
BRAK!
WWUUSSHH!
Pintu balkon terbuka lebar dengan angin kencang yang berhembus, Chloe terbangun dari tidur nyenyaknya karna suara tersebut. Sesaat dengan tampang sayu ia mendudukkan dirinya, Sembari menguap kecil. Kepalanya menoleh mencari asal suara, Menemukan pintu balkon yang terbuka lebar terhempas angin.
Perlahan ia langkahkan kakinya menuju pintu balkon, menatap hitamnya langit malam di luar sana. Ia mendongak memandang ratusan bintang yang tertutup awan gelap.
“Sepertinya akan hujan lagi,” Gumamnya lirih sembari menutup pintu balkon sebelum angin berhembus semakin kencang.
BLAM!
Chloe mengalihkan pandangannya menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 1 pagi, Setelah terbangun tadi rasa kantuknya sesaat menghilang. Tak lama dirinya meringis sesaat setelah menggerakkan sedikit pundak kirinya, ia mengusap perlahan.
“Pundakku masih agak sakit, Sepertinya aku terlalu banyak bergerak sehingga memperlambat proses penyembuhannya,” Pikir Chloe masih mengusap pelan pundaknya, Dengan langkah pelan ia menuju keluar kamar berniat mengambil air minum untuk tenggorokannya yang agak kering.
************
TAP! TAP! TAP!
Diantara ruangan lainnya, Hanya lampu dapur yang menyala. Chloe perlahan memasuki ruang dapur, Melihat siluet dua sosok yang sedang termenung di meja makan, keduanya tampak saling diam tanpa ada pembicaraan diantara mereka. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
Tentu saja kedua orang itu adalah Rafael dan Azura, Masing-masing ditangan mereka memegang segelas air. Dengan suasana yang begitu canggung membuat Chloe perlahan meringsut mundur, Namun nampaknya Azura lebih dulu menyadari kehadiran Chloe di dapur.
Senyum tipis ia berikan pada Chloe, sembari melambaikan tangan mengkode sang gadis untuk mendekat.
“Chloe sedang apa? Kemarilah,”
Chloe tersentak kecil, Rafael ikut mengalihkan pandangannya sesaat menatap datar. Dengan kikuk Chloe mendekati meja makan, Duduk disamping Azura.
Setelah memastikan Chloe sudah duduk ditempatnya, Azura kembali membuka obrolan. “Kau belum tidur atau tidak bisa tidur?”
“Um…Tadi sebenarnya aku sudah tidur cuma kebangun gara-gara haus, Jadinya kesini,” Jelas sang gadis menatap bingung.
“Ah, Kebangun ya. Kasusnya sama dong. Aku juga-”
“Azura, Tolong jangan menunda-nunda pembicaraan kita! Kalau kau terus menghindariku, Kesalahpahaman kita tidak akan selesai,” Sela Rafael memotong perkataan Azura, Senyum Azura luntur. Netra safirnya meredup kemudian mengalihkan pandangan.
“Aku…Tidak sedang menghindari kakak kok, Apa aku terlihat begitu?” Azura kembali memasang senyum tipis hingga matanya sedikit menyipit.
Chloe menghembuskan napas, Sejujurnya ia agak muak melihat Azura yang terus menunjukkan topeng tersenyum seolah dirinya memang tidak memiliki masalah apapun dalam hidupnya.
“Azura, Jangan pura-pura tidak tahu! Kau pikir aku tidak memperhatikanmu selama ini?!”
Rafael mencengkeram erat gelas ditangannya, Menahan rasa kesal agar tidak meledak saat ini juga.
“Kak Azura, Berhenti tersenyum!”
Suara Chloe mengalihkan atensi keduanya, Rafael mengernyit sedangkan Azura hanya menatap tenang masih dengan senyumannya.
__ADS_1
“Apa maksudmu Chloe? Selalu tersenyum adalah bagian dari diriku. Lagipula ini kan memang sifatku,” Balas Azura.
“Tidak! Sebenarnya itu hanya topeng kak Azura kan? Menyembunyikan semua masalah yang kakak terima dengan tersenyum, Seolah kakak tidak memiliki masalah apapun dalam hidup. Aku benarkan?” Chloe menatap tenang, Perlahan senyum Azura luntur.
“Gak ada yang sempurna, Semua orang memiliki masalah masing-masing. Cobalah Kak Azura lebih terbuka, Mungkin dengan begitu kak Azura akan mendapat solusi. Tidak akan enak menyimpan masalah sendiri,”
Azura diam membeku sejenak, Perkataan Chloe melayang dalam benaknya. Ia tertunduk menatap gelas di tangannya. Rafael yang menyimak ikut tak bisa berkata-kata, Seolah perkataan Chloe ikut menusuk dalam dirinya.
