System Prince Charming

System Prince Charming
Alice, Evelyn, dan Chloe


__ADS_3

"Kau yakin, Alice sedang sendirian sekarang?"


Evelyn berdiri gugup di samping Chloe yang tengah memperhatikan Alice dari luar kelas, Alice tampak membaca sebuah buku di kursi nya. Suasana kelas Alice tampak sepi tidak ada siapa pun.


"Aku sangat yakin, saat ini dia sedang membaca buku sekarang,"


"Ah, begitu ya...," Evelyn memilin ujung baju seragam nya, dia merasa gugup dan takut kalau Alice akan menolak berbaikan dengannya. Hal itu wajar akan terjadi karna mereka sudah tidak bicara satu sama lain selama bertahun-tahun.


"Kau tunggulah disini, biar aku yang bicara dengan Alice lebih dulu. Pastikan tidak ada siswa yang masuk ke sini," Nasihat Chloe sambil memandang Evelyn di sampingnya.


"Baiklah, panggil aku kalau kalian sudah selesai,"


Chloe mengangguk kecil, sesaat Netra biru nya kembali memandang Alice yang masih membaca buku. Gadis bersurai biru itu menghembuskan napas sebentar lalu mulai melangkah memasuki kelas.


"Alice, bisa kita bicara sebentar," Kata Chloe saat dirinya sudah berdiri di samping meja Alice.


"Oh, Chloe. Tentu saja, Apa yang ingin kau bicarakan?" Sesaat Alice agak terkejut dengan kedatangan Chloe yang tiba-tiba, kemudian dia memasang senyum lembut.


Chloe perlahan duduk di kursi depan Alice, menyamankan diri sebentar sebelum memulai obrolan serius.


"Ini tentang Evelyn,"


Alice memilih diam saat Chloe menyebut nama Evelyn, Orang yang selama ini selalu membully Alice sebelum kedatangan Chloe. Alice tidak tahu apa yang membuat Chloe tiba-tiba membahas tentang orang yang membully nya itu.


"Aku tahu selama ini Evelyn lah yang selalu membully mu, Tapi dia bilang semua rasa cemburu dan iri nya itu semuanya hanya bohongan semata, semua itu palsu. Dia hanya ingin bicara denganmu, namun seperti nya caranya agak salah," Chloe mulai menjelaskan perlahan agar Alice tidak salah paham.


"Semua nya palsu!? Dia melakukan semuanya dengan sengaja, aku tahu itu. Jika ingin bicara denganku. kenapa dia harus membully ku dulu!? Dia bisa bicara baik-baik kan," Emosi Alice agak meninggi, tampak nya tidak terima karna Evelyn membully nya dengan mata kepalanya sendiri.


"Aku mengerti perasaanmu Alice, awal nya saat aku mendengar alasan nya aku juga seperti mu, merasa tidak terima dan dibohongi. Tapi setelah ku gali lebih dalam, dia berkata jujur. Cara nya memang agak salah, namun setidaknya dia benar-benar ingin bicara baik-baik sekarang. Tolong berikan dia kesempatan untuk menjelaskan,"


Chloe mengerti perasaan Alice, mungkin membujuk Alice agak susah tapi Chloe akan berusaha semampu nya agar Alice memaafkan Evelyn, walau tidak mudah.


Alice mendengarnya dengan seksama, wajahnya sedikit merah menahan kesal. Perasaan nya campur aduk antara memberi kesempatan pada Evelyn atau tidak. Amarah Alice dalam dirinya agak bergejolak, mengingat semua perlakuan Evelyn padanya. Namun Sejujurnya Alice juga menyadari, setiap habis di bully oleh Evelyn. Evelyn selalu secara diam-diam memberikan plaster luka pada Alice dan meminta maaf tanpa di ketahui oleh Chelsia dan Viola, Beberapa kali Alice juga berpapasan dengan Evelyn, Evelyn selalu meliriknya seakan ingin mengatakan sesuatu. Tapi karna ada Chelsia dan Viola, Evelyn tidak pernah mengungkapkan apa yang ingin dikatakan.


Apakah Evelyn merasa takut dengan Chelsia dan Viola? Alice tidak tahu tapi seperti nya tindakan Evelyn yang kadang perhatian padanya membuat Amarah dalam diri Alice agak mereda. Tidak ada salah nya Alice memberi kesempatan pada Evelyn untuk menjelaskan.


"Baiklah, aku akan memberi nya kesempatan," Alice mengangguk tenang, agak gugup dan tidak tahu akan bersikap seperti apa pada Evelyn nanti.


