System Prince Charming

System Prince Charming
Latihan


__ADS_3

[Latihan hari pertama]


"Ian kau ambil posisi disana! Chloe percepat gerakanmu saat menerima bola!" Perintah salah satu siswa yang berada dalam satu ruangan dengan mereka.


Chloe sebisa mungkin menerima bola yang melambung tinggi, dengan tubuhnya yang pendek itu membuat Chloe agak kesulitan. Sedangkan Ian tampaknya ingin mengambil bola juga hingga kedua nya saling bertabrakan dan jatuh.


Bola itu akhirnya memantul keluar garis tanpa ada yang menerimanya.


"Ian, seharusnya kau tetap disana! Disini bagianku!" Seru Chloe tak terima karna wilayahnya di usik oleh Ian. Sang gadis berdiri kesal.


Pemuda bersurai hitam itu ikut berdiri sambil membersihkan debu di celana nya. Melirik tajam Chloe sesaat.


"Harusnya kau yang disana! Cewek itu harusnya di bagian kiri," Desis Ian tajam.


"Enak saja, Guru sudah membagikan wilayah nya. Kau saja yang asal nyerobot seenaknya!"


Mereka pun malah berdebat sepanjang Jam istirahat ke-2 hingga akhirnya pelatihan hari itu di hentikan. Untuk pertama kalinya bagi Ian, satu-satu nya cewek yang membuat emosi nya naik turun adalah Chloe. Gadis yang gampang banget emosian dan protes.


"Pelatihan hari pertama rebutan wilayah," Holy yang sejak tadi melihat perdebatan itu hanya menggelengkan kepalanya.


**************


[Hari ke-2 pelatihan]


TAK!


Chloe memukul bola tersebut dengan raketnya, memberikan ke arah lawan alias teman mereka sendiri. Siswa itu kemudian memberikan ke arah Ian, agar sang pemuda ikut bergerak.


Ian ingin menerima bola tersebut tapi meleset karna bola itu malah meluncur ke wilayah Chloe. Chloe yang saat itu tidak sigap, terdiam diam di tempat dan akhirnya bola itu keluar garis melewati Chloe.


Ian mengernyitkan alisnya, tak senang mengetahui kalau Chloe sama sekali tak bergerak. "Kenapa malah diam!? Bola nya tadi meluncur ke arahmu tahu!"


"Aku tidak siap, bola nya meluncur cepat tau!" Balas Chloe menoleh kesal. "Lagipula kau juga kenapa meleset!? Seharusnya kau bergerak lebih cepat!"


"Bagaimana mau cepat, bola nya saja meluncur ke wilayahmu!"


Mereka kembali berdebat hingga latihan hari itu harus kembali dihentikan.


"Hari ke-2 saling menyalahkan," batin Holy menatap malas sambil memakan kue nya.


**************


[Hari ke-3 pelatihan]


"oper bolanya pada Ian!" Kata Siswa itu sambil melempar bola tenis pada Chloe.


Chloe menerima bola tersebut, berniat mengoper pada Ian tapi bukannya meluncur ke Ian agar mengoper balik. Bola itu malah meluncur ke pipi sang pemuda dengan cepat, sehingga Ian yang tidak siap terkena pukulan bola itu di pipinya.


DDUUAAKK!


"Ups...maaf, Aku tidak sengaja," Kata Chloe kaget karna tidak menyangka bola itu akan mengarah pada pipi sang pemuda.

__ADS_1


Ian mengerutkan alisnya kesal, kesabarannya benar-benar diuji jika bersama Chloe sebagai Partner nya. Pemuda bernetra merah itu mengusap pipi nya yang sempat terkena pukulan bola, agak sedikit sakit.


"Kau bisa main Tenis dengan benar gak!? Kalau gak bisa lebih baik mundur saja sana!" Ian benar-benar kesal dengan tingkah Chloe. Pemuda bermarga Maxwell yang biasanya terlihat tenang dan dingin itu kini berubah kesal.


"Aku udah bilang gak sengaja. Kau saja yang gerakkan nya lamban, jangan-jangan kau yang gak bisa main tenis," Chloe menunjuk-nunjuk Ian, merasa tak terima di bilang gak bisa main tenis.


