
Alister membawa Elin ke rumah sakit, di tengah perjalanan Elin tengah mengigau "Jangan jangan Aleena jangan" Ucapan lirih itu terdengar jelas oleh Alister, Alister menjadi semakin khawatir.
"Aleena kau harus baik baik saja ku mohon" Ucap Alister yang mempercepat jalannya karena mobil mereka terletak lumayan jauh namun saat Alister menggendong Elin tiba-tiba orang-orang berpakaian serba hitam berjalan ke arah mereka.
"Sial, mereka datang di waktu yang tidak tepat! " Ucap kesal Erlan yang sedang menggendong Disa
"Sepertinya kita masuk dalam jebakan nya! sial! " Ucap Alister kesal.
"Tuan Alister lebih baik suruh anak buah anda kemari, atau kita tidak bisa membawa mereka bertiga ke rumah sakit" Ucap Natan yang khawatir dengan keadaan Letty.
"Aku sudah menyuruh mereka, namun butuh waktu untuk itu, Natan kau jaga mereka bertiga biar aku dan Erlan yang menanganinya" Ucap Alister.
"Aku juga mau membantu" Ucap Natan.
"Tidak boleh jangan biarkan mereka bertiga menjadi Sandra lagi" Ucap Alister.
"Aku serahkan mereka padamu Natan, aku dan Alister akan menangani ini! " Ucap Erlan, Erlan dengan hati-hati menaruh Disa ke tempat yang aman.
Alister juga menempatkan Elin di samping Disa, letty juga di letakan bersama mereka bertiga, Natan bertugas menjaga mereka.
Aliater dan Erlan bersiap untuk melawan orang yang menghalangi jalan mereka.
"Beraninya kalian menganggu! " Ucap Alister yang kelihatan begitu marah.
"He! kami tidak hanya akan menganggu kalian, kami datang untuk mencabut nyawa kalian! hahaha" Ucap orang yang berjalan paling depan tubuh yang paling kekar seperti nya dialah pemimpin nya.
"Diam! Akan aku beritahu siapa yang akan mencabut nyawa siapa! " Ucap Alister tanpa basa basi berlari dan memberikan tendangan memutarnya membuat orang yang berbicara itu terpental.
"Jangan diam saja serang! bunuh mereka! " Ucap orang yang baru saja di tendang Alister itu memberikan aba-aba pada anak buahnya.
"Jangan sampai mati! " Ucap Alister pada Erlan.
__ADS_1
"Berisik! kau om tua jangan sampai mati! " Ucap Erlan yang kesal karena di remehkan Oleg Alister namun tidak bisa di sangkal Erlan terlihat kagum dengan tendangan Alister tadi sangat cepat tidak terlihat bertenaga namun bisa membuat orang sebesar pemimpin itu jatuh terlempar.
"Ha! aku tidak akan mati! " Ucap Alister yang dengan cepat menjatuhkan orang orang yang menyerangnya itu.
Erlan juga tak kalah unjuk gigi, dia juga menumbangkan dengan cepat orang yang menyerangnya.
Natan melihat dengan kagum Alister dan Natan gerakan mereka berdua sangat lincah dan cepat. "Letty aku akan jadi kuat seperti meraka agar kau tidak akan mengalami hal seperti ini" Ucap Natan menatap Letty yang masih pingsan.
Alister dan Erlan kini di kepung, sedangkan pemimpin nya bangun dan berjalan ke arah Natan.
"Sial dia berjalan ke arah Natan" Ucap Alister yang melirik ke arah Elin.
"Bahaya, Natan bertahanlah jangan sampai dia menyakinkan mereka bertiga" Ucap Erlan memperingati Natan.
Natan melihat badan yang dua kali lipat besarnya dari dia hanya bisa menelan ludahnya, dia meyakinkan dirinya agar tidak takut "Natan kau pasti bisa jangan takut Natan kau bisa kau bisa, ingat kau harus melindungi nya" Ucap Natan yang dengan tangan sedikit bergetar bersiap untuk menyerang.
Laki-laki itu datang dengan tendangan lurus ke arah Natan, Natan berhasil bertahan "Heh! aku ingin liat sampai kapan kau tetap bertahan!, kau lebih lemah dari mereka berdua, kalau begitu kau matilah duluan! " Ucapnya sembari terus menendang Natan beruntun.