“Kenapa…Kau tiba-tiba berkata seperti itu?” Tanya Rafael serius, Pasalnya selama ini ia pun tidak menyadari kalau senyum Azura adalah topeng. Dia hanya tahu Azura yang suka memberikan senyum pada orang lain karna ia pikir itu memang sifat ramah dari Azura.
“Karna aku pernah berteman dekat dengan orang yang persis sama seperti Kak Azura,”
Tentu orang yang Chloe maksud adalah Felix, Namun dirinya tak ingin mengatakan hal itu karna hanya akan membuatnya sedih.
“Aku…Hanya tidak ingin orang lain mengetahui sisi lemahku, Dan aku semakin merasa sempurna berkat mantan pacarku. Tapi…,” Azura perlahan mendongak menatap Rafael di hadapannya, Menyadari tatapan Azura. Rafael semakin merasa bersalah. “Dia memilihmu Kak Rafael, Setelah 2 tahun kami menjalani hubungan,”
“Aku minta maaf Azura, Aku tidak bermaksud merebutnya darimu. Dia yang lebih dulu mendekatiku, dan bilang tidak memiliki pacar. Aku bahkan tidak tahu kalau dia pacarmu!” Jelas Rafael membela dirinya, Setelahnya ia mengambil handphone nya. Menunjukkan pesan dari mantan pacar Azura.
“Lihatlah, Dia bahkan lebih dulu menghubungiku saat kami pertama kali berkenalan. Aku juga tidak tahu dia dapat nomorku dari mana,” Tambah Rafael memberikan handphone nya pada Azura.
Sejenak Azura memilih diam membaca pesan satu persatu, Di awal pesan Rafael mengacuhkan semua pesan dari wanita itu tapi di hari ketiga akhirnya Rafael membalas karna mungkin merasa risih mendapat spam pesan terus-menerus dari wanita itu.
Dan mereka memutuskan bertemu setelah hari ke-20 berbalas pesan. Netra safirnya terbelalak, sesaat ia membeku dengan rahang mengeras. Setelah mengingat ia sadar telah melakukan kesalahan besar, Ia salah karna mau begitu saja memberikan nomor kakaknya pada wanita itu. Dengan kata lain dirinya diperalat oleh wanita itu.
“Dia minta apapun padaku aku berikan, Dia minta nomor kakak pun aku berikan. Tapi begini caranya membalasku?!” Kata Azura geram.
Rafael mengernyitkan alisnya. “Jadi kamu yang memberikan nomor kontakku?!”
Chloe meranjak dari duduknya lalu mengambil gelas dan menuangkan air mineral kedalamnya. “Lalu apa yang akan kak Azura lakukan? Balas dendam?”
Azura mengepalkan kedua tangannya dan mengangguk mantap dengan tatapan serius. “Ya, Dia sudah mempermainkanku! Aku akan membalasnya dengan cara yang sama!”
Sejenak Chloe melirik sembari meminum airnya. Setelah selesai ia mencuci gelasnya di wastafel.
“Apa yang kau rencanakan Azura? Aku mendukungmu untuk balas dendam tapi jangan berlebihan, Dan jangan sampai kak Eli tahu tentang ini,” Kata Rafael.
“Ah, Tentu saja aku tidak akan membiarkan yang lain tahu selain kita bertiga,” Kini Azura kembali tersenyum namun entah kenapa menurut Chloe senyum Azura tampak berbeda.
“Asal jangan membunuh saja,” Celetuk Chloe mengeringkan tangannya yang basah.
Azura terdiam mendengar kata ‘Membunuh’ dirinya mendadak merenung sembari menunduk hingga helai-helai rambutnya menutupi pandangan. Senyum tipis terbit di bibirnya tanpa diketahui Rafael dan Chloe.
“Membunuh ya…,” Gumamnya masih tersenyum tipis.
“yah, Kuanggap kak Rafael dan Kak Azura sudah baikan. Aku kembali ke kamar dulu,” Pamit Chloe sambil melambai pelan.
“Tunggu dulu!” Suara Rafael menghentikan langkah Chloe yang hampir keluar dapur.
“Kenapa?”
__ADS_1
“Laki-laki itu…Maksudku yang datang bersamamu tadi. Siapa dia?”
“Oh itu, Pak Ezra. Dia Ceo baru di perusahaan J.G Entertainment, Tempatku bekerja dulu. Sebelumnya pak Ezra adalah tangan kanan Pak Justin. Tapi setelah Pak Justin mengundurkan diri, Pak Ezra diangkat jadi Ceo baru,” Jelas Chloe dengan senyum mengembang di bibirnya.
