
Disa sudah di bar saat Natan tiba untuk bekerja "Kau di sini? dimana bos? " Tanya Natan.
"Dia ada di ruangan nya, hei Natan apa kau tau siapa wanita yang di cari Rocky, apa di benar-benar kekasihnya? " Tanya Disa yang tidak ingin diam saja untuk temannya.
"Bagaimana kau tau kalau Rocky mencari seorang wanita, tunggu dulu jadi benar mobil yang di belakang mobil Rocky tadi mobil bos" Natan menepuk tangannya sekali menandakan dia tidak salah mengenali.
"Benar, cepat katakan apakah wanita itu pacarnya?, Apa dia wanita yang memberikan hadiah untuk Rocky waktu itu? " Disa terlihat sangat penasaran sedangkan Natan juga tidak tau apa-apa.
"Aku tidak tau" Jawab Natan jujur.
"Kau bohong, aku melihat mu masuk ke sebuah rumah, apakah itu rumah detektif sewaan, Natan cepat katakan"
"Yang pertama rumah itu adalah rumah temannya teman lama ku, kedua aku tidak tau wanita mana yang Rocky cari, ketiga aku hanya di bayar Rocky untuk bertemu dengan temannya teman lama ku ini, untuk urusan lain aku tidak tau sama sekali" Seperti yang sudah Rocky bilang kepada Natan, Natan tidak boleh sembarangan menceritakan apa yang dia lihat dan tau kepada orang lain.
"Benarkah! " Disa tau kelemahan Natan ya itu uang, Disa mengeluarkan kartu dan memberinya pada Natan "Jika kau memberitahu ku semuanya kartu ini milikmu" Natan mengambil kartu itu dan pergi "Natan tunggu kau belum memberitahu ku" Ucap kesal Disa.
"Apa telinga mu bermasalah aku sudah memberitahu semua yang aku tahu padamu! " Ucap Natan dan pergi begitu saja, meski Natan menyukai uang Natan bukan orang yang bisa menjual temannya sendiri, dia teman yang baik.
"Natan kembalikan kartuku, kau tidak berguna" Disa berteriak karena marah, dia kehilangan uang untuk informasi yang sudah dia tahu.
Jam menunjukkan waktu bar untuk buka, Letty duduk di depan meja bar "Dia tidak datang lagi, dia bahkan tidak ingin menjelaskan kenapa dia bolos! " Letty terlihat sangat marah.
"Mungkinkah dia berfikir kau akan memecatnya dan dia memutuskan untuk mengundurkan diri" Ucapan Disa itu masuk akal.
Sudah banyak tamu yang mulai berdatangan dan tentu saja hal pertama yang mereka tanyakan di mana Tuan Rocky, seorang bartender yang terkenal akan sikapnya yang dingin.
Letty dan Disa bahkan kewalahan menjawab, beberapa dari mereka bisa menerima jawaban dari Letty dan Disa dan memutuskan untuk naik ke lantai dua, namun banyak juga yang kecewa dan pulang begitu saja.
__ADS_1
"Mereka semua seperti nya terjerat cinta bartender dingin, semuanya pergi begitu saja saat tau Rocky tidak ada, mereka semua memiliki kriteria aneh bisa-bisanya menyukai Rocky" Seketika Disa menutup mulutnya "Ke.. kecuali kau Letty" Disa tersenyum paksa memperlihatkan giginya yang berjajar sama rata.
"Aku akan menelepon nya! dia tidak bisa pergi begitu saja seperti ini tanpa kejelasan" Ucapan Letty yang pergi dari samping Disa dan berjalan ke ruangannya
"Letty tunggu, siapa yang menemani memberikan penjelasan saat penggemar Rocky datang lagi" Ucapan Disa memelas.
"Kau panggil saja Natan, suruh dia membantumu " Letty langsung pergi meninggalkan Disa begitu saja.
...****************...
Rocky masih tidur di pangkuan Aleena dengan nyaman, Sedangkan Aleena tidak bisa menikmati film yang sedang dia tonton, dia tidak bisa berhenti tergoda untuk menyentuh wajah Rocky yang sedang tidur. Aleena menusuk sekali dua kali pipi Rocky namun Rocky ternyata masih saja terlelap "Dia sangat cute saat tidur" Ucap Aleena lirih dan kembali menusuk-nusuk kan jarinya di pipi Rocky.
