang akan menjadi jalur mereka melewati rintangan.


"Ayo bersiap,"


Keduanya bersiap di posisi masing-masing, Semua orang mulai bersorak menyemangati. Tak lama suara letupan pistol terdengar dan perlombaan pun dimulai.


Chloe hanya bisa melihat dari layar hologram bagaimana kedua peserta itu saling melaju mendahului, Bahkan Black mulai berbuat curang dengan melempar beberapa kelereng namun untungnya si penantang bisa menghindari kelereng itu dengan gasit.


"Perlombaan yang sengit, Jadi begini rasanya melihat perlombaan antar anak skate," Pikir Chloe yang mulai serius menatap layar hologram di atasnya, Dalam hati Chloe berharap Pria berjaket hijau itu menang dari si Black.


"Semoga kau menang. Pria berjaket hijau," Chloe tersenyum tanpa sadar.


Selama beberapa menit perlombaan yang sengit itu akhirnya berakhir dan dimenangkan oleh Pria berjaket hijau. Sorak-sorak kemenangan pun dilantangkan oleh anak-anak skate yang mendukung si pria berjaket hijau.


Tap!


Sosok pria itu menatap Black yang baru saja sampai di garis finish, Black berdecih kesal mendekati pria berjaket hijau.


"Huh! Tidak kusangka kau menenangkan perlombaan ini. Snake," Kata Black dengan senyum sinis.


"Kau, Sudah menyadarinya sejak awal ternyata," Sosok pria berjaket hijau yang diketahui bernama 'Snake' itu hanya menurunkan sedikit topinya.


Mendengar pembicaraan kedua peserta itu membuat Chloe semakin terdiam. "Snake? Siapa lagi dia?"


"Dia, Snake? Pantas saja dia bisa mengalahkan si Black," Bisik anak-anak skate disana.


"Berarti si Snake juga sudah comeback ke dunia skate, Akhirnya dua legendary skate sudah berkumpul,"


"Iya ya, Tanjakkan 'S' semakin menarik saja karna dua legendary skate sudah kembali,"


Chloe melirik setelah mendengar bisikan-bisikan itu, Perhatiannya kembali teralih pada dua legendary skate yang masih berhadapan.


"Aku juga penasaran dengan salah satu dari mereka, Kalau mereka adalah Legendary skate mungkin aku bisa tanya-tanya tentang gerakan dasar skate pada mereka," Pikir Chloe. Meski dirinya pernah belajar dari Ezra, Tapi sekarang komunikasi mereka tidak berjalan lancar, Jadi Chloe merasa takut jika bertemu Ezra nanti kalau hanya membicarakan tentang skate padanya, Ezra kan juga sibuk takutnya Chloe mengganggu pemuda itu.


Disaat yang bersamaan Snake dan Black pun berpisah setelah obrolan kecil mereka, Bagi Chloe ini kesempatan baik untuknya menemui pria berjaket hijau itu.


Sang gadis bergegas keluar dari kerumunan, Memutuskan mengejar pria berjaket hijau yang sudah sedikit jauh dari kerumunan. Namun baru beberapa langkah tiba-tiba rintik hujan mulai turun membasahi bumi, Membuat langkah Chloe sedikit melambat.


"Ck! Pakai hujan segala. Padahal tadi masih cerah, Mana mau malam lagi," Batin Chloe berdecak kecil, Menyadari sinar matahari senja tertutup oleh awan hitam.


Tap! Tap! Tap!


Ia tidak memperdulikan rintik hujan yang mulai membasahi pakaiannya, Raut lelah mulai terlihat dari ekspresi sang gadis ketika mengejar pria itu.


"Hei, Tunggu Snake!"


ZZZRRAASS!


Ditengah guyuran hujan, Akhirnya sang pria menghentikan langkahnya, Ia tidak berbalik sama sekali. Chloe juga menghentikan langkah beberapa meter dari sang pria dengan napas yang tak beraturan.


"A-Aku minta waktumu sebentar!"

__ADS_1


TBC


__ADS_2