System Prince Charming

System Prince Charming
Teman masa kecil Chloe


__ADS_3

[Beberapa hari kemudian....]


Setelah kejadian Chloe yang sakit karna racun, Dia kembali beraktivitas seperti biasa dengan ditemani oleh sang system tentunya.


Tinggal menghitung hari sebentar lagi Chloe akan lulus dari Guard High School. Sudah banyak tugas-tugas yang dia kerjakan untuk menambah nilai.


Kebersamaannya dengan Ian pun semakin dekat, Bahkan kini Ian selalu menjaga nya selama di sekolah. Walau sikap Ian dengan yang namanya anti sosial masih ada sih. Setidaknya Ian sudah mulai terbuka pada Chloe.


Tapi disisi lain, Chloe juga gak bisa melupakan kejahatan Devian padanya. Mengingat wajah Devian saja sudah membuat Chloe muak. Saat berpapasan dengan Devian pun Chloe selalu mengacuhkan pemuda bersurai hitam kecoklatan itu. Seperti saat ini.


Chloe dengan riang berjalan di koridor yang dilewati beberapa Siswa-siswi. Tampak membawa sebuah kotak bekal di tangannya, Berniat menemui Ian yang mungkin seperti biasa berada di Rooftop.


Tidak terduga Chloe berpapasan dengan Devian yang terlihat berjalan sendiri dengan ekspresi datar, Menatap lurus ke koridor.


Chloe hanya menatap cuek, Memalingkan wajahnya menatap arah lain selain wajah Devian.


"Halo Kak Chloe," Sapa pemuda bersurai hitam kecoklatan itu ketika dia melihat Chloe.


Namun sapaan Devian di acuhkan oleh sang gadis bersurai biru. Buru-buru Chloe mempercepat jalannya agar segera menjauhi Devian. Sedangkan Devian menatap punggung Chloe yang mulai menjauh dalam diam.


"Kenapa dia tidak mati? Cih, Kali ini pun gagal lagi," Batin Devian sambil mendengus kecil. Kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.


***************


[Rooftop]


KKRREEIITT!


Dengan perlahan Chloe membuka pintu Rooftop, Netra biru nya menatap sosok pemuda dari jauh yang sejak tadi dicarinya. Dengan senyum lebar, Chloe mendekati sosok pemuda itu.


Dia berdiri tepat dihadapan sang pemuda yang begitu fokus dengan Novel yang dibacanya. Chloe sedikit membungkuk, Lalu menurunkan novel tersebut menjauhi wajah sang pemuda.


"Baca nya jangan dekat-dekat amat, Minimal 30 cm dari wajah. Jangan terlalu serius juga," Peringat Chloe masih tersenyum.


Ian mendongak menyadari suara yang dikenalnya, Menatap Chloe yang masih tersenyum. Sang pemuda menghela napas, Dan menutup buku novelnya.


"Duduk!"


Mendengar sahutan Ian dengan segera Chloe duduk di samping sang pemuda, Membuka tutup kotak bekalnya dan memperlihatkan pada Ian.


"Lihat, Kali ini aku buat Tempura," Kata Chloe bangga, Bangga karena Ian bisa dijadikan kelinci percobaan untuk mencicipi masakan buatannya.


Ian memandang heran Tempura itu, Kemudian Netra merahnya menatap Chloe.


"Dari mana kau tahu makanan Favoritku adalah Tempura?"


"Eh!?" Sontak Chloe mengerjapkan matanya, Dia tidak tahu kalau makanan Favorit Ian adalah Tempura. Chloe hanya memasak asal yang penting buat makan. Mungkinkah ini hanya kebetulan?


"Aku sejujurnya juga tidak tahu makanan kesukaanmu, Aku hanya memasak asal untuk coba-coba. Ini pun karna aku teringat dengan makanan Favorit teman masa kecilku, Dia juga suka Tempura," Sahut Chloe agak bingung.