Namun tiba-tiba jari Aleena di tahan, Rocky membuka matanya "Siapa yang kau bilang cute? " Pertanyaan itu membuat mata Aleena membulat, dahinya mengernyit dan bertanya-tanya apakah Rocky mendengar semua ucapan nya.
"Ak.. aku, aku yang cute siapa lagi haha haha" Ucap Aleena tertawa garing.
"Benar tentu saja ben.. " Ucapan Aleena terpotong bunyi handphone Rocky
"Oh ya, aku mendengar beberapa kali handphone mu bunyi seperti nya ada telepon penting om" Ucap Aleena. Aleena tidak bisa menjawab telepon itu karena Aleena harus tetap pada posisi nya agar tidak membangunkan Rocky.
Rocky malas menjawab telepon nya karena dia tau siapa yang akan menghubungi nya, Rocky mendudukkan dirinya dan mengambil handphone nya dan mematikan handphone nya "Tentang hukuman ku bisakah aku menentukan nya sendiri" Pertanyaan itu membuat membuat Aleena yang sedang minum tersedak.
"Siapa yang ingin berebut minum dengan mu, minum pelan-pelan" Ucap Rocky, bagaimana tidak Aleena terkejut, mana ada seorang tersangka memilih hukuman untuk dirinya sendiri. Rocky mengusap punggung Aleena membuat Aleena lebih baik setelah tersedak
"Om apa kau sedang mengigau? apakah kau belum bangun" Aleena melihat dengan seksama Rocky, tapi tiba-tiba Rocky mendekat kan wajahnya ke wajah Aleena.
"Apakah aku terlihat sedang tidur! " Aleena segera memundurkan wajahnya agar tidak terlalu dekat dengan Rocky.
__ADS_1
"Tidak kau benar-benar sudah bangun, jadi apa yang kau katakan tadi serius? " Tanya Aleena.
"Tentu saja, aku sudah punya hukum yang tepat untuk ku" Kalimat yang Rocky ucapkan membuat Aleena tertawa geli sendiri. bagaimana bisa kalimat yang harunya, aku sudah memiliki hukuman yang tepat untuk mu, Rocky ganti begitu saja seenak jidat.
"Aku tidak mau om mendapatkan hukuman ringan! jadi katakan dulu bagaimana om akan menghukum diri om sendiri"
"Tidak perlu di katakan" Jawab Rocky
"Mana bisa begitu, katakan dulu kalau tidak aku tidak mau menyetujuinya!, om katakan! "
"Jika kau tidak setuju kau akan menyesalinya" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Rocky bisa menggoyahkan pendirian Aleena, bagaimanapun menghukum diri sendiri adalah hal yang menarik. Alhasil Aleena menyetujui tanpa tau hukuman apa yang Rocky persiapkan untuk dirinya sendiri.
"Baiklah aku setuju , nanti juga aku akan tau hukuman mu apa, jika tidak sesuai dengan kesalahan mu, hukuman nya di nyatakan batal" Tentu saja Aleena tidak mau rugi.
"Baiklah, kalau begitu kau berganti lah, aku akan memulai hukuman ku sekarang" Ucap Rocky
Aleena memang masih meninggalkan beberapa baju di dalam lemari karena pada awalnya Aleena tidak rela meninggalkan apartemen Rocky.
"Baiklah, aku akan berganti" Aleena kembali ke kamar begitupun dengan Rocky yang bersiap-siap.
Kali ini Rocky selesai terlebih dulu, sedangkan Aleena terlihat bingung karena baju yang dia tinggalkan tidak banyak "Harusnya aku membawa koper ku" Ucap Aleena yang menyesali karena dia hanya membawa tasnya yang sebenarnya juga berisi beberapa baju dan pakaian dalam.
Aleena turun dengan menggunakan kemeja dan jins, meski begitu aura cantik dan elegan Aleena tidak berkurang.
Rocky dan Aleena sudah berada di dalam mobil, melihat Rocky yang berdandan alam anak muda membuat Aleena penasaran kemana Rocky akan membawa Aleena pergi "Om kemana kita akan pergi? " Tanya Aleena
"Tenang saja, serahkan pada supir dan tour guide mu ini" Sepertinya Aleena sudah tau hukuman yang Rocky pilih.
__ADS_1