System Prince Charming

System Prince Charming
(Season 2) Bertemu anggota lain


__ADS_3

[Pagi harinya]


Seperti biasa mereka berkumpul di meja makan, Dan seperti biasa pula si Aiden cuma diam duduk doang sambil ngeliatin para anggota lainnya makan. Sesekali dia akan mengeringkan beberapa alat makan yang baru saja habis dicuci, Sambil menunggu anggota lainnya selesai.


Tak lama acara sarapan itu selesai, Mereka semua pergi dari ruang makan untuk melakukan kegiatan masing-masing. Kecuali Chloe yang masih duduk di kursinya, Meski Aiden sudah membereskan sisa-sisa alat makan yang ada di meja. Tetap saja Chloe tak ada niatan untuk meranjak dari sana.


Aiden hanya melirik Chloe sesaat, Kemudian mulai melakukan tugasnya. Ruang makan itu diliputi keheningan karna hanya ada Chloe dan Aiden disana.


Sesaat Chloe menghela napas, Menopang dagu dengan tangannya. Menatap meja makan dengan lesu.


"Chloe, Ada apa? Kok keliatannya lesu banget. Padahal baru selesai makan," Holy terbang di samping kepala Chloe, Memutari kepala sang gadis sesaat.


"Entahlah, Aku merasa sangat bosan selama beberapa hari. Tidak ada yang bisa kukerjakan di sini, Alice dan Evelyn juga gak ada kabarnya. Informasi tentang Universitas lain disekitar daerah sini juga gak ada," Chloe menggeleng pelan, Masih menatap meja makan.


"Ya, Wajar lah. Kan disini daerah terpencil. Jadi wajar kalau sekitar daerah sini gak ada Universitas," Kata Holy sambil duduk di pundak Chloe.


Gadis bersurai biru itu hanya bisa menghela napas, Kemudian dia melipat kedua tangannya di meja lalu menyembunyikan wajahnya di antara lipatan tangan.


Oke, Chloe baru beberapa hari tinggal di Asrama ini tapi dia sudah merasa bosan. Tidak ada yang bisa dikerjakan, Pengen bantu anggota lain tapi takutnya nanti malah ganggu. Ya udah, Dia diam aja di ruang makan.


Aiden mematikan keran air di wastafel, Dia mengelap tangannya usai cuci piring. Netra ungu tua nya sesaat melirik Chloe yang masih duduk di ruang makan.


Dengan acuh Pria bersurai ungu tua itu berjalan mengambil alat penyiram di sudut ruang makan dan keranjang buah. Sejenak dia menoleh pada Chloe.


"Nona Chloe, Jika anda tidak punya kerjaan. Bisakah anda bantu saya memanen tomat?" Tanya Aiden dengan raut datarnya.


Mendengar suara Aiden sontak membuat Chloe mendongak menatap sang pemuda.


"Aiden ingin pergi ke kebun?"


Aiden mengangguk sesaat, Chloe segera meranjak dari duduknya mendekati sang pemuda.


"Tentu saja, Ayo. Biar aku yang membawa keranjangnya," Pinta Chloe sambil mengambil keranjang buah dari tangan Aiden, Dan dengan senyum ceria langsung pergi menuju kebun.


Aiden hanya menatap sesaat, Mengikuti langkah Chloe keluar dari ruang makan.


*****************


[Kebun]


Chloe dengan teliti memetik beberapa tomat yang masih segar, Semua tomat-tomat itu tampak matang dengan warna oranye kemerahan yang terlihat mengkilap di terpa cahaya matahari.


Di sampingnya terdapat Aiden yang sedang menyiram beberapa tanaman lainnya, Tatapan sang pemuda terlihat begitu serius.


Sesaat Chloe menatap salah satu tomat kecil yang dipegangnya, Tengah memikirkan suatu hal.


"Aiden, Menurutmu pemilik Asrama orang yang seperti apa?"


Sejenak aktivitas Aiden terhenti, Mendengar pertanyaan Chloe. Kemudian dia kembali melanjutkan aktivitasnya.


