Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 160


__ADS_3

Natan segera bangun dan melihat Letty yang sudah tidak ada di sampingnya membuat Natan segera bangun dan mencarinya namun sebelum dia melangkah keluar sang kekasih baru saja masuk dan tersenyum "Kau sudah bangun? " Tanyanya.


Bukannya menjawab Natan malah berlari dan memeluk Letty tiba-tiba Letty merasa ada air mata yang membasahi pundaknya tempat Natan meletakkan kepalanya.


"Kau menangis? " Tanya Letty yang sedikit heran kenapa Natan tiba-tiba menangis.


Natan tidak menjawab dia seperti nya tengah mencoba menenangkan dirinya, Natan kemudian mengusapkan kepalanya di pundak Letty tentu saja dengan tujuan untuk menghapus air matanya.


Selesai menghapus air matanya Natan kemudian menatap Letty dengan melepaskan pelukannya "Aku tentu saja tidak menangis" Jawaban nya itu sangat berbanding terbalik dengan wajah dan matanya yang sembab dan kemerahan khas orang yang baru menangis.


"Ha! lalu kenapa matamu merah"


"Sayang aku baru saja bangun tidur tentu saja mataku merah"


"Hmm belum pergi saja sudah mulai berbohong bagaimana kalau sudah pergi jangan-jangan nanti kau akan jadi sering berbohong saat kita tidak bersama"


"Tidak aku tidak akan berbohong"


"He benarkah sekarang saja kau sudah bisa berkata bohong, jangan-jangan nanti di sana kau akan berbohong pada setiap wanita mengatakan tidak punya kekasih dan memiliki selingkuhan" Jawaban Letty itu membuat Natan segera menutup mulut letty dengan bibirnya.


Natan dan Letty berciuman cukup lama sampai Letty merasa hampir kehabisan nafas dan memukul pelan dada Natan membuat Natan melepaskan ciumannya dan menatap dalam mata Letty "Jangan katakan itu, ya aku memang menangis aku menangis karena aku bermimpi buruk" Ucapan Natan itu membuat Letty merasa bersalah telah mengatakan seperti itu pada Natan.


"Mimpi, apa yang kau mimpikan"


"Aku bermimpi kau menikah dengan laki-laki lain saat aku tidak berada di samping mu" Ucapan Natan itu membuat Natan mendapat pukulan di kepalanya.


"Bodoh! itu tidak akan mungkin terjadi jika tidak menikah dengan mu aku lebih baik menjadi perawan tua yang kaya" Jawab Letty dengan senyuman manis mencoba menghibur kekasihnya itu "Lagi pula mimpi hanya bunga tidur, tidak semua menjadi kenyataan"


"Aku tau tapi aku benar-benar takut kehilangan mu"

__ADS_1


"Kalau begitu tetap saja di sini dan tidak usah pergi" Ucap Letty main-main


"Tidak, aku harus pergi dan membuatku layak untuk mu"


"Kalau begitu pergilah dan berikan kepercayaan mu untuk ku seperti aku memberikan kepercayaan ku padamu" Jawaban bijak Letty itu mampu menghapus semua keraguan dan ketakutan nya dia tersenyum dan memeluk Letty kemudian mengecup pucuk kepala Letty.


"Apa kau sudah tenang? segera bersiap dan kita sarapan bersama lalu pergi ke bandara"


"Tunggu bagaimana dengan barangku"


"Semua sudah aman aku sudah meminta pegawai ku untuk mengambilnya di apartemen mu dengan kunci milik mu" Letty melirik dompet yang tanpa sadar di letakan di samping handphone "Aku minta maaf untuk mengambilnya tanpa permisi"


"Tidak masalah kau bisa mengambil semua milik ku, termasuk keperjakaan ku" Bisik lirih Natan yang membuat Letty malu mendengar nya dan segera melepaskan pelukannya.


"Dasar mesum" Ucap Letty sebelum lari keluar dari kamar nya dengan Natan yang masih tersenyum sumringah berhasil mengerjai kekasihnya membuat Letty tersipu.


"Benar-benar imut" Ucap Natan yang masih senyum-senyum sendiri melihat ekspresi Letty tadi.