Ian diam sesaat, Netra merahnya menatap tajam kotak bekal di tangan Chloe. Sewaktu Chloe sakit terkena racun, Gadis itu juga membahas tentang teman masa kecilnya. Chloe dan teman masa kecilnya tampak terdengar akrab.

__ADS_1


"Seberapa kenal kau padanya?"


Chloe meletakkan kotak bekal di kursi tak lupa menutup nya kembali, Lalu memandangi area sekolah.


"Aku cukup kenal dengannya, Dia sangat menyukai Tempura dan minuman Favoritnya adalah Green Tea. Sikapnya juga datar dan dingin sama sepertimu, Tidak banyak bicara dan tidak banyak tingkah. Hobi nya membaca Light novel dan sangat suka berada di tempat yang tenang serta tidak berisik," Kata Chloe sambil memandang langit biru di atas mereka.


"Ciri-ciri nya juga sama sepertimu, Bersurai hitam lembut dengan Netra merah darah. Sewaktu kecil saat umur kami 6 tahun, Kami sering tidur bersama. Dan kadang-kadang aku menginap di rumahnya. Namanya juga sama sepertimu yaitu Ian, Tapi aku sering memanggilnya Moonshine, Itu panggilan kesayanganku buat Ian," Chloe terkekeh mengingat kenangan bersama teman masa kecil nya itu.


DEG!


Ian diam membisu, Tubuhnya seakan membeku mendengar nama panggilan yang begitu familiar di telinganya, Sekelebatan Memory tentang seseorang terlintas begitu saja di otaknya. Tanpa sadar Ian memegangi kepala menahan sakit, Bergumam lirih.


"Moonshine...?"


"Iya, Itu karna waktu pertemuan pertama kami terjadi waktu malam hari, Kami gak sengaja bertabrakan. Terus karna dulu dia sering jadi partnerku, Jadi aku memanggilnya Moonshine, Tapi sering kusingkat jadi Moonshi,"


Lanjutan perkataan Chloe membuat Ian merenung, Akhir-akhir ini pun sekelebatan memory tentang seorang gadis asing tiba-tiba muncul di ingatannya. Potongan-potongan memory itu datang silih berganti setelah tak lama pertemuan antara Ian dan Chloe dulu, Dimana Chloe pernah menolongnya dari Preman. Dia merasa asing dengan gadis di ingatannya namun juga merasa Familiar, Dan secara kebetulan sifat Chloe sangat mirip dengan gadis asing diingatannya.


Ian tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, Seakan ada yang hilang dari ingatannya. Dia tidak tahu, Apakah dia pernah lupa ingatan sebelumnya atau tidak. Tapi memory tentang gadis asing itu terus bermunculan dalam otaknya semenjak bertemu dengan Chloe.


Sebuah nama tiba-tiba terlintas di benaknya, Nama yang kedengarannya tidak asing. Tanpa sadar Ian mengucapkan nama tersebut secara spontan.


"Sunshine"


"Eh?" Sontak Chloe menoleh menatap Ian, Sang gadis tidak terlalu fokus mendengarkan suara Ian tadi karna terlalu sibuk memikirkan Keluarga serta teman masa kecilnya di dunia asli.


"Dia memanggilmu dengan sebutan Sunshine kan?" Kata Ian tanpa menoleh, Terlalu sibuk memandang area sekolah.


Ian diam sesaat, Dia juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri, Nama panggilan itu tiba-tiba saja melintas di benaknya.


"Entahlah, Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja nama itu muncul di benakku, Dan aku hanya mengatakan secara spontan," Sahut Ian datar.


Entah ini kebetulan atau bukan, Chloe tidak tahu. Padahal Chloe sama sekali tidak memberi tahu nama panggilan teman masa kecil nya pada Ian, Tapi dengan mudahnya Ian menebak nama panggilan itu.


Sejenak Chloe sempat curiga kalau Ian ada hubungannya dengan teman masa kecilnya alias Ian di dunia asli, Namun Chloe memilih menyampingkan rasa curiganya, Toh paling cuma kebetulan menurutnya.


