
Erlan sudah ada di lokasi, dia melihat beberapa anak buahnya sudah tergeletak tak bernyawa "Ini" Erlan melihat dengan jelas.
"Bos, orang yang melakukan nya benar-benar berdarah dingin" Ucap asisten Erlan.
"Mode, aku rasa orang yang melakukan nya memiliki dendam yang kuat terhadap kita, dan juga tau kekuatan mereka, mereka yang aku tugaskan hari ini bukan anak kemarin sore" Ucap Erlan.
"Kalau begitu apakah yang melakukannya adalah dia? tapi bagaimana dengan penyerang di area kiri? " Tanya mode asisten yang paling Erlan percaya.
"Tidak dua orang penyerangan ini di lakukan dua orang yang berbeda, keduanya mungkin aku sudah mengetahuinya" Ucap Erlan yang terlihat yakin.
"Lalu apa yang harus kita lakukan bos? " Ucap mode.
"Menangani orang ini terlebih dahulu" Ucap Erlan dengan senyum yang menyeringai. kakak penyayang itu berubah terlihat sangat Badas. Mode tersenyum mengangguk.
****
"Itu sebenarnya? " Ucap Letty ragu-ragu
"Tunggu dulu bolehkan aku tau, kau ini siapa? " Tanya Disa yang sedari tadi penasaran karena melihat Rocky yang begitu tunduk pada Aleena.
"Ah aku apakah belum pernah mengenalkan diri pada kakak? " Tanya Aleena yang mendapati Disa yang ragu-ragu menggelengkan kepalanya. "Ah perkenalkan aku Aleena aku adala-" Aleena terdiam dia tidak melanjutkan perkataan nya karena terkejut tangan Rocky sudah merangkul pinggang rampingnya.
"Dia adalah wanitaku" Ucapan Rocky itu membuat semua orang terkejut, termasuk Aleena namun Aleena tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya karena Rocky mengakui dirinya di hadapan teman-teman nya.
Natan tersenyum dan mengangguk-angguk kecil tanpa bersuara dan hanya basa bibir Natan mengatakan "Kau berhasil" Dan memberikan tanda jempol pada Rocky.
"Tunggu dulu, bukankah kalian sepupu? " Tanya Letty pertanyaan Letty itu bukan bentuk dari kekecewaan hanya penasaran saja, ntah mengapa Letty tidak merasa sedih sama sekali mengetahui Rocky yang dulu amat dia kagumi sudah memiliki pujaan hati.
__ADS_1
Aleena tersenyum canggung, dan Natan melihat itu, Rocky ingin menjawab namun di jawab dulu oleh Natan "Ya bos, kau terlalu kuno bahkan sepupu juga boleh menikah yang penting adalah saling mencintai" Ucap Natan.
Rocky sebenarnya ingin mengatakan sebenarnya pada mereka semua tentang dirinya dan Aleena bukan sepupu sedarah, namun jawaban Natan yang sudah memuaskan itu membuat Rocky merasa tidak perlu mengatakan itu.
"Hmm ya sebenarnya tidak masalah juga, kalau begitu aku ucapkan selamat padamu bartender dingin kau sudah menjerat wanita muda dan cantik" Goda Disa yang membuat Aleena tersipu malu, meskipun awalnya Aleena tidak enak kalau mereka memiliki pandangan buruk tentang pernikahan antar sepupu, namun ternyata teman-teman Rocky bukan orang yang kuno dan mempermasalahkan nya.
"Benar, Aleena apa kau tidak akan menyesal menjadi wanita bartender dingin ini, bukankah kau lebih baik mempertimbangkan aku" Ucap Natan yang menimpali candaan Disa.
Namun yang tak di sangka "Cari mati! " Suara itu tak hanya terdengar dari satu orang namun dari dua orang yaitu Rocky dan Letty berucap bersamaan.
Membuat Disa yang mendengar dengan jelas ucapan Letty tersenyum dan mengangguk, dia yakin sekarang kalau sahabat nya sudah berganti haluan dan menyukai Natan, atau dari awal sebenarnya Letty sudah tertarik pada Natan hanya saja pesona Rocky yang membuat salah kaprah hati Letty.
