Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 117


__ADS_3

Semua orang bergerak menuju mobil masing-masing namun Rocky menepuk pundak Erlan "Aku membantumu tidak geratis jika aku menemukan adikmu aku punya syarat yang harus kau penuhi" Ucap Rocky.


"Jika kau menyuruhku untuk menyerah pada Aleena itu mustahil" Ucap Erlan begitu yakin.


"He kau yakin?! apa kau mau membiarkan adikmu dan memilih wanita orang lain, bukankah kau terlalu kejam" Ucap Rocky tersenyum sinis.


"Berisik kedua wanita ini penting untuk ku Elin adalah adik ku dan Aleena adalah istri masa depanku" Ucap Erlan tanpa ragu membuat Rocky tidak bisa menahan diri untuk mencengkram kuat kerah Erlan.


"Beraninya mengakui istri orang menjadi istri sendiri apa kau tidak malu pada Tuhanmu! "


"Berisik aku tidak akan mau menerima syarat mu itu"


"Oh, so" Ucap Rocky sekian detik mengencangkan cengkraman nya hampura mencekik Erlan namun seper detik dia melepaskan nya, Rocky lalu pergi meninggalkan Erlan sendiri.


"Cih! aku sendiri bisa menemukan adik ku, aku hanya tidak berfikir untuk mencarinya lewat CCTV" Ucap Erlan dengan penuh keyakinan.


Kini mereka sudah berada di mobil masing-masing "Bos kenapa kau lama" Tanya mode pada Erlan.


"Bajing*n itu berani memintaku untuk menjauhi Aleena benar-benar sok! " Ucap kesal Erlan.


"Bos masih ada wanita lain bukankah lebih baik menyerah aku lihat tuan Rocky itu sangat protektif dengan nona Aleena"


"Berisik kau anak buah ku atau anak buahnya" Erlan menatap tajam Mode.


"Maaf bos" Ucap mode langsung diam tak ingin memperpanjang pembicaraan nya.


Rocky masuk ke dalam mobil "Kenapa kau lama om? " Tanya Aleena.


"Ada masalah sedikit" Rocky tidak mungkin bicara tentang diskusi yang tidak di menangkannya.


"Apakah gagal untuk membuat persyaratan" Ucapan Alister menyindir namun seratus persen sesuai dugaan Alister.


"Berisik! "


"Persyaratan apa? " Tanya Aleena menatap Rocky.

__ADS_1


"Ck! jangan dengarkan omong kosong Alister itu, Rocky menepuk pucuk kepala Aleena.


" Ck! kau yang omong kosong " Ucap Alister yang mendapat tatapan tajam Rocky.


Alister mengemudikan mobilnya mengikuti mobil mode yang berada di depannya, sedangkan Aleena terlihat berusaha menghubungi nomor Elin namun tidak aktif.


"Kau masih mencoba menghubungi nya? " Tanya Rocky yang melihat wajah Aleena yang terlihat khawatir.


Aleena mengangguk "Sekali saja mungkin saat aku menghubungi nya nomor nya di aktifkan" Aleena terlihat sedih.


Rocky memeluk Aleena "Jangan khawatir kita pasti akan menemukannya" Ucap Rocky sembari mencium pucuk kepala Aleena untuk menenangkan Aleena.


'Elin semoga kau baik-baik saja, semua orang mengkhawatirkan mu' Ucap Alister dalam hati.


Mode memarkirkan mobilnya di ikuti dengan Alister yang juga ikut memarkirkan mobilnya.


Mereka semua turun dan masuk ke dalam markas, Erlan mengajak mereka ke tempat rahasia nya.


Rocky mengangguk-angguk dia melihat tempat Erlan lumayan bagus dan lengkap namun tak selengkap dan sebagus miliknya yang ada di keluarga mars.


"Om kau tidak membantunya? " Tanya Aleena.


"Dia bilang dia mampu" jawab Rocky sembari duduk.


"Apakah dia bisa? " Tanya Alister


"Bukan urusan kita, duduk dan diam! " Ucap Rocky, Alister terlihat khawatir melihat Erlan tapi dia juga tak sepandai Rocky dan Arion karena awalnya dia juga hanya berfokus pada bisnis semua masalah rantas merantas itu di urus oleh Robby dan pamannya nick.


Alister akhirnya memilih duduk, sedangkan Aleena terus mencoba mengubungi Elin dengan handphone nya, Rocky memilih memejamkan matanya sejenak.


