
[Pagi hari nya.....]
Terdengar suara burung-burung berkicau menjelang matahari menampakkan wujudnya, Ditambah jam alarm yang berbunyi di atas nakas. Membuat pemuda bernetra merah yang sedang tidur nyenyak itu terbangun.
Perlahan dia membuka kelopak matanya memperlihatkan Netra berwarna merah darah yang sangat berkilau itu, Sejenak dengan ekspresi antara masih ngantuk dan sadar. Dia bangun dari posisi tidurnya, Langsung mematikan alarm yang berbunyi di atas nakas.
Sesaat dia terdiam sejenak mengumpulkan semua kesadarannya, Lalu meranjak dari tempat tidur membuka semua gorden yang ada di kamarnya. Dia berjalan menuju kamar mandi yang sudah tersedia di kamarnya.
Tanpa membuang waktu lama, Usai mandi yang membuat wajahnya kini menjadi lebih segar dari sebelumnya dan berpakaian kasual. Ian berjalan melewati beberapa kamar anggota lain, Berniat menuruni tangga menuju dapur.
Sesaat tatapannya terpaku pada pintu kamar Chloe yang memiliki angka 8 tertempel cukup besar di daun pintunya, Dia berdiam diri ragu ingin membangunkan Chloe atau tidak, Tapi mengingat hari ini dia sedang ada tugas dan terburu-buru. Ian memutuskan melanjutkan kembali perjalanannya.
"Nanti dia juga bisa bangun sendiri," Pikir Ian acuh, Melangkahkan kaki nya menuruni anak tangga.
(Note: Kamar Chloe berdekatan dengan tangga lantai 2).
*****************
[Dining Room]
Sesampainya di dapur, Tampak tak ada satupun makanan yang tersedia di meja makan. Hal itu membuat Ian mengerutkan alisnya sesaat, Biasanya setiap pagi begini makanan-makanan itu sudah tersedia bahkan sebelum Ian dan para anggota lain bangun.
"Apa dia tidak memasak hari ini? Dia juga tidak terlihat di dapur? Apakah dia ada tugas dadakan sampai-sampai tidak sempat membuat sarapan?" Pikir Ian heran, Banyak pertanyaan di benaknya. Namun dia menghiraukan hal itu sesaat.
"Sepertinya aku akan masak sendiri hari ini," Gumam Ian pelan dengan raut datarnya.
Kakinya melangkah menuju kulkas, Berniat mengambil beberapa bahan makanan yang ingin dia buat. Namun sebelum sampai mendekati kulkas, Netra merahnya tak sengaja menangkap sosok familiar yang tergeletak tak sadarkan diri dekat meja makan.
"Huh!?" Ian mengerutkan alisnya sesaat, Mendekati sosok tubuh yang tergeletak di lantai.
Dia berjongkok di dekat tubuh itu, Netranya melebar sesaat menyadari bahwa sosok itu ternyata adalah Chloe yang tak sadarkan diri.
"Chloe,"
Tangannya Refleks memeriksa denyut nadi sang gadis di pergelangan tangan dan leher Chloe, Wajah gadis bersurai biru itu terlihat sangat pucat layaknya kertas putih.
"Masih bernapas,"
Kemudian Netra nya tak sengaja menangkap sebuah tanda melingkar di leher Chloe seperti kalung, Dan Ian sangat mengenali tanda itu. Bahkan Ian juga memiliki tanda seperti Chloe di bagian tubuhnya yang lain.
(Tanda di leher Chloe 👆)
"Tanda itu...Jangan-jangan anak ini sudah bertemu dia!?" Gumam Ian dengan sedikit mengubah ekspresinya.
Tanpa menunggu lama Ian mengangkat tubuh Chloe ala Bridal style, Membawa sang gadis ke kamarnya.
Sejenak pemuda bernetra merah itu merasakan tatapan seseorang di belakangnya, Tentu saja dia dan Chloe sedang diawasi.
