
"Disa beberapa hari ini aku merasa aku benar-benar sudah gila aku melakukan banyak hal gila untuk memastikan perasaan ku dan sekarang aku sudah yakin tentang hal aneh yang menyerang hatiku, Disa aku menyukaiku maukah kau menikah denganku? jika iya ambil balon berwarna merah jika tidak kau bisa ambil yang berwarna putih" Mendengar ucapan Erlan Disa sangat terkejut.
"Apa kau serius? " Tanya Disa menatap Erlan.
"Ya aku sangat serius, jadi berikan aku jawabanmu "
" Apa kau benar-benar ingin tau jawabanku? " Tanya Disa
"Ya jadi apa jawaban mu" Ucap Erlan dengan tatapan penuh arti menatap Disa yang mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Erlan.
"Tuan Erlan apa kau ingat seberapa dulu kau membenciku? "
"Aku tidak pernah membencimu" Jawab Erlan dengan wajah yang serius.
"Heh benarkah lalu apa kau ingat bagaimana dulu kau memberikan banyak kata-kata kejam padaku"
"Saat itu aku benar-benar bodoh, jadi aku mohon untuk mu memaafkan kebodohan ku" Ucap Erlan dengan tulus dan sungguh-sungguh.
"Lalu apa kau pikir aku akan memaafkan kebodohan mu itu"
"Aku tau memaafkan ku itu sangat sulit tapi aku berjanji tidak akan mengulangi kebodohan ku lagi"
"Tapi sepertinya aku tidak akan memafkan kebodohan mu itu tapi aku akan mengingat nya karena kebodohan itu yang mampu membuat mu tidak hilang dari ingatanku dari kebencian itu membawaku perlahan menepi dan berubah " Ucapan Disa terhenti saat Disa sudah berhadapan dengan Erlan, tangan Disa mulai ingin meraih balon di tangan Erlan, Erlan terlihat sangat gugup dan mulai menghela nafasnya perlahan dalam hati Erlan tengah berdoa agar Disa mengambil balon berwarna merah. "Menjadi cinta, oppa saranghae" Ucap Disa yang mengambil balon merah di tangan Erlan dan menerbangkannya seketika setelah balon itu di terbangkan Helikopter itu menurunkan ribuan kelopak bunga mawar merah dan mulai terbang menjauh.
Semua orang tersenyum dengan adegan yang biasanya hanya ada dalam film itu semua bersorak dan bertepuk tangan.
Sedangkan Erlan segera memeluk Disa "Terimakasih sudah menerima ku" Bisik lirih Erlan.
Sedangkan Vano yang melihat langsung adegan itu hanya bisa berusaha mengubur perasaan yang baru dia sadari itu dan berharap adiknya bahagia 'Semoga kau bahagia disa' Ucap nya dalam hati
Letty dan Aleena saling peluk karena adegan romantis itu, Letty terharu sahabatnya itu akhirnya mendapatkan kekasih yang benar-benar mencintai dan layak untuk nya.
__ADS_1
Sedangkan Rocky berusaha untuk menjauhkan Letty dari Aleena "Jangan memeluknya! hentikan Hei lepaskan" Ucap Rocky yang sibuk sendiri dengan kecemburuan tak bertepi nya.
"Dasar kau bartender dingin pelit dan pencemburu rasakan ini" Ucap Letty yang dengan sengaja memeluk Erat Aleena untuk menambah amarah Rocky.
"Kau benar-benar ingin membuatku marah hah Letty lepaskan" Ucap Rocky dengan kuat menarik Aleena lepas dari pelukan Letty.
"Dasar bartender pelit! " Ucap Letty kesal saat Aleena berpindah ke pelukan Rocky.
Setelah acara heboh itu berlangsung Letty dengan sigap mendudukkan Disa dan Erlan di ruangan Disa, sedangkan Aleena dan Rocky memilih kembali ke bar miliknya untuk mempersiapkan semuanya agar bisa segera beroperasi kasino berkedok bar itu.
Letty menatap serius ke arah Erlan "Tunggu dulu apa yang terjadi kenapa kau tiba-tiba meminta Disa menjadi kekasihmu! apa kau menyembunyikan sesuatu? " Tanya Letty menginterogasi.
"Siapa yang kau bilang menyembunyikan sesuatu hah" Ucap Erlan tidak Terima dengan ucapan Letty.
