
Bar semakin ramai, seperti biasa banyak wanita yang terus menggoda Rocky, namun Rocky hanya diam saja tak membalas wanita-wanita yang menggoda nya itu, bahkan ada wanita yang memakai baju yang sangat terbuka hanya untuk menggoda Rocky, namun Rocky sama sekali tak tertarik dan hanya bersikap profesional sebagai seorang bartender.
"Hai" Ucap wanita yang langsung duduk tepat di depan meja bar Rocky.
"Selamat datang" Ucap Rocky sebagai tanda profesional Rocky sebagai bartender menyapa pelanggan nya.
"Tuan Rocky ini ada sesuatu untuk mu, aku sudah mendengar dari Mia emm maksud ku dari temanku, semalam tuan Rocky membantu menggendong ku ke mobil, maaf telah merepotkan mu " Silvia gadis cantik itu menyodorkan apa yang dia bawa kepada Rocky.
Selama ini Rocky tidak pernah menerima hadiah dari para pelanggan nya karena itu akan merepotkan. "Tidak perlu" Ucap dingin Rocky.
"Ku mohon Tuan Rocky, ini sebagai ucapan terimakasih ku, kemarin malam adalah hari terburuk ku jadi membuat ku hilang kendali maafkan aku, tolong Terima" Silvia memohon dengan tulus kepada Rocky.
Semua mata tidak lepas melihat kearah Rocky dan Silvia mereka bertaruh satu sama lain, ada yang mengatakan Rocky akan menerima nya ada juga yang sangat yakin kalau Rocky akan menolaknya.
Rocky masih diam saja sedangkan Silvia menundukkan kepala dan masih tetap berharap Rocky akan menerimanya "Tolonglah tuan Rocky" Ucap Silvia.
"Apa ini benar untuk ku? " Tanya Rocky yang membuat Silvia mulai menaikan kepalanya dan tersenyum disa sangat berharap.
"Te.. tentu ini untuk tuan Rocky" Silvia tersenyum penuh harap, semua orang menjadi semakin penasaran apakah Rocky akan menerima pemberian Silvia itu.
"Hmm " Rocky kemudian mengambil sebuah paperbag yang sedari tadi Silvia sodorkan padanya.
Silvia tersenyum bahagia, dia terlihat sangat senang, sedangkan banyak wanita yang iri karena Rocky menerima hadiah dari Silvia.
"Tidak di sangka tuan Rocky mau menerimanya" Bisik pengunjung lain yang menatap iri pada Silvia.
"Benar dia benar-benar beruntung" Ucap pengunjung dua yang membuat Silvia merasa tambah bahagia, tidak di pungkiri ada rasa bangga di hati Silvia karena selama ini hanya hadiah darinya saja yang di Terima Rocky seorang bartender dingin yang menjadi idaman banyak wanita.
Malam semakin larut kondisi baru lumayan sudah agak sepi karena banyak yang sudah bergeser di lantai dua, sedangkan Silvia masih duduk di bar Rocky. Karena Silvia sedang menunggu Mia sahabatnya.
Letty yang melihat pemandangan tak biasa itu akhirnya turun ke bar dan menemui Rocky, Letty memandang Silvia dari atas sampai bawah, membuat Silvia tidak nyaman "Malam" Silvia coba menyapa.
__ADS_1
"Malam" Letty berusaha tersenyum tapi sepertinya Letty mulai tidak suka dengan Silvia yang berhasil membuat Rocky si dingin itu menerima hadiahnya.
"Rocky berikan aku satu koktail baru yang baru saja kau buat" Ucap Letty dia berusaha membuat Silvia sadar tempatnya lebih tinggi dari Silvia yang hanya bisa memberi hadiah tapi tidak bisa menikmati koktail terbaru yang Rocky buat.
"Ya, aku baru menyelesaikan nya kebetulan sekali beri aku masukan tentang itu" Rocky menaruh koktail itu tepat di depan Letty.
Letty dengan anggun menyeruput minuman yang baru saja di buat oleh Rocky, dengan ekspresi seakan minuman itu hanya di buat untuk nya.
"Bagaimana? " Rocky menatap Letty, Rocky selalu bersemangat kalau itu menyangkut minuman yang dia buat.
"Enak, ini sangat segar" Letty tersenyum. bahagia, sedangkan Silvia hanya bisa melihat namun Silvia juga tidak tinggal diam.
"Anu, tuan Rocky bisakah aku Menyicipinya juga? " Tanya Silvia tanpa ragu, seperti nya setelah kejadian pahit yang terjadi padanya dia memutuskan untuk berusaha mencapai kebahagiaan nya yaitu dengan mendapatkan Rocky.
