
"Ini semua salahku karena sebenarnya orang yang menculik Elin, kak Letty dan kak Disa adalah-"
Duaaarrrrr... suara ledakan terdengar dari gedung tak terpakai tempat dimana Elin, Letty dan Disa berada "Gawat, ceritanya nanti saja " Ucap Erlan yang merasa khawatir pada adiknya.
Alister pun merasa takut akan terjadi hal buruk kepada Elin, Alister tak kalah kencangnya berlari di ikuti Natan dari belakang.
Rocky menepuk kepala Aleena "Ayo" Ucap Rocky yang mendapat anggukan dari Aleena.
Alister segera menyuruh anak buahnya untuk mengepung gedung itu, Alister dan Erlan sama cepatnya mereka segera masuk.
Alister dan Erlan berlari berpencar untuk menemukan ketiganya.
Rocky pun segera masuk untuk membantu mencari, Aleena akan masuk namun saat dia sudah di dalam tiba-tiba handphone nya berbunyi, Aleena melihat lagi-lagi pesan dari ponsel Aleena.
Isi pesan: Datang sendiri ke gedung sebelah kiri sekarang!. Atau mereka semua akan mati.
Aleena membulatkan matanya, ternyata boom itu hanya sebuah pengalihan, orang itu sudah mengawasi kedatangan mereka.
Setelah membaca pesan itu, Aleena perlahan keluar dengan hati-hati agar tidak di ketahui Rocky dan lainnya.
Setelah berhasil keluar Aleena segera berlari dan mencari keberadaan Elin, Letty dan Disa.
Aleena berjalan ke gedung semakin dalam, dia mencari ke setiap kamar dong gedung tak terpakai itu, Aleena mencari di lantai satu, lantai dua.
__ADS_1
Dia masih belum menemukan Elin dan lainnya, Handphone Aleena berbunyi lagi.
Isi pesan: Ale kau terlalu lama! apakah kau sengaja? aku tau kau tidak menyayangi mereka kau ingin mereka mati bukan?.
Isi pesan itu membuat Aleena gemetaran dan dengan reflek menggelengkan kepalanya "Tidak tidak jangan lakukan itu lagi tidak" Ucap Aleena yang berusaha untuk terus melangkah meski bayangan lampau menghantui Aleena.
Di sisi orang bertopeng.
"Berlari lah! pada akhirnya kalian akan mati di tanganku! " Ucap orang itu melempar ke arah Disa namun Letty mendengar suara pisau meluncur Letty melirik dan mendorong disa membuat disa terjatuh.
"Haha kau lumayan juga! aku jadi bersemangat untuk membunuh kalian" Ucap orang itu yang masih mencoba menangkap Disa dan Letty namun karena tindakan Letty seperti nya orang itu lebih tertarik untuk memburu Letty.
Letty ingat dirinya masih memiliki pistol yang Rocky berikan, Letty tanpa ragu memberikan pistol itu, namun sayangnya peluru Letty tidak mengenai orang itu satu pun karena Letty tidak tenang dan begitu panik tangannya juga bergetar karena takut.
"Hahaha, menarik-menarik kau ternyata bisa membidik tapi sayang kau terlalu lemah! " Dia mencengkram leher Letty mengangkat Letty perlahan dan melemparkan nya.
"Letty" Teriak Disa dengan air mata yang tidak bisa dia bendung, Disa sangat ketakutan.
"Ukhuk.. ukhuk.. Berisik! aku tidak akan membiarkan kau membunuh kami! " Ucap Letty yang memegangi dadanya dan berusaha bangkit setelah tubuh lemahnya terlempar ke tembok.
"Sangat menarik hahaha, kau gadis lemah ingin melawan ku, baiklah aku akan memperlambat kematian mu! itu sebagai hadiah karena kau telah menghibur ku" Ucap orang bertopeng itu.