***************
[Kamar Chloe, Sore hari 4.00 P.M]
"Emm...,"
Tangan Chloe bergerak sedikit, Menunjukkan tanda-tanda dia akan bangun sebentar lagi. Perlahan Chloe membuka matanya agar melihat dimana dia sekarang.
Seketika kepalanya berdenyut sakit saat Chloe berusaha bangun, Gadis itu meringis dan memilih membaringkan kembali kepalanya. Badannya sangat lemas sekali untuk di gerakkan, Rasanya Chloe bisa merasakan darahnya berkurang banyak.
"Sial, Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam? Makhluk macam apa itu yang menggigitku? Rasanya leherku jadi sakit dan panas sekali," Pikir Chloe dengan perasaan kalut, Dia benar-benar merasakan banyak kehilangan darah.
Setelahnya Netra berwarna biru itu menatap sekeliling kamar. Melihat dari desain kamar yang ditempatinya, Chloe sudah bisa menebak kalau ini adalah kamarnya.
"Chloe! Syukurlah kau baik-baik saja. Aku khawatir sekali saat melihat Ian menggendongmu ke sini," Kata Holy cemas, Terbang mendekati Chloe yang terbaring lemas di tempat tidur.
"Ian menggendongku?"
__ADS_1
"Iya, Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu. Tapi saat Ian membawa mu ke kamar ini, Kulihat wajahmu sangat pucat seperti kertas. Saat aku bangun pun pagi nya kau sudah tak ada di tempat tidur, Kupikir kau sudah pergi ke dapur untuk sarapan," Jelas Holy masih cemas, Tampak sedih menatap kondisi Chloe yang mengenaskan.
"Sebenarnya kau kemana saja? Apa yang terjadi sampai-sampai wajahmu sangat pucat begitu tidak seperti biasanya?"
Sejenak Chloe terdiam, Mengingat-ingat kejadian yang menimpanya itu.
"Aku juga tidak mengerti, Kemarin malam aku terbangun karna haus. Saat sampai di dapur ternyata lampunya mati, Aku beniat menyalakan tapi aku gak sengaja ngeliat ada sesuatu yang bergerak di antara kegelapan. Kupikir itu maling jadi aku mendekatinya," Sesaat Chloe menjeda kata-katanya, Mengambil napas.
"Tapi kehadiranku malah ketahuan gara-gara gak sengaja nyenggol kursi, Ya udah aku langsung mau lari. Tapi dia lebih cepat dari dugaanku lalu menangkapku dan aku tidak mengerti apa yang dia lakukan, Namun saat dia menangkapku ada rasa sakit di leherku dan kurasa dia mengambil darahku," Jelas Chloe setelah mengakhiri ceritanya, Hanya itu yang dia ingat.
Holy terkejut lalu berteriak secara tiba-tiba. "VAMPIR! Fix sudah pasti ciri-cirinya sama seperti yang kau sebutkan,"
Chloe langsung tutup kuping sesaat, Lalu menatap Holy sambil mengerutkan alisnya. "Masa? Bukannya Vampir itu tidak nyata? Mereka hanya mitos kan,"
"Bisa jadi mereka ada, Ini kan dalam game. Ditambah lagi Asrama ini dikelilingi hutan-hutan lebat,"
"Ya tapi gak mungkin juga dong! Seingatku di alur cerita aslinya mana ada Vampir. Masa game nya bisa melenceng sih dari alur cerita aslinya!?" Protes Chloe gak terima karna gak masuk akal menurutnya.
"Kan dari awal kau masuk dalam dunia game ini, Alur cerita aslinya memang sudah melenceng jauh," Kata Holy sambil mendengus dan bersidekap.
Sesaat Chloe diam lalu cecengesan kecil, Setelah mengingatnya. "Eh, Benar juga ya. Aku lupa,"
Holy memutar bola matanya bosan, Memilih duduk di atas nakas. Sesaat Holy memandangi Tubuh Chloe, Memeriksa kondisi sang gadis dengan hologramnya.