Karena sebenarnya Silvia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Rocky namun sayangnya di saat yang sama dia sudah memiliki tunangan, jadi Silvia memutuskan untuk mempertahankan hubungan nya tapi sayang kemarin terjadi sebuah kejadian yang menyakitkan untuk Silvia. Membuat Silvia memutuskan untuk maju mendapatkan kebahagiaan nya sendiri tanpa memikirkan urusan pertunangan yang di atur oleh keluarga nya.
"Tentu, jika Letty sudah mengatakan enak, ini sudah layak" Ucapan Rocky yang mulai meracik minuman yang sama untuk Silvia, membuat letty terlihat sangat kesal.
Mia akhirnya tiba, dia memesan minuman yang sama dengan minuman terakhir yang Silvia minum, mereka berdua berbincang dan Rocky seperti biasa tidak mengharukan nya.
Alhasil Mia dan Silvia saat jam sudah menunjukan jam 02: 00 dini hari, " Tuan Rocky terimakasih, minumannya sangat enak" Ucapan Silvia sebelum pergi sedangkan Rocky hanya diam saja melihat Silvia pergi.
"Vi, apa kau benar-benar menyukai es batu itu? " Tanya Mia saat mereka sudah ada di dalam mobil.
"Kau bukannya sudah tau jawabannya Mia, sebelumnya aku menyerah karena laki-laki brengs*k itu, sekarang tidak ada alasan aku mempertahankan hubungan aliansi ini! "
"Tapi dia sangat dingin, apakah dia benar-benar bisa menyukai seseorang"
"Sekarang belum, tapi aku yakin aku bisa membuat tuan Rocky menyukai ku" Silvia terlihat percaya diri tentang dirinya yang bisa mencairkan hati Rocky.
"Kau sangat percaya diri apakah ada yang terjadi? " Tanya Mia penasaran.
__ADS_1
"Tentu, tuan Rocky yang terkenal dingin dan tidak menerima hadiah dari siapapun kali ini dia menerima hadiah ku, bukankah ini tanda bahwa aku memiliki peluang untuk mendapatkan nya" Silvia tersenyum senang mengingat kejadian Rocky menerima hadiah darinya.
Di sisi lain Bar benar-benar sepi hanya ada Rocky dan Natan sekarang, Natan menatap Rocky dengan tatapan penuh arti.
"Apakah itu hadiah dari wanita tadi! " Tanya Natan penuh selidik.
"Bukan! " Ucapan Rocky yang sedang membuka bekal makanan yang Aleena siapkan untuk nya, tanpa sadar Rocky tersenyum sekejap saat melihat bekal yang Aleena buat.
Natan membulatkan matanya terkejut "Kau tersenyum? barusan kau benar-benar tersenyum? apa aku bermimpi? " Ucap Natan yang begitu mendramatisir saat dirinya melihat Rocky yang biasanya dingin itu bisa tersenyum.
"Kau salah lihat! " Rocky seketika memperlihatkan wajah dinginnya yang begitu datar.
"Wah apakah wanita tadi yang membuatmu tersenyum seperti itu" Natan memainkan alisnya menunggu jawaban dari Rocky.
"Bukan, hadiah dirinya ada di sana, kau bisa mengambilnya" Ucap Rocky menunjukkan dengan matanya ke arah paperbag yang Silvia berikan.
"Benarkah? " Tanya Natan yang langsung saja masuk untuk mengambil hadiah yang Silvia berikan.
Natan langsung membukanya, Natan terkejut saat membukanya ternyata kue yang sedang viral saat ini, kue yang terkenal sangat mahal dan susah untuk mendapatkan nya "Woow Natan kau sangat beruntung bisa memakannya" Ucap Natan yang ingin segera membuka kotaknya namun tiba-tiba tangan Rocky menghentikan tangan Natan.
"Seperti nya aku berubah pikiran, kau tidak boleh memakannya" Ucap Rocky.
"Ha, apa maksud nya kau ingin menelan ludah mu sendiri".
" Tentu, apa kau pikir aku akan menelan ludah orang lain" Jawaban yang Rocky berikan memang benar tapi bukan itu yang Natan maksud.
"Kalau begitu berikan bekal mu untuk ku" Natan ingin berjalan mengambil bekal yang Rocky letakan.
"Berani kau menyentuhnya akan ku potong tangan mu" Tatapan mata Rocky begitu tajam membuat Natan tidak berani bergerak.
"Kau menyebalkan! , semuanya tidak boleh! kau ini sangat serakah" Ucap Natan yang tidak di dengar oleh Rocky, Rocky hanya tersenyum menatap kotak kue yang ada di tangannya.
__ADS_1
'Tadi dia bilang tidak mau! seperti nya dia benar-benar menyukai wanita itu ' Gumam Natan dalam hati.