Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 98


__ADS_3

"Jangan memotong ucapan ku, dengar aku mengatakan seperti itu agar papamu berhenti membuatmu jadi bahan tawar menawar, Elin kau gadis pintar dan cantik aku menghormati mu, aku tidak mau kau di manfaatkan papamu kedepannya, aku ingin kau menemui ku bukan karena permintaan papamu, aku mau kau menemui ku karena kemauan mu sendiri" Ucapan Alister itu tidak bisa di jawab oleh Elin dia tertegun dengan alasan di balik Alister mengatakan hal menyakitkan itu.


Setelah lama Elin diam akhirnya Elin membuka suara "Terimakasih tuan sudah begitu perhatian" Ucap Elin


"Elin kau tidak percaya dengan ku? "


"Bagaimanapun kita baru saja kenal, tuan tidak perlu terlalu memperdulikan masalah hidupku"


"Elin" Ucap Alister sedih karena tanggapan Elin tidak sesuai dengan yang dia harapkan, seperti nya Elin benar-benar salah paham terhadap Alister.


"Tuan Alister saya permisi, saya ingin pulang sekarang juga" Ucap Elin yang sudah berdiri dan ingin meninggalkan Apartemen Alister.


Hati Alister merasa kacau saat Elin tidak mempercayai penjelasan nya, tiba-tiba Alister memeluk Elin dari belakang dan berbisik "Percayalah padaku, aku tidak bermaksud bermain-main denganmu"


*****


Saat pintu apartemen di buka dan Aleena masuk, Aleena terkejut dengan pemandangan yang dia lihat, apartemen dengan suasana baru dengan beberapa fotonya di pajang di sana "Om apa kau yang melakukan nya? " Tanya Aleena


"Tentu saja" Ucap Rocky yang terlihat begitu bangga.


Aleena memeluk Rocky "apakah ini yang kau lakukan selama satu minggu om? " Tanya Aleena.


Rocky dengan malu-malu mengangguk, saat ini Aleena sangat senang dan tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya bisa memeluk Rocky dengan erat dan berharap ini tidak akan pernah berubah. "Terimakasih om" Ucapan Aleena itu membuat Rocky bingung.


"Terimakasih? terimakasih untuk apa? " Tanya Rocky.


"Terimakasih telah memilihku" Ucap Aleena yang membuat Rocky tersipu malu.


"Bodoh! harusnya aku yang berterimakasih karena kau telah memilih untuk menunggu ku yang begitu keras kepala" Ucap Rocky.

__ADS_1


"Benar kau sangat keras kepala dan buta om, kau hampir saja kehilangan kesempatan mendapatkan wanita cantik seperti ku" Ucap Aleena dengan penuh percaya diri.


"Ya aku benar-benar bodoh dan buta, untung saja Tuhan masih berpihak kepadaku, Aleena I.. I love you" Ucap Rocky lirih dalam bisikan di telinga Aleena itu mampu membuat dada Aleena terasa ingin meledak detak Aleena seakan di pompa dengan kekuatan maksimal.


Deg.. deg.. deg..


"Aku juga mencinta mu om" Aleena kini berinisiatif terlebih dulu mencium Rocky, Rocky tentu saja terkejut namun tidak bisa menolak kesempatan berharga itu.


Rocky membalas ciuman Aleena dengan begitu bergair*h, Aleena bahkan tidak bisa mengimbangi ciuman Rocky itu, Aleena hanya bisa belajar dari Rocky dan mengikuti alurnya.


Rocky benar-benar tidak bisa untuk tidak ergo dan dengan Aleena dia kembali memberikan tanda kepemilikan nya di leher Aleena sampai tangannya bermain ke bukit kenyal yang membuat seluruh tubuh Rocky bakal tersetrum ribuan volt.


Kruuyyyuuuuukkkkk... suara itu membuat Rocky tersadar dan mengakhiri permainan nya, Rocky lagi-lagi hampir kelepasan "Ah.. aku seperti nya lapar" Ucap Rocky


"Kau sangat kelaparan om, tapi bukan perutmu, karena yang berbunyi perutku" Ledek Aleena yang membuat Rocky tersipu bagaimanapun Aleena tapi dengan jelas bagian mana yang lapar, karena bagian itu sudah siap melahap atau di lahap.


