
Satu minggu sudah berlalu setelah kejadian di mana Aleena di bawa pulang ke apartemen Alister. Aleena menatap jendela apartemen Alister setelah pulang dari kampus.
"Dia menghilang begitu saja" Ucap Aleena menatap jendela yang mulai terkena senja itu.
Aleena menghela nafasnya sangat panjang dia menatap ponselnya yang juga tak berbunyi hanya pesan dari keluarganya saja tidak ada pesan dari orang yang dia tunggu "Ahhh menyebalkan kenapa aku yang ingin pergi aku juga yang menyesal, dasar bartender dingin beraninya kau menjerat ku! " Aleena sangat kesal dan memukuli bantal yang sedang dia pangku "Ahhh kkk menyebalkan" Sesuai dugaan Rocky setelah Aleena jauh dari Rocky Aleena benar-benar tidak bisa melupakan Rocky begitu saja.
Terus ada dorongan Aleena untuk bertemu dengan Rocky namun sayang Aleena selalu menekan perasaan itu, tentu saja karena gen keluarga Aditama yang gengsinya luar biasa tidak mau terlihat suka dan sayang terlebih dahulu.
Aleena mengacak-acak rambutnya saat layar ponselnya menyala dan bukan pesan dari Rocky yang datang "Ada apa denganku akhhh" Ucap Aleena.
"Baru seminggu kau pergi kau sudah merindukan nya? " Tanya Alister tiba-tiba membuat Aleena terkejut.
"Aaa kau mengagetkan ku kak, kapan kau masuk? kenapa aku tidak mendengar suara pintu di buka? " Tanya Aleena.
"Kau sibuk dengan bantal yang kau ajak bertanding itu, aku kasihan pada bantal yang tajam bersalah namun harus kena pukul" sindir Alister.
"Berisik sekali kau kak, bantalnya saja tidak protes kenapa kau yang repot" Ucapan Aleena memajukan bibirnya.
"Kau pikir jika dia protes dia akan diam saja! dia akan memukulmu balik!" Ucap Alister
"Kau ini berisik sekali! "
"Nah Aleena jika kau benar merindukan nya kenapa tidak menemuinya" Ucapan Alister.
"Tidak akan! aku tidak merindukan dia sama sekali! hanya berfikir seberapa pengecut nya dia, dia mengatakan untuk kau tidak menyentuh ku namun pada akhirnya dia memilih masa lalunya dan membuang ku dia benar-benar egois seakan aku hanya akan mencintai nya! menyebalkan" Ucap Aleena kesal dengan Rocky yang tak kunjung menghubungi nya.
"Huh, kau memang adiknya kak Arion" Alister mengacungkan jempol pada Aleena.
"Apa maksud mu kak! aku memang adiknya huh aneh"
"Ya aku tau, sangat terlihat "
"Sudahlah kak, aku akan bersiap bicara dengan mu tidak ada faedah nya sama sekali" Ledek Aleena yang segera pergi ke kamarnya untuk bersiap pergi.
"Hei kau mau kemana? " Tanya Alister pada Aleena.
__ADS_1
"Pergi kencan! " Ucap Aleena sembarangan
"Hah! kau bercanda baru saja bergalau ria sudah ingin berkencan, kau ini benar menyukai Rocky atau tidak" Ucapan Alister tidak di dengar oleh Aleena karena Aleena sudah menutup pintunya.
Aleena segera bergegas untuk berganti pakaian dan pergi makan malam, dia sudah memiliki janji dengan Elin malam ini.
Aleena sudah terlihat cantik dan rapi meski tidak memakai mini dress dia sudah terlihat anggun menggunakan celana hitam cutbry itu.
"Kau benar-benar akan pergi? kau akan pergi dengan siapa? tanya Alister.
" Aku akan pergi dengan Elin kak" Ucap Aleena yang membuat Alister segera bangkit dari duduknya.
"Elin? " Tanya Alister untuk memastikan.
"Iya Elin! kau pikir aku benar-benar berkencan! " Keluh Aleena
"Ka.. kalau begitu tunggu sebentar" Ucap Alister yang ingat kejadian tadi sore saat papa Elin menyuruh Elin mengantarkan dokumen ke kantor Alister, dan Alister mengajak Elin makan malam namun di tolak ternyata wanita di hadapannya adalah penghalang nya "Huh, tunggu aku ikut" Ucapan Alister membuat Aleena mengernyitkan mata.
