
"Kau tidak mimpi anak nakal, jelaskan padaku apa maksud nya ini! " Ucap Kenzo dengan wajah yang sangat serius membuat Alister bahkan kesulitan menelan ludahnya sendiri.
"Ma.. maksud apa papi" Ucap Alister bingung.
"Papi bukanlah lebih baik membiarkan mereka masuk terlebih dahulu ini sudah tengah malam pasti mereka kedinginan berada di luar seperti itu" Ucap mami Tina yang membuat Kenzo menghela nafasnya.
"Baiklah" Ucap Kenzo memberikan jalan.
"Terimakasih mami" Alister segera memeluk maminya itu.
"Sa.. salam kenal tuan nyonya nama saya Elin" Ucap elin mengenalkan diri dengan ramah dan sopan
Kenzo sekilas tersenyum seakan memberikan kesan baik terhadap Elin. "Salam kenal maka panggil saja aku paman Kenzo dan dia tante Tina kami orang tua Alister" Ucap Kenzo.
"Baik paman" Ucap Elin tersenyum
"Jadi kau bocah nakal jelaskan apa maksud nya ini! kenapa kau malah pulang ke keluarga mars bukan ke rumah sendiri dan lagi kau bahkan tidak memberitahu ku kau ada di sini " Ucap Kenzo dengan wajah yang kembali serius.
"Papi aku berencana untuk pulang aku hanya menunggu waktu yang tepat" Ucap Alister.
"Lalu kapan waktu yang tepat itu, katakan pada ku" Ucap Kenzo.
Alister menghela nafasnya dan berjalan mendekat ke arah Elin, Alister menggenggam tangan Elin dan tersenyum menatap Elin yang sekarang wajahnya amat tegang karena situasi yang terjadi. "Aku pikir akan membiarkan Elin pulih dulu dan mengajaknya bersama ke keluarga Wiguna untuk mengenalkan nya pada semuanya, namun karena papi sudah di sini aku akan mengenalkannya sekarang" Ucap Alister serius namun Elin yang merasa tidak percaya diri karena mukanya dia ingin melepaskan genggaman tangan Alister dan menggeleng kecil dia takut orang tua Alister tidak mau menerimanya karena bekas luka yang ada di wajahnya.
Namun Alister tidak goyah dia tetap menggenggam erat tangan Elin "Jangan khawatir" Bisik lirih Alister kepada Elin mencoba menenangkan Elin.
"Jadi apakah Dia calon adik ipar ku" Ucap Fiona yang baru turun setelah mendengar keributan sebelumnya Fiona dan aric pergi untuk menidurkan Cintya dan Marvel.
"Ya, papi mami perkenalkan Dia elin, dia adalah wanita yang aku cintai aku ingin menikahinya setelah pengobatan nya selesai, jadi aku meminta restu kalian" Ucap Alister dengan wajah yang serius.
Suasana menjadi tegang setelah Alister mengungkapkan keinginannya, di sisi lain Elin benar-benar khawatir akan pendapat keluarga Alister padanya apa lagi setelah melihat kakak dan ibunya Alister yang terlihat sangat cantik membuat Elin merasa insecure pada diri nya sendiri.
Mami Tina mendengar itu langsung menghampiri Elin dan memeluknya sebentar "Nak apakah kau juga mencintai putraku? kau terlihat gelisah" Ucap Tina yang melihat Elin nampak gelisah.
Mendengar pertanyaan ibunya Alister menatap Elin dan tersenyum.
"Tentu tante, saya sangat mencintai nya" Jawab elin mantap.
__ADS_1
"Akun lega mendengar nya terimakasih karena kau sudah mau mencintai putra ku ini, terimakasih Elin" Ucap lembut Tina yang memeluk Elin kembali.
"Tante tidak keberatan? " Ucapan Elin membuat Tina menatap Elin.
"Keberatan untuk apa? "
"Me.. menerima wanita seperti ku ini" Ucap Elin yang mencoba menutupi luka di wajahnya.
"Apa yang kau katakan Elin, kau wanita yang cantik bahkan senyum mu sangat manis dan aku tau hatimu sangat baik kau bahkan bisa menerima putra ku ini" Ucap lembut nyonya Tina membuat elin merasa hangat dan di Terima.
