Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 138


__ADS_3

"Di mana sikat gigi baru untuk ku! " Ucap Arion tanpa rasa bersalah menganggu adegan romantis antara Rocky dan Aleena.


Rocky menghela nafasnya 'Aku punya firasat buruk tentang ini' Menatap Arion yang berada di depan pintu kamarnya.Rocky lagi-lagi menghela nafasnya "Biar aku ambilkan! " Rocky terlihat sangat kesal.


Setelah mengambilkan sikat gigi untuk Arion, Arion kembali ke kamar Rocky, Rocky memilih duduk di sofa Aleena pun mengikuti langkah Rocky dan duduk sebelah Rocky "Om kau terlihat sangat tertekan, apa ada masalah? " Tanya Aleena yang melihat ke arah Rocky yang sedang mengusap kasar wajahnya.


'Masalahnya adalah kakak mu' Jawab Rocky dalam batinnya saja, dia tidak mungkin mengatakan itu langsung kepada Aleena. Rocky memilih tidak menjawab dan langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Aleena membuat Aleena terkejut dan langsung melihat ke arah kamar Rocky.


"Om nanti ada ka-" Aleena tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena langsung di potong oleh Rocky.


"Biarkan aku mengisi tenaga ku" Jawab Rocky yang mulai memejamkan matanya, Aleena juga hanya bisa pasrah karena melihat wajah lelah Rocky.


Aleena mengusap kepala Rocky dengan lembut membelai rambut Rocky dan menatap wajah Rocky yang semakin tampan saat dia menutup matanya begitu teduh membuat Aleena tersenyum sendiri.


Aleena mengusap pipi Rocky membuat tangan Rocky menghentikan usapan tangan Aleena kemudian Rocky membuka matanya sejenak lalu tangan Rocky yang satunya meraih kepala Aleena perlahan membuat wajah mereka saling berdekatan Rocky bersuara dengan suara seraknya lirih begitu menggoda "Berikan aku vitamin yang tertunda" Ucapannya itu di tutup dengan ciuman dari Rocky, Aleena tentu tidak bisa menolak ciuman lembut yang menggoda nya itu.


Mereka berciuman cukup lama, sampai Aleena hampir kehabisan nafasnya Rocky menyadari itu dan melepaskan ciuman mereka, baru di lepas beberapa detik Rocky sudah tidak tahan dan melahap lagi bibir manis Aleena itu sampai suara pintu terbuka "Rocky di mana sisir mu! "


Mendengar suara Arion itu membuat Rocky kesal dan tidak ingin melepaskan ciumannya dengan Aleena namun Aleena takut dan malu jika ciuman mereka di ketahui Arion, Aleena dengan panik menggigit bibir Rocky dan mendorong Rocky hingga jatuh tepat saat Arion menutup pintu.


Bruuukkkkkk Arion menatap ke arah sofa dan melihat Aleena yang duduk di sana dan melihat Rocky yang terjatuh di lantai "Apa yang kau lakukan di lantai? " Tanya Arion.


"Sedang mengepel! " jawab Rocky kesal dan terbangun matanya melirik ke arah Aleena lirikan yang begitu tajam membuat Aleena menelan ludahnya dengan susah payah.

__ADS_1


"Ha! apa yang kau katakan" Arion sama sekali tidak mengerti dengan jawaban Rocky itu.


"Sudahlah kau kenapa mencari ku" Rocky tidak menghilangkan ekspresi kesal di wajahnya.


"Sisir mu ada di mana" Ucapan Arion itu semakin membuat Rocky kesal dan merasa Arion itu sedang sengaja mengerjai nya dan mengganggunya sebagai balasan Rocky yang telah memisahkan dia dengan Olivia.


"Bisakah kau menggunakan matamu! " Ucap Rocky yang langsung berjalan melewati Arion, Arion melihat ada luka di bibir Rocky.


"Bibirmu kenapa?" Ucap arion membuat Aleena menundukkan wajahnya


"Di gigit nyamuk" Ucapan Rocky yang langsung berjalan masuk ke dalam kamar tak butuh waktu lama Rocky sudah menemukan sisir yang sebenarnya tidak berpindah tempat berada di dekat cermin.


