
Sedangkan Rocky membaringkan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk matanya menatap pelakon, tangannya menekan dadanya yang sakit pikiran nya mulai kacau di penuhi pikiran tentang Aleena yang akan bersama dengan Erlan, perasaan takut akan kehilangan itu muncul tiba-tiba "Apakah laki-laki itu sangat berarti untuk Aleena? sampai memberikan kalungnya itu" Rocky mengepalkan tangannya dan membanting nya ke atas kasur dengan keras "Ada apa denganku perasaan ini mungkin kah? " Ucap Rocky pada dirinya sendiri
"Apa yang kau pikirkan Rocky, hatimu bukan kah sudah mati bersama Silvia" Rocky mengingatkan dirinya untuk rasa penyesalan nya yang dulu, mencintai tanpa mengungkapkan sampai dia kehilangan orang yang dia cintai dalam jurang pemisah tertinggi yaitu kematian.
Rocky perlahan menutup matanya, dia juga sudah lelah bekerja waktunya untuk sejenak melepaskan penatnya.
"Aleena kak Rocky apa selalu bersikap seperti itu? dia membuat ku takut" Ucap Elin yang teringat betul tatapan tajam Rocky tadi.
"Tidak separah itu, apa kau tau dia dulu tidak seperti ini dia sangat lucu dan ceroboh bahkan dia seperti orang yang tidak berfikir panjang, dia sangat menyenangkan" Jelas Aleena yang teringat sosok Rocky yang dulu dia kenal saat kecil.
"Bohong, aku sangat sulit membayangkan nya" Ucap Elin yang tidak percaya ucapan Aleena karena sekali lihat pun orang akan tau betapa dinginnya sikap Rocky.
"Kau tidak perlu membayangkan nya, kelak aku akan membawa om Rocky yang seperti itu kembali" Ucap Aleena yang terdengar sangat optimis.
Aleena dan Elin terus berbincang hingga Erlan mengajak Elin untuk pulang setelah Erlan mendapatkan sebuah panggilan.
"Tidak mau, aku mau tetap di sini, kakak pulanglah" Ucap Elin yang masih ingin banyak bercerita pada Aleena.
"Ayo pulang" Erlan melihat wajah Aleena yang sembab dan kelelahan seperti nya Erlan sangat memperhatikan Aleena.
"Tidak mau" Ucap Elin bersikukuh.
"Apa kau tidak lihat temanmu sudah sangat lelah denganmu biarkan dia beristirahat" Ucap Erlan yang membuat Elin menatap Erlan dengan tatapan yang mengejek dan penuh rasa penasaran.
"Benarkah? kakak kau sangat memperhatikan Aleena, Aleena bagaimana kakak ku tidak buruk bukan sangat pengertian dia calon suami idaman banyak wanita" Elin terlihat seperti sales yang sedang menawarkan barang dagangan nya.
"Dia sangat buruk, dia itu tidak berbelas kasih memberikan harga yang rendah untuk daya jual yang tinggi" Sindir Aleena tentang antingnya waktu itu.
__ADS_1
"Yang berkilau tidak ada jaminan keaslian tanpa surat keterangan nya" Ucap Erlan.
"Memang kunang-kunang harus memiliki surat untuk menunjukan bahwa dia berkilau"
"Maaf sekali nona pencuri kunang-kunang tidak berkilau tapi menyala, apa kau bodoh" Ucap Erlan mengejek, pemandangan Aleena dan Erlan mengobrol membuat Elin merasa sangat senang dia tidak pernah melihat kakaknya begitu antusias seperti ini.
"Huh sama saja" Ucap Aleena melipat tangannya di depan dadanya, menggembungkan pipinya.
'Apa ini dia sangat imut' Ucap Erlan yang tiba-tiba menyadari keimutan dari seorang Aleena yang biasanya dia kenal bawel dan agak menyebalkan.
"Tok.. Tok.. bisakah aku masuk dalam dunia kalian? aku tidak mengerti apapun yang kalian katakan" Ucap Elin yang seakan hidup di dunia berbeda.
"Jangan bercanda lagi, ayo pulang" Erlan menarik paksa Elin untuk keluar.
"Bye bye Aleena aku akan sering main kemari ya, untuk menggoda kakak kutub utara" Ucap Elin bercanda namun Aleena merasa jika yang mendekati Rocky adalah Elin seperti nya Rocky bisa mencair.