"Chloe kulihat disini, Darahmu berkurang seperempat. Kurasa makhluk itu mengambilnya terlalu banyak, Maka nya kau sangat lemas sekarang," Jelas Holy usai memeriksa kondisi Chloe.
"Cih, Pantas saja rasanya kakiku tidak bisa digerakkan saat ini. Aku baru saja mendapat donor darah dari seseorang beberapa hari yang lalu, Dan darahku malah kembali berkurang," Gerutu Chloe sebal, Padahal perutnya pun masih dalam masa pemulihan.
Setelah merasa rasa pusingnya berkurang, Chloe perlahan mengubah posisi nya menjadi menyandar pada sandaran kasur. Agar dia merasa lebih baik.
TOK! TOK! TOK!
"Siapa?"
"Ian,"
Mendengar jawaban dari dalam, Ian membuka pintu kamar Chloe dan melangkah memasuki kamar sang gadis. Di tangannya terdapat nampan berisi bubur, Segelas air mineral dan sebuah botol kecil berwarna merah, Didalamnya terlihat berbentuk pil.
Ian mendekati meja nakas dan meletakkan nampannya disana, Tentu saja Holy sudah menjauhi nakas itu sebelumnya. Kemudian pemuda bersurai hitam itu duduk di sisi kasur dan menyodorkan air mineral pada Chloe.
Chloe menerimanya dan segera meminumnya sedikit. Lalu meletakkan di nakas.
"Makanlah ini, Setelah itu baru minum obat," Ian menyodorkan semangkuk bubur di nampan pada Chloe.
Chloe sesaat melirik obat yang dimaksud sambil menerima bubur itu.
"Obat apa itu? Warnanya terlihat aneh,"
"Vitamin," Balas Ian datar, Dia berbohong. Sejujurnya obat itu bukanlah Vitamin.
Chloe cuma manggut-manggut, Memakan buburnya dalam diam. Sedangkan Ian memilih membaca light novel nya seperti biasa sambil menunggu Chloe selesai.
Tak lama bubur itu habis, Walau Chloe merasa agak hambar sih buburnya. Tapi dia positif thingking aja, Mungkin karna dia sedang sakit saat ini, Makanya rasa buburnya kurang. Usai dengan makanannya, Secara mandiri Chloe mengambil sebotol obat kecil yang dimaksud, Yang dia pikir adalah Vitamin seperti yang Ian bilang.
Dia mengambil satu pil (Walau Chloe merasa aneh dengan warna pil yang berwarna merah, Chloe jarang ngeliat obat pil warnanya merah). Meneguknya dengan sekali teguk dengan air mineral hingga habis.
"Aku sudah makan satu pil, Tapi kok rasanya agak pahit-pahit gitu? Serius ini obat vitamin? Perasaan Vitamin rasanya gak pahit gini deh," Kata Chloe heran sambil memperhatikan obat yang barusan dia minum.
Ian menutup buku novelnya, Dia pikir sudah saat nya menjelaskan rahasia di Asrama ini. Toh Chloe sudah tahu juga sebagian rahasia yang tersembunyi di asrama ini, Terlebih kini sang gadis sudah benar-benar Resmi menjadi anggota kelompok.
"Kau bisa menyimpan obat itu, Suatu saat kau akan membutuhkannya lagi untuk menambah darahmu, Setiap anggota wajib memiliki obat itu termasuk pemilik asrama," Kata Ian dingin, Membuat Chloe agak tersentak sesaat.
"Maksudnya apa nih!? Jangan bilang kalau obat ini bukan Vitamin!? Dan kau bohong soal Vitamin tadi," Chloe mulai merasa penasaran sekaligus kesal.
"Iya benar, Aku memang berbohong karna kupikir kau akan menolak memakannya jika kuberi tahu yang sebenarnya," Ian menghela napas sejenak, Menatap Netra biru Chloe. "Sejujurnya Obat itu bukanlah Vitamin melainkan obat penambah darah. Terlebih tadi darahmu berkurang gara-gara dia kan?"