Aleena menengok ke belakang dia seperti nya sudah cukup jauh dari tempat Elin, Letty dan Disa 'Semoga kalian bertiga aman' Ucap Aleena dalam hati.
Aleena melemparkan tangan orang bertopeng yang menggandeng nya itu, membuat tangan orang bertopeng itu terlepas dari Aleena, Aleena bersiap untuk menyerang orang bertopeng itu, Aleena memukul orang bertopeng itu orang bertopeng terlihat tidak melawan Aleena dia terus menerima serangan dari Aleena, membuat Aleena ragu-ragu untuk terus memukul "Kenapa kau tidak melawan k-" Ucapan Aleena tidak terselesaikan katika dia lengah orang itu menarik Aleena dan mengunci lengannya dia menyuntikan sesuatu ke lengan Aleena.
"Soalnya aku tidak pernah bisa menyakiti mu Aleena, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk tidak menyakiti mu" Ucapnya.
Aleena merasa tubuhnya langsung melemas namun dia tidak benar-benar kehilangan kesadaran nya hanya tenaganya semakin berkurang.
"Syukur lah kau sudah tenang, Aleena kau sangat imut ketika kau jadi penurut" Ucap orang bertopeng itu yang membawa Aleena cukup jauh dari gedung tadi ke sebuah ruangan yang di jaga oleh beberapa orang.
Aleena di papah masuk ke sebuah ruangan, ruangan itu tidak seperti yang tampak dari luar, di dalam sangat rapi seperti kamar orang kaya pada umumnya.
Aleena di baringkan di ranjang empuk itu, Aleena tidak bisa menolak tubuhnya benar-benar lemas.
__ADS_1
Orang itu tidur di samping Aleena, "Nah Aleena apa kayu ingat dekorasi kamar ini? ini adalah dekorasi kamar saat aku pertama main ke rumah mu, apa kau ingat? " Tanya nya sembari memeluk Aleena lembut.
"Aku tidak ingat" Ucap Aleena yang hanya bisa berbicara namun tidak bisa menggerakkan tubuhnya
"Heh! apa kau ingin aku membuatmu ingat! kau melupakan ku karena kau berteman dengan orang-orang rendah itu" Ucapnya menjadi tidak senang dia meremas tubuh Aleena.
Aleena meringis kesakitan membuat orang bertopeng itu tersadar dan mencium pinggang yang dia meremas nya.
"Kenapa kau melakukan semua ini?! " Ucap Aleena.
"Tentu saja untuk melindungi mu Aleena, kau hanya boleh menjadi temanku, para tikus got itu tidak pantas dekat denganmu"
"Melindungi ku? kau menyakiti ku kau membuatku tidak berani memiliki teman kau menghancurkan semuanya"
"Itu adalah tujuanku karena kau hanya boleh bersamaku"
Aleena mencoba menggelengkan kepalanya namun seperti nya obat yang di suntikan orang bertopeng itu melemaskan ototnya.
"Ini tidak benar!" Ucap Aleena terlihat marah
"Tidak benar? lalu kenapa kau tidak membunuhku saja! kau setuju dengan tindakan ku bukan? buktinya kau hanya menghindari ku menjauhi ku , bahkan kau tidak memberitahu keluarga mu tentang perbuatan ku"
"Sekarang aku baru menyesal kenapa aku tak melakukan nya, awalnya dengan aku menjaga jarak dan memberimu pelajaran sedikit akan membuatmu jerah tapi ternyata kau semakin menjadi! " Ucap Aleena yang merasa tubuhnya semakin melemah bahkan dia tidak bisa merasakan kaki dan tangannya.
"Hanya sebuah peringatan kecil tidak akan membuatku rela melepaskan mu Aleena, kau adalah orang spesial di hidupku tidak akan aku biarkan orang lain memilikimu, menyentuhmu, kau hanya boleh berada di dekatku kau milik ku Aleena" Orang itu menyentuh wajah Aleena.
"Bagaimana bisa?! aku tidak mungkin jadi milikmu"
"Kenapa? kenapa tidak mungkin aku menyukaimu, menyayangimu mencintaimu kenapa tidak mungkin, bahkan saat aku terbaring aku selalu memikirkan mu" Ucap Orang bertopeng itu.
"Karena kau...
__ADS_1