Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 107


__ADS_3

Menu yang mereka pesan sudah sampai, saat mereka ingin makan seseorang memanggil Rocky "Tu.. tuan Rocky kau di sini? " Suara itu membuat Aleena melihat kearahnya, benar saja tebakan Aleena.


"Kak Silvia" Gumam lirih Aleena, tiba-tiba hati Aleena menjadi takut dia menatap Rocky 'Apa yang akan kau lakukan om? apakah benar kau sudah melupakan masa lalu-mu, dia memiliki nama yang sama' Ucap Aleena dalam hati.


Rocky mengalihkan pandangan nya ke pada Aleena "Suapi aku" Ucap Rocky yang berusaha tidak menggubris kehadiran Silvia.


"Tuan Rocky, terimakasih sudah melihat Silvia saat di rumah sakit" Ucap Mia yang berada di belakang Silvia.


"Hanya Tidak ada kerjaan saja tidak perlu terimakasih" Jawaban savage Rocky itu membuat Disa dan Letty tertawa diam-diam. "Aku bilang suapi aku" Rocky menggerakkan tangan Aleena untuk menusuk daging dan menyuapi nya.


Rocky sudah membuka mulutnya bersiap untuk melahap makanan di tangan Aleena, semua orang terkejut Rocky malah begitu cuek dan seakan tidak menggubris ke-dua wanita cantik itu.


Aleena tersenyum dengan senang hati menyuapi Rocky dengan tangannya sendiri. Mia menggenggam tangannya terlihat sekali dia kesal dengan sikap Rocky.


Suasana menjadi canggung di antara kubu Silvia dan Rocky, namun malah Mia yang tidak ingin menyerah "Em seperti nya tempat ini cukup ramai bagaimana jika kamu bergabung di sini, bolehkan Aleena" Tanya Mia dengan nada begitu lembut berharap Aleena mau menerima nya, Mia tau Aleena orang yang tidak enakan dia tidak akan menolak permintaan Mia.


"Em it-" Aleena sebenarnya ingin menjawab iya tapi Rocky sudah berbicara terlebih dahulu.


"Tidak! pergilah" Jawab dingin Rocky membuat Mia kesal sangat kesal dan ingin meledak namun dia tidak bisa melakukan itu.


"Kalau begitu kami permisi" Ucap Silvia dengan raut wajah yang terlihat sangat kecewa, Rocky lebih dingin dari terakhir kali mereka bertemu. Silvia menarik Aleena untuk mencari tempat duduk yang jauh dari mereka.


Mia terlihat enggan meninggalkan tempat mereka makan namun dengan terpaksa dia mengikuti Silvia.


"Ck! kenapa kau diam saja, mereka hanya sepupu tidak masalah untuk merebut nya Silvia, kau harus sedikit agresif" Ucap Mia.


"Mia kenapa kau lebih kesal dari aku" Tanya Silvia.

__ADS_1


"Em.. mm itu tentu saja karena kesal tuan Rocky tidak melihat ke arahmu, itu benar-benar mengesalkan! " Mia mengeratkan giginya.


"Oh ya terimakasih kau selalu mengkhawatirkan hatiku, aku tidak masalah untuk itu dari awal tuan Rocky memang tidak memandangku"


"Apa kau bodoh Silvia dia sangat memandang-mu, kau tidak ingat hanya hadiahmulah yang pernah dia Terima saat di bar, tidak ada wanita yang pernah di Terima hadiahnya selain kau" Ucap Mia yang membuat Silvia sedikit mengangguk dan sedikit tersenyum. "Silvia kau harus mengambil kembali tuan Rocky agar melihat ke arahmu lagi" Mia memberikan semangat.


"Apakah aku bisa? " Tanya Silvia.


"Pasti bisa, aku akan membantu mu" Ucap Mia tersenyum pernah arti.


Semua makanan di meja sudah habis di makan habis oleh mereka lebih tepatnya di sikat habis oleh Natan yang super kelaparan.


Alister tertawa tiba-tiba "Hei Natan apa kau ingin mengikuti ku? " Tanya Alister di saat mereka semua sedang diam.


Natan yang masih mengunyah daging terakhir terkejut, Rocky dan Aleena-pun tak kalah terkejut dari Natan.


"Ukhuk.. ukhuk em a.. air" Letty dengan cepat memberikan minumannya karena minuman Natan sudah habis tak tersisa "Ah apa yang kau katakan tuan Alister? " Natan ingin memastikan yang dia dengar tidaklah salah.