"Bukankah ini aneh, sebelumnya di bandara kau berkata sekejam itu dengan Disa apakah ada orang bisa jatuh cinta dengan waktu yang singkat" Ucap Letty.
"Ada kau melihat nya sekarang, awalnya aku memang merasa ada hal aneh terhadap ku aku sudah melakukan rangkaian tes dan hasilnya" Erlan mengeluarkan Handphone nya menunjukan nya kenapa Letty.
"Ya aku melakukan nya mau bagaimana lagi tidak ada orang yang mengerti cinta di sekitar ku jadi aku melakukan nya" Ucap Erlan yang terlihat menahan malu.
"Apa kau tidak pernah berpacaran? apakah perlu melakukan tes online seperti ini untuk memastikan perasaan mu padaku " Tanya Disa melihat Erlan.
"Aku hanya tau menyukai aku tidak pernah merasakan hal seperti ini, hanya dengan mu saja aku merasa diri sendiri sudah gila, aku benar-benar gila karena mu sayang" Ucap Erlan.
"Sa.. sayang jangan tiba-tiba memanggilku seperti ini" Ucap Disa yang tersipu malu.
"Lalu haruskah aku memanggilmu chagiya "
"Tidak-tidak panggil sayang saja" Ucap Disa spontan.
"Baiklah sayang" Ucap Erlan menggenggam tangan Disa.
__ADS_1
"Hentikan bermesraan nya, jadi apa kau benar-benar serius dengan Disa? " Tanya Letty.
"Tentu saja aku serius dengannya aku bermaksud akan segera melamarnya setelah Elin kembali bagaimana menurutmu sayang" Ucap Erlan yang masih belum terbiasa Disa dengar.
"Emm itu apa kau yakin akan secepatnya melamar ku bukankah kah itu terlalu cepat"
"Tidak aku ingin berpacaran dengan status sudah menikah denganmu apa kau keberatan? "
Disa tersenyum seakan Erlan adalah jawaban dari setiap doa Disa karena sebenarnya Disa selalu ingin merasakan hal yang di katakan Erlan berpacaran setelah halal. "Tidak aku tidak keberatan, tapi setelah menikah dan mengetahui sifat sifat buruk ku apakah kau akan tetap bertahan" Tanya Disa.
"Pertanyaan ini bukankah harusnya aku yang bertanya karena bagaimanapun seperti nya lebih banyak hal buruk dari ku di banding denganmu" Ucap Erlan.
Disa tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Tidak perduli hal buruk atau baikmu aku akan menerima semuanya" Ucap Disa dengan sungguh-sungguh.
"Benarkah, aku memang benar-benar beruntung mendapatkan mu terimakasih sayang " Ucap Erlan yang memeluk Disa dan mengecup keningnya membuat Letty memutar matanya jengah.
"Kalian berdua benar-benar serasi, teganya bermesraan di depan pasangan LDR kalian benar-benar kejam hah" Ucap Letty yang segera pergi keluar meninggalkan mereka berdua.
"Letty tunggu kita tidak bermaksud" Ucap Disa yang melepaskan pelukan Erlan dan ingin mengejar Letty namun langkahnya tertahan oleh Erlan yang memeluknya dari belakang. "Oppa kenapa menahan ku"
"Hahaha kau sepertinya menyukai panggilan ini, sayang apa kau menyukainya" Ucap Erlan yang membuat Disa bingung.
"Menyukai apa? " Tanya Disa yang masih belum sadar jika ada sesuatu yang melingkar di lehernya.
"Ini" Ucap Erlan menunjukan liontin yang ada di ujung lehernya.
"Ini bukanlah kalung milik ku di mana kau menemukannya? " Disa langsung melepaskan pelukan Erlan dan menatap ke arah Erlan.
"Aku menemukan nya di bandara dan mencari tau siapa pemiliknya, ini bukankah terlihat kita benar-benar jodoh yang di takdirkan bukan" Ucapan Erlan membuat disa tersenyum.
"Terimakasih karena sudah menemukannya" Ucap Disa yang tak bisa membendung air mata bahagia nya.
__ADS_1
"Jadi aku akan mengambil imbalan ku" Ucap Erlan yang perlahan mendekat kan wajahnya ke wajah Disa dan mereka pun berciuman ciuman yang sangat lembut dan intens.