
"Aku ingin memakan mu "
Disa terkejut mendengar ucapan Erlan "Ha apa maksud mu! " Ucap Disa dengan nada tinggi
"Ah ma.. maksud ku makan kue buatan mu" Ucap Erlan gugup dia sendiri juga tidak sadar dengan kalimat yang keluar dari mulutnya itu salah.
'Ck, dia benar-benar bisa membuat aku gila" Ucap Disa dalam hati.
'Dia berhasil membuatku gila' Ucap Erlan dalam hati yang membuat dirinya merasa dia benar-benar sudah tidak waras.
"Tidak boleh" Ucap Disa.
"Tidak boleh apanya" Ucap Erlan dengan polosnya.
"Kau pikir apa Ha, tentu saja memakan kue buatan ku" Ucap Disa yang tiba-tiba sedikit tersipu mengingat ucapan Erlan yang salah tadi.
Tiba-tiba seorang karyawan wanita yang sedari tadi mengamati Erlan berjalan menghampiri nya dan memberikan kue buatannya pada Erlan "Tu.. tuan jika anda mau" Ucap karyawan itu yang membuat Disa dan Erlan sama terkejutnya.
Erlan menatap sinis ke arah wanita itu membuat wanita itu ketakutan sedangkan Disa bersikap biasa saja "Apakah aku mengatakan ingin makan kue itu!, aku hanya ingin makan kue buatannya" Ucap Erlan sembari menarik Disa ke pelukannya membuat Disa terkejut dan menatap sekeliling yang memperhatikan nya dia ingin melepaskan dirinya dari rangkulan Erlan namun Erlan tidak melepaskan nya dengan mudah.
Disa terus berusaha melepaskan dirinya karena tidak ingin di salah pahami dia akhirnya lepas dari rengkuhan Erlan dan segera menggandeng Erlan untuk mengikutinya.
Erlan tiba-tiba merubah ekspresi nya yang tadinya terlihat kesal kini terlihat senang karena Disa menggandeng tangannya. Sedangkan karyawan wanita itu merasa malu karena sikap Erlan kepadanya sekaligus melihat tatapan orang yang seakan mengejeknya karena sikap Erlan padanya, karyawan wanita itu dengan kesal kembali ke tempat nya bersamaan dengan rasa malu.
__ADS_1
Disa menarik Erlan ke ruangannya "Apa yang kau lakukan ha! kenapa tiba-tiba merangkul ku" Ucap Disa menatap Erlan.
Erlan tidak langsung menjawab dia kemudian tersenyum lalu mengangkat tangannya "Lalu bagaimana dengan ini, kau juga tiba-tiba menggandeng ku haruskah aku juga marah" Ucapan Erlan membuat Disa malu dan segera melepaskan tangannya, Disa sendiri baru sadar kalau sepanjang jalan tadi dia menggandeng Erlan.
"In.. ini tidak sengaja" Ucap Disa
"Kalau begitu aku juga tidak sengaja merangkul mu" Jawab balik Erlan yang membuat Disa cemberut.
"Ha, jelas-jelas kau sengaja masih bilang tidak sengaja apa kau tau jika mereka semua salah paham tentang kita bagaimana? " Ucap Disa yang khawatir tentang omongan orang lain karena masa lalunya dengan Vano yang terus di ungkit itu membuatnya sangat tidak nyaman dan membuatnya tidak mau di salah pahami atau terlibat dalam sebuah gosip.
"Tidak masalah " Ucap Erlan tenang
"Tidak masalah apanya jika mereka berfikir macam-macam tentang kita bagaimana? "
"Biar aku jadikan mereka berfikir satu Macam. tentang kita"
"Tidak ada" Ucap Erlan yang seperti nya ingin semua orang berfikir satu macam tentang mereka itu tentu saja berfikir kalau mereka benar-benar pasangan namun dalam hati Erlan sendiri masih ragu begitupun dengan Disa yang seperti nya belum menangkap maksud Erlan.
"Kau benar-benar bisa membuatku gila, kau lebih baik pulang sekarang" Ucap Disa yang benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Erlan membuatnya bingung dan sakit kepala sendiri.
