Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 184


__ADS_3

Alister, Elin dan nenek Angel kini sudah berada di kediaman Mars.


"Alister apa kau benar-benar akan tinggal sendiri? " Tanya nenek Angel yang membuat Alister terdiam tentu saja teringat ucapan dokter Andreas.


"Emm nenek jika aku tinggal di sini apakah tidak masalah? " Tanya Alister.


"Tentu saja tidak, elin juga mungkin akan merasa lebih nyaman dengan tinggal dengan mu" Ucap Angel.


"Bagaimana menurutmu sayang? " Tanya Alister pada Elin


"Emm aku ikut dengan keputusan mu saja" Ucap Elin enggan memaksa Alister meskipun apa yang di katakan nenek Angel ada benarnya.


"Baiklah nek jika nenek tidak merasa keberatan aku akan tinggal di sini saja" Ucap Alister


"Keputusan yang bagus, kalau begitu ayo kita masuk elin perlu istirahat yang cukup " Ucap nenek Angel


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah kediaman Mars, di sana sudah ada pembantu yang menyambut ke datangan mereka dan juga mengantar mereka ke kamar masing-masing.


****


"Aleena kau datang"


"Iya tante, aku datang menemui kalian dan juga kak Natan"


"Natan, apa kau mengenalnya"


"Tentu, dia adalah teman om Rocky, oh iya tante aku dengar kak Natan akan menggantikan tugas paman Robby apakah benar"


"Sebenarnya tidak hanya itu aleena tapi kamu ingin menjadikan Natan sebagai keluarga kami" Ucap Tina


"Keluarga? maksud tante bukankah sekarang kak Natan dalam proses untuk menjadi keluarga black Drago"


"Perkataan mu itu sangat benar Aleena Natan dalam proses masuk dalam keluarga black Drago tapi mami dan papi bukan hanya ingin menjadikan Natan anggota black Drago saja"


"Maksudnya apakah tante ingin mengangkat kak Natan menjadi anak angkat paman dan tante" Pertanyaan Aleena itu mendapatkan anggukan dari kedua wanita cantik di hadapannya.


"Hmm tebakan mu itu benar, tapi papi masih belum yakin seratus persen dengan Natan meskipun Alister sudah menjelaskan sifat dan kelakuan baik Natan, sepertinya itu belum cukup papi seperti nya ingin memastikannya sendiri" Ucap Fiona


"Tunggu jadi kak Alister sudah tau tentang ini? "


"Bukan tau Aleena Alister lah yang meminta itu kepada kami, aku awalnya sangat menentangnya namun Alister bilang dia anak yang malang namun juga baik jadi aku penasaran dan kemari untuk melihat nya ternyata dia sangat menarik mungkin mengangkatnya menjadi adik bungsu ku bukan ide buruk" Ucap Fiona

__ADS_1


"Apakah kak Natan tau tentang ini? " Tanya Alena serius.


"Tidak dia belum tau, selama papi masih ragu kemungkinan lebih baik kita sembunyikan dulu niat ini" Ucap Fiona


"Hmm, semoga saja paman kenzo segera mau mengangkat kak natan menjadi anak angkatnya" Ucap Aleena tulus.


"Semoga saja, tapi aku rasa perjalanan Natan untuk mencapai itu akan sangat panjang"


"Aku juga merasa begitu, tapi semoga kak Natan bisa melewatinya" Ucap Aleena.


Setelah perdebatan panjang akhirnya mereka semua keluar dari taman belakang dan berjalan menuju ruang tamu seperti nya mereka semua akan pergi.


"BEI apa kalian akan ke kantor? bagaimana dengan bekalnya apa perlu menyiapkannya? " Tanya Nyonya Tina berjalan mendekati suaminya.


"Tidak kami akan ke markas, sayang kau cukup siapkan makan malam saja ok" Ucap kenzo mengusap pipi istrinya.


"Baiklah aku mengerti" Ucap Nyonya Tina


sedangkan Aric sedang berpamitan kepada istrinya dengan mencium keningnya.


Rocky juga memilih ikut ke markas "Ale aku akan ikut ke markas black Drago aku ingin melihat Natan berlatih, bagaimana dengan mu apa kau akan tinggal atau ikut? " Tanya Rocky.


"Om aku akan ikut aku juga ingin melemaskan otot" Ucap aleena tersenyum memperlihatkan gigi rapinya.


*****


Tak terasa Letty dan Disa sudah berkaroke ria setelah mengganti bajunya hingga senja, Disa meluapkan emosinya dengan bernyanyi dan berteriak itu Membuatnya merasa sedikit lega.