"Huft...baguslah kalau Alice masih memberikan kesempatan pada Evelyn, aku rasa semuanya akan berjalan lancar," Pikir Chloe lega.


"Oke, aku akan membawa Evelyn kesini. Tunggu sebentar ya," Sebelum pergi Chloe membisikkan sesuatu di kuping Alice.


"Tenang saja, jika Evelyn menyia-nyiakan kesempatan yang kau berikan, aku akan memberi pelajaran pada nya nanti,"


Seketika Alice agak terkejut mendengar bisikan Chloe, Gadis bersurai coklat panjang itu kemudian tertawa pelan.


"Aku percaya pada mu Chloe," sahut nya lembut.


Chloe hanya tersenyum balik, lalu berjalan pergi dari kelas meninggalkan Alice untuk menemui Evelyn.

__ADS_1


Sedangkan Evelyn yang berdiri di luar kelas mendengarkan semua pembicaraan Chloe dan Alice, kecuali saat Chloe berbisik. Evelyn merasa lega karna Alice memberi nya kesempatan. Tapi sekarang Evelyn kembali merasa gugup, dia harus bersikap seperti apa di hadapan Alice?


"Evelyn, ayo masuk. Alice sudah memberikanmu kesempatan," Ajak Chloe pada Evelyn yang kini tersentak.


"Ah..i-iya,"


Mereka memasuki kelas, mendekati Alice yang memandang Evelyn. Begitu juga dengan Evelyn.


"Nah, Evelyn duduk di sini dulu. Kalian ngobrol-ngobrol dulu ya," Chloe mendudukkan Evelyn tepat di kursi kosong berhadapan dengan Alice.


"T-Tapi–"


"Aku ambilin minum dulu buat kalian, dah~"


Alice ingin nya Chloe menemani mereka agar tidak canggung tapi terlambat, Chloe sudah pergi keluar kelas meninggalkan Alice dan Evelyn berdua di kelas itu.


Seketika Alice dan Evelyn saling lirik dalam suasana canggung dan hening. Mereka sama-sama menunduk tidak ingin saling menatap, larut dalam keheningan dan pikiran masing-masing.


"Aduh, ngomong apa ya? Apa aku harus bicara duluan tapi aku terlalu malu untuk bilang," Pikir Evelyn cemas dan bingung.


"Apa aku cari topik aja agar Evelyn mau ngomong? Kami sudah lama tidak berkomunikasi dengan benar, ini membuat ku canggung jadinya," Pikir Alice ikut bingung, tidak tahu mau bicara apa.


"Um...Alice," Mendengar panggilan Evelyn yang tampak gugup membuat Alice mendongak.


"Ya?"


Evelyn semakin menunduk merasa menyesal sudah membully Alice selama ini.


Evelyn memilin ujung seragam nya takut dan cemas.


"Tapi kayaknya kau salah memahami nya ya? Padahal kupikir dengan perlakuan ku yang begitu, aku bisa bicara denganmu. Namun Chelsia selalu melarangku untuk mendekati mu atau pun bicara denganmu setelah pembullyan itu, Aku benar-benar minta maaf Alice,"


Evelyn tiba-tiba meranjak dari duduk nya dan langsung berdiri berhadapan dengan Alice, tiba-tiba Evelyn duduk bersujud tepat dihadapan kaki Alice dengan menangis.


"Kumohon maafkan aku Alice, aku janji jika kau memberikan kesempatan kedua untuk menjadi temanmu lagi Alice, aku tidak akan menyakiti mu lagi," Kata Evelyn sambil bersujud tepat di hadapan kaki Alice.


Alice tak percaya bahwa Evelyn nekat sampai sujud-sujud di hadapannya hanya untuk meminta maaf, merasa cemas dan tak enak hati. Alice bergegas memegang kedua pundak Evelyn dan membantu gadis bersurai coklat potongan pendek untuk berdiri.


"Evelyn apa yang kau lakukan!? Jangan meminta maaf padaku sambil bersujud begitu. Aku tidak pernah meminta mu untuk melakukan hal itu!" Protes Alice tidak terima dengan tindakkan Evelyn yang menurutnya terlalu berlebihan.


"Tapi aku benar-benar menyesali perlakuan kasarku padamu," Mata Evelyn berkaca-kaca, ingin menangis lagi.


Alice tersenyum lembut, dia tidak ingin sahabat masa kecil nya ini terlalu larut dalam penyesalan, Sang gadis menggeleng pelan.


