Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 96


__ADS_3

"Apa yang tuan Alister lakukan? bukankah menyuruh semuanya turun? " Ucap Elin, Alister melihat wajah Elin yang sedikit basah seperti nya elin menangis.


Alister tidak mengatakan apa-apa dia tiba-tiba mendekat ke arah Elin, yang membuat Elin salah tingkah dan ingin mundur "Kau tidak panas? kalau begitu apa yang sakit" Tanya Alister yang ternyata mendekat untuk menyentuh dahi Elin.


"Tu.. tuan Alister tidak perlu tau, saya sakit apa? karena saya tidak ada hubungan apapun dengan anda tidak ada kewajiban saya untuk mengatakan nya" Ucap Elin yang segera mundur dan membuat jarak di antara mereka.


Alister menarik kembali tangannya dan menggenggam erat dia tidak suka jawaban yang keluar dari mulut Elin "Kau marah? " Tanya Alister.


Elin tersenyum, senyuman yang dia buat begitu sempurna bahkan orang yang melihat nya tidak tau kalau senyumannya itu palsu "Marah? untuk apa tuan bercanda? " Ucap Elin


"Syukurlah kau tidak marah? aku pikir kau mendengar ucapan ku dan salah paha-" Ucapan Alister di potong begitu rapi oleh Elin.


"Saya tidak perduli, karena saya tau kehidupan orang terpandang seperti anda itu seperti apa, memiliki banyak wanita untuk bermain-main itu biasa" Jawab Elin yang masih berusaha tenang meski hatinya terasa terkikis pelan-pelan.


"Elin kau salah paham, aku mengatakan itu supaya papa mu tidak memanfaa-" Lagi-lagi ucapan Alister di potong oleh Elin.


"Sudahlah tidak perlu menjelaskan tuan, saya mengerti betul " Ucap Elin yang bergegas ingin turun dari lift karena lift terbuka.


Alister terlambat dia tidak bisa mencegah Elin turun dan akhirnya dia harus berpura-pura tenang dan berjalan mengikuti Elin.


Elin mengatur nafas nya "Semua laki-laki sama tidak ada yang sebaik kakak " Ucap Elin yang akhirnya meneteskan air matanya meski hanya sedikit.


Elin tidak menyadari Alister mengikutinya sampai akhirnya Alister menarik Elin masuk ke mobilnya, Elin terkejut saat tangannya di tarik dan tanpa sadar dia mengikuti langkah Alister "Ikut denganku ada yang ingin aku bicarakan padamu"


"Tuan lepaskan saya, tidak pantas laki-laki yang sudah bertunangan menarik wanita lain seperti ini" Yah akhirnya Elin sadar akan posisi dirinya adalah bonekanya dan Aleena adalah pemiliknya, selamanya boneka yang akan di mainkan bukan memiliki.


Alister tidak perduli dengan usaha Elin dia segera menutup pintu mobil dan berputar menuju kursi pengemudi.


"Tuan buka pintu nya! " Ucap Elin yang tidak di dengar oleh Alister yang langsung melajukan mobilnya tanpa melihat ke arah Elin.


****


Saat ini Letty dan Disa berada di apartemen Letty yang dia sewa di sebelah apartemen Natan. "Apartemen ini apakah belum ketahuan oleh orang yang menyerang mu? bukankah lebih baik kau pindah dari apartemen ini Letty" Ucap Disa khawatir


"Seperti nya tempat ini belum di ketahui, bagaimanapun aku pernah tinggal cukup lama dan tidak pernah terjadi apapun saat aku tinggal di sini" Ucap Letty.


"Aku setuju dengan Disa, aku dan Disa aku rasa akan di awasi setelah ini lebih baik kau pindah apartemen saja bos"

__ADS_1


"Kau tidak suka aku tinggal di sini? "


"Hah bu.. bukan itu maksud ku bos, ak.. aku hanya khawatir saja jika dia menemukan mu kau akan dalam bahaya" Ucapan Natan itu mampu menenangkan Letty


'Dia khawatir padaku' Ucapnya senang meski semua itu hanya Ucapan dalam hati saja.


"Lalu aku harus pindah kemana? " Tanya Letty yang membuat Disa dan Natan berfikir


"Ini, sebenarnya bukan ide buruk namun kita harus mendapatkan persetujuan nya" Ucap Natan.


"Persetujuan siapa? " Tanya Letty.