"Jaga ucapanmu itu! Kau pikir sedang bicara dengan siapa hah!?"


"Apa!? Mau bilang kau anak orang kaya yang punya kekuasaan! Kau pikir aku takut dengan ancamanmu," Chloe berkacak pinggang sambil mendelik.


Terpaksa Siswa disana dan Guru pembimbing menghentikan latihan hari itu lagi, dikarenakan Chloe dan Ian sedang tak bisa menghentikan perdebatan mereka.


"Dah lah, males ngeliatin kalian. Sekalian aja ajak gelud Chloe," Teriak Holy dari sisi lapangan.


***************


[Hari ke-4 pelatihan]


"Rasakan ini!" Chloe memukul dengan kencang bola yang melambung tinggi di atas kepalanya.


Bola itu kemudian meluncur dengan cepat ke arah Siswa dihadapan mereka, Siswa itu menerima dan mengoper pada Ian. Sedangkan Ian melakukan hal yang sama, mengopernya pada Chloe.


Chloe sangat fokus pada bola yang meluncur ke arahnya, tanpa sengaja memukul bolanya terlalu kencang. Namun bukan bolanya yang melambung melainkan raketnya yang mengenai wajah Ian di sampingnya. Mengakibatkan sang pemuda terhuyung ke belakang dan jatuh karna raket milik Chloe yang mengenai wajahnya. Bahkan kini hidungnya sedikit mimisan.


(Poor Ian, kemarin kena bola sekarang raket milik Chloe. Malang sekali nasibmu Ian😅😂).


"Eh!? Ian kau tidak apa-apa? Kau mimisan," Chloe sangat panik mengetahui kalau hidung sang pemuda mimisan akibat raketnya. Bergegas Chloe mendekati sang pemuda, Bersimpuh di samping Ian dengan khawatir.


Chloe merogoh saku seragamnya berniat memberikan tisu pada Ian, Chloe menyodorkan tisu itu setelah dapat.


"Cepat bersihkan pakai tisu ini,"


"Enggak perlu!" Tanpa belas kasih Ian menepis tangan Chloe, hingga tisu itu terlepas dan terlempar beberapa cm dari tempat mereka berada.


Chloe tersentak kaget, Ian tidak pernah bersikap kasar seperti ini sebelumnya. Paling cuma kata-kata pedas yang akan dikeluarkan sang pemuda tapi kali ini berbeda.


"Aku sudah muak melihat wajahmu! Memiliki Partner sepertimu bisa membuatku gila! Enyah saja kau dari hadapanku!" Usir Ian tajam, merasa tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi. Dia masih menutup hidung nya dengan lengan seragam.


DEG!


Netra biru itu sesaat membulat mendengar kata-kata yang lebih menusuk dari sebelumnya, Chloe seketika merasakan napasnya menjadi sesak. Merasa sakit hati karna kata-kata menusuk Ian.


Kedua tangannya sesaat terkepal erat di sisi kanan kirinya.


"Baik! Aku gak akan pernah lagi menunjukkan wajahku di hadapanmu kecuali saat latihan kayak gini. Aku memang salah karna tidak memegang raket dengan erat, Sudah puas kan Tuan Maxwell!?" Kata Chloe dengan nada dingin sambil menekan kan kata Tuan Maxwell.


"Satu lagi! Aku sangat membenci mu Ian!"


"Aku lebih benci lagi padamu Chloe," Balas Ian tak mau kalah, Netra merahnya masih memandangi Chloe dengan tajam dan dingin.


Chloe tak menyahut lagi, Sang gadis berdiri dari simpuhnya lalu melangkah pergi dari ruangan GYM meninggalkan orang-orang disana, diikuti oleh Holy di belakang sang gadis.

__ADS_1


Sedangkan Siswa dan Pak Guru yang mendengar obrolan itu saling pandang sesaat, Tak ada yang bisa melerai Chloe dan Ian. Mereka berdiri ajak jauh di sisi lapangan.


"Hah~...Kalau begini kapan mereka bisa kerja sama pak?" Kata Siswa itu sambil menggeleng pelan, Tak mengerti dengan masalah diantara Ian dan Chloe.


