Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 173


__ADS_3

Rocky terus mengikuti langkah kaki Arion dari belakang, Arion nampak berjalan keluar menuju mobilnya yang berada di parkiran "Kita mau pergi? " Tanya Rocky kepada Arion.


"Tentu saja" Jawab singkat Arion


"Kita mau kemana? " Tanya Rocky pada Arion.


"Jalan-jalan malam" Jawab Arion lagi jawaban yang begitu santai.


Rocky hanya mampu menghela nafas dan mengikuti langkah kaki Arion itu.


Arion menjalankan mobilnya dengan santai Rocky mulai menikmati dingin malam di negera yang pernah iya tinggali untuk beberapa waktu terakhir sebelum dia pergi dulu. "Di sini banyak berubah apakah di negara kita juga sama" Ucapan Rocky yang tiba-tiba mengingat masa lalu mereka saat masih sama-sama menjadi tuan muda Mars.


"Ha, semua telah berubah kecuali aku yang masih saja menjadi seorang penguasa " Ucap Arion dengan nada sombongnya membuat Rocky sedikit menertawai sahabat sekaligus saudaranya itu.


"Ya kurasa itu tak akan pernah berubah" Ucap Rocky yang merasa Arion tidak kehilangan sifat sombong nya sama sekali malah dia semakin sombong dan meninggi.


"Tentu saja, aku akan tetap kaya bahkan sampai turunan ke delapan ku tidak akan merasakan kekurangan"


"Ya ya, aku percaya hentikan omong kosong mu dan katakan kita mau kemana? " Tanya Rocky yang masih penasaran mereka akan pergi ke mana.


"Sudah ku bilang aku ingin jalan-jalan saja, nah Rocky apakah papa memberikan syarat yang menyulitkan mu" Pertanyaan Arion itu membuat Rocky tersenyum akhirnya dia mengerti kenapa Arion mengajaknya keluar mungkin sebenarnya itu hanya alasan, yang sebenarnya mungkin Arion khawatir dan ingin menghibur Rocky.


Rocky menyandarkan tubuhnya di kursi dengan mencoba merilekskan tubuhnya dan melirik sebentar Arion yang wajahnya masih terlihat begitu serius "Tidak masalah, bukan syarat yang sulit hanya saja bar itu sepertinya sudah lama bangkrut menghidupkan nya kembali memerlukan banyak usaha dan tenaga letaknya juga tidak terlalu strategis"


"Apa kau tidak mampu? "


"Ha! kau pikir aku ini siapa, aku ini mantan tangan kedua penguasa sombong hal seperti ini adalah makanan ku dulu, tapi sekarang apa aku benar-benar mampu" Ucapan sombong yang di akhiri dengan kebingungan sendiri itu membuat Arion tak segan memukul kepala Rocky.

__ADS_1


"Bodohkah kau! percaya diri sedikit jika kau terus ragu aku yakin papa akan mencarikan jodoh terbaik untuk Aleena, asal kau tau saja di belakang pak tua itu banyak anak teman bisnisnya yang mengincar Aleena untuk di jadikan istri, aku rasa jika kau gagal kau akan melihat adik ku akan bersanding dengan laki-laki lain" Ucap Arion mencoba menakut-nakuti Rocky.


"Kau pikir Aleena akan mau, dia hanya mencintai ku hanya akan menikah dengan ku begitu pula dengan aku tidak akan ada wanita lain yang akan aku nikahi kecuali Aleena" Ucap Rocky dengan penuh percaya diri tanpa terlihat ragu sekalipun.


Arion sedikit menyeringai sepertinya sangat puas dengan jawaban Rocky "Kau terlalu percaya diri, membuatku benar-benar merasa mual" Jawaban Arion yang sebenarnya tak selaras dengan hatinya.


"Berisik!" Jawab singkat Rocky yang tiba-tiba malu karena ucapannya sendiri. Rocky tidak pernah membayangkan sedikitpun tentang Aleena yang menikah dengan orang lain karena Rocky sendiri sudah bertekat untuk menjadi layak untuk Aleena tanpa celah kekurangan sedikitpun bahkan Rocky sendiri sudah menyiapkan dirinya jika kedua kakak Aleena mengajukan syarat juga.


