System Prince Charming

System Prince Charming
Pembalasan


__ADS_3

Orang yang Alice tabrak hanya diam, Netra berwarna orange itu melirik noda di jas nya bekas tumpahan minuman Alice.


Alice sangat panik dan takut, gadis bersurai coklat panjang itu membungkukkan tubuhnya berkali-kali, dengan perasaan cemas.


"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja," Kata Alice takut.


Sedangkan Chloe masih diam memandangi Pria di hadapan mereka sekarang, Pria itu bersama dua orang berpakaian Jas formal dengan kacamata hitam yang menutupi Netra mereka di belakang sang Pria, sepertinya dua orang itu adalah Bodyguard nya.


Chloe tidak menyangka orang yang harusnya dia hindari tiba-tiba muncul di hadapannya, Ya orang itu adalah Justin Garfield. Sang CEO yang waktu itu mengancam Chloe.


"Jadi dia benar-benar serius mengawasiku ya? Ini pasti hanya kebetulan, tapi kalau kebetulan ngapain CEO sepertinya repot-repot datang ke Bioskop?" Chloe memandangi Justin tajam dengan Netra biru nya. Diam-diam Chloe memasang sikap waspada.


"Chloe, kita harus hati-hati. Justin memang benar-benar mengawasimu sekarang. Jangan membuat sikap yang membuatnya curiga," Balas Holy yang duduk di pundak Chloe.


"Rasa nya aku ingin memberi nya sedikit pelajaran, karna mengancamku waktu itu. Aku juga muak melihat wajah angkuh nya,"


"Silakan Chloe, tapi jangan terlalu bar-bar ya. Nanti takutnya kau juga yang repot," Holy yang paham pelajaran yang di maksud Chloe hanya mengangguk kecil sembari memakan sebuah permen dengan santai.


Justin maju mendekati Alice, membuat Alice mendongak dengan raut takut. Tatapan tajam dan menusuk itu diberikan pada Netra Caramel Alice.


"Bersihkan!" Kata Justin dingin sambil menunjuk noda di jas nya tepat di hadapan Alice.


Alice adalah Protagonis wanita sudah pasti Alice memiliki tubuh yang lemah dan penakut. Rasanya Chloe gak bisa biarin Alice diinjak-injak begitu saja, Chloe lebih tidak suka dengan orang yang angkuh dan sombong.


Sebelum tangan Alice terulur ingin membersihkan noda di jas Justin, Chloe menahan tangan Alice yang sontak membuat Alice dan Justin menatapnya.


"Gak usah dibersihkan Alice, dia memang pantas mendapatkannya," Chloe melirik Justin tajam, Chloe tahu kalau tindakkan nya ini sama saja cari mati. Namun ego nya yang ingin memberi pelajaran pada Justin lebih tinggi dari rasa cemas nya sekalipun.


"Chloe, apa maksudmu? Aku sudah menumpahkan minuman di baju nya. Jadi aku–"


"Tidak perlu!" Chloe mempertegas perkataannya, memotong ucapan Alice yang belum selesai. Netra Caramel Alice membelalak beberapa saat, gadis bersurai caramel itu tidak mengerti kenapa Chloe menghentikannya.


Alice merasa cemas kalau Chloe akan melakukan sesuatu yang akan membahayakan nyawa nya nanti. Alice sangat takut sahabatnya ini akan terlibat masalah kalau seperti ini.


Netra orange Justin memandang Chloe, menyadari kalau sang gadis berdiri di samping Alice. Tatapan dingin Justin berikan pada Chloe, begitu pun dengan Chloe yang tak mau kalah.

__ADS_1


"Heh, jadi nona kecil ini ada disini ya. Nona yang kemarin seenaknya masuk ke Back Stage tanpa izin dariku. Aku tidak pernah main-main dengan ancamanku," Justin mendekati Chloe, dengan perbedaan tinggi mereka yang terpaut sangat jauh tentu saja Justin bisa menatap rendah Chloe.


"Yah, aku memang salah karna masuk tanpa izin. Tapi kau seharusnya tahu diri! Wajar kalau ada satu atau lebih Fans yang nekat masuk demi bisa bertemu idolanya. Seharusnya itu sudah wajar, dan kau tidak perlu mengancamku," Balas Chloe sengit, mendongak menatap Justin.


"Wajar? Tidak tahu diri?" Sesaat Justin tertawa sinis, mengejek perkataan Chloe yang menurutnya lucu. "Dengar nona kecil, mungkin itu berlaku pada Grup idol lain tapi bagi Grup idol di bawah naungan perusahaanku, aku punya hak peraturan sendiri, Dan perintahku adalah mutlak. Jadi aku bisa saja melaporkan mu ke polisi karna tindakan gila mu itu,"


Chloe diam lalu kemudian gadis bersurai biru itu menunjukkan senyum miring, Oh jika Justin ingin bermain-main dengannya. Chloe akan meladeninya, lihat siapa nanti yang akan menang.


"Aku tidak takut, mau kau laporkan ke pihak yang lebih tinggi dibanding Polisi sekalipun aku tetap tidak takut,"


"Chloe! Apa yang dia pikirkan? Kenapa malah menantang maut sih!?" Alice histeris dalam hati, Ketakutan Alice makin besar.


"Um...Chloe lebih baik kita pergi sekarang, orang-orang memperhatikan kita," bisik Alice khawatir sambil melirik orang-orang disekitar mereka yang kini seperti nya tertarik menonton perdebatan antara Justin dan Chloe.