"Dia orang yang baik, Meski kadang memiliki sikap yang sangat dingin dan kejam. Tapi sejak dulu dia memperlakukan kami anggota lama sebagai anak didiknya. Dia pernah bilang anggap saja semua yang tinggal di Asrama ini adalah keluarga," Jelas Aiden datar.


"Keluarga? Memang benar sih, Kalau tinggal bersama dalam satu atap rasanya sudah seperti keluarga sendiri," Chloe manggut-manggut kecil.


"Dia juga membebaskan kami untuk bertingkah sesuka hati selama di Asrama. Dia memberi kami kebebasan. Saya cukup kagum dengan pemilik Asrama karna dia dengan suka rela menolong beberapa orang untuk tinggal disini,"


"Suka rela apanya!? Sebagai gantinya harus menjadi anggota nya tau," Pikir Chloe sweetdrop, Sang gadis hanya manggut-manggut doang pura-pura paham.


TAK!


Aiden meletakkan alat penyiram di samping tubuhnya, Ikut berjongkok di samping Chloe. Lalu mengambil tomat kecil yang barusan di petik dari tangan sang gadis. Netra ungunya memandangi tomat tersebut sesaat.


"Saya dengar bibit tomat yang saya tanam ini manis, Coba Nona Chloe makan ini? Saya ingin tahu pendapat anda," Aiden dengan raut datarnya menyerahkan kembali tomat tersebut pada Chloe.


"Eh? Umm...Tapi kayaknya kita harus cuci dulu tomat-tomat ini deh, Lagipula tomat yang di kebun udah habis kupetik," Chloe cecengesan kecil berusaha menolak tomat yang dipegang Aiden.


Sejenak Aiden terdiam, Tak lama dia tiba-tiba menggigit tomat di tangannya. Hal itu membuat Chloe heran dengan tingkah sang pria. Aiden dengan cepat langsung menahan kedua pundak Chloe, Membuat sang gadis tersentak sesaat.


"Aiden, A-Apa yang kau lakukan?" Chloe panik, Dia mundur dan berusaha melepaskan kedua tangan Aiden yang menahan pundaknya. Namun Aiden lebih cepat.


Pemuda itu langsung memajukan wajahnya hingga tinggal beberapa senti dengan wajah Chloe, Lalu dia memasukkan tomat yang digigitnya ke mulut sang gadis (Gak nyampe ciuman sih).


Alhasil kini giliran Chloe yang malah menggigit tomat tersebut, Gadis bersurai biru itu hanya terbengong-bengong karena ulah Aiden. Aiden menjauhkan wajahnya dan mendorong tomat di mulut Chloe dengan jari telunjuknya.


Hingga akhirnya tomat tersebut berada dalam mulut Chloe sepenuhnya.


"Makan!"


Dengan agak terpaksa Chloe mengunyah tomat itu, Rasa manis sedikit asam menjalar di lidahnya. Setelahnya sang gadis berhasil memakan tomat itu sepenuhnya. Sesaat Chloe terbatuk-batuk.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Aiden dingin.


"Manis sedikit masam, Kenapa kau tidak mencobanya sendiri!?" Protes Chloe kesal, Meranjak dari jongkoknya diikuti Aiden.

__ADS_1


"Aku tidak makan tomat, Tomat-tomat itu khusus untuk kalian para anggota Asrama. Biar darah kalian makin banyak," Jelas Aiden tenang, Pergi meninggalkan Chloe yang speechles dengan membawa alat penyiramnya.


"Ternyata itu toh tujuan Aiden menanam banyak tomat," Holy ketawa kecil, Ngeliat ekspresi speechles Chloe.


"Hah, Dasar Aiden," Chloe hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Dia pun melangkah pergi memasuki Asrama bersama keranjang berisi tomat di tangannya.