"Rocky, aku rasa tinggal di samping apartemen Rocky akan lebih aman"


"Rocky, kalau begitu ayo kita bertemu dia sekarang" Ucap Disa


Natan menggaruk kepalanya yang tak gatal dia tidak yakin Rocky bisa di ganggu saat ini, karena Natan tau apa yang sedang Rocky lakukan "Soal ini, lebih baik jangan sekarang"


"Kenapa? apa kau lupa besok malam dia meminta Letty bertemu"


"Kau benar, ayo kita bertemu dengannya" Ucap Letty dan Disa yang serempak berdiri dari duduknya.


******


Rocky memeluk Aleena, namun masih tidak berkata-kata sampai akhirnya pelukan itu di lepaskan Rocky menatap Aleena "Sudah lama mati, maafkan kebodohan ku" Ucap Rocky tulus "Jadi maukah kau pulang dan meminta restu" Ucap Rocky


Aleena menghela nafasnya "Aku tidak mau pulang " Ucapan Aleena itu membuat Rocky terkejut


"Kenapa? apa aku sudah benar-benar terlambat? " Tanya Rocky.


Aleena menggelengkan kepalanya "Aku tidak ingin pulang sekarang, ada alasan yang tidak bisa aku jelaskan"


"Alasan apa Aleena? katakan padaku? " Tanya Rocky penasaran dia tidak menyangka Aleena tidak mau pulang bersamanya.


"Aku tidak mau mengatakannya, aku tidak mau pulang sekarang! " Aleena terlihat teguh dengan pendirian nya, membuat Rocky semakin penasaran.


"Apa alasannya karena kau tidak ingin membuat keluarga mu kecewa yang baru saja memberikan mu tunangan!" Ucapan Rocky mengandung amarah yang sangat terdengar jelas di setiap intonasi katanya.

__ADS_1


"Bu.. bukan begitu om, jangan berfikir terlalu banyak, pertunangan ku dan kak Alister juga bukan pertunangan yang sesungguhnya" Aleena keceplosan karena panik melihat Rocky marah kepadanya.


"Lalu katakan apa alasannya"


"Tidak sekarang"


"Aku ingin mendengar sekarang"


"Om jangan paksa lagi, atau kau mau aku memanggilmu kakak lagi "


"Kau mengancam ku? "


"Kenapa tidak"


"Hais sudahlah, kau memang gadis licik, sudah mendapatkan hatiku tapi tidak mau tanggung jawab"


"Aku akan tanggung jawab pada waktunya om" Ucap Aleena


"Kalau begitu beri aku kompensasi karena sudah mengecewakan ku" Canda Rocky namun Aleena tiba-tiba mendekat dan memberikan kecupan singkat di bibir Rocky.


"Sudah"


"Kompensasi apa itu, aku mau lebih" Ucap Rocky


"Le.. lebih? apa maksud mu om"


"Aku tidak mau kecupan aku mau seperti ini" Rocky mencium lembut bibir Aleena perlahan membasahi bibir itu dan mencoba menerobos masuk di dalam kedua lidah saling menari bertautan.


Ciuman itu berlangsung lama sampai akhirnya Rocky melepaskan ciuman itu secara perlahan terlihat kedua orang itu terengah-engah "Aku suka kompensasi ini" Rocky mengusap bibirnya dengan lidahnya membuat Aleena menelan ludahnya melihat tingkah sksi laki-laki di depannya itu.


Aleena segera menutupi wajahnya yang merah padam karena malu "Om kau mesum" Ucap Aleena.


"Apa kau bilang? mesum! sebaiknya kita pulang dan aku akan menunjukkan mesum yang sebenarnya" Ucap Rocky yang mengalah untuk tidak jadi pulang ke negara Aleena karena Aleena menolaknya.


"Berani menyentuh batasan kau akan habis oleh kedua kakak ku, om" Ucap Aleena mengancam Rocky.


"Aku tidak takut, aku malah menantikan mereka melawan ku" Canda Rocky.

__ADS_1


Sebenarnya saat ini di pikiran Rocky masih penasaran alasan apa yang membuat Aleena bersikukuh tidak mau kembali ke negaranya, Rocky merasa ada yang tidak beres jadi dia memilih mundur untuk diam-diam maju, 'Jika kau tidak ingin memberitahu ku, alasan kau tidak ingin pulang, aku akan mencari tau sendiri Aleena, jangan lupakan siapa aku sebenarnya' Rocky sedikit melirik ke arah Aleena yang masih menutup wajahnya


__ADS_2