Disa hampir satu jam menyanyikan lagu slow dan berganti dengan lagu metal, itu mungkin membuatnya merasa lega dengan beban di hatinya Letty pun setia ikut bernyanyi dan juga mendengarkan.


Terakhir Disa menyanyikan lagu black swan itu mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap mencintai dirinya sendiri dan tak terpengaruh untuk apapun.


"Haruskah kita pergi sekarang? " Tanya Letty saat mereka sudah menyelesaikan waktu mereka untuk ber-karoke.


" Tentu hah, aku sangat lapar" Ucap Disa tersenyum ke arah Letty dia sekarang sudah sedikit merasa lega.


"Baiklah, apa yang ingin kau makan? " tanya Letty pada sahabatnya itu.


"Daging atau seafood" Tanya balik Disa pada Letty.


"Keduanya tidak buruk bagaimana" Senyum Letty pada disa.

__ADS_1


"Tidak masalah tapi jika kesehatan mu bermasalah jangan salahkan aku ya nenek Letty hahahaha" Disa tertawa di ikuti dengan Letty yang awalnya menggembungkan pipinya seakan kesal namun Disa dengan sigap memeluknya dan akhirnya mereka tertawa bersama karena mendengar candaan Disa itu.


Letty dan Disa makan malam bersama di sebuah restoran yang menyediakan menu-menu yang mereka inginkan.


Di depan mereka berdua sudah ada banyak makanan enak yang tersaji dari daging hingga kepiting dan udang semua kolesterol sudah siap untuk di santap.


Mereka memakannya dengan lahap hingga mereka berdua merasa tidak sanggup lagi untuk makan "Ah semua lelahku menghilang makanan lezat benar-benar bisa memperbaiki mood hehe" Ucap Letty yang membuat Disa tersenyum mendengar nya.


Setelah mereka menyelesaikan makan malam nya Letty mengajak Disa pulang namun disa ingat malam ini dia harus kembali ke rumah orang tuanya. "Haruskah kita pulang? " Tanya Letty


"Hmm aku akan pulang ke rumah orang tuaku aku sudah berjanji pada mereka" Ucap Disa.


"Kau yakin? " Tanya Letty khawatir.


Disa mengangguk "Tidak masalah, aku yakin" Ucap Disa dengan wajah yang berusaha meyakinkan Letty.


"Baiklah jika kau bersikeras" Ucap Letty yang hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Disa.


Letty akhirnya mengantarkan Disa ke rumah orang tuanya, baru sampai terlihat sang mama keluar karena mendengar bunyi mobil "Disa kau pulang" Ucap mama Disa dengan senyum menyambut kedatangan putrinya meski putri sambung.


"Hmm iy ma" Disa yang baru saja keluar langsung menghampiri Mamanya.


"Letty tidak ikut menginap " Tanya mama Disa.


"Tidak usah tante, Letty langsung pulang saja" Ucap Letty sembari tersenyum.


"Baiklah lain kali kau juga harus menginap ya" Ucap mama Disa.


"Baik tante" Letty segera mengemudikan mobilnya dan pergi, disa dan mamanya juga segera masuk.


Papa Letty terlihat senang melihat putrinya pulang ke rumah. "Ayo sayang kami menunggu mu untuk makan" Ucap papa Disa dengan penuh kasih sayang


"Pa, Disa sudah makan papa dan mama makan saja Disa akan pergi ke kamar" Ucap Disa yang sebenarnya ingin menghindari makan bersama Vano.


"Papa sengaja menunggu mu untuk makan malam apa kau tidak kasihan dengan mereka yang ingin makan bersama anaknya" Ucap Vano yang melirik sekilas Disa.


"Vano hentikan, jangan memaksa adikmu untuk makan jika dia sudah makan" Ucap lembut mama Disa mencoba menutupi kesedihan nya karena tidak bisa makan bersama putrinya.


"Maafkan Disa, kalau begitu Disa akan kakan sup buatan mama ini saja kebetulan Disa merasa dingin" Ucap Disa yang akhirnya duduk di samping Vano dan mengambil sup di mangkuk kecil.


"Baiklah ayo kita makan, sudah lama sekali kita bisa makan berempat lagi seperti dulu" Ucap Papa Disa yang merasa sangat senang.

__ADS_1


Sedangkan Vano terus melirik ke arah Disa dan Disa tentu saja menghindari untuk melihat ke arah Vano.


__ADS_2