Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 128


__ADS_3

Ucapan Alister itu membuat Elin melepaskan tangan Alister, Elin membuang wajahnya menatap jendela "Aku ingin istirahat kau keluarlah"


"Kau belum menjawab ku Elin! " Alister menunggu jawaban Elin.


Elin tetap enggan memberikan wajahnya kepada Alister dia tetap. membelakangi Alister "Tuan Alister yang terhormat silahkan keluar"


Alister tidak Terima dengan Elin yang enggan menjawab pengakuan nya "Aku akan tetap disini sampai kau menjawab pertanyaan ku"


Elin menghela nafasnya "Jawaban untuk apa? "


"Jawaban atas perasaan ku, Elin aku mencintaimu" Ucap Alister mempertegas maksud nya.


Perasaan Elin sekarang bercampur aduk menjadi satu senang, sedih, kesal, frustasi semuanya seakan di aduk menjadi satu.


"Elin kenapa kau diam? kau tidak langsung menjawab berarti kau juga men-" Ucapan Alister terhenti saat Elin sudah membuka suara.


"Tidak! aku tidak menyukaimu! pergilah aku sudah menjawabnya" Elin menggenggam erat ujung selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. 'Alister masih banyak wanita cantik di luaran sana untuk kau cintai, bukan itik buruk rupa seperti ku' Ucap Elin dalam hati.


Semenjak dia sadar kalau luka di wajahnya akan meninggalkan bekas luka yang memalukan dia langsung kehilangan kepercayaan dirinya membuatnya memilih untuk mengubur perasaan nya yang baru tumbuh untuk Alister.


Alister menggelengkan kepalanya "Katakan itu dengan menatapku! " Ucap Alister bersikukuh meyakini jika Elin juga tertarik pada dirinya.


"Aku sudah menjawabnya apa lagi yang kau minta! pergilah! " Ucap Elin.


"Tidak! aku akan pergi jika kau menjawab dengan menatapku, mulut bisa berbohong tapi aku percaya mata akan berbicara jujur"


"Kau gila tidak ada mata yang bisa berbicara! " Elin pura-pura bodoh, dia tau benar apa yang di maksud Alister namun dia tidak bisa membiarkan Alister melihat matanya dia hampir tidak bisa membendung air mata yang sudah perlahan membasahi pipinya. Elin mencoba menghapus air mata itu agar Alister tidak mengetahui nya.

__ADS_1


"Aku memang sudah gila! aku tergila-gila padamu Elin jadi jawab aku dengan menatap kedua mataku! " Ucap Alister yang kemudian membantu Elin untuk beralih menghadapnya.


Elin menghela nafasnya "Kau benar-benar ingin aku mengatakan nya! baiklah" Elin mencoba untuk menenangkan dirinya dia menatap Alister tanpa berkedip "Aku tidak mencintaimu! " Ucap Elin yang langsung membalikan tubuhnya lagi "Aku sudah menjawabnya, tuan Alister silahkan pergi dari sini" Ucap Elin.


Perlahan Elin mendengar suara langkah kaki menjauh dari tempat tidurnya dan suara pintu di tutup. Hatinya sangat sangat sakit setelah mengatakan itu pada Alister dia tak kuasa menahan tangisnya "Kenapa kau menangis Elin, ini yang kau mau bukan jangan menangis laki-laki seperti nya tidak pantas mendapatkan wanita buruk rupa seperti mu " Elin benar-benar tidak bisa menghentikan air mata yang selaras dengan hatinya yang sakit.


Alister menutup pintu nya Erlan menatap Alister tanpa berkata apapun, Alister kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu.


Erlan menatap punggung Alister yang menjauh pergi "Kau langsung menyerah, berarti kau tidak pantas untuk adik ku" Ucap lirih Erlan yang ternyata sedari tadi dia mencuri dengar pembicaraan Elin dan Alister.


Alister berlalu ke toilet dia membasuh wajahnya "Aku melihat dengan jelas Elin" Ucapnya sembari menatap. dirinya sendiri di dalam cermin.


***


Satu hari setelah kejadian itu.


Pagi menyapa, Aleena bangun terlebih dahulu dia ingin menyiapkan sarapan namun tak lama Rocky juga bangun.