"Hm...Ya sudahlah, Nih makan. Keburu dingin," Chloe mengambil satu tempura, Memakannya dengan riang.


Pemuda bernetra merah itu hanya mengikuti Chloe, Memakan tempura namun pikirannya tengah melayang-layang entah kemana.


"Kalian deket banget ya dulunya? Sampai pakai panggilan sayang begitu?" Holy duduk di pundak Chloe sambil memakan kue.


"Iya iyalah, Malah lengket banget udah kayak perangko sama surat," Balas Chloe memandangi langit biru di atasnya.


"Kenal banget kayanya kau sama teman masa kecilmu itu,"


"Tentu saja, Kami sudah berteman selama 11 tahun, Jadi aku sudah tahu apa yang dia sukai dan tidak dia sukai," Chloe kembali mencomot Tempuranya.


"Huhuhu, Aku jadi ingin punya teman masa kecil rasanya," Holy dengan lebaynya guling-guling di kursi sambil pura-pura nangis buaya.


"...." Chloe hanya melirik malas, Mengacuhkan Holy yang lagi nangis buaya.

__ADS_1


*****************


[Class]


Chloe membawa kotak bekalnya, Dengan langkah tenang melewati ambang pintu. Namun seseorang tiba-tiba menahan lengannya. Chloe Refleks menoleh, Menatap tajam sosok yang memegangi lengannya. Itu adalah Devian dengan tersenyum tipis.


"Kak Chloe,"


Chloe menatap datar, Lalu menepis tangan Devian di lengannya, Langsung mundur beberapa langkah menjauhi Devian. Melihat tingkah Chloe yang menjauh, Devian hanya diam masih tersenyum.


"Apa?" Kata Chloe dingin.


"Kak Chloe sudah dengar tentang Universary sekolah yang ke-50 gak?"


"Belum tuh, Memangnya kenapa?"


"Malam ini kepala sekolah menggelar pesta untuk merayakan Universary sekolah, Setiap siswa-siswi wajib mengikuti kegiatan ini karna selain bersenang-senang kita juga bakal mendapat nilai tambahan khusus pelajaran sosial," Jelas Devian kali ini dengan ekspresi berseri-seri.


Chloe dan Holy saling lirik, Lalu Holy merendahkan terbangnya. Tepat di samping telinga Chloe, Mendengus kecil sambil bersidekap.


"Hati-hati Chloe, Devian pasti punya rencana lain," Peringat Holy masih bersidekap.


Netra biru Chloe beralih kembali pada Devian. "Lalu apa hubungannya denganku?"


"Hehehe, Kak Chloe mau jadi pasanganku saat di pesta nanti?"


"Aku menolak! Cari saja cewek lain yang mau denganmu," Balas Chloe acuh, Melanjutkan jalannya memasuki kelas.


Devian mendengus kesal, Menyandarkan punggungnya pada tembok kelas.


"Ck! Dia ternyata masih ingat dengan rencanaku saat di Restoran itu," Pikir Devian kesal.


Sesaat Netra coklat muda nya tak sengaja menangkap sosok Ian yang mendekati pintu kelas, Devian bergegas mendekati pemuda bernetra merah itu lalu menarik pundaknya sedikit menjauh dari kelas.


"Cih, Apa yang kau lakukan!?" Dengan cepat Ian menepis tangan Devian, Mengerutkan alisnya bertanda kesal.


"Malam ini sekolah mengadakan pesta Universary," Kata Devian the to point.


"Lalu?"


"Mau jadi partner ku di pesta?"


Sontak Ian langsung menjauh beberapa langkah dengan pandangan jijik dan tatapan tajam.


"Aku masih normal, Cari saja yang lain," Kata Ian ketus, Berjalan menjauh memasuki kelas.


"Oi, Ini bukan yang seperti kau pikirkan! Ian Maxwell!" Teriak Devian kesal karna Ian meninggalkannya.


"Ian!" Akhirnya Devian malah lari untuk mengejar pemuda bernetra merah itu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2