"Diam kau gadis nakal, ak.. aku akan menyiapkan makanan untuk mu" Ucap Rocky yang segera berlalu ke dapur.


Aleena cukup lama menenangkan dirinya, begitupun dengan Rocky yang cukup lama berusaha mengatur nafas untuk menenangkan sesuatu yang memberontak di dalam tubuhnya.


"Om aku akan membantu mu" Ucap Aleena yang berjalan mendekati Rocky.


"Berhenti, duduklah aku akan membuat makanan untuk mu" Ucap Rocky yang segera membuat makanan simple namun enak.


Rocky segera membuatmu Omurice, nasi goreng yang di selimuti dengan telur itu sudah siap.


Rocky menaruh Omurice itu di depan Aleena, Aleena sontak tersenyum dengan makanan yang Rocky sajikan "Kenapa tertawa? " Tanya Rocky


"Om sejak kapan bartender dinginku menjadi pria yang romantis" Ucap Aleena dengan menunjuk gambar love yang ada di Omurice di depannya.

__ADS_1


"Tidak tau, cepat makan" Ucap Rocky malu karena Aleena yang terlampau to the poin.


"Tidak mau" Ucap Aleena yang membuat Rocky menatap Aleena.


"Apakah terlihat tidak enak? " Ucap Rocky.


"Ini terlihat sangat enak, tapi aku merasa aku harus" Aleena tiba-tiba memegangi dadanya.dan terlihat kesakitan.


"Ada apa Aleena kau sakiti? apa kau harus ke rumah sakit? " Rocky segera menghampiri Aleena dia kelihatan sangat khawatir.


"Bukan aku hanya harus membalas Cintamu om" Ucap Aleena yang menarik tangannya dan memberikan tangannya dengan bentuk saranghae.


Rocky hanya menggelengkan kepalanya dan menutupi senyumnya, dia bukannya marah dengan kejahilan gadis nakalnya dia malah suka di jahili oleh Aleena Itu "Dasar" Ucap Rocky yang langsung mencubit pipi Aleena.


"Au om kau menyakiti ku tau" Ucap Aleena memegang kedua tangan Rocky yang mencubit pipinya gemas.


"Ini hukuman karena telah mempermainkan ku, cepat makan jangan main-main lagi" Ucap Rocky yang akhirnya berjalan kembali ke kursinya dan duduk.


Mereka akhirnya menghabiskan makan siang menjelang sorenya mereka, baru beberapa jam mereka saling mengungkapkan perasaan seperti nya di sekitar mereka sudah tumbuh ribuan bunga cinta yang membuat hati keduanya tak berhenti berbunga-bunga.


Setelah makan Aleena merapikan meja kemudian mencuci piring, Rocky berdiri dengan belakang Aleena "Ada yang perlu aku bantu? " Tanya Rocky yang menyenderkan kepalanya di pundak Aleena.


Aleena merasa Rocky baru beberapa jam. sudah berubah dari bartender dingin menjadi bartender manja.


"Tidak perlu om, biar aku saja" Ucap Aleena


"Kalau begitu aku akan memberimu hadiah" Ucap Rocky meraih pipi Aleena dan membuat menengok ke arahnya, dan saat bibir Rocky hampir menyentuh bibir Aleena tiba-tiba bel berbunyi.


Aleena segera membuang muka dan kembali fokus mencuci "Om lihatlah ada tamu di depan , cepat sana lihat" Ucap Aleena menyuruh Rocky pergi.

__ADS_1


Rocky dengan terpaksa berjalan menuju pintu apartemen nya karena bel yang tak kunjung berhenti membuat berisik dan menganggu telinganya. "Berisik sekali" Gerutu Rocky yang menarik gagang pintu.


Rocky langsung menatap tajam orang yang membunyikan pintu itu, membuat seseorang yang di tatapnya itu berhenti bernafas sejenak karena tatapan membunuh yang Rocky tunjukan. "Apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Rocky


__ADS_2