"Nyamuk di sini bisa membuat luka gigit seperti itu, mengerikan" Ucapan Arion singkron dengan kedua pundaknya yang di angkat seakan bergidik ngeri.


Kemudian Rocky mengambil kesempatan dia mendorong Aleena yang duduk di sofa menjadi tertidur di sofa " Apa hukuman untuk gadis nakal yang mengigit bibir suaminya sendiri hah! " Ucap Rocky menatap Aleena serius.


"Ma.. maaf aku terlalu panik om" Ucap Aleena terbata-bata.


"He, maaf saja tidak akan menyembuhkan sakit di bibirku" Ucap Rocky sengaja untuk memancing rasa bersalah Aleena.


Aleena mengusap bibir Rocky yang terluka dan perlahan meniupnya membuat Rocky tersenyum menyeringai "Sakit sakit pergilah" Ucapan Aleena ini seperti orang tua yang sedang menghibur anak kecil yang sakit "Bagaimana apakah sakitnya sudah berkurang"


"Tidak berkurang sama sekali" Ucap Rocky dengan wajah yang memperlihatkan ekspresi kesal dan juga marah. "Sepertinya aku harus menghukum m-" Baru saja Rocky ingin menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Aleena menarik wajah Rocky dan mencium bibir Rocky tentu saja Rocky tidak melepaskan kesempatan yang sudah dia tunggu-tunggu.

__ADS_1


Rocky mencium Aleena dengan ganas Aleena juga mulai terbawa dengan ciuman Rocky yang seakan tidak ada waktu lagi dia mencium Aleena dengan penuh gair*h.


Perlahan tangan Rocky mulai berjalan ke bukit kenyal yang begitu pas di tangannya, perlahan ciuman itu menjadi sangat panas.


Rocky tidak melepaskan kesempatan untuk lidahnya untuk berdansa di dalam sana, rasa geli dan nikmat merasuk kedalam tubuh Aleena membuat Aleena merasa tubuhnya semakin panas.


Rocky pun merasakan hal yang sama, Rocky melepaskan ciumannya dan berpindah ke leher Aleena, nafas Aleena mulai terengah-engah membuat Rocky semakin bersemangat.


Namun saat Rocky ingin memberikan tanda kepemilikan di leher Aleena, suara pintu di gedor terdengar "Rocky buka pintunya! apa yang kau lakukan hah! " Teriak Arion dari balik kamar. Membuat rasa nikmat Aleena menjadi rasa takut dia menatap Rocky yang malah menciumnya kembali.


Aleena sedikit memberontak agar Rocky segera melepaskan tangan dan bibirnya "Emmm emmm emm" Aleena juga memukul-mukul dada Rocky yang akhirnya membuat Rocky melepaskan kegiatan nya.


"Om apa yang kau lakukan" Tanya Aleena yang masih belum paham kalau Rocky dengan sengaja mengunci pintu kamarnya. '


"Tidak ada" Rocky membantu Aleena duduk dan mulai mendekat kan wajahnya ke telinga Aleena "Hukuman mu belum selesai" bisik Rocky yang membuat hati Aleena tak karuan.


Rocky berjalan ke arah Arion yang terus menggedor-gedor pintu "Rocky sialan buka pintunya " Mendengar ucapan Arion itu membuat Aleena sedikit paham dan ketakutan jika kakaknya akan marah kepada Rocky.


Namun Rocky sama sekali tidak terlihat takut dia berjalan begitu santai ke arah kamarnya dan membuka pintunya.


Setelah pintunya di buka Arion langsung mengangkat kerahasiaan baju Rocky "Kau sengaja mengunciku " Tanya Arion yang di balas senyum dengan Rocky.


Rocky perlahan melepaskan tangan Arion yang mencengkram kerahnya dan menatap Arion dengan tatapan yang serius "Aku tidak sengaja" Ucap Rocky yang sudah melepaskan kuncinya dari pintunya dengan cepat Rocky masuk dalam kamarnya dan mengunci pintunya.

__ADS_1


"Rocky kau benar-benar berani " Ucap Arion kesal telah di permainkan oleh Rocky


__ADS_2