
"Benarkah? kau saja tidak menghubungi nya bagaimana kau tau kalau tidak ada laki-laki yang akan mendekati nya selain tunangan yang dia miliki, Aleena itu sangat cantik dia akan dengan mudah menarik laki-laki untuk mencintai nya" Braak ucapan Natan itu mengingatkan Rocky pada Erlan.
"Bodoh" Ucap Rocky untuk dirinya.
"Kau memang bodoh" Kesempatan Natan untuk memakai Rocky tentu saja tidak dia lewatkan.
Rocky sedikit pusing namun berusaha untuk berdiri dan terus bejalan " Kau mau kemana Rocky? " Tanya Natan yang mengikuti Rocky dari belakang.
"Menyelesaikan semuanya" Ucap Rocky, mereka berjalan dan mengunci bar itu.
"Hei Rocky ini sudah sangat larut kau juga sudah hampir mabuk, kau mau menyetir dalam. keadaan seperti ini? " Tanya Natan yang khawatir "Ah sudahlah biar aku yang antar kau mau kemana? " Tanya Natan
Rocky menunjukan jalan dia ingin membeli beberapa cake yang di sukai Aleena, setelah satu minggu Rocky merenung dia sudah menyadari semuanya, apartemen dan hatinya sangat kosong ketika Aleena tidak ada, di tambah lagi ucapan Natan yang menyadarkan Rocky untuk tidak bersantai untuk mendapatkan hati Aleena kembali.
Rocky akhirnya membeli cake itu bersama dengan membeli air putih untuk sedikit menyadarkannya dari sempoyongan. Natan ikut masuk dia melihat cake yang sering di makan oleh Letty dia ingin membelinya namun dia ragu bagaimana untuk memberikan cake itu nanti.
Rocky melihat Natan yang melihat terus cake itu "Beli saja jika mau" Ucap Rocky yang mendorong Natan tanpa membelikannya.
"Kau yang akan membelikan nya untuk ku?" Tanya Natan.
"Tidak!" Jawab savage Rocky.
Tapi setelah di pikir-pikir jika Rocky yang membelikan nya dan dia berikan pada Letty itu sama saja dengan Rocky yang memberikan nya.
Setelah lama berfikir akhirnya Natan membeli juga cake yang dia tatap sedari tadi. Rocky sudah mendapatkan cake nya dulu dia memilih menunggu di luar karena Natan masih membayar.
Rocky meminum kembali air yang dia beli tadi, sedikit mengguyur nya di kepala agar dia lebih sadar, Rocky mengacak-acak rambutnya yang sudah basah itu dan kemudian matanya melihat Aleena, Rocky kembali membasahi mukanya dan melihat ke arah depan benar saja di seberang adalah Aleena.
"Rocky kau mau kemana? " Teriak Natan ketika melihat Rocky berlari ke sebrang. "Dia mau kemana? " Tanya Natan yang akhirnya hanya bisa mengikutinya.
Rocky membuang cake yang sudah dia beli dan Bugh... satu pukulan tepat mendarat pada wajah Erlangga "Jangan menyentuhnya! " Teriak Rocky yang melihat dengan mata kepala nya sendiri Erlan memeluk Aleena.
__ADS_1
Pukulan itu sangat kuat sehingga membuat Erlan terdorong kebelakang, Aleena terkejut Aleena sedikit mengernyitkan dahinya "Haha aku seperti melihat kak Rocky" Ucapan Aleena itu membuat Rocky terkejut.
Kali ini matanya menatap ke arah Alister yang sedang membantu Elin berjalan "Kemari kau bajingan! " Teriak Rocky menyeret Alister membuat Elin hampir jatuh untung saja kakaknya sigap menangkapnya.
"Te.. tenang-tenang Rocky ak.. aku bisa jelaskan semuanya" Ucap Alister terbata-bata dia tidak menyangka dia akan bertemu Rocky dalam keadaan seperti.
"Tenang! apa yang kau janjikan padaku! kau bahkan mengajaknya mabuk-mabukan! apa kau bisa tenang sialan! " Rocky memukul berkali-kali Alister, dan Alister tidak melawan.
Aleena mengusap-usap matanya dan mulai menyadari kalau yang dia lihat benar-benar Rocky yang sedang memukuli Alister, "Kak Rocky hentikan" Ucap Aleena dengan posisi setengah sadar karena dia habis minum.