"Tapi bekas luka ini" Elin masih terlihat insecure.
"Kenapa? kau saja masih terlihat sangat cantik dengan bekas itu bagaimana nanti jika bekas luka itu menghilang sepenuhnya kau pasti akan menjadi wanita tercantik di keluarga Wiguna " Ucap Fiona yang menghampiri Elin dan memeluk Elin.
"Te.. terimakasih " Ucap Elin
"Sama-sama, hahaha menyenangkan akhirnya aku memiliki adik perempuan, Elin lain kali kita harus pergi jalan-jalan bersama benarkan mami"
"Hmm benar mami setuju, tapi ini sudah malam jadi lebih baik ayo kita beristirahat" Ucap Tina.
"Baiklah papi kita juga harus segera tidur" Ucap mami Tina sembari mendorong pergi Kenzo yang terlihat Kenzo masih ingin mengomeli Putra nya itu. "Alister kau juga segera pergi tidur " Ucap mami Tina memperingatkan.
"Baik mami"
"Selamat malam elin" Ucap Tina lalu pergi bersama suaminya.
Kali ini tinggal Alister dan Elin, Elin menatap Alister "Kenapa kau mengatakan nya"
"Mengatakan apa? " Tanya Alister
"Tentang hubungan kita"
"Memangnya ada yang salah dengan apa yang aku katakan, Elin aku serius denganmu tentu aku sudah berfikir untuk mengenalkan mu pada keluarga ku dan mereka sudah jauh datang kesini jadi wajar saja jika aku ingin memperkenalkan mu dengan baik"
"Aku tau tapi hanya saja aku"
"Hah sayang sudah jangan di pikirkan mereka juga sudah menerimamu mereka menyukaimu meski dengan ini jadi jangan lagi merasa dirimu kecil, mengerti" Alister mengusap lembut bekas luka di wajah Elin.
__ADS_1
"Aku mengerti" Elin tersenyum perlahan-lahan wajah Alister mendekat ke wajah Elin sampai jarak mereka semakin dekat tiba-tiba "Ekhm-Ekhm apa kami datang di saat yang tidak tepat" Ucap Rocky yang membuat Alister segera mundur dan menatap ke arah suara yang sangat Alister kenal itu.
"Apa yang kau lakukan di sini " Ucap kesal Alister yang kehilangan kesempatan lagi dengan Elin.
"Hah kenapa ini rumah nenek ku memangnya aku tidak boleh ke sini" Ucap Rocky.
"Kak Alister bisa meneruskan nya kami tidak akan mengganggu kami hanya lapar setelah penerbangan panjang " Ucapan Aleena yang membuat Elin tersipu.
"Aleena kau datang" Ucap Elin yang segera menghampiri sahabat nya itu.
"Iya, bagaimana kondisi mu sekarang" Ucap Aleena memeluk sahabatnya itu.
"Seperti yang kau lihat, aku sangat baik" Ucap Elin
"Syukurlah"
"Jadi kalian kemari untuk menemui Elin? "
"Itu benar tapi tidak hanya itu aku ke negara ini untuk menjemput Dion dan Rafael dan kembali ke negara A" Ucap Rocky.
"Kembali? jadi kau akan segera kuliah Aleena" Tanya Elin.
"Tidak aku akan membantu om Rocky dulu, sembari menunggu mu kita sudah cuti bersama bukan jadi kita akan kembali kuliah bersama nanti jangan khawatir aku tidak akan meninggalkan mu dan menjadi dokter lebih dulu" Ucap Aleena yang tau persih akan maksud perkataan sahabat nya itu.
"Terimakasih Aleena, aku sangat senang memiliki sahabat seperti mu" Ucap Elin
"Sama-sama aku juga" Ucap Elin.
"Jadi apa kau akan membangun bisnis di negara A? " Tanya Alister.
"Tidak aku hanya akan menghidupkan kembali sebuah bar yang mati"
"He, jadi kau benar-benar akan jadi bartender seutuhnya" Ucap Alister
"Mungkin " Jawab Rocky.
"Ya dia akan menjadi bartender dingin yang menjerat ku" Ucap Aleena sembari mengedipkan sebelah matanya kepada Rocky membuat Rocky tersenyum senang, sedangkan Alister merasa geli melihatnya.
__ADS_1