Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 166


__ADS_3

Saat ini Erlan dan Elin berada di tempat duduk di belakang sedangkan Angel dan sopir berada di depan.


Erlan Menggenggam tangan adiknya "Elin setelah sampai di sana ingat untuk mengabari kakakmu ya" Ucap Erlan merasa sedih memikirkan harus terpisah jarak dan waktu yang cukup jauh dan lama dengan adik kesayangan yang selalu menempel padanya.


"Tentu saja kak, kakak juga jaga kesehatan jangan lupa makan jangan lupa untuk membersihkan apartemen mu, jangan sampai nanti kakak tidak punya pacar karena membawa wanita ke apartemen yang seperti kapal pecah" Goda Elin yang berusaha untuk tertawa namun itu tidak lama mereka berdua akhirnya berpelukan mencoba untuk melepaskan rindu yang bahkan ada sebelum mereka berpisah.


Suasana menjadi hening mereka berdua satu sama lain tidak ingin melihat mereka saling menangis "Kakak apa kau menangis? jangan menangis kak" Ucap Elin.


"Siapa yang menangis bukankah itu kau yang menangis" Ledek Erlan kembali, terlihat pemandangan indah antara dua kakak beradik itu.


Erlan mencoba mengatur nafasnya dan perlahan mengusap wajahnya agar tidak ketahuan habis menangis oleh adiknya. Erlan melonggarkan pelukan mereka dan saling menatap satu sama lain "Elin dengar kakak bisa merestui kalian tapi ingat satu hal" Ucap Erlan di tengah kesedihan dan ketegangan itu.


"Apa itu kak? " Tanya Elin menatap serius kakaknya.


"Jangan sampai kau memberiku keponakan sebelum kalian menikah " Ucapan Erlan itu membuat Elin terkejut bercampur malu, sedangkan Nenek Angel yang mendengar itu tak kuasa menahan tawa.


"Apa yang kau katakan kak, ak.. aku tidak mungkin me.. melakukan itu tidak mungkin" Ucap Elin serius bercampur malu wajahnya pun sampai memerah karena ucapan Erlan.


"Kau memang tidak mungkin tapi bagaimana jika om mesum itu selalu menggoda mu" Ucap Erlan tak kalah serius.


"Kak, dia tidak se mesum itu mu.. mungkin" Ucap Elin yang tiba-tiba teringat setiap kejadian yang berakhir ciuman dengan Alister.


"Ha lihat kau pun meragukan itu" Ucap Erlan.


"Tidak tidak itu tidak akan terjadi kak, kau tenang saja "


"Meskipun aku ingin keponakan tapi aku ingin keponakan hasil halal ingat" Ucap Erlan benar-benar terlihat serius.


"Kakak hentikan aku tidak akan melakukan seperti itu " Ucap Elin semakin malu dengan ucapan kakaknya.


"Baiklah aku percaya padamu, lagi pula kau juga masih ingin menjadi dokter bukan jadi jangan sampai hamil dulu ya" Erlan menepuk kepala Elin.


"Hentikan kak kau benar-benar membuatku malu" Ucap elin lirih dan memilih menutupi wajahnya.


Sedangkan Angel hanya tersenyum mendengar semua percakapan kakak adik yang begitu intens itu sembari menggelengkan kepalanya.


****

__ADS_1


Kali ini rombongan Rocky, Arion dan Aleena sudah sampai di kediaman Rayyan.


Mereka datang tepat jam makan siang jadi mereka memutuskan untuk makan siang bersama di rumah Rayyan


Arion yang notabene tinggal di keluarga narsis harus kembali ke rumah Rayyan karena Arion tidak tega meninggalkan mereka di keluarga mars sendirian.


"Papa, stefan ingin menembak dengan papa " Ucap Stefan pada papanya.


"Hmm apakah kau selalu berlatih saat papa tidak ada? " Tanya Arion.


"Tentu kakek selalu mengajari kami" Ucap stefan.


"Bagus kalau begitu nanti biar papa lihat apakah kau sudah berkembang atau belum"


"Hah tentu saja sudah" Ucap sombong Steven yang membuat Arion menggelengkan kepalanya.