Rocky melempar tubuh Alister hingga terjatuh, dan kemudian menarik Aleena untuk mengikutinya "Ikut aku! " Ucap Rocky
"Tidak mau, aku hanya ingin minum, lepaskan aku"
"Melepaskan mu untuk ikut dengan bajingan itu, seminggu ini apa yang telah kau lakukan! " Ucap Rocky
"Hah apa yang aku lakukan! memangnya itu penting untuk mu kak! kau tidak usah sok perduli denganku"
"Aku perduli denganmu Aleena" Ucap Rocky dengan tatapan serius.
"Tidak! " Ucap Rocky
"Lepaskan! kau menyakitiku! " Ucap Aleena yang membuat Rocky melihat dia mencengkram sangat kuat tangan Aleena.
"Lepaskan dia tuan Rocky! " Ucap Erlan.
"Diam! kau tidak perlu ikut campur! " Ucap Rocky
"Aku perlu ikut campur karena kau menyakiti orang yang aku cinta" Ucapan Erlan itu membuat Rocky yang masih di pengaruhi alkohol sangat marah dia melepaskan tangan Aleena dan segera memukul Erlan.
"Beraninya kau! " Rocky terlihat sangat marah dan terus memukuli Erlan bertubi-tubi tapi Erlan tidak pasrah begitu saja dia beberapa kali berhasil menghindari dan menahan pukulan Rocky.
__ADS_1
"Tentu aku bukan pengecut seperti mu! kau bahkan tidak bisa melepaskan masa lalu mu dan menyia-nyiakan orang seperti Aleena! " Ucap Erlan.
"Berisik apa yang kau tau! "
"Aku tau segala nya jadi tuan Rocky Mars yang terhormat bisakah anda melepaskan sepupu anda! aku akan menjaga dan mencintainya dengan baik! " Ucap Erlan, Mendengar ucapan Erlan Rocky tau Erlan sudah mencari tau masa lalunya dan latar belakang Aleena namun yang dia tidak tau Aleena dan dirinya bukanlah sepupu dekat.
"Kau tidak layak!" Rocky tidak tahan dan memukul keras Erlan.
Aleena berjalan dan menghampiri Erlan dan Rocky "Hentikan ini" Ucap Aleena.
"Aleena ikut pulang dengan- " Ucapan Rocky tidak bisa di lanjutkan karena tamparan sudah mendarat di pipinya.
"Jangan ganggu aku lagi" Ucap Aleena, dia sendiri masih terpengaruh dengan alkohol mungkin Aleena yang sedang kecewa pada Rocky membuatnya tidak sadar menampar Rocky.
"Aleena" Ucap lirih Alister yang tidak menyangka Aleena akan menampar Rocky.
"Ayo kita pergi" Ucap Aleena. Erlan dan Aleena saling merangkul pergi meninggalkan Rocky sedangkan Alister harus membantu elin karena di sini elin yang sangat mabuk.
Setelah mereka pergi Natan yang arsari tadi diam hanya bisa menghampiri Rocky "Kau baik-baik saja? " Tanya Natan
Rocky mengeratkan giginya dan mengusap pipinya yang sudah di tampar oleh Aleena.
Setelah kepergian mereka semua Rocky mengajak Natan untuk minum kembali Rocky melampiaskan ke kesalahannya pada minuman. "Rocky aku rasa kau lebih baik bertanya apa yang terjadi, jika kau malah minum di sini kesalahpahaman mu dan Aleena akan semakin besar" Natan menasehati Rocky yang sudah habis dua botol tak tersisa dia bahkan sudah mulai menuang minuman dari botol ketiganya.
"Aku hanya ingin mengajaknya kembali, lihat apa yang di ajarkan Alister padanya dia mabuk" Ucap Rocky kesal bahkan menggebrak gelas yang dia pegang.
"Kau sendiri juga minum, kenapa dia tidak boleh? " Tanya Natan
"Dia masih kecil"
"Menurut umur dia sudah di perbolehkan!, bukankah seperti ini kau terlalu egois? " Tanya Natan
__ADS_1
"Egois? aku hanya mencoba menjaganya" Ucap lirih Rocky, perlahan-lahan kesadaran Rocky mulai hilang dia mulai meracau.
"Ingat untuk balas budi ok" Ucap Natan yang membantu Rocky untuk pulang, saat ini Natan sudah masuk ke dalam apartemen, apartemen Rocky sangat gelap Natan berusaha mencari saklar lampu dan menghidupkan nya, seketika Natan terkejut saat lampu menyala.