Chloe tidak bergeming menanggapi Alice, diam-diam satu tangan Chloe sudah terkepal.


"Holy, aktifkan mode bela diri dengan pukulan terkuat,"


"Perintah di terima, sedang memproses. Mode bela diri aktif dan siap dipakai,"


Tangan Justin terulur ingin meraih tangan Chloe, Namun sebelum itu terjadi. Tiba-tiba Chloe memukul perut Justin dengan tenaga yang besar tanpa memperdulikan sekitarnya (Bayangin aja pukulan Sakura Haruno di Anime Naruto, Pukulan Chloe mirip kayak gitu sih😅).


BBUUAAKK!


BBUUAAKK!


Tanpa membuang waktu Chloe sekalian menonjok dagu Justin saat Justin kesakitan memegangi perutnya yang habis di pukul sama Chloe. Justin tentu tidak siap dengan pukulan Chloe yang tiba-tiba, mengakibatkan badan Justin terhuyung ke belakang dan jatuh. Sudut bibir Justin langsung berdarah setelah mendapat pukulan Chloe.


"Tuan muda Justin!"


Serentak kedua Bodyguard Justin mendekati sang Pria bernetra orange itu dengan panik. Bahkan orang-orang di sekitar mereka terkejut dan menatap tidak percaya pada Chloe yang bertubuh pendek dan kecil. Beberapa orang ada yang bisik-bisik, merekam kejadian itu, bahkan sampai menyebarkannya ke media sosial.


Alice membelalak dengan tindakan Chloe yang tidak terduga, Gadis bersurai coklat panjang itu melongo dan terbengong-bengong beberapa detik, Rasanya Alice ingin pingsan saja sekarang. Chloe tiba-tiba menjadi bar-bar hanya karna sebuah Ancaman? Alice tidak habis pikir dengan tindakan Chloe ini. Alice tentu saja tidak mengetahui apa masalah antara Chloe dan Justin tapi Alice memahami rasa kesal dan marah Chloe. Meski Alice tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Justin dan Chloe.


"Siapa juga yang ingin ikut denganmu bodoh! Dan pukulan itu adalah pembalasanku karna kau sudah mengancamku!" Seru Chloe sambil memegang tangan Alice.

__ADS_1


"Ayo cepat kabur Alice!"


"Eh? Tapi–"


Tanpa membuang waktu Chloe langsung menarik pergi Alice dari sana, Mereka langsung berlari menjauhi Justin dan sekitarnya.


"Ck! Apa yang kalian lakukan, cepat kejar mereka!" Perintah Justin pada kedua Bodyguard nya, Pria itu berdecak kesal dan menggeram dalam hati.


"Baik Tuan muda," Dengan segera Bodyguard Justin langsung mengejar Chloe dan Alice.


Sedangkan Justin masih terduduk di sana, Dia mengusap sudut bibirnya yang berdarah dengan ibu jarinya. Menyadari kalau Orang-orang masih berada di sekitarnya, sang Pria bernetra Orange itu menatap tajam.


"Apa yang kalian lihat!? Pergi!"


Sontak orang-orang disana langsung dengan cepat membubarkan diri, Pura-pura tidak melihat kejadian tadi. Mereka tahu Justin sangat terkenal di berbagai berita dan mereka juga tahu kalau Justin adalah seorang CEO terkenal jadi mereka sangat takut jika berurusan dengan sang Pria. Karna Jika sudah berurusan dengan Pria bernetra Orange itu maka selama nya tidak akan pernah lepas dari cengkeramannya. Seperti nya Chloe akan terus berurusan dengan Justin karna sudah berani memukul sang Pria.


"Cih, bagaimana bisa. Tubuh nya kecil tapi tenaga pukulannya sangat kuat. Tidak bisa dipercaya," Gumam Justin pelan, sesaat ketika mengingat pukulan itu dia menggeram kesal.


Tidak bisa dipercaya dia dikalahkan oleh seorang gadis kecil dan pendek, Walau sejujurnya waktu itu Justin memang tidak siap dan Chloe yang memukulnya tiba-tiba tentu saja membuat Justin langsung kalah. Tapi tetap saja Justin merasa kesal dan membuat sang Pria dipermalukan depan publik.


Justin berdiri, membersihkan debu yang menempel pada celananya kasar. Lalu tangannya mengambil HP nya, tampak sedang menelpon seseorang.


"Kau terus awasi nona kecil itu, jangan sampai kehilangan jejak nya. Anak itu tidak bisa diremehkan, Dan pastikan dia tetap tidak mengetahui Rahasia kita,"


"Baik tuan,"


"Satu lagi, Kirim salah satu dari anggota kelompok Black Shadow untuk menghentikannya, Kita akan menguji seberapa kuat anak itu,"


"Baik Tuan, perintah anda akan saya laksanakan,"


Justin mengakhiri panggilan itu, dia kembali memasukkan HP nya dalam saku dengan wajah datar.


"Huh, lihat saja nanti kau Chloe Amberly. Tidak akan semudah itu kau lepas dari cengkeramanku. Kita lihat nanti bagaimana kau mengakhiri permainan ini," Pikir Justin dengan licik, Dia berjalan menuju pintu keluar bioskop dengan angkuh mendekati mobil nya.


"Let's Play The Game,"

__ADS_1


TBC


__ADS_2