Chloe terkejut, Bagaimana Ian bisa tahu kalau dia kekurangan darah?
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa tahu? Apa kau mengenal Mahkluk yang menggigitku itu?"
"Aku juga pernah mengalaminya saat pertama kali masuk Asrama ini, Memang menyakitkan dan kau akan merasa sangat lemas keesokan harinya gara-gara darahmu diambil. Dia sebenarnya adalah salah satu anggota lama di Asrama ini, Dia yang biasanya bertugas menandai semua anggota Asrama baru yang tinggal disini agar menjadi Resmi,"
Ian menatap ke luar jendela, Chloe memilih diam mendengarkan semua penjelasan Ian. Kemudian pemuda bernetra merah itu kembali membuka suara.
"Selain bertugas menandai anggota baru, Dia juga bertugas menjadi juru masak Asrama. Dia hanya bisa minum darah manusia, Yah seperti Vampir tapi dia bukanlah Vampir, Darah adalah makanan utamanya. Cara menandai anggota baru adalah dengan cara mengambil darah mereka sedikit, Setelah selesai maka akan muncul tanda seperti di lehermu,"
Ian mengambil cermin kecil di meja rias Chloe, Mengarahkan pada leher sang gadis yang membuat Chloe terkejut setengah mati dan Refleks mengambil cermin itu dari Ian.
"Apa-apaan ini!? Kenapa tanda ini bisa berada di leherku? Kemarin leherku masih bersih saja tanpa ada tanda ini. Apa ini semacam tato?" Kata Chloe bertubi-tubi, Terkejut dengan kemunculan tanda aneh di lehernya.
"Bisa di bilang mirip tato, Bukan hanya para anggota bahkan pemilik Asrama ini juga punya tanda itu. Aku juga memiliki tanda yang sama sepertimu,"
Ian melepas dua kancing bagian atas pakaiannya, Menurunkan sedikit kain bagian kanan pundaknya itu. Memperlihatkan sebuah tanda atau tato berbentuk Bintang di bagian atas pundak kanannya. Chloe sampai mengerjapkan mata saking gak percaya nya.
"Tanda seperti ini akan muncul secara acak keesokan harinya setelah dia mengambil darah dari para anggota, Tanda nya pun memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai sifat masing-masing," Jelas Ian, Dia kembali mengancing pakaian bagian atasnya usai menunjukkan tanda tersebut pada Chloe.
Sejenak Chloe mengerutkan alisnya. "Peraturan macam apa itu!? Kenapa setiap anggota harus punya tanda seperti itu bahkan pemilik Asrama?"
"Entahlah aku juga tidak tahu, Pemilik asrama yang memerintahkan nya seperti itu, Lagipula dia bukan manusia. Jadi wajar dia bisa merasakan kehadiran anggota baru di Asrama, Dan langsung menandai tanpa menunggu lama," Ian menghela napas sesaat.
"Hadir nya tanda itu artinya kau Resmi memiliki kesepakatan dengan pemilik Asrama dan Kontrak ikatan dengan salah satu anggota. Setiap akhir pekan saat malam, Biasanya dia akan datang berkunjung ke kamar anggota lainnya untuk meminta darah secara berkala. Itulah kenapa aku menyuruhmu untuk menyimpan obat itu, Karna kalau tidak dia bisa saja menghabiskan darahmu dalam semalam,"
Kok, Kedengarannya ngeri banget ya bagi Chloe. Apakah karna itu alasan pemilik Asrama membangun Asrama ini di tengah hutan biar gak ada korban? Tapi kok rasanya para anggota yang tinggal disini malah kayak jadi tumbal ya?
"Itu artinya dia Monster? Kau bilang aku harus pertimbangkan lagi keputusanku untuk tinggal di sini sebelum dia datang? Dan sekarang aku menyesal memilih menerima kesepakatan itu dan tinggal disini," Kata Chloe kesal. Membuat Ian yang mendengarnya mendengus kecil.