******************


Saat ini Chloe sedang meletakkan satu persatu tomat-tomat yang barusan di petiknya dalam kulkas, Sedangkan Aiden pergi entah kemana meninggalkan Chloe sendirian di dapur.


Tak lama sang gadis mendengar suara mesin mobil yang tampak memasuki area Asrama, Karna penasaran dia menutup pintu kulkas usai memasukkan semua tomatnya. Lalu meletakkan keranjang kosong tersebut di sudut dapur.


TAP! TAP! TAP!


Chloe berlari kecil bergegas menuju luar Asrama, Melewati ruang tamu. Tak lama dia sampai di teras Asrama, Dan melihat 3 orang yang sangat di kenalnya sedang keluar dari dalam mobil.


BLAM!


Disana juga terdapat Ian dan Rion yang tampak menyambut 3 orang tersebut. Yang paling membuat Chloe terperangah adalah sosok pria bersurai coklat dengan Netra Aqua yang sangat dia kenal.


"Kak Felix!"


TAP! TAP! TAP!


GREP!


Sontak Chloe berlari menuju Felix, Langsung menubruk sang pemuda bersurai coklat dengan Netra Aqua itu dan memeluk sang pemuda erat.


Sedangkan Felix yang baru saja keluar dari mobil tersentak karna Chloe memeluknya langsung.


"Chloe! Ya ampun, Kakak pikir siapa tadi," Felix terkekeh kecil, Membalas pelukan adiknya ini.


"Kak Felix kemana aja? Aku udah lama gak liat Kak Felix," Chloe mendongak dengan ekspresi memelas layaknya anak kucing pada Felix.


"Maaf ya, Akhir-akhir ini kakak sibuk. Jadi gak sempat ketemu Chloe lagi," Dengan lembut Felix mengusap surai biru milik Chloe disaat sang gadis masih memeluknya.


Yang lain dikacangin dong, Tentu saja Raizel yang juga baru datang iri karena Felix mendapat perhatian lebih dari Chloe. Dengan ekspresi kesal, Pemuda bersurai hitam campur coklat itu langsung nyempil di antara Felix dan Chloe.


"Hei! Hei! Hei! Kalian gak boleh pelukan!" Kata Raizel berusaha memisahkan pelukan Felix dan Chloe.


"Tapi kami kan Saudara," Kata Felix dan Chloe barengan, Sambil mengeratkan pelukan masing-masing. Mereka memasang ekspresi memelas layaknya ekspresi anak kucing seakan tak ingin dipisahkan.


"Tetap gak boleh! Papi Rai gak ngizinin," Seru Raizel gak terima.


Seketika Rion dan Devian langsung cengo, Sedangkan Ian tetap dengan ekspresi dingin dan stay cool nya.


"Papi Rai!? Sejak kapan Raizel jadi papinya Nona Chloe?" Pikir Rion bingung, Ngeliat tingkah 3 orang di depannya.


"Hm...Baru pulang, Langsung disuguhi drama si kakak beradik tak sedarah. Tapi drama ini menarik," Pikir Devian dengan senyum tipis, Menyandarkan punggungnya pada body mobil.


"Drama apa lagi yang mereka ber-3 lakukan? Asrama ini jadi lebih ramai," Pikir Ian sambil menggelengkan kepalanya pelan, Dia menghela napas sesaat lalu pergi meninggalkan anggota lainnya memasuki Asrama.


Akhirnya setelah berhasil memisahkan Felix dan Chloe, Raizel menatap sang gadis bersurai biru itu.


"Aku gak dipeluk juga nih? Tadi papi udah nolongin lho," Dengan tatapan penuh harap Raizel menatap Netra biru Chloe.


"Nolongin apanya? Dasar!" Chloe dengan senyum kecil langsung nyentil kening si Raizel, Membuat pemuda bersurai hitam campur coklat itu sesaat meringis.


CTAK!


"Aaawww!"


Tak lama Chloe menepuk surai hitam campur coklat milik Raizel dan mengusap kening sang pemuda yang barusan disentilnya, Membuat sang pemuda mendongak padanya. Gadis bersurai biru itu tersenyum ceria.