Cukup lama Erlan terlihat mengoperasikan komputer nya namun sepertinya tidak membuahkan hasil "Akkhh hhh hhh hhh sialan! apakah semuanya sudah di hapus" Ucap Erlan terdengar frustasi.


"Kita menghabiskan banyak waktu, apakah baik untuk Elin" Ucapan Alister itu membuat Erlan terdiam dan menatap Rocky yang seperti nya ketiduran di tempat duduk itu. "Rocky cepat lakukan! aku tidak bisa menunggu terjadi apa-apa pada Elin" Ucapan Alister sama sekali tak di dengar oleh Rocky.


"Om, ayolah jangan pura-pura tidur ini saat darurat dia sudah menghilang semalaman jangan biarkan elin menunggu kita terlalu lama" Aleena menggoyangkan badan Rocky membuat Rocky menatap Aleena dan melirik ke arah Erlan, kemudian dia menutup matanya kembali.

__ADS_1


Erlan menggenggam erat tangannya mengeraskan rahang nya dia benar-benar tidak mau mengakui jika dia membutuhkan bantuan Rocky namun jika terus egois mungkin saja adiknya tidak akan selamat.


Erlan akhirnya berjalan ke arah Rocky, Aleena melihat itu dan semakin ingin membangunkan om tersayang nya itu "Om buka mata mu yang benar om" Ucap Aleena lumayan kesal di buatnya.


Mendengar suara langkah Erlan semakin dekat akhirnya Rocky membuka matanya dan benar saja Erlan sudah berada di depannya "Tuan Rocky mohon bantuannya, untuk persyaratan nya ak.. aku setuju" Ucap Erlan yang tau persyaratan apa yang Rocky maksud.


"Baiklah apa boleh buat" Ucapan Rocky itu terlihat begitu sombong benar-benar belajar dari ahlinya.


Rocky berdiri dan berjalan, Erlan yang penasaran dengan ucapan Rocky akhirnya mengikuti Rocky "Jika yang kau katakan hanya omong kosong syarat itu tidak berlaku" Ucap lirih Erlan yang hanya di dengar Oleg Rocky.


"Kau akan lihat omong kosong atau bukan! kau akan tau sendiri" Ucap Rocky begitu percaya diri.


Rocky duduk di kursi di depan komputer, Erlan mengamati dengan baik, namun mata Erlan bahkan tidak bisa mengikuti kecepatan gerak tangan Rocky, begitu banyak simbol dan huruf yang keluar di layar monitor. "Lawan yang tidak mudah" Ucap Rocky yang merasa semua CCTV sudah di rantas sebelumnya seperti nya penjahat ini benar-benar bermain Epik "Kau apaa memiliki musuh? " Tanya Rocky.


"Orang yang hidup di dunia seperti kita apakah mungkin tidak ada" Ucap Erlan.


"Aku mengerti, musuh di antara musuh! "


"Erick, apakah dia" Ucapan Erlan di ikuti gelengan Alister dan Aleena.


"Sayang sekali Erick sudah tewas bahkan mayatnya terpotong potong" Ucapan Alister itu membuat Erlan terkejut.


"Bohong? itu tidak mungkin aku hanya mematahkan tangan dan kakinya " Erlan benar-benar terkejut melihat nya mungkin dia juga merasa bersalah melumpuhkan Erick.


"Anak buah ku sendiri yang membereskan nya mayatnya di antar ke apartemen Rocky" Ucapan itu semakin tidak masuk akal untuk Erlan kenapa ke apartemen Rocky bukan apartemen nya jika itu berhubungan dengan penculikan Aleena harusnya orang itu menargetkan nya bukan Rocky.


"Apakah itu musuh mu? apakah musuh mu yang melibatkan adik ku! " Erlan menatap Rocky, Aleena dia menggenggam erat tangannya dan perlahan menjauh pergi.


"Berisik aku sudah menemukan lokasi terkahir adikmu! " Ucapan Rocky itu sulit di percaya namun benar-benar berhasil di lacak olehnya.


"Tempat ini aku tau tempat ini" Ucap Erlan.


"Baiklah ayo kita ke sana " Ucap Alister bersemangat.


"Aleena di mana Aleena? " Tanya Rocky yang hanya mendapatkan gelengan dari semua orang.

__ADS_1


__ADS_2