"Evelyn, aku sudah memaafkan semua kesalahan mu. Sejujurnya aku juga ingin kita berteman lagi seperti dulu," Alice menepuk lembut kedua pundak Evelyn.


"Benarkah?" Evelyn mendongak menatap Netra Caramel Alice, Netra nya masih berkaca-kaca.


Alice tentu mengangguk dengan senyum manis, dia tidak keberatan kalau mereka membangun hubungan pertemanan lagi dari awal.

__ADS_1


"Terima kasih Alice, kau memang sahabat baikku dari dulu," Evelyn memeluk Alice dengan menangis sesegukan dan haru.


"Sama-sama Evelyn," Alice tersenyum tulus dan balik memeluk Evelyn. Menyalurkan rasa rindu mereka berdua selama ini.


Di sisi lain, Chloe yang sejak tadi berada di luar kelas sambil mendengarkan pembicaraan antara Alice dan Evelyn tersenyum kecil. Chloe senang kalau kedua nya bisa baikkan dan berteman lagi.


"Finally, Bagus lah kalau mereka berdua bisa berteman lagi seperti dulu," Pikir Chloe masih tersenyum.


"Hehehe...Akhirnya tak ada lagi yang namanya musuhan dari Sang Protagonis dan Antagonis. Chloe benar-benar hebat dengan rencana mu," Puji Holy senang, saking senangnya sampai terbang memutari kepala Chloe.


"Yah, aku hanya melakukan tugas ku. Sisa nya mereka yang bicara secara empat mata. Kalau Evelyn tidak bicara duluan tadi, mungkin mereka tidak akan pernah saling komunikasi,"


"Hm...benar juga sih, untung Evelyn langsung ngomong ya," Holy manggut-manggut setuju.


Chloe tidak menyahut lagi, sekarang dia harus pergi untuk menemui Devian di kantin. Tapi baru saja mau meranjak pergi dari tempat nya, suara Alice dari dalam kelas mengagetkan Chloe.


"Chloe, keluar lah dari sana. Kami tahu kau mendengarkan pembicaraan kami,"


Seketika Chloe merasa langkah nya menjadi berat, gadis itu terdiam beberapa saat di tempat.


"Lah, Kok mereka bisa tahu kalau aku disini?" Pikir Chloe bingung.


"Wah, jangan-jangan Alice dan Evelyn punya mata tembus pandang?"


"Mana ada kekuatan kayak gitu dalam game! System jangan ngomong sembarangan dong,"


"Ya kan bisa aja,"


Chloe menggeleng pelan mendengar perkataan Holy yang menurutnya aneh, lalu Chloe berbalik mendekati Alice dan Evelyn yang masih dalam kelas.


"Hehehe, maaf aku mendengarkan obrolan kalian," Chloe nyengir sesaat setelah tepat dihadapan kedua temannya.


"Enggak masalah Chloe, berkat Chloe juga kami bisa berteman kembali. Terima kasih ya Chloe," Alice tersenyum lembut dengan senang.


"Alice benar, terima kasih Chloe sudah membantu kami berdua," Kali ini Evelyn yang membuka suara, Evelyn ikut tersenyum senang sambil menyeka air mata nya yang sempat menetes.


"Sama-sama, kalian jangan berantem lagi ya," Nasihat Chloe membalas senyum kedua nya.


"Tentu saja," Alice dan Evelyn sama-sama mengangguk serempak.


"Mulai sekarang kita bertiga adalah sahabat, Ayo ke kantin~" Alice tiba-tiba saja merangkul pundak Evelyn dan Chloe dengan gembira. Bersama-sama mereka bertiga keluar dari kelas menuju kantin.


"Eh? aduh Alice pelan-pelan. Nanti Aku dan Chloe jatuh," Evelyn berusaha menyamakan langkahnya dengan Alice, sedikit kesusahan karna Alice merangkulnya.


Sedangkan Chloe hanya terkekeh. "Aku ikut aja deh,"


"Hahaha, aku senang kalian berdua bersamaku sekarang," Alice tertawa kecil di ikuti tertawaan dari Evelyn dan Chloe.


"Tentu kami juga," Sahut Chloe dan Evelyn serempak.

__ADS_1


Mereka bertiga begitu senang dan bahagia sekarang karna sudah saling melengkapi. Namun Chloe tahu, perjalanan nya masih panjang untuk menyelesaikan semuanya.


TBC


__ADS_2