"Dia sekilas memang mirip Monster tapi dia bukan Monster atau manusia, Jika kau bertemu lagi dengannya maka kau akan tahu siapa dia sesungguhnya," Jelas Ian datar, Menyandarkan punggungnya pada tembok kamar Chloe. "Penyesalan mu itu sudah terlambat, Kau sudah bertemu dia dan memiliki tanda itu sebagai Anggota resmi. Jadi tidak ada yang bisa keluar dari Asrama ini sebelum kesepakatanmu dengan Pemilik Asrama selesai,"
"Aku memang mengatakan pertimbangkan keputusanmu, Tapi kalau kau sudah ditandai begini tidak ada kesempatan lagi untukmu keluar atau kabur dari sini. Coba saja kau kabur, Dan lihatlah apa yang terjadi jika kau tetap memaksakan diri untuk keluar dari sini,"
Chloe frustasi benar-benar sangat frustasi, Kalau tahu begini dia tidak akan pernah menerima kesepakatan itu kalau tahu Asrama ini lebih mengerikan di baliknya di banding dugaan Chloe.
"Lalu sekarang dia di mana?" Tanya Chloe was-was.
"Mungkin sedang masak makan malam di dapur atau masih mengurung diri di kamarnya,"
"Apa dia merasa bersalah atau takut?"
"Merasa bersalah? Jangan mengaharapkan hal itu darinya, Dia tidak akan pernah merasakan perasaan itu karna dia tidak memiliki emosi dan perasaan," Kata Ian agak sinis.
Chloe sesaat mengerjapkan matanya, Sungguh dia benar-benar bingung sekarang. Mahkluk macam apa sih yang menggigitnya tadi malam? Ian bilang Mahkluk itu bukan Vampir, Bukan Monster, Bukan Manusia juga. Lalu apa? Lintah darat?
Ah, Masa bodo dengan mahkluk itu. Yang penting dia harus memikirkan sebuah cara untuk keluar dari Asrama ini setelah pulih dari sakitnya. Tidak peduli dengan yang namanya Kontrak, Kesepakatan, Atau apalah itu!? Yang penting dia cuma ingin pulang ke rumahnya sendiri.
"Itu salah satu dari Rahasia di Asrama ini, Bagaimana? Sekarang kau menyesalkan? Sayangnya kau sudah terlambat menyesali semuanya," Kata Ian acuh, Sambil meranjak berdiri dari duduknya. Berniat keluar dari kamar Chloe.
"Kalau begitu, Kanapa Ian tidak membantuku saja keluar dari sini?" Chloe menoleh, Menatap punggung sang pemuda.
"Tidak! Itu sama saja dengan bunuh diri. Terlebih lagi Asrama ini dikelilingi hutan. Banyak hewan buas berkeliaran di luar sana termasuk malam hari. Asrama ini juga di jaga dengan ketat dan selalu mendapat pengawasan dari pemilik Asrama melalui CCTV," Kata Ian dingin tanpa menoleh. "Jadi jangan coba-coba untuk kabur dari sini,"
TAP! TAP! TAP!
BLAM!
Setelahnya Ian pergi dari kamar Chloe, Meninggalkan Chloe dan Holy yang sejak tadi mendengarkan.
"Aku tidak peduli dengan semua itu, Aku cuma ingin pulang ke rumahku saja," Kata Chloe pelan.
"Ya benar, Asrama ini berbahaya. Lebih baik kita keluar saja dari sini," Angguk Holy setuju.
"Malam ini kita akan keluar dari sini,"
Chloe memandangi luar jendela dimana pemandangan rimbunnya hutan yang menghalangi sinar cahaya matahari sore terlihat. Walau dia tahu kalau keluar malam-malam akan sangat bahaya tapi yang Chloe inginkan hanyalah pulang kembali ke rumahnya meski dia sudah menjadi anggota Resmi di Asrama ini.
TBC
__ADS_1