"Tentu saja memasak" Ucap Aleena.


"Kau anak nakal, aku sudah bilang untuk tidak memasak untuk sementara waktu bukan" Rocky mendekat ke arah Aleena dan berdiri tepat di belakang Aleena.


"Tapi om aku ingin memasak untuk mu" Ucap Aleena.


"Tidak boleh, kau anak nakal harus di hukum! "


"Di.. di hukum? om apa kau tidak lihat aku sedang dalam masa pemulihan kenapa kau tega menghukum ku"

__ADS_1


"Sudah tau masa pemulihan tapi kau masih nakal tidak mau dengar ucapan ku!, jadi aku terpaksa menghukum mu" Rocky mempersempit jarak di antara neraka, Rocky memeluk Aleena dari belakang perlahan menggigit telinga Aleena "Dan lagi aku belum menghapus jejak wanita sialan itu! " Ucap Rocky yang mulai menciumi belakang telinga Aleena hingga leher.


"Om ge.. geli apa yang kau lakukan" Ucap Aleena yang merasa kegelian karena tindakan Rocky.


Rocky tidak menjawab ucapan Aleena dia terus menciumi leher Aleena mengukir kembali tanda kepemilikan nya.


"O.. om hentikan" Ucap. Aleena menahan geli dan hangat bibir Rocky.


Rocky bukannya terhenti dia malah semakin menikmati permainan nya sendiri dia mencium punggung Aleena, menghirup bau tubuh Aleena yang pagi hari meski belum mandi tetap wangi di hadapan Rocky.


perlahan ciuman Rocky kembali ke leher, Rocky mengakhiri ciuman lehernya dan membuat Aleena menengok ke arahnya, dengan cepat Rocky menyambut bibir Aleena dengan lembut.


Perlahan Aleena mengikuti permainan indah dari Rocky, lidah mereka seakan sedang menari melengkapi satu sama lain.


Ciuman itu berlangsung sangat lama, berhenti dan mulai lagi entah berapa kali mereka melakukan itu, ciuman itu seakan tidak pernah cukup bagi mereka apa lagi Rocky yang tidak bisa mengendalikan tangannya yang mendaki ke bukit kenyal nan pas di tangan itu.


Rocky mengakhiri ciumannya dan membalikan tubuh Aleena, Rocky menatap Aleena tatapan dengan mata merah yang seakan menggebu-gebu ingin memakan Aleena hidup hidup.


Namun tak di sangka Rocky malah menaruh kepalanya di dada Aleena "Aleena, bagaimana ini aku sepertinya sudah tidak tahan, aku benar-benar ingin memakan mu sekarang" Ucapan Rocky itu membuat Aleena kesusahan menelan ludahnya.


Dia tidak tau harus menjawab apa, dia tidak ingin membuat dirinya dan Rocky kecewa sebenarnya Aleena juga benar-benar menikmati setiap sentuhan Rocky dan tidak ingin Rocky mengakhiri setiap sentuhan dan perlakuan nya padanya.


Namun dia juga tidak ingin kesucian cintanya ternodai dengan nafsu belaka "Om ak-" Ucapan Aleena terhenti oleh Rocky yang sudah membungkam mulut Aleena dengan ciuman lembut nan menggugah selera itu.


Tangan Rocky lagi-lagi bercengkrama dengan bukit kenyal namun sangat lembut di sentuh itu.


Aleena seakan terlarut oleh permainan Rocky yang begitu membuatnya enggan mengakhiri semuanya namun dia sedikit tersadar 'Bagaimana ini ha.. haruskah kami melakukan nya sebelum menikah, tunggu tidak Aleena apa yang kau pikirkan? ' Aleena berusaha berfikir normal namun seperti nya setan terus menggoda nya dengan kenikmatan sentuhan dari Rocky.

__ADS_1


Aleena mencoba menyudahi ciuman itu namun saat Rocky kembali menyesap bibirnya yang manis Aleena lagi-lagi tidak berkutik, dia malah tanpa sadar merangkul kan tangannya ke leher Rocky membuat ciuman mereka semakin dalam.


Aleena seperti nya sudah pasrah saat Rocky melepaskan ciuman mereka, Aleena dan Rocky saling bertatapan


__ADS_2