Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 199


__ADS_3

Tak terasa setengah tahun lebih telah berlalu. Elin, Letty dan Aleena kini berada di ruangan yang sama memakai baju senada menunggu sang ratu sehari yang baru saja selesai berdandan, gaun putih nan indah telah terpakai sempurna di tubuh Disa make-up yang serasi dengan pakaiannya pun membuat semua orang pasti akan terpana melihat Disa.


"Kak Letty berhentilah menangis kau akan membuat make-up mu luntur" Ucap Aleena yang melihat Letty tak henti tersenyum namun dengan air mata terus mengalir dari pelupuk matanya.


"Huhuhu aku benar-benar bahagia akhirnya kau menemukan kebahagiaan mu " Ucap letty yang memeluk Disa yang tengah selesai di make-up.


"Aku juga tidak menyangka akan menikah lebih dulu dari mu " Ucap Disa yang membalas pelukan sahabatnya itu.


"Yah benar kau mendahului ku, dan aku benar-benar kehilangan hilalnya, Natan semakin sibuk dan kami jarang berkomunikasi, itu membuatku takut" Ucap Letty yang menghela nafasnya menggenggam kalung pemberian Natan untuk nya.


"Apa yang kau bilang dia pasti akan menepati janjinya jadi aku akan melempar bunga nanti tepat kepadamu" Ucap Disa dengan penuh tekat.


"Tunggu dulu kak Disa soal itu aku juga mau mendapatkan nya" Ucap Aleena yang mendekat ke arah Disa dan Letty.


"Ak.. aku juga mau" Ucap Elin sembari malu-malu.


"Kalian berdua masih mahasiswa bisakah kalian mengalah pada orang yang lebih tua ini" Ucap Letty dengan nada memelas.


"Soal itu bukankah lebih baik kita serahkan kepada takdirnya" Ucap Aleena yang di ikuti anggukan dari Elin.


"Huh kalian benar-benar" Ucap Letty dengan pura-pura kesal.


"Sudahlah jangan berdebat lagi, bagaimana ambil foto dulu sebelum acara di mulai" Ucap Disa.


"Baiklah, kak tolong fotoin kami ya" Ucap Aleena ramah pada tukang make-up pengantin itu.


Setelah acara foto selesai Disa diantarkan ke tempat pernikahan, Tuan Albert menjemput putrinya "Kau sangat cantik sama seperti ibumu" Ucap papa Disa yang membuat Disa menatap papanya.


"Aku rasa ibu lebih cantik" Ucap Disa.

__ADS_1


"Tentu saja dia wanita yang paling cantik yang pernah papa temui, meskipun papa mengkhianati nya dengan menikahi ibumu yang lain" Ucap tuan Albert


"Apa yang papa katakan, papa tidak mengkhianati nya mama pasti bahagia di sana melihat papa bahagia" Ucap Disa.


"Ya tentu tapi yang paling membuat dia bahagia tentu karena sekarang putrinya akan segera menjadi seorang istri dia tentu sangat bahagia di surga sana" Ucap tuan Albert dengan menggenggam erat tangan putrinya yang tersenyum mengangguk mendengar ucapan papanya.


Acara berjalan sangat lancar sehingga kini Erlan dan Disa sudah sah menjadi sepasang suami istri.


Semua orang datang memberikan selamat tak terkecuali Vano, Vano dengan tenang melangkahkan kakinya mendekat ke arah Erlan dan Disa, Erlan dengan sigap menghadang kedatangan Vano namun Vano tersenyum "Hei adik ipar apa yang kau lakukan kenapa menghalangi ku bertemu adik perempuan ku, aku hanya ingin mendoakan kalian dan meminta satu hal padamu " Ucap Vano serius.


Mendengar ucapan Vano sikap waspada Erlan sedikit menurun "Apa yang ingin kau minta" Ucap Erlan.


"Jangan pernah buat dia menangis karena jika sampai dia menangis aku dan papa akan membawa dia kembali pulang" Ucap Vano dengan wajah yang serius.