Letty akhirnya berdiri dengan tegap, dia bersiap dengan tangan nya yang mulai mengepal, Letty akan berusaha untuk melawan orang bertopeng Itu sampai Natan dan yang lainnya datang, Letty mempunyai firasat Natan dan Rocky akan datang seperti biasanya untuk menolongnya, yang bisa dia lakukan kali ini adalah mengulur waktu agar dia saja yang terluka bukan Disa dan Elin.
__ADS_1
"Letty jangan lakukan kau tidak akan menang" Teriak Disa, dia terlalu pengecut dan takut untuk menghadapi Orang bertopeng itu.
"Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja cari cara untuk keluar dari sini dan mencari bantuan" Mendengar ucapan Letty orang itu semakin bersemangat dia tertawa sekencang-kencangnya.
"Hahahaha, bodohlah kalian! ruangan ini sudah aku kunci! dan aku tanami boom, jika kalian membuatku tidak senang kalian akan mati! " Ucapan orang bertopeng itu membuat Disa lemas dia takut sangat takut seumur hidupnya baru kali ini dia menghadapi keadaan dan orang yang sangat mengerikan begini.
"Sudah ku bilang aku tidak akan membiarkan kami mati! " Ucap Letty yang langsung memberanikan dirinya menyerang orang bertopeng itu.
Orang itu menangkis semua perlawanan Letty yang masih amatir itu, membuatnya bosan "Kau terlalu lemah! " orang itu kemudian serius bertarung dengan Letty membuat Letty di pukul dan di hajar sampai dia tergeletak babak belur saat orang itu akan menginjak tubuh Letty yang sudah terkapar lemah Disa berusaha mencambuk orang itu namun cambukan nya lemah.
Sedangkan Elin yang berhasil di bebaskan mengambil pisau yang di lempar orang itu tadi, Elin langsung berusaha melindungi Letty.
"Heh kalian lumayan menarik tapi kalian masih tidak pantas dengan Aleena! " Ucap orang itu yang terlihat semakin marah, saat Disa mencambuk lagi dia menarik cambuknya membuatnya terlepas dari tangan Disa.
"Inikah yang kau sebut mencambuk, biar aku ajari! " Ucap orang itu yang langsung tanpa ampun mencambuk Disa tanpa ampun membuat Disa terkulai lemas tak berdaya sama dengan Letty.
"Wanita seperti kalian ingin melawan ku! dalam mimpi pun kalian tidak akan menang bodoh! " Ucap Orang bertopeng itu.
Elin mengacungkan pisaunya ke arah Orang bertopeng itu namun orang itu dengan cepat menendang Elin dan membuat pisau itu terlepas dari tangannya "Hah kau bahkan lebih lemah, tapi kenapa Aleena bisa bersama mu! tertawa dengan mu berjalan denganmu makan bersamamu belajar dengan mu, kau tidak pantas" Orang itu mengambil pisaunya dan berjalan mendekat ke elin yang terjatuh karena tendangan orang itu tadi, "Aku paling membencimu! aku sangat membencimu! akan ku robek mulutmu yang pernah tertawa dengannya aku tidak akan membiarkanmu Elin! " Ucapnya sembari mengacungkan pisau ke arah Elin
Elin memundurkan tubuhnya dan berusaha untuk berdiri namun kakinya terasa lemas dia benar-benar ketakutan dan amat sangat takut. Jleb pisau itu menancap sempurna ke tangan Elin darah segar mulai terkucur, Elin ketakutan kesakitan Akkhh Hhhhh teriakan penuh dengan rasa sakit itu terdengar dari Elin.
"Sekarang saatnya aku menghancurkan wajah bahagia mu itu, beraninya kau tertawa dengan Aleena aku tidak akan membiarkannya" Ucap orang bertopeng namun setelah itu Elin tidak diam saja dia memundurkan tubuhnya dan mencoba berdiri dia berlari "Aku tidak boleh mati di sini, Tuan Alister tolong aku" Tanpa sadar Elin memanggil nama Alister dengan kencang "Alister bodoh! tolong aku!!! " Teriak Elin dengan air matanya dia berusaha untuk kabur ke arah jendela.
__ADS_1