
"Apakah aku ini yang hanya cucu pungut bisa mendapatkan Aleena yang seorang putri" Ucapan Rocky itu membuat Arion sadar jika Rocky benar-benar sedang dalam tekanan yang dia buatnya sendiri.
"Kalau begitu kau menyerah saja" Jawaban Arion itu membuat Rocky menatap ke arahnya melihat wajah dingin Arion dan terlihat ekspresi wajah yang tidak sedang bercanda. "Adik ku tidak perlu di miliki laki-laki pengecut" Tambah Arion lagi.
"Kau benar-benar tidak bisa menghibur orang lain" Ucap Rocky setelah menghela nafas panjangnya, dia sedikit tersadar mendengar ucapan Arion. Jika dia terus bersikap ragu-ragu seperti ini pada akhirnya dia akan kehilangan Aleena.
"Untuk apa aku menghibur mu" Jawab dingin Arion.
"Kau benar-benar kejam"
"Terimakasih" Jawab Arion
Rocky menghela nafas "Itu bukan pujian" Ucap Rocky pasrah.
Mereka mengobrol hingga malam semakin larut mata mereka semakin berat, alhasil mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
Rocky menatap langit-langit kamarnya ucapan Arion sangat menancap di hatinya membuat mencoba menata hati dan pikiran nya untuk tidak ragu untuk memiliki Aleena seutuhnya, mata Rocky perlahan-lahan menjadi berat dia terlelap dengan hati dan pikiran yang teguh untuk mendapatkan Aleena.
Di sisi lain
Natan dan Letty masih setia duduk memandangi rembulan yang semakin tertelan oleh gelapnya malam, dingin menyapa tubuh mereka namun Natan dan Letty seakan tidak memperdulikan semua itu, Letty dan Natan seakan tidak ingin tidur karena takut matahari akan segera muncul ketika mereka memejamkan matanya.
Disa yang khawatir dengan kesehatan Letty datang ke taman belakang tempat dua sejoli itu memadu kasih.
Disa perlahan berjalan dan melihat sepasang kekasih Itu yang tengah di buai asmara tercampur derita derita jarak.
"Ekhm, Letty sudah malam kau harus masuk" Ucap Disa yang sebenarnya tidak ingin menganggu mereka namun Disa khawatir dengan Letty.
Natan dan Letty yang masih berpelukan itu kemudian menengok ke arah Disa, Natan tersenyum "Benar kata Disa, angin berhembus semakin dingin kau harus masuk dan istirahat" Ucapan Natan itu langsung di balas pelukan yang semakin erat dari Letty dan juga gelengan kepala yang menunjukan Letty enggan pergi dari Natan.
__ADS_1
Disa tau betul sahabat nya itu tidak mau lepas dari kekasihnya itu, bagaimanapun mereka pasangan baru dan langsung di uji untuk berpisah, Disa menghela nafasnya "Kau sebaiknya juga masuk! " Ucap Disa menatap ke arah Natan dan langsung pergi.
Disa tidak mau memisahkan mereka hanya saja Disa tidak mau sahabatnya itu sakit lagi jika terkena begitu lama angin malam.
Natan mengecup pucuk kepala Letty "Bisakah kita pindah" Ucap Natan menatap paras cantik kekasihnya itu.
"Pindah, kemana? " Pertanyaan itu terlontar begitu saja membuat Natan menjawab jahil pertanyaan itu.
"Bagaimana jika ke kamarmu" Canda natan dengan sengaja mengedipkan matanya.
"Baiklah kita ke kamar ku" Jawaban Letty Itu sontak membuat Natan terkejut apalagi Letty langsung melepaskan pelukan nya dan menarik masuk tangan Natan, membuat Natan merasa bingung harus berkata apa.
Letty terus menarik Natan hingga hampir sampai di depan pintu tempat Letty biasa tidur saat di rumah Disa.