"Ini udah lebih dari cukup kan?"


Entah kenapa saat Raizel menatap Netra biru milik Chloe, Seakan ada aura berbunga-bunga di sekitarnya. Pemuda bersurai hitam campur coklat itu menatap sang gadis dengan Netra ungu muda nya yang berbinar-binar ceria. Tak lama Raizel mengangguk senang dengan aura berbunga-bunga.


"Hm, Iya!" Kata Raizel sambil mengangguk.


Gerakan tangan Chloe terhenti karna Devian melewati mereka, Diikuti Rion di belakang sang pemuda. Tak lama Felix juga menyusul.


"Ayo kita masuk dulu, Kita bisa berkumpul di dalam," Ajak Felix sesaat menoleh pada Raizel dan Chloe.


Raizel dan Chloe hanya mengangguk lalu mereka pun pergi memasuki dalam Asrama.


******************


[Dapur]


Semua sudah berkumpul di tempat duduk masing-masing, Ditambah sebentar lagi akan memasuki waktu makan siang. Dan saat ini Aiden sedang memasak untuk mereka.

__ADS_1


Chloe menghitung dari kursi yang tersedia disana, Masih ada 2 kursi lagi yang kosong. Itu artinya masih dua anggota Asrama lagi yang belum dia temui si No.1 dan Si No.0. Chloe tebak si No.0 ini adalah pemilik Asrama.


Selagi menunggu masakannya matang, Chloe memperhatikan satu persatu ekspresi dari anggota lainnya. Semuanya hening sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Jadi...," Gadis bersurai biru itu membuka suara untuk menghilangkan keheningan yang ada. "Kak Felix, Raizel, Dan Devian termasuk anggota Asrama ini juga?"


"Yup, Benar. Kami sudah berkumpul sejak lama disini. Yah, Anggap saja Asrama ini sebagai markasnya orang-orang terpilih," Jelas Raizel yang duduk di samping Felix.


Kemudian Felix menoleh menatap sang adik dengan senyum lembutnya. "Kakak juga sudah dengar dari pemilik Asrama bahwa ada dua anggota baru lagi yang datang sebagai pelengkap Asrama ini. Tapi kakak gak nyangka kalau anggota baru itu adalah Chloe dan....?"


Sejenak Felix menoleh menatap Rion yang duduk di samping Chloe, Menatap seolah sedang bertanya nama sang pemuda. Tak lama Rion mengambil HP nya dan mengetik pesan disana.


TING!


[Namaku Kazuhara Rion, Panggil saja Rion]


Usai membaca pesan yang ditunjukkan Rion di layar HP nya, Felix mengangguk mengerti.


"Dan Rion, Baiklah. Kuucapkan selamat datang di Asrama ini untuk kalian berdua," Kata Felix masih tersenyum.


"Makasih Kak Felix," Sahut Chloe dengan senyum lebarnya.


Sedangkan Devian yang memperhatikan gerak-gerik Rion tadi mulai penasaran, Dia memanggil sang pemuda.


"Hei, Rion. Kau bisu ya? Kenapa pakai pesan untuk ngobrol?" Kata Devian yang membuat Rion mengerutkan alisnya, Merasa tersinggung dengan perkataan Devian.


Rion hanya menggeleng pelan, Mengacuhkan tatapan penasaran dari pemuda bersurai hitam kecoklatan itu.


Tak lama Raizel menjitak kepala Devian kesal.


PLETAK!


"Bodoh! Kau membuat dia tersinggung tau!"


"Hei! Aku kan cuma bertanya," Sungut Devian kesal, Mengusap kepalanya yang barusan di jitak Raizel.


Ian sesaat hanya memperhatikan tingkah anggota lainnya, Lalu Netra merahnya melirik Chloe dalam diam.


Tak lama Aiden selesai memasak, Dia meletakkan hidangan masing-masing di depan setiap anggota. Yang membuat semuanya pucat adalah Jus jambu dan sayur tomat yang dihidangkan oleh Aiden.