"Bapak juga gak tahu, Bapak gak ngerti lagi masalah anak remaja kayak gini," Sang guru olahraga hanya bisa memijit keningnya saking pusingnya dengan masalah Ian dan Chloe.


*****************


[Hari ke-5 Pelatihan]


Hari ini seperti biasa mereka berlatih, hanya saja Chloe dan Ian tidak saling berbicara ataupun memandang. Ketika mereka membuat kesalahan, mereka hanya diam. Mereka bahkan masih belum bisa kerja sama dengan baik, terlalu kaku untuk memulai kerja sama.


Ian merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, dia merasa cepat sekali lelah dan merasa sangat lesu. Sang pemuda sebenarnya sudah merasakan tidak enak badan saat Jam Istirahat pertama. Namun dia tetap memaksakan dirinya untuk ikut latihan.


"Ck, ada apa denganku!? Rasanya lelah sekali tidak seperti biasanya, apa gara-gara hujan-hujanan kemarin malam? Seharusnya kalau hanya hujan-hujanan tidak akan membuatku seperti ini," Pikir Ian sesekali memegangi kepalanya yang agak pusing. Sang pemuda bergegas menuju kursi yang tersedia untuk tempat Istirahat, dia berjalan agak sempoyongan.


Karna sudah waktunya istirahat, Chloe dengan tenang berjalan menuju kursi tempat Ian berada. Sang gadis mengambil air mineral yang sudah tersedia lalu duduk disamping sang pemuda agak menjaga jarak 1 meter.


Sesaat Netra Biru nya melirik Ian yang sedang minum, sesekali sang pemuda memegangi keningnya seperti menahan sesuatu. Chloe mengacuhkan tingkah aneh Ian dan lebih memilih meminum air mineralnya.


"Oke, waktunya kembali latihan. Kita hanya istirahat sebentar agar tidak telat masuk kelas," Kata Siswa disana, usai meminum air mineralnya. Dia berjalan ke tengah lapangan, bersiap-siap melatih kembali Ian dan Chloe.


Ian berdiri dari duduknya, baru mau melangkah tiba-tiba Ian merasa dirinya akan jatuh. Dengan segera tangannya menempel pada tembok, menahan tubuhnya agar tak jatuh. Dan tangan satunya memegangi kepalanya yang mulai sakit, matanya pun mulai berkunang-kunang.


Merasa ada yang aneh dengan tingkah Ian, Chloe mendekati sang pemuda. Sang gadis mengernyitkan alisnya sesaat.


"Ada apa denganmu?" Tanya Chloe heran.


"Wajahnya kelihatan pucat Chloe, mungkin dia sakit," Tebak Holy sambil memperhatikan Ian yang masih diam saja sambil memegangi keningnya.


Mendengar tebakan Holy, membuat Chloe langsung memperhatikan wajah Ian. Wajah sang pemuda benar-benar pucat.


"Ian, kau sakit!?"


Tangan sang gadis terulur, berniat memeriksa suhu tubuh Ian. Namun belum sempat dilakukan, Ian tiba-tiba saja ambruk menimpa tubuh Chloe. Chloe tersentak lalu segera menahan tubuh Ian dengan tubuhnya dan memegangi sang pemuda agar tidak jatuh menghantam lantai. Meski kayaknya tubuh Ian sangat berat bagi Chloe.


"Ian! Hei bangun! Apa yang terjadi denganmu?" Chloe panik, memegangi sang pemuda yang tidak menyahut dari tadi. Punggung tangannya segera memeriksa suhu tubuh Ian.


"Chloe, Ian pingsan tuh,"


"Astaga, suhu tubuhnya juga sangat panas. Dia demam," Kata Chloe masih panik, kemudian menoleh pada Pak guru dan Siswa yang tidak jauh dari nya.


"Pak tolong! Ian pingsan pak!" Seru Chloe nyaring.


Mendengar suara Chloe sontak Pak guru dan Siswa itu mendekati Chloe dengan tergesa-gesa.


"Pingsan!? Ayo cepat bawa ke UKS," Saran Pak Guru sambil memegangi tubuh Ian agar Chloe bisa bergerak lagi.


Pak guru dan Siswa itu membawa Ian menuju UKS diikuti Chloe yang tampak cemas dan khawatir.


TBC

__ADS_1


__ADS_2