Erlan bukannya pergi dia malah duduk di tempat Disa biasanya duduk dan melihat sekeliling ternyata ruangan Disa memiliki dapur yang di desain di pojok ruangan Seperti nya tempat itu khusus di buat disa di kala dia menciptakan kue baru buatan nya. Erlan membuat nyaman dirinya dengan bersender di kursi itu.
"Ck! tuan Erlan kau benar-benar tidak tau malu apa yang kau lakukan bukankah aku menyuruhmu pergi" Ucap Disa yang berjalan menuju kursinya yang di duduki Erlan dan hendak mengusirnya pergi.
__ADS_1
"Kenapa aku harus pergi, bukankah sudah kukatakan pula kalau aku ingin me.. memakan kue buatan mu" Ucap Erlan yang saat ini berusaha hati-hati dengan ucapan tentang memakan agar dia tidak salah mengatakan lagi.
Disa menggelengkan kepalanya dia merasa seperti nya dia tidak bisa menang jika terus berdebat dengan Erlan alhasil Disa menaruh tasnya kemudian mengambil ikat rambut di dalam tasnya.
Disa menguncir ke atas rambutnya membuat Erlan tanpa sengaja melihat leher jenjang Disa yang begitu menggoda membuat Erlan tak bisa lepas menatap Disa.
"Hah kau benar-benar menyusahkan" Ucap Disa yang melihat ke arah Erlan, Erlan segera tersadar dan mengalihkan pandangannya yang sedari tadi menuju Disa.
"Bukankah itu terdengar bagus selama ini aku belum pernah menyusahkan orang kau orang pertama yang aku susahkan" Ucap Erlan tak tau malu membuat Disa semakin frustasi dan tidak mengerti jalan pikiran Erlan.
Disa akhirnya tidak ingin menanggapi Erlan lagi dia berjalan ke arah sudut tempat dapur miliknya berada dia ingin segera membuat kue untuk Erlan agar Erlan segera pergi, Disa mencari celemek dan memakainya celemek berenda itu berhasil membuat Disa tampil beda terlihat cute namun sangat sksy membuat Erlan tak bisa lagi berpaling dari Disa.
Disa mulai membuat kue pertama-tama Disa menyiapkan bahannya dan alatnya sedangkan Erlan tidak bisa berkedip melihat setiap gerakan Disa, Erlan seakan terhipnotis dan tanpa sadar berjalan mendekat ke arah Disa membuat Disa yang baru saja mengambil telur terkejut saat melihat Erlan sudah berada di depannya.
Disa hampir saja menjatuhkan telur-telur itu namun Erlan dengan sigap menangkap mangkuk berisi telur-telur itu, adegan itu seketika membuat mereka berdua saling terpana satu sama lain, namun Disa segera menyadarkan diri dan melepaskan tangannya yang berada di tangan Erlan yang menopang mangkuk itu "Terimakasih" Ucap Disa yang merasa sudah di tolong.
Erlan sendiri hanya diam dia sendiri bingung dengan sikapnya sendiri.
Disa kembali melanjutkan langkahnya membuat kue, Erlan dengan inisiatif sendiri ingin membantu Disa namun Disa menolaknya "Tunggu apa yang kau lakukan" Ucap Erlan yang tiba-tiba menggunting tepung dalam kemasan di depannya.
"Membantumu" Ucap Erlan.
"Ha? apa kau pikir Dapurku ini tempat main-main sana pergi duduk dan tunggu ini selesai" Ucap Disa.
__ADS_1
"Tidak mau, aku akan membantu " Ucap Erlan bersikukuh.
"Kau ini benar-benar " Ucap Disa yang tidak bisa berkata-kata lagi dengan sikap Erlan dan akhirnya Disa mengambil celemek cadangan miliknya dan memakai kan nya membuat Erlan tanpa sadar merasa sangat senang saat Disa berada sangat dekat dengannya saat mengalungkan celemek ke lehernya nafas Disa yang bisa Erlan rasakan membuat Erlan merasa nyaman 'Aku suka dengan perasaan ini' Ucap Erlan dalam hati yang tak sengaja meraih pinggang ramping disa mendekat ke tubuhnya membuat Disa terkejut dengan tindakan tiba-tiba Erlan yang memeluknya.