
Malam ini Natan sengaja berada di rumah Disa, bukan karena ingin menemui Disa tapi karena Letty untuk sementara tinggal berdua di rumah Disa yang sudah di perketat dengan penjaga yang dia sewa dari Erlan.
Natan tengah duduk di taman belakang di temani lampu remang-remang Letty berjalan menghampiri Natan dengan dua cangkir kopi panas dengan brownies manis baru matang menemani di piring.
Letty meletakkan nya di atas meja, Natan menatap Letty dan tersenyum pikiran nya tengah menyimpan kenangan malam itu.
Letty duduk di samping Natan, Letty tak bersuara namun matanya diam-diam mulai memerah kembali memikirkan jika esok dia tidak bisa melihat lagi sosok yang ada di hadapannya malam ini.
Letty mencuri pandang dia tidak berani menatap Natan secara langsung dia takut tidak bisa membendung air matanya yang serasa tidak bisa di bandung saat di hadapan Natan.
Natan menghela nafasnya dan meraih tangan Letty membuat Letty tak kuasa untuk menatap Natan "Apa kau sedih aku pergi? " Pertanyaan itu membuat Letty berusaha untuk tersenyum.
"Bagaimana kelihatan nya" Ucap Letty di akhiri dengan senyum lebar namun di temani dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata.
Natan tidak bisa melihat kekasihnya itu yang seperti menahan kesedihan di hadapannya, Natan kemudian membawa Letty ke pelukannya, Natan juga tidak berbicara apapun kali ini dia hanya ingin memeluk erat Letty dan menyimpan itu semua untuk dia kenang selama dia jauh dari Letty, Natan terus mengecup pucuk kepala Letty membuat Letty tidak bisa membendung air matanya.
Mau bagaimana juga malam ini adalah malam terkahir mereka menikmati sinar bulan bersama.
Pelukan itu berlangsung sangat lama hingga kopi panas telah menjadi dingin Natan dan Letty keduanya tengah menyimpan kenangan untuk melepas rindu mereka kelak.
Natan merasa pakaian nya semakin basah dia perlahan melonggarkan pelukannya dia menatap wajah kekasihnya yang terus menunduk tidak kuasa menatap ke arahnya, Natan melepaskan pelukan mereka meraih dagu Letty dan mengadahkan wajah Letty untuk melihat nya, Natan melihat betapa wajah cantik Letty sudah di penuhi air mata, Natan mengusap air mata Letty dengan lembut "Jangan menangis sayang, aku pasti akan baik-baik saja dan kembali untuk menjadikanmu milik ku, simpan janji ini " Natan mencium Letty dengan lembut dan penuh kehangatan.
*****
"Apa kau sangat ingin tau? " Rocky memasang wajah yang membuat Aleena semakin penasaran.
__ADS_1
"Hmm hmm aku ingin tau" Ucap Aleena penuh dengan rasa penasaran.
"Aku akan memberitahu mu jika kau mencium ku" Ucap Rocky pada Aleena membuat Aleena menggembungkan pipinya.
"Om kau mulai seperti kakak mencari keuntungan" Ucap Aleena.
"Itu harus karena aku akan menjadi adik iparnya jadi aku harus banyak belajar dari kakak ipar ku" Gurau Rocky membuat Aleena semakin kesal.
"Huh terserah saja tidak mau memberitahu ya sudah" Ucapan Aleena yang ingin pergi meninggalkan Rocky namun Rocky dengan cepat menarik tangan Aleena membuat Aleena terjatuh di pelukan Rocky.
"Benarkah kau tidak mau tau? " Goda Rocky kepada Aleena agar Aleena kembali penasaran.
"Tidak" Ucap Aleena yang sudah kesal dan seperti nya malas bertanya lagi.
Dan pada akhirnya Aleena tergiur dengan godaan Rocky mau bagaimanapun Aleena adalah gadis yang baru tumbuh dengan rasa penasaran yang tinggi, Aleena mengecup pipi Rocky namun Aleena terjebak Rocky menahan posisi Aleena dan berbalik Rocky berhasil mencium bibir Aleena membuat Aleena kesal dan memukul-mukul Rocky pelan namun hal itu tidak menghentikan Rocky untuk terus mencium Aleena.
Ciuman itu berlangsung cukup lama sampai membuat Aleena yang tadinya kesal malah menikmati alurnya.
Rocky menyudahi ciuman itu Aleena menatap Rocky "Cepat katakan kenapa kak Arion ke kamar padahal dia bilang dia ingin makan" Ucap Aleena mengingatkan akan pertanyaan nya.
Rocky hanya tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Aleena "Dia ingin memakan kakak ipar mu secara online" Bisik Rocky yang membuat wajah Aleena memerah dan dengan refleks mendorong Rocky.
Aleena menggelengkan kepalanya karena setelah mendengar ucapan Rocky dia langsung memikirkan sesuatu "Om kau mesum" Ucap Aleena yang langsung pergi meninggalkan Rocky, namun Rocky sangat puas melihat ekspresi malu-malu Aleena itu.
"Dia benar-benar menggemaskan" Ucap Rocky yang memilih tetap duduk dan menatap Aleena yang sekarang sudah menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
Rocky menatap langit-langit apartemen nya banyak pikiran yang melintas di otaknya membuatnya terus menghela nafasnya "Apa yang aku punya untuk meyakinkan paman Rayyan apakah dia akan benar-benar merestui kami" Ucapan itu tiba-tiba keluar dari mulut Rocky, kegelisahan yang Rocky miliki ternyata bukan main-main, tiba-tiba Rocky merasa tidak pantas untuk mendapatkan Aleena.
Rocky memejamkan matanya dan membayangkan akan banyak hal di masa lalunya terutama dari asal usulnya yang dia tidak tau jelas bagaimana dia bisa menjadi cucu dari keluarga Mars.
"Hah Aleena" Rocky bergumam memanggil Aleena.
"Kenapa kau terlihat gelisah dan terus memanggil nama Adik ku" Suara Arion Itu membuat Rocky membuka matanya, Arion memberikan minuman kaleng pada Rocky.
Rocky menerimanya dengan wajah yang masih terlihat penuh beban "Arion" Panggilan Rocky itu membuat Arion menatap Rocky setelah dia mendudukkan dirinya di kursi di samping Rocky.
"Ha, ada apa? " Tanya Arion sembari membuka minuman kaleng di tangannya.
"Kau sudah menuntaskan dahaga mu? " Ledek Rocky di sela-sela ke galaunya.
"Berisik bukan urusanmu! " Ucap Arion yang tanpa sadar wajahnya sedikit memerah.
"Hahaha kau memang cinta mati dengan Olivia, kalian beruntung memiliki latar belakang sama-sama hebat tidak seperti ku" Ucapan Rocky itu membuat Arion menatap Rocky.
"Apa maksud perkataan mu itu! " Ucap Arion yang mulai mengerti arah pembicaraan Rocky sekarang.
"Arion apakah aku ini pantas untuk Aleena? bagaimana jika nanti paman tidak menyetujui kami" Ucap Rocky yang ikut membuka minuman kaleng di tangannya.
"Kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal itu" Ucap Arion meremehkan kata-kata Rocky.
"Apakah aku ini yang hanya cucu pungut mendapatkan Aleena yang seorang putri" Ucapan Rocky itu membuat Arion sadar jika Rocky benar-benar sedang dalam tekanan yang dia buatnya sendiri.
__ADS_1