"Jus Jambu dan sayur tomat lagi!" Kata semuanya nya serempak dengan ekspresi berbeda-beda (Kecuali Ian dan Rion).


"Oi, Aiden! Apa gak ada hidangan lain selain Jus jambu dan sayur tomat ini? Setidaknya buang sayur tomatnya," Protes Devian tak terima, Padahal dia ingin makan Steak saat itu. Tapi malah disuguhi Steak campur sayur tomat.


"Benar tuh, Setidaknya sehari aja jangan ada sayur tomat dan jus jambu. Jus apel kek atau sayur yang lain!" Raizel ikut protes.


"Umm...Aku jadi gak berselera untuk makan siang hari ini," Felix dengan enggan mendorong kecil piringnya agar sedikit menjauh.


"Bisakah menunya ganti yang lain?" Ian menatap datar hidangan di depan matanya, Sudah dari kemarin-kemarin mereka terus memakan hidangan itu dan menu nya juga sama terus.


"....." Rion tanpa berkata apa-apa, Ikut mendorong kecil piring di depannya sama seperti Felix. Menatap Aiden penuh harap agar berubah pikiran untuk mengganti menu makan siang mereka.


Sejujurnya Chloe juga enggan makan hidangan yang dilengkapi sayur tomat dan jus jambu terus. Namun karna dia saat ini sudah sangat lapar jadi ya Chloe makan aja Steak gratis di depannya. Jarang-jarang Chloe makan Steak seenak ini.


"Hmm...Ini enak kok, Makan saja apa yang ada. Dari pada kebuang sia-sia. Lagipula Aiden udah masakin makanan buat kita, Seenggaknya hargai masakan dia," Kata Chloe dengan senyum cerianya sambil memakan steak bagiannya. Sesaat para anggota lain memandangi Chloe.


Bahkan Aiden sendiri ikut memandang sang gadis, Lalu dia ikut duduk di salah satu kursi disana.


"Kalian dengarkan apa yang dikatakan Nona Chloe!? Makan saja dan jangan banyak protes. Masih baik saya masakkan untuk kalian," Kata Aiden dingin yang membuat semua anggota merengut kesal (Kecuali Ian, Rion, dan Chloe).


"Ukh...," Dengan terpaksa mereka semua memakan hidangan yang dibuat Aiden, Mereka tau tujuan Aiden selalu memasukkan sayur tomat dan Jus jambu dalam setiap masakannya agar darah setiap anggota bertambah dan Aiden bisa mengambil darah mereka sepuasnya.


"Dasar Aiden licik," Pikir semuanya yang berada di meja makan (Kecuali Aiden).


Sejenak Aiden memperhatikan setiap ekspresi para anggota lain dengan tatapan datar, Lalu dia menunjuk Devian secara tiba-tiba.


"Malam ini giliranmu Tuan Devian," Kata Aiden datar yang membuat Devian sesaat tersedak.


"A-Apa!? Hei, Bukannya aku sudah memberimu stok darah selama 2 minggu 4 hari yang lalu!?" Devian menatap Aiden horror.


"Saya sudah bilang, Kalau saya tidak suka darah dari rumah sakit atau sejenisnya. Saya lebih suka meminumnya secara langsung dari orangnya," Jelas Aiden dingin yang membuat Devian kesal.


"Ah, Kalau gitu. Percuma dong aku susah-susah beli banyak kantong darah dari rumah sakit," Gerutu Devian sebal.


"Yang sabar Devian," Kata Raizel tersenyum menahan tawa.


"Wkwkwk, Devian akan menderita malam ini," Kata Holy sambil ketawa ngakak.


Chloe cuma manggut-manggut mendengarnya, Selama bukan dia. Chloe akan merasa lega.


"Untung bukan aku," Pikir Felix, Ian, Raizel, Rion, Dan Chloe serempak sambil menghela napas lega.


TBC

__ADS_1


__ADS_2