Tiga hari ini Aleena sadar saat Alister mengantarkan nya ke kampus dia selalu melirik ke arah Elin, dan sikap sekarang ini sangat-sangat ketara kalau Alister tertarik pada Elin.
"Hah? tunggu dulu aku tidak mengajakmu kak"
"Tidak masalah aku yang traktir" Ucap Alister dengan penuh percaya diri, dia lupa kalau di sampingnya itu putri Rayyan Baskoro Aditama yang kekayaannya tidak habis tujuh turunan.
"Huh terserah lah " Ucap Aleena yang hanya bisa pasrah.
Sesampainya Aleena di parkiran Aleena terkejut Elin sudah sampai di situ bersama dengan kakaknya, Elin juga sama terkejutnya Aleena ternyata mengajak Alister.
"Elin kenapa kau mengajak kakak mu? " Bisik Aleena saat dia sudah berdiri di samping Elin yang sudah turun dari mobil.
"Dia memaksa ikut, dan kau kenapa mengajak tuan Alister? " Tanya balik Elin.
"Sama dia juga memaksa ikut" Ucap Aleena, mereka berdua terlihat menghela nafas bersamaan.
"Kenapa kalian terlihat begitu lelah! " Tanya Alister
__ADS_1
"Tidak-tidak lelah" Ucap Elin malu-malu.
"Cepat masuk, atau akan keburu malam! " Ucap Erlan yang sudah duduk di mobil pengemudi.
Aleena ingin duduk di belakang bersama Elin namun tiba-tiba dia di dorong pelanggan oleh Alister "Aku tidak suka duduk di depan" Ucap Alister lirih dan masuk duduk di belakang bersama Elin.
"Hah sejak kapan kau tidak suka duduk di depan kak! hah bilang saja ingin dekat dengan Elin menyebalkan! " Ejek Aleena yang tidak di dengar siapa pun karena bunyi klakson sudah memburu Aleena untuk masuk.
Natan menatap Rocky yang sudah selesai bekerja beberapa hari ini sejak Natan sudah kembali bekerja Natan selalu pulang terkahir dan melihat pemandangan di mana seorang bartender dingin itu selalu minum-minum sampai setengah mabuk.
"Rocky apa kau tidak lelah seperti ini terus? sebenarnya apa yang terjadi apa ini tentang Aleena! " Akhirnya Natan berani bertanya setelah beberapa malam ini hanya menemani Rocky minum dan memastikan Rocky tidak terlalu mabuk.
"Dia sudah meninggalkan ku satu minggu ini" jawab Rocky setelah menenggak alkohol di tangannya.
"Lalu kemana dia pergi? kenapa tidak memintanya kembali" Tanya Natan yang semakin penasaran.
"Dia pergi bersama tunangan yang di pilihkan keluarga nya" Jawaban Rocky itu mampu membuat Natan tersedak.
"Ukhuk.. ukhuk... apa kau bercanda? "
"Tidak aku sangat serius, dia sudah bertunangan"
"Jadi ini alasan beberapa malam ini kau mabuk? " Tanya Natan yang hanya mendapat anggukan dari Rocky "Apa kau akan menyerah? "
"Tidak! tapi aku tidak tau bagaimana cara untuk memulainya ini semua salahku yang terlambat membuang belenggu masa lalu ku" Ucap Rocky yang tidak berhenti menenggak minuman sampai satu botol sudah habis dia minum.
"Kembali dekati Aleena, atau perlu aku yang wakilkan Aleena sangat cantik dan imut terkadang juga terlihat sangat cerdas dia termasuk tipeku" Gurau Natan
Rocky langsung berdiri dan mencengkram kerah baju Natan " Berani Sekali kau! apa kau ingin mati! " Ucap Rocky serius.
"Hahaha aku hanya bercanda, hanya saja Rocky jika kau seperti ini terus kau tidak takut akan benar-benar kehilangan Aleena? " pertanyaan Natan itu membuat Rocky terduduk.
"Aku tau dia akan selalu mencintaiku itu tidak akan terjadi" Ucap Rocky dengan penuh percaya diri.
"Benarkah? kau saja tidak menghubungi nya bagaimana kau tau kalau tidak ada laki-laki yang akan mendekati nya selain tunangan yang dia miliki, Aleena itu sangat cantik dia akan dengan mudah menarik laki-laki untuk mencintai nya" Braak ucapan Natan itu mengingatkan Rocky pada Erlan.
__ADS_1
"Bodoh" Ucap Rocky untuk dirinya.