"Tidak-tidak Rocky aku hanya bercanda, aku tidak mau mati muda aku belum menikah" Ucap Natan yang seperti nya hanya mendengar dengan jelas suara Rocky tidak mendengar suara Letty, tapi Aleena dan Rocky mendengar jelas Letty ikut bersuara bagaimanapun telinga mereka lebih peka dari orang lain karena latihan tembak yang dari kecil mereka lakukan.
"Kenapa tidak menikah sekarang, aku lihat kak Letty cocok denganmu" Goda aleena yang seakan menjodohkan Natan dengan Letty.
"Kenapa tidak? " Tanya Aleena penasaran.
"Hahaha sudah jangan bahas ini, kita bahas masalah yang lebih penting" Ucap Natan yang bertepuk sekali dan duduk untuk mengatakan hajat mereka.
Letty merasa sedih karena Natan yang benar-benar enggan membicarakan tentang mereka, disaat menyadari kesedihan Letty dan mengusap pundak Letty.
Aleena juga mendekati Letty "Kak Letty tenang saja banyak laki-laki bodoh yang akhirnya sadar sendiri dengan perasaan nya, kita hanya perlu membuat skenario yang bagus untuk menyadarkannya" Bisik Aleena memberikan semangat pada Letty.
Letty hanya mengangguk, dia ragu akan semudah itu menyadarkan Natan, bahkan dia sudah berada di apartemen Natan cukup lama dan Natan seakan tidak tertarik terhadapnya ucapan Aleena itu tidak terlalu menghibur Letty.
"Katakan dengan cepat! apa mau kalian dan pergi" Ucap Rocky begitu singkat dan ingin segera mengusir keluar mereka semua.
__ADS_1
"Om, jangan seperti itu! " Ucap Aleena yang memperingati Rocky, Rocky hanya memutar bola matanya jengah. "Katakan kak ada apa? "
Natan mengambil kertas note yang di simpannya tadi, dia memberikan nya pada Aleena.
Aleena membacanya dan di ikuti dengan Rocky yang ikut membaca dari belakang Aleena, karena mereka memeng duduk bersandingan. "Ini surat ancaman kah? orang yang sama yang mencelakai kak Natan waktu itu? " Tanya Aleena.
"Sepertinya begitu, aku tidak tau harus minta bantuan ke siapa lagi, Rocky tolong bantu aku" Ucap Letty memohon.
"Aku hanya seorang bartender apa yang bisa aku lakukan" Ucapan Rocky memperbaiki duduknya dan membuka minuman kaleng yang Aleena berikan padanya tadi.
"Om kau tidak mau membantu kak Letty? " Tanya Aleena, Aleena sedikit kecewa meski Rocky sudah melepaskan Belenggu masa lalu nya tentang cinta ternyata tak lantas membuatnya ingin kembali menjadi Rocky mars yang dulu.
"Aleena, itu bukan hal yang bisa di lakukan seorang bartender, lebih baik kalian mencari bodyguard atau semacamnya" Ucap Rocky yang masih enggan menolong, karena Rocky sebenarnya tidak yakin kekuatannya apakah masih sehebat dulu, dia takut tidak dapat melindungi kawan-kawan nya itu.
"Kau bukan sekedar bartender om, kau itu-" Rocky menyela ucapan Aleena.
"Aleena itu masa lalu, yang sekarang akun haj ya seorang bartender saja" Ucap Rocky dengan penuh penekanan.
"Baiklah! jika Om Rocky tidak mau membantu teman-teman mu biar aku yang mewakili, aku akan membantu kalian" Ucap Aleena dengan penuh percaya diri.
"Tidak, apa yang kau lakukan! Aleena ini bukan negaramu kau tidak tau perbedaan kekuatan di negara ini dan negara mu, jangan main-main" Ucap Rocky menara Aleena dia seperti nya marah dengan keputusan Aleena
"Apa kau lupa om siapa aku? akan membuat malu papa jika aku tidak bisa menolong orang yang membutuhkan bantuan apa lagi dia adalah teman kita" Ucap Aleena.
"Jangan keras kepala Aleena, aku tidak mengizinkan mu pergi" Ucap Rocky.
"Kalau begitu ayo kita pergi bersama dan membantu kak Letty" Ucap Aleena sembari menggenggam tangan Rocky "Aku percaya om Rocky ku tidak akan bersikap begitu dingin pada teman-teman nya" Ucap lirih Aleena
__ADS_1