Letty menatap Natan membuat Natan ragu untuk menjawab, Alister juga menangkap keraguan Natan itu "Tidak perlu di jawab sekarang kau memiliki banyak waktu" Ucap Alister yang berdiri ingin membayar.


Setelah kepergian Alister "Hei kau tidak akan meninggalkan bar kan" Ucap Letty yang terlihat berharap Natan mengatakan tidak.


"Dia tidak akan meninggalkan bar aku yakin" Disa mengucapkan itu agar Natan terpengaruh dengan ucapannya.


"Kenapa tidak, kau akan mendapatkan hidup lebih baik dengannya" Ucap Rocky yang berdiri ingin meninggalkan duduknya.


"Om kau mau kemana? " Tanya Aleena.

__ADS_1


Rocky menyentuh dagu Aleena membuat mata mereka saling bertemu "Tidak perlu takut aku tidak akan meninggalkan mu lama, aku hanya ingin membayar bagian-kita"


Aleena menepis tangan Rocky "Si.. siapa yang takut huh" Aleena menggembungkan pipinya dia tidak suka sellau di goda oleh om tersayangnya itu.


Rocky tersenyum melihat tingkah Aleena yang sangat menggemaskan di matanya. Rocky terus menghampiri Alister.


"Untuk apa kau kemari? " Tanya Alister


"Membayar" Ucap Rocky


"Sudah aku bayar"


"Hei katakan kenapa kau meminta Natan bergabung denganmu"


"Tidak ada alasan khusus, hanya tertarik dengan sikapnya yang seperti mu dulu tidak tau malu"


"Kurang ajar kau berani menghina ku! "


"Hahaha, tidak aku merasa dia memiliki bakat dia pantang menyerah dan sedikit terlihat seperti mu dulu seperti nya aku akan cocok menjadi partner seperti kau dan Leon dulu, lagi pula Robby sudah tua sudah saatnya dia hidup kembali bersama keluarganya " Jawab Alister itu membuat Rocky terdiam dan menghilangkan kecurigaan Rocky yang berfikir Alister hanya main-main saja merekrut Natan.


"Ah aku sangat iri denganmu Aleena kau bisa mendapatkan manusia es yang sangat dingin pada semua orang namun hanya hangat terhadapmu, itu benar-benar membuatku iri" Ucap Disa yang membuat Aleena tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia di dalam hatinya dia juga.


"Em Aleena apa pekerjaan tuan Alister? " Tanya Letty tiba-tiba membuat Natan juga menatap Aleena dia juga ingin tau pekerjaan tuan Alister itu.


"Dia seorang pengusaha kaya jika kak Natan mengikuti nya aku yakin kak Natan akan sukses , apa lagi kalau kak Natan bisa menjadi orang kepercayaan kak Alister." Aleena tanpa sengaja melihat tatapan suram dari Letty namun Aleena tau betul jika Natan bisa bergabung dengan Alister hidup Natan akan menjadi lebih baik dan mungkin akan pantas untuk Letty "Sebenarnya bekerja di bar kak Letty juga tidak masalah namun kak Natan jika kau ingin merubah hidupmu mengikuti kak Alister adalah jawaban, tentu saja semua itu terserah kak Natan" Ucapan Aleena itu membuat Letty terdiam dia juga ingin Natan mendapatkan kehidupan layak, namun Letty juga merasa dia mampu memberikan semua itu pada Natan.


"Kau pikirkan saja baik-baik Natan, kau sendiri yang tau apa yang kau inginkan, aku yakin Letty akan menerima semua keputusan mu" Ucap Disa yang seperti nya memiliki pikiran yang sama dengan Aleena, jika Natan bersama Alister akan merubah kehidupan Natan menjadi lebih baik karena dia tau seberapa besar gaji yang dia Terima sebagai pelayan bar dan harus menghidupi keluarganya. Dia juga mau Natan mampu membuatnya pantas untuk Letty di hadapan keluarga Letty.

__ADS_1


Letty melihat ke arah Disa dan sedikit menggelengkan kepala nya namun Disa menggenggam tangan Letty membuat Letty terdiam.


Natan terlihat terdiam dan berfikir sangat keras, hatinya merasa gundah dia di terpaksa gejolak yang besar dia ingin merubah nasib namun tidak ingin meninggalkan Letty 'Apa yang harus aku pilih' Ucap Natan dalam hati.


__ADS_2