"Aku masih akan membuatnya menangis namun bukan tangisan pilu melainkan tangisan kebahagiaan dan saat itu terjadi kau tidak bisa membawanya pergi dariku" Ucapan Erlan mampu membuat Vano menarik ujung bibirnya dan melihat ke arah Disa.


"Kau menemukan laki-laki yang baik ya, aku jadi tenang untuk melepaskan mu" Ucap Vano yang mendapat anggukan dari Disa.


"Aku yang lebih beruntung mendapatkan wanita sehebat dirimu sayang" Ucap Erlan dengan penuh kasih sayang.


"Baiklah jangan bermesraan di depan ku, bisakah kita foto bertiga" Ucap Vano.


"Tentu" Ucap Disa bersamaan dengan Erlan.


Acara pernikahan Erlan dan Disa berlangsung sangat lancar hingga saat yang di tunggu-tunggu tiba yaitu acara lempar bunga, kedua mempelai sudah bersiap di tempatnya begitu pula dengan semua orang yang bersiap untuk menangkap bunganya.


"Apa yang kau lakukan di sini apa kau juga akan ikut menangkap bunga" Ucap Alister yang berada di samping Rocky.


"Haha untuk apa aku melakukan itu" Ucap Rocky tertawa membuat Alister menatap datar ke arah Rocky.

__ADS_1


"Lalu untuk apa kau berada di sini" Ucap Alister


"Ak.. aku hanya takut jika Aleena nanti terjatuh saat menangkap bunga jadi aku siap siaga di sini" Ucap Rocky sembari menahan gugupnya.


"Hah benarkah apa yang kau katakan itu" Ucap Alister menatap penuh keraguan.


"Tentu saja, bukankah kau yang di sini untuk menangkap bunga berhenti meledek ku" Ucap Rocky


"Hah aku, tidak aku sama dengan mu hanya khawatir dengan Elin " Ucap Alister langsung membuat ekspresi serius.


"Bisakah kau membuat alasan yang lebih baik jangan meniru! " Ucap Rocky yang membuat Alister menatap Rocky.


"Terserah jika kau tak percaya" Ucap Alister yang mulai berjalan lebih dekat kearah kerumunan tempat semua orang bersiap untuk menangkap bunganya.


Debat itu selesai begitu saja saat MC mulai menghitung mundur saat pelemparan bunga, saat ini semua mata tengah tertuju pada bunga yang Disa pegang " Satu, dua, ti.. tiga! " Teriak MC dan bunga pun mulai melambung tinggi di manakah bunga itu akan mendarat dan seseorang yang tanpa bersusah payah mendapatkan bunga itu begitu saja lalu tersenyum ke arah wanita nya.


"Haruskah aku menikahi mu besok untuk membuktikan kebenaran lempar bunga ini" Ucapnya sembari berjalan ke arah kekasihnya dan berlutut memberikan bunga itu padanya.


Semua orang bersorak melihat adegan romantis itu, "Apa kau berani menentang kedua kakak ku dan papa? " Tanya Aleena yang menerima bunga dari Rocky, ya orang yang mendapat bunga tanpa berusaha itu adalah Rocky.


"Kita nikah rahasia saja" Bisik Rocky yang sudah berdiri sehingga membuat Aleena tersipu.


"Itu tidak mungkin bisa om, apa kau lupa kau ini akan menikahi siapa" Ucapan Aleena mampu membuat seorang Rocky menghela nafas panjang.


"Tapi bagaimana ini aku benar-benar ingin menikahi mu sekarang" Ucap Rocky yang membuat Aleena akhirnya mencubit gemas lengan om Rocky.


"Au.. sakit apa kau akan membunuh calon suami mu sayang" Ucap Rocky lirih


" Berhenti bercanda semua orang menatap kita" Ucap Aleena.

__ADS_1


"Baiklah menikah nya nanti saja sekarang beri dp nya" Ucap Rocky yang langsung memeluk Aleena membuat semua orang yang sedari tadi menatap mereka bertepuk tangan.


__ADS_2