
"Hahaha, jangan menyakiti mu kak! lalu apa kau tidak ingat seberapa besar kau menyakiti hati dan perjuangan ku! lepaskan aku! " Aleena terus berusaha melepaskan pelukan Rocky.
"Aku tidak bermaksud menyakiti mu Aleena" Ucap Rocky yang masih enggan melepaskan pelukan nya dari Aleena.
"Lalu apa maksud mu, kau ingin menjerat ku! namun kau sendiri masih terjerat dengan masa lalu, lepaskan aku kak, aku mohon lepaskan aku"
"Tidak aku tidak akan melepaskan mu"
"Aku tidak membutuhkan kata-kata itu sekarang kak, semua sudah terlambat, lepaskan"
"Aleena beri aku waktu ku mohon" Ucap Rocky yang terus berusaha membujuk aleena.
"Waktu mu sudah habis kak, sekarang kakak sepupu ku lepaskan aku! kau menyakiti ku dengan pelukan mu! " Ucapan Aleena itu spontan membuat Rocky melepaskan pelukannya, hatinya begitu remuk saat Aleena mengatakan waktunya sudah habis.
Saat Aleena terlepas dari pelukan Rocky tiba-tiba bel apartemen berbunyi, Rocky menggenggam tangannya erat saat mendengar bunyi , Rocky belum selesai untuk membujuk Aleena tapi kenapa sialnya harus ada bunyi bel yang mengganggu waktu nya meyakinkan Aleena.
Aleena berjalan untuk membuka pintu, saat Aleena membuka pintu, Aleena terkejut melihat boneka beruang yang begitu besar berdiri menutupi seseorang yang membawanya, Aleena memiringkan kepalanya untuk melihat siapa orang di balik boneka itu.
"Paket" Teriak seseorang yang memberikan boneka itu pada Aleena, Aleena bahkan tidak lebih besar dari boneka itu.
Aleena tersenyum saat melihat Erlan yang berada di balik boneka itu masih menenteng banyak kantung plastik berikan makanan.
"Apa yang kau bawa? kenapa memberiku hadiah boneka sebesar ini" Aleena menggelengkan kepalanya yang kepalanya hampir tak terlihat karena boneka yang begitu besar.
"Ak.. aku tidak bermaksud memberimu hanya saja aku melihat boneka itu sendirian di toko aku hanya mencarikan nya teman" Ucap Erlan membual yang membuat Aleena tersenyum.
"Kau membual"
"Diamlah Nona pencuri, apa kau akan membiarkan tamu tetap berada di luar" Ucap Erlan.
"Haha baiklah ayo masuk" Ucap Aleena.
"Apa kau sudah sarapan, aku membawa beberapa makanan yang mungkin kau akan suka" Ucap Erlan yang mengikuti Aleena yang kesusahan membawa masuk bonekanya.
__ADS_1
Saat mereka masuk sudah ada mata Elang yang mengamati mereka, perlahan Rocky berjalan ke arah mereka berdua "Apa tuan Erlan tidak memiliki pekerjaan sepagi ini sudah bertamu ke rumah orang" Sindir Rocky yang membuat Erlan terpaksa tersenyum.
"Ah, ya sebenarnya aku seperti tuan Rocky memiliki pekerjaan di malam hari" Jawab santai Erlan yang seakan menabuh genderang perangkat secara terang-terangan sekarang.
"Baiklah duduklah aku akan menaruh boneka ini di kamarku" Ucap Aleena yang membawa boneka besar itu.
Erlan duduk di sofa dan meletakan banyak makanan yang dia bawa di meja.
"Apa maksud mu tuan Erlan! " Menatap tajam Erlan.
Erlan menarik ujung bibirnya "Kau tentu saja sudah tau maksud ku bukan, aku tidak perlu menjelaskan nya tuan Rocky"
"Berhenti! jangan main-main dengan Aleena dia bukan gadis yang bisa kau jadikan barang mainan mu! " Tatapan Rocky semakin tajam dia memperingati Erlan.
Erlan tersenyum menanggapi ucapan Rocky "Dari mana anda tau saya main-main! tuan Rocky saya sudah mengatakan pada anda kembalilah ke jalur yang benar anda adalah sepupu Aleena tidak etis jika anda memiliki perasaan yang lain padanya" Ucap Erlan seakan-akan menampar Rocky dengan kata-kata nya.