Seketika Rafael menyipitkan matanya. “Kau tahu banyak ya tentang pria itu, Bukannya seingatku saat kita pertama kali bertemu. Jabatanmu jadi OG ya? sedangkan dia adalah seorang Ceo. Setahuku jarang ada Ceo dan OG saling kenal, Biasanya para Ceo disini tidak terlalu peduli dengan orang-orang yang memiliki jabatan di bawah mereka. Ini termasuk pengalamanku selama menjabat jadi Ceo,”
Rafael menatap penuh intimidasi bahkan Azura menatap Chloe penuh tanda tanya.
“Benar juga, Menjadi OG dan OB kan jarang diperhatikan para atasan,” Azura mengangguk menyetujui.
Chloe menahan napasnya sejenak, Dirinya mulai gugup. Tanpa sadar ia menelan selivanya kasar.
“Ah, Mungkin kau pernah bertemu dia selain di perusahaan makanya kalian saling kenal," Celetuk Azura kembali dengan senyumnya, Membuat Chloe yang menahan napasnya seketika menghembuskan napas lega perlahan.
“Iya, Benar. Kami pernah bertemu di suatu tempat makanya aku sudah kenal sama Pak Ezra,” Chloe tertawa pelan, Mengusap tengkuknya yang tidak gatal.
Rafael menghela napas, Ia melirik Chloe. “Kupikir sesaat anak ini bertingkah mencurigakan, Tapi sepertinya hanya perasaanku,”
Pandangannya beralih ke samping sang gadis. “Entah kenapa seperti ada sesuatu yang aneh yang membuatku selalu ingin memandang ke sampingnya,”
“Aku duluan ya,”
Suara Chloe membuyarkan lamunan Rafael, Netra safirnya kembali memandang tapi Chloe sudah pergi sana meninggalkannya bersama Azura. Rafael melirik Azura yang sudah mengubah ekspresinya menjadi tenang.
“Kau dengar itu kak, Justin Garfield. Dia pemilik dari J.G Entertainment kan?”
“Ya, Kenapa kau bertanya soal dia?”
“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin tahu dia orang yang seperti apa?” Azura mengalihkan pandangannya membuat Rafael mengernyit, Lalu menggidikkan pundaknya acuh.
“Aku tidak tahu, Aku hanya pernah sekali bertemu dengannya. Itu pun saat dia masih menjabat sebagai Ceo di perusahaannya,” Rafael menerawang menatap langit-langit dapur. “Lalu laki-laki yang menggantikan Justin Garfield itu, Aku tidak ingat pernah bertemu dia sebelumnya,”
Azura memejamkan matanya sejenak kemudian kembali menampilkan netra safirnya.
“Kalaupun kakak ingat bertemu dengannya dimana, Apa yang akan kakak lakukan? Lalu apa kakak ingat setelah dia menggantikan posisi Justin, Justin Garfield tidak terdengar lagi kabarnya di awak media? Dia dinyatakan menghilang, Pihak keluarganya pun yang kudengar sudah merelakan atas hilangnya Justin,”
“Bagaimana kalau semua itu ada hubungannya dengan laki-laki yang menggantikan posisi Justin saat ini, Dan dia saat ini dekat dengan Chloe. Apa kakak sadar saat dia pergi begitu saja dengan Chloe dan mengatakan lebih percaya perkataan Chloe dari pada kita atau kak Eli? Padahal dia kan koleganya kak Eli,” Azura tersenyum menerawang menatap Rafael yang diam membeku.
“Tidak kecurigaanku tadi bukan sekedar perasaanku belaka, Chloe dan pria itu benar-benar mencurigakan,” Pikir Rafael setelah menyadari maksud penjelasan dari Azura, Ia menoleh sekilas.
“Azura, Jangan bilang kalau kau juga…”
“Ya, Sejujurnya aku sudah curiga dengan Chloe dan pria itu. Apa lagi dia mengatakan terang-terangan bahwa lebih percaya adik bungsu dari Maximillian itu dibanding kita atau Kak Eli yang sudah menolongnya,” Azura tersenyum samar memotong kalimat Rafael.
“Sepertinya kita harus mencari tahu tentang Chloe, Mengingat sebentar lagi dia juga akan menjadi bagian anggota keluarga Michelle dan Maximillian,"
Rafael meranjak dari duduknya dan meletakkan gelasnya yang sudah kosong ke wastafel.
“Aku juga tidak ingin memiliki saudara seorang penghianat, Jika sampai yang kau katakan itu benar Azura,”
__ADS_1
“Mari kita lihat, Bagaimana kedekatan mereka si adik bungsu Maximillian dengan seorang Ceo baru J.G Entertainment,” Azura tersenyum misterius, Menerawang jauh memandangi bingkai jendela yang memperlihatkan taman mansion mereka.
TBC