Setelah mereka berbincang mereka telah sampai di sebuah bar, bar milik Arion sendiri tentunya mereka berdua di sambut baik dan langsung masuk ke ruang VVIP.


"The kau sebenarnya hanya ingin aku temani minum bukan" Ucap Rocky yang sembari mendudukkan dirinya.


"Hmm, benar " Ucap Arion yang ikut duduk, tak lama pelayan masuk dengan minuman alkohol terbaik di sajikan di atas meja, namun Rocky sedikit bingung saat pelayan itu menyiapkan empat gelas di depannya.


"Apakah ada orang lain selain kita yang akan datang? " Tanya Rocky.


*****


Aleena cukup lama memandangi malam sendirian setelah Arion membawa kekasihnya pergi darinya itu.


Saat Aleena sudah mulai merasa dingin di tubuhnya tiba-tiba mamanya datang membawa dua cangkir coklat panas untuk mereka berdua "Apakah dingin sayang? ambil ini" Ucap nyonya Tiara lembut.


"Ah, terimakasih ma" Ucap Aleena sembari mengambil cangkir yang di sodorkan padanya.


Setelah memberikan coklat panas itu nyonya Tiara ikut duduk di kursi sebelah tepat di samping Aleena duduk "Bagaimana kuliahmu? " Tanya nyonya Tiara lembut.


"Hmm cukup baik hanya saja Aleena mengambil cuti setelah banyak kejadian terjadi" Ucap Aleena.

__ADS_1


"Mama tau, nah Aleena bagaimana jika kau kuliah di sini saja" Ucap nyonya Tiara sembari menaruh cangkir coklat hangatnya.


Aleena terkejut mendengar ucapan mamanya dan menatap mamanya dengan menggenggam erat cangkir coklat hangat itu membuat tangannya tidak merasa dingin lagi "A.. apa yang kau bicarakan ma? " Ucap Aleena yang masih tidak percaya mamanya mengatakan itu karena mamanya lah yang biasanya tidak pernah protes atau melarang apapun yang dia lakukan asal itu tidak merugikan.


"Ale setelah kejadian yang menimpamu dan mama papa tidak berada di samping mu itu membuat mama takut, bagaimanapun akan lebih aman jika kau tinggal di negara kita sendiri" Ucap nyonya Tiara yang seperti nya merasa bersalah tentang apa yang telah menimpa putrinya.


Aleena meletakkan cangkir yang ada di tangannya kemudian meraih tangan sang mama "Ma, dengar semua sudah berlalu dan aku baik-baik saja mama jangan khawatir Ale bisa jaga diri ma" Ucap Aleena yang mencoba memenangkan sang mama.


"Tapi Ale" Ucapan nyonya Tiara tidak selesai karena Aleena sudah berbicara kembali.


"Ma, dari kecil papa sudah mengajari Ale berbagai tehnik beladiri Ale juga tidak sekali mengalami kesulitan seperti ini jadi mama tenang saja Ale baik-baik saja meski tidak di negara kita" Ucap Aleena lembut.


"Tapi Ale kau sekarang sudah dewasa kau tidak selincah waktu kecil, mama benar-benar takut terjadi apa-apa pada putri mama"


"Mama jangan khawatir apakah mama lupa, Aleena sudah memiliki pasangan sekaligus bodyguard hebat untuk mendampingi hidup Aleena selamanya, mama setuju bukan "


Tiara tersenyum tipis "Ale tentang Rocky apakah kau yakin? " Tanya lembut nyonya Tiara


"Tentu saja ma, jika aku tidak yakin aku tidak akan kembali bersama dengan nya" Ucap Aleena.


"Hmm mama tidak masalah dengan kau menikah dengan Rocky sayang"


"Benarkah"


"Tentu saja hanya saja Mama minta satu hal pada Aleena" Ucap nyonya Tiara dengan menatap tepat di mata Aleena.


"Apa itu ma? " Tanya Aleena yang ikut menatap ke arah mata sang mama

__ADS_1


__ADS_2