Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 153


__ADS_3

"Aleena" Rocky segera memeluk Aleena dari belakang sedangkan Alister berlari dan menangkap Silvia.


"Apa yang harus kita lakukan padanya? " Tanya Alister


"Lakukan dengan cara Mafia, kau kan anak dari tuan mafia" Ledek Arion yang langsung berjalan ke arah mobil


"Ha, cara macam apa itu? " Alister menatap ke arah Rocky seolah olah bertanya pada Rocky.


"Lakukan saja sesuka mu " Ucap Rocky yang langsung membawa Aleena berjalan mengikuti kakaknya itu.


"Hah kalian ini hanya melemparkan tugas padaku bukan " Ucap Alister kesal melempar Silvia pada anak buahnya yang baru tiba, Robby juga menyusul ke sana."Robby bunuh dia dengan cara perlahan biarkan dia merasakan penderitaan Aleena sayat atau tusuk saja" Alister mengucapkan nya begitu tenang membuat Silvia sedikit tidak percaya namun masih membuatnya takut.


"Kalian semua gila, apa kalian semua pikir bisa membunuh orang dengan mudah, lepaskan aku" Ucap Silvia mencoba memberontak dari cengkraman Robby.


"Sayang sekali bagi kami membunuh sangatlah mudah" Jawab Alister dengan tatapan dan senyuman menyeringai membuat Silvia semakin takut.


"Tidak tidak akan sepupu dan keluargaku akan mencari ku kalian pasti akan di jebloskan di penjara" Ucap Silvia yang seakan-akan menakut-nakuti Alister dan semua orang tapi sayang sekali Silvia tidak tau siapa yang dia hadapi seorang penguasa yang bahkan lebih di takuti dari pemimpin negara.


"Hahaha kau sedang melawak, keluarga mu akan segera menerima berita duka mu dan tidak akan bisa melakukan apa-apa" Alister memilih pergi dan tidak mau lagi membual dengan Silvia.


"Tidak tidak mungkin, lepaskan aku lepaskan pak tua lepaskan aku aku akan membayar mu 3 kali lipat dari orang-orang Aleena jalan* itu" Ucap Silvia pada Robby namun Robby memandang remeh Silvia.


"Nona bahkan kekayaan keluargamu tidak ada tiga kali lipat dari bayaran tuan Alister" Ucapan Robby itu membuat Silvia tidak percaya dan terus memberontak.


"Kau bohong mana mungkin lepaskan aku pak tua "

__ADS_1


"Tuan Robby dia sangat berisik langsung eksekusi saja" Ucap anak buah yang di bawa Robby


"Ya kalian benar" Ucap Robby yang menyuruh anak buahnya mengikat Silvia dan mulai mengeksekusi nya.


"Lepaskan aku lepas kalian tidak tau siapa aku lepaskan" Ucap Silvia terus berteriak.


Orang yang mengikatnya itu tertawa terbahak-bahak "Kau ini sangat bodoh, kau yang tidak tau siapa wanita yang kau culik, dia adalah nona besar dari keluarga Aditama anak dari pemimpin Kraken tuan muda sombong yang melegenda dia juga adik dari penguasa sombong yang kejam dari negara Mars dan kekasih seorang bartender dingin yang juga adalah tuan muda keluarga mars orang kedua terhebat di negaranya, kau benar-benar bodoh" Ucap orang itu menertawakan kebodohan Silvia, mendengar penjelasan dari anak buah Robby itu Silvia hanya bisa lemas tak berdaya.


Akhirnya Silvia di ikat perintah Alister di laksanakan awalnya sayatan sayatan kecil di lakukan sehingga membuat gedung itu di penuhi jeritan kesakitan Silvia.


Apalagi setelah anak buah Robby mulai menusuk tubuh Silvia dengan perlahan teriakan histeris memenuhi rumah kosong di tengah hutan itu.


Silvia terlihat kesakitan dan berteriak namun semua orang yang berada di tempat itu sudah biasa mendengar erangan dan teriakan kesakitan seperti itu sehingga usaha Silvia untuk memelas sia-sia dan dia berakhir dengan begitu menderita di akhir hidupnya dia teringat caranya yang membunuh Mia temannya sendiri, Silvia mati dengan membawa kesakitan kesedihan dan penyesalan yang sangat banyak.