"Apa yang kau bicarakan tadi! jangan bercanda seperti itu" Ucap Erlan yang membuat Elin bingung.
"Hah? candaan apa? " Ucap Elin yang tidak tau arah pembicaraan Erlan.
"Candaan untuk mencairkan hati tuan Rocky itu, aku merasa dia bukan orang biasa" Ucap Erlan yang membuat elin tiba-tiba menatap Erlan.
"Aku tidak bercanda, kalau kak Rocky bukan orang biasa apakah dia manusia super? " Ucapan Erlan itu malah di tanggapi sebagai candaan oleh adiknya itu "Lagi pula om Rocky sangat tampan, dia sangat dewasa begitu mempesona dan menawan di jerat olehnya juga tidak masalah" Elin senyum senyum melihat ke arah kakak nya.
"Jangan bercanda lagi! " Ucap Erlan yang tau adiknya itu hanya bercanda tidak serius menyukai Rocky.
"Huh aku ini sedang membantumu kakak, apa kau tidak lihat beberapa kali Aleena melihat ke arah kak Rocky dengan tatapan tidak biasa, jika aku bersama kak Rocky kau bisa memiliki Aleena sepenuhnya, bagaimana apakah ide ku ini sangat hebat" Elin terlihat sangat membanggakan dirinya.
__ADS_1
"Apa maksud perkataan mu itu, si.. siapa yang ingin memilikinya" Ucap Erlan tiba-tiba gugup.
"Sudah gagap begitu tidak mau mengakui perasan sendiri, awas saja jika kau menangis karena melihat Aleena di miliki orang lain dasar manusia tsundere" Elin menyerah dengan kakaknya yang masih saja tidak mau mengakui perasaan dia menyukai Aleena.
'Apakah aku benar-benar tertarik dengannya? tidak mungkin' Erlan masih sedikit menyangkal namun wajah dan hatinya tidak bisa berbohong dia benar-benar mulai menyukai Aleena.
Elin melihat sekilas kakaknya yang tersenyum mungkin tanpa dia sadari 'Aku senang melihat mu kembali kak, senyuman itu akhirnya muncul lagi, Aleena terimakasih untuk kehadiran mu, semoga kau bisa menyukai kakak ku' Ucap Elin dalam hati diam-diam berdoa pada Tuhannya.
Di sisi lain
Aleena terdiam sejenak mendengar ucapan Elin, dia terpikirkan jika Elin benar-benar bersama dengan Rocky, di satu sisi Aleena merasa Elin gadis yang baik untuk Rocky, namun di sisi lain Aleena tidak rela untuk melepaskan Rocky untuk wanita lain.
Saat Aleena tengah berfikir dia teringat Rocky yang tadi tiba-tiba pergi karena melihat kalung Kraken yang di kembalikan Erlan "Apa dia masih marah? tapi untuk apa dia marah? apa dia cemburu? ah itu tidak mungkin" Aleena terus berdialog pada dirinya, hingga tanpa sadar dia sudah berjalan tepat di depan pintu kamar Rocky.
"Apakah dia sudah tidur? " Aleena merasa penasaran dan mengintip di balik pintu namun Aleena ingin mendekat dan melihat wajah Rocky yang terlelap. Aleena tanpa sadar masuk dan berjalan ke arah Rocky, dia berdiri tepat di depan Rocky.
"Dia sangat tenang saat tidur seakan bisa tergapai" Ucap Lirih Aleena, Aleena ingin menyentuh pipi Rocky namun satu tangan nya mulai terjulur tiba-tiba Rocky menarik tangan Aleena dan menggulingkan nya telat di bawahnya.
"Ap.. apa yang kau lakukan om? " Ucap Aleena terkejut tiba-tiba di tarik ke ranjang Rocky.
"Pertanyaan itu harusnya aku yang tanya? apa yang kau lakukan, ingin menyerang kakak sepupu mu diam-diam? " Ucapan Rocky yang berada di atas Aleena itu membuat Aleena terdiam.
"Bagaimana jika iya" Aleena sengaja melingkarkan tangannya ke leher Rocky, membuat jantung keduanya tidak aman.
Rocky kini yang terdiam perasaan nya bergejolak, dia tengah berperang dengan perasaan nya sendiri "Hentikan candaan ini" Ucap Rocky yang teringat kalung Kraken yang Aleena berikan pada Erlan.
"Om ini buk-"
__ADS_1