"Kau ini sangat sombong, sebenarnya siapa yang kau contoh" Ucap Arion tidak sadar diri.


"Arion kau benar-benar membutuhkan kaca yang besar apakah kaca di rumah ini tidak cukup untuk mu" Ucap Rocky menggelengkan kepalanya, ternyata sikap tidak peka Arion masih ada di tambah sangat parah. "Kau benar-benar tidak sadari diri" Sindir Rocky lirih.


"Kau yang tidak sadar diri" Ucap Arion kesal.


"Olivia kau bercanda? sejak kapan aku akrab dengan penguasa sombong ini"


"Hah! harusnya aku yang bilang siapa juga yang mau akrab dengan orang bodoh yang memilih menjadi bartender di negara orang"


"Berisik! aku tidak dengar" Ucap Rocky.


"Nah apa kau benar-benar seorang bartender" Tanya Steven dengan wajah datarnya


"Yo, anak kecil bisakah kau memanggilku paman aku ini paman mu " Ucap Rocky yang berjongkok dan menaruh tangan nya di atas kepala Steven.


"Kau yang anak kecil! " Ucap ketus Steven.


"Yach dia benar-benar fotokopian mu yah" Ucap Rocky melirik Arion


"Steven tidak boleh seperti itu, dia itu paman mu minta maaf sekarang " Ucap Olivia lembut menatap anaknya dengan senyum, meski Steven bermulut tajam dan juga berwajah dingin tapi dia selalu menurut dan mematuhi ucapan mamanya.

__ADS_1


"Maafkan saya paman" Ucap Steven namun masih dengan wajah yang datar membuat Rocky tidak bisa berkata-kata dan hanya tersenyum mengangguk.


"Maafkan Steven ya dia memang sangat mirip dengan seseorang" Ucap Olivia.


"Dia itu mirip dengan siapa ya, aku dan kamu begitu baik kenapa dia bisa begitu cuek dan dingin" Ucapan Arion itu benar-benar malah membuat Rocky kesal.


"Arion bisakah aku memukulmu" Ucap Rocky menahan kesal dengan tingkah Arion itu.


"Om kau bermain dulu dengan anak-anak dan kak Arion aku akan membantu mama di dapur ayo kak Olivia"


"Em ayo, kalian bersenang-senang lah dengan paman Rocky ok" Ucap Olivia.


"Baik" Ucap Stefan bersemangat.


Sedangkan Rayyan memilih pergi ke ruang kerjanya seperti nya ada hal yang sedang dia siapkan dengan serius.


"Nah paman kau belum menjawab pertanyaan Steven, apa kau benar-benar bartender? "


"Tentu, paman adalah bartender terhebat" Ucap Rocky mengikuti daya sombong Steven, Rocky benar-benar melihat Arion kecil di diri Steven.


"Hah benarkah bisakah membuatkan minum untuk kami"


"Kalian masih kecil tidak boleh minum alkohol" Ucap Arion


"Papa apakah kecerdasan mu tertinggal di sana, bahkan bartender bisa membuat minuman tanpa alkohol" Ucap Steven yang berlidah tajam.


"Steven kau ini bisakah berbicara lebih lembut lidahmu ini begitu tajam bagaimana bisa seperti ini padahal aku dan mama mu orang yang begitu lembut"


"Hentikan hentikan ucapan mu itu Arion aku bisa muntah mendengar nya" Ucap kesal Rocky.


"Oh iya di mana keponakan cantik ku kenapa di tidak terlihat? " Tanya Rocky yang ingat persis Arion memiliki anak perempuan.


"Ah kakak, dia sedang sibuk dengan urusan nya"


"Ah kalian jangan bercanda usia kakak kalian masih kecil bisa sibuk apa" Ucap Rocky


"Kau meremehkan putriku? dia bahkan sudah memiliki agensinya sendiri di usia sekarang ,dia mungkin sedang di kamarnya sibuk dengan komputer nya" Ucap Arion.

__ADS_1


"Kau bohongan sebenarnya kalian ini keluarga jenius macam apa" Ucap Rocky yang percaya tolak percaya namun sulit untuk tidak percaya.


"Kami tentu saja keluarga yang sangat sangat jenius" Ucap sombong Steven.


__ADS_2