Namun Rocky tidak masuk ke kamarnya melainkan ikut masuk ke kamar Aleena setelah Arion masuk ke dalam kamarnya.


"Om apa yang kau lakukan di sini? " tanya Aleena saat melihat Rocky menutup pintu kamarnya.


"Tidak ada hanya saja" Rocky tidak menyelesaikan ucapannya dia berjalan dan duduk di tepi ranjang milik Aleena.


"Hanya saja apa om? " Tanya Aleena bingung namun dia ikut duduk di sebelah Rocky, seketika itu Rocky langsung menaruh kepalanya di bahu Aleena membuat Aleena merasa ada sesuatu yang sedang Rocky pikirkan.


"Aleena" Panggil Rocky lembut tanpa menatap wajah Aleena membuat Aleena semakin bingung dan menatap ke arah Rocky yang masih bersandar di pundaknya.


"Iya om "

__ADS_1


"Seandainya nanti orang tuamu tidak merestui kita apa yang akan kau lakukan"


Aleena mengernyitkan dahinya karena selama Aleena menyukai Rocky dia tidak pernah terpikir jika keluarga tidak akan merestui mereka, namun seperti yang Aleena tau mereka masih sepupu perkataan Rocky itu membuat hatinya sadiki gusar sekarang membuat Aleena tidak bisa berkata apapun.


"Kenapa kau diam? " Tanya Rocky.


"Aku tidak benar-benar memikirkan tentang hal itu" Jawab polos Aleena.


Jawaban Aleena itu membuat Rocky terkejut dan menatap Aleena mata mereka berdua kini bertemu "Apa kau tidak pernah berfikir serius tentang hubungan kita"


"Bukan begitu om, aku hanya berfikir mereka pasti akan memberi restu "


"Hah apa kau benar-benar berfikir seperti itu"


"Ya, tidak ada alasan mereka untuk tidak merestui kita"


"Banyak alasan untuk it-" Rocky tidak menyelesaikan kalimatnya saat Aleena meletakkan tangannya di bibir Rocky.


"Tidak ada alasan nya, kau laki-laki yang baik, mereka juga sangat mengenalmu, kau begitu kuat dan bisa menjagaku, kau adalah jawaban dari kriteria mereka jadi aku pikir tidak akan ada alasan papa atau mama menolak mu menjadi menantu, aku yakin itu"


Jawaban Aleena itu membuat Rocky terdiam dan hanya bisa tersenyum dengan memeluk Aleena, membuat Rocky tersadar betapa bodoh dan pengecutnya dirinya berfikir terlalu jauh dan dalam namun tidak ada artinya sedangkan gadis kecil yang dia cintai itu tidak pernah memiliki keraguan pun setelah memilihnya.


Rocky tidak bisa berkata lagi namun perasaan tenang kini menyelimuti dirinya, dia melepaskan pelukannya dan mengecup bibir Aleena ciuman singkat itu membuat kedua hati itu menjadi hangat.


"Baiklah kalau begitu bersiaplah aku akan menunggu mu" Ucap Rocky yang mengusap pucuk kepala Aleena dan berdiri akan keluar namun tanpa sadar Aleena menarik tangan Rocky membuat Rocky menoleh kembali ke arah Aleena."Ada apa? " Tanya Rocky.


Mendengar pertanyaan Rocky itu Aleena sendiri tidak tau mengapa dia menarik tangan Rocky seakan ada perasaan yang masih belum cukup bersama dan berciuman Aleena segera mengubur perasaan bodoh yang dia rasakan itu 'Apa yang sedang aku pikirkan' Aleena segera menggelengkan kepalanya dan membuang jauh-jauh pikiran mesum nya itu.


"Jangan-jangan kau sudah kecanduan dengan ciuman ku sayang apa itu benar" Goda Rocky dengan mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Ha! aku bukan om mesum seperti mu aku tidak mungkin kecanduan dengan ciumanm-" Aleena tidak menyelesaikan kata-kata nya saat bibirnya sudah di bungkam oleh bibir Rocky.


Namun anehnya ciuman Rocky yang intens itu mampu membuat rasa yang begitu nyaman pada diri Aleena 'Aleena kau benar-benar sudah gila, bagaimana kau bisa semesum ini' Ucap Aleena dalam hati


__ADS_2