Rocky mengepalkan tangannya, giginya mengerat Rocky terlihat sangat marah dengan ucapan Erlan "Kau tidak tau yang sebenarnya lebih baik kau diam! " Ucap Rocky yang hampir mengatakan dia bukanlah sepupu kandung Aleena. Namun dia masih menahan untuk mengatakan itu karena teringat kebaikan keluarga Mars yang memberikan kenyamanan untuk nya.
"Diam!" Rocky menarik Erlan berdiri dan ingin melayangkan satu tinjuan ke arah Erlan namun semua itu tidak terjadi karena sudah keburu datang.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan tamu ku kak!, bisakah kau meninggalkan kami berdua" Ucapan Aleena itu seakan membakar hati Rocky, Rocky tentu tidak mau meninggalkan Aleena berdua dengan laki-laki yang sudah jelas menyukai Aleena.
"Tidak! aku akan tetap di sini" Rocky duduk di sofa yang lain untuk mengamati apa yang akan Erlan lakukan dengan Aleena.
"Terserah lah" Aleena tidak mau ambil pusing tentang sikap Rocky.
"Nona pencuri bisakah kau mengambil piring sendok dan garpu, aku membawakan mu banyak makanan untuk kau makan"
"Baiklah tuan penadah bagaimana jika kau membawa semuanya ke meja makan" jawab Aleena
Kuping Rocky semakin panas mendengar mereka seakan saling memanggil dengan nama kesayangan
Mereka bergeser ke ruang makan "Wow banyak sekali makanan nya apa aku terlambat kau sudah sarapan? " Tanya Erlan.
__ADS_1
"Hmm hanya sedikit tenang saja jika kau membawakan aku spagetti dan cake aku pasti tetap akan memakannya" Ucap Aleena
"Kau menebak apa yang aku bawa, ternyata nona pencuri ku ternyata sangat suka makan"
Br aaakkk...... suara meja di gebrak keras saat Rocky dengan jelas mendengar Erlan memanggil Aleena nona pencuri ku, itu membuatnya kesal.
"Ap.. apa apaan kau kak, kau ingin memecahkan meja.
" Berisik ini meja ku! terserah jika aku memecahkannya" Ucap Rocky yang semakin kesal dengan wajah Aleena yang biasa-biasa saja saat Erlan memanggilnya nona pencuri ku.
Aleena sebenarnya bersikap biasa karena tidak terlalu ngeh dengan panggilan yang barusan Erlan ucapkan.
Aleena memindahkan semua makanan yang Erlan bawa ke piring, Aleena mulai duduk Erlan yang melihat Aleena duduk di depannya tiba-tiba berjalan berpindah dan duduk di samping Aleena.
Rocky semakin tak suka melihat Erlan yang semakin berani untuk mendekati Aleena.
"Kenapa kau berpindah tuan penadah"
"Di sana tidak nyaman, sepertinya lebih nyaman di sini" Ucap Erlan sambil memainkan alisnya.
"Terserah saja" Ucap Aleena yang sudah mengincar cake yang seakan memanggilnya.
Baru Aleena menyuapkan beberapa suap cake ke mulut nya tiba-tiba bel berbunyi lagi, Alhasil Aleena menaruh sendoknya dan berjalan untuk membuka pintu.
Erlan dan Rocky terlihat penasaran siapa lagi yang datang sepagi ini. tanpa sadar mereka berjalan mengikuti langkah Aleena meski mereka memiliki jarak dengan Aleena.
Aleena membuka pintu dan terlihat Elin "Elin? kenapa sepagi ini kau datang? " Tanya Aleena yang tidak sadar ada seseorang yang berada di belakang Elin.
"Ak.. aku kemari untuk mengantarkan dia" Ucap Elin yang melihat kebelakang nya membuat Aleena baru menyadari.
"Kak Alister? " Teriak Aleena yang langsung memeluk Alister orang yang dulu pernah di jodoh-jodohkan dengan nya.
"Alister" Ucap Erlan dan Rocky bersamaan setelah mendengar suara Aleena.
__ADS_1