Natan segera menghentikan langkah nya membuat Letty juga ikut terhenti karena tidak bisa menarik natan lagi "Kenapa berhenti di sini, bukankah kau ingin ke kamarku" Tanya Letty dengan wajah yang terlihat serius membuat Natan tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika dia benar-benar mengikuti Letty masuk ke dalam kamarnya.
"Tidak tunggu sayang ak.. aku hanya bercanda" Ucap Natan terlihat gugup bagaimanapun Natan sudah berjanji dia tidak akan menyentuh Letty sebelum Letty menjadi miliknya secara sah.
"I.. itu aku benar-benar hanya bercanda sayang"
"Benarkah tapi kau terlihat menantikan nya " Ucap Letty dengan menatap mata Natan tak lama kemudian Letty tertawa terbahak-bahak karena tidak bisa menahan tawa karena melihat ekspresi Natan yang seakan bergulat dengan diri sendiri antara mau dan tidak mau.
"Kau menjahili ku! " Ucap Natan menarik hidung Letty karena kesal di permainkan oleh Letty.
"Sedikit" Ucap Letty tersenyum membuat Natan tidak bisa berkata-kata bak tersihir senyum manis Letty.
Natan tanpa sadar tersenyum "Kalau begitu tidurlah" Ucap Natan menyuruh Letty tidur karena mereka sudah tidak jauh dari pintu kamar Letty.
"Ayo kita tidur bersama" Jawaban Letty itu mampu membuat Natan membulatkan mata dengan sempurna.
__ADS_1
"Tidak-tidak aku sudah berjanji tidak akan menyentuh mu sebelum kita menjadi sepasang suami istri secara hukum" Ucap Natan terlihat sekali dia tengah gugup.
"Hei sayang, apa kau sedang berpikir kotor?, aku bilang tidur bersama kau tidur aku tidur kita tidak mungkin melakukan apa-apa saat tidur bukan" Ucapan Letty itu membuat Natan terdiam dan sedikit malu karenakan ucapan nya yang terdengar mesum.
Natan seketika berpikir apakah dia benar-benar bisa tidur saat Letty berada di Sampingnya, Natan segera menggelengkan kepalanya seperti nya itu akan sangat sulit "Tidak kau tidur saja, aku akan pulang" Ucapan Natan itu membuat Letty menunjukkan mimik wajah sedih membuat Natan merasa kasihan dengan kekasihnya itu namun dia tau dia tidak akan mampu menahan adik kecilnya jika mereka berada di kamar dan tempat tidur yang sama
"Apakah kau benar-benar akan pulang, tidak bisakah kau menginap? " Tanya Letty dengan tatapan penuh harap menatap Natan.
"Aku bisa saja menginap tapi aku tidur di sofa" Ucap Natan
"Kalau begitu aku juga akan tidur di sofa dengan mu" Ucapan Letty itu hampir membuat Natan tersedak ludah sendiri karena terkejut.
"Tidak boleh kau harus tidur di tempat tidur kau baru saja keluar dari rumah sakit tidur di sofa todak baik untuk tubuhmu" Jelas Natan.
"Tapi aku hanya ingin menghabiskan malam ini berdua dengan mu" gumam lirih Letty yang masih di dengar oleh Natan membuat Natan juga merasakan apa yang di rasakan Letty.
"Baiklah kalau begitu aku akan tidur di kamar dengan mu ta-" Natan tidak bisa menyelesaikan kata-kata nya karena di potong oleh Letty.
"Benarkah, kalau begitu ayo kita segera masuk" Ucap Letty sangat senang.
"Tu. tunggu dulu aku belum menyelesaikan ucapan ku" Ucap Natan menahan tangan Letty yang sudah menariknya untuk masuk ke dalam kamar.
"Untuk apa menyelesaikan nya aku sudah mengerti" Ucap Letty.
"Mengerti, tunggu apa yang kau mengerti"
"Kita akan tidur di ruangan yang sama" Ucap Letty
"Iya tapi aku belum menyelesaikan kata-kata ku"
__ADS_1
"Kata-kata apa? "