Robby yang melihat Silvia mati sia-sia hanya bisa merasa kasihan "Kau memilih lawan yang salah" Ucap Robby yang menyuruh anak buahnya untuk membereskan nya dan dia beranjak pergi.


Rocky membawa Aleena ke dalam mobil mereka namun Arion sudah menunggu di depan pintu mobil, dia mendekat ke arah Aleena dan memeluknya "Kau tidak apa-apa" di balik kata-kata Arion itu ada rasa cemas dan khawatir dari seorang kakak.


"Aku tidak apa-apa kak, terimakasih sudah menyelamatkan ku" Ucap Aleena yang tidak bisa membendung air matanya yang merasa lega.


Arion tidak mengatakan apapun hanya memeluk dan mengecup pucuk kepala adik tersayangnya itu terlihat mata berbinar dari Arion yang juga merasa lega Aleena kembali dengan selamat.


Mereka akhirnya kembali ke rumah sakit, Alister juga membawa Rei ke rumah sakit sesuai permintaan Aleena.


Mereka sudah berada di rumah sakit, Aleena mendapat perawatan untuk luka luka kecil yang ada di tubuhnya, Rocky dengan setia menunggu Aleena yang sedang di rawat, setelah semua luka di bersihkan dan Aleena berganti dengan baju yang di siapkan Rocky Aleena keluar dari ruang perawatan nya.

__ADS_1


"Kau yakin pergi begitu saja, Aleena bukankah lebih baik jika kau di rawat satu dua hari di rumah sakit ini" Ucap Rocky yang masih saja khawatir takut ada luka dalam yang tidak terdeteksi.


"Tidak perlu om, jangan khawati-r" Aleena terkejut saat Rocky memeluknya erat apalagi seperti nya ada air yang membasahi pundaknya. "Om" Aleena ingin melepaskan pelukan Rocky namun Rocky menolak.


"Biarkan seperti ini dulu" Ucap Rocky yang merasa takut kehilangan Aleena, Aleena hanya mengangguk kecil.


Cukup lama mereka berpelukan dan menjadi pusat perhatian orang yang lalu lalang di rumah sakit.


Pelukan itu berhenti saat Arion datang untuk memisahkan mereka "Kalian mau sampai kapan berpelukan apakah tidak tau ini adalah rumah sakit tempat orang sakit bukan tempat orang berpacaran" Ucap Arion yang segera memisahkan keduanya.


"Kau ini menganggu saja! " Ucap kesal Rocky.


"Kak bagaimana keadaan Rei? " Tanya Aleena, ucapan Aleena itu mengingatkan Rocky untuk bertanya Siapakah Rei itu.


"Dia baik-baik saja" Jawab singkat Arion yang sebenarnya tidak tahu pasti keadaan nya karena sifat Arion adalah sombong dia tidak akan memperdulikan orang yang tidak dia kenal.


"Begitukah kalau begitu aku akan melihat nya" Ucap Aleena


"Hm dia ada di ruangan di sebelah ruangan kekasih Alister" Ucap Arion yang melupakan nama Elin.


"Namanya Elin kak" Ucap Aleena mengingatkan nama Elin pada kakaknya


"Hmm aku tau"Ucap Arion yang berlagak tau namun sebenarnya benar-benar lupa nama Elin.


Aleena kemudian bergegas berjalan ke ruangan Rei namun saat sampai di depan pintu langkah kaki Aleena terhenti saat pelukan erat Rocky dari belakang menahannya membuat Aleena kesulitan berjalan dan sedikit mendongak " Apa yang kau lakukan om? " Tanya Aleena yang terkejut Rocky tiba-tiba memeluknya.

__ADS_1


"Siapa Rei? kenapa dia mau berkorban sebegitu nya untuk mu? apa kau mengenal dia sebelumnya? " Pertanyaan Rocky dengan wajah serius dan menginterogasi itu membuat Aleena merasa sedikit tertekan.


__ADS_2