Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 190


__ADS_3

Setelah seminggu berada di kediaman Mars, Rocky dan Aleena memutuskan untuk kembali ke Negera A, Aric, Fiona dan anak-anak nya kemarin sudah kembali ke negara B tempat dia tinggal sekarang di sana Aric menjadi pengusaha nomor satu di negara


itu ,sedangkan Kenzo, Nyonya Tina sudah kembali ke negaranya tiga hari yang lalu.


Nyonya Tina sangat menyukai Elin begitu pula dengan Fiona, Elin mendapatkan curahan kasih sayang yang begitu banyak dari mereka Bahkan Tina memberikan gelang untuk Elin mengikat Elin untuk tidak berubah pikiran dan menikah dengan anaknya.


Aleena sudah selesai membereskan barang nya yang sedikit lalu turun untuk sarapan bersama "Kau sudah selesai membereskan barang mu Aleena? " Tanya Elin yang melihat Aleena berjalan ke ruang makan.


"Emm aku sudah selesai, di mana yang lain apa belum turun"


"Nenek baru saja masuk untuk bersiap dan sarapan" Ucap Elin


"Maaf Elin aku tidak bisa membantu mu membuat sarapan bersama nenek, maaf ya" Aleena memeluk Elin.


"Hahaha hanya sarapan sederhana tidak masalah, lagi pula kau harus berkemas jadi itu tidak masalah" Ucap Elin tersenyum.


"Hehe kau adalah sahabat terbaik ku, kalau begitu sekarang tugas ku untuk membangunkan semuanya hehe" Ucap Aleena bersiap untuk membangunkan Alister dan Rocky namun Alister nyatanya sudah bangun dan sudah rapi berjalan menuju ruang makan.


"Tidak perlu membangunkan ku ,aku tidak mau kau bangunkan" Ucap dingin Alister pada Aleena.


"Huh, siapa yang ingin membangunkan mu kak, tidak ada huh" Ucap Aleena dan langsung pergi.


"Bukankah kau terlalu dingin padanya sayang" Ucap Elin kepada Alister.


"Biarkan saja, aku memang tidak ingin di bangunkan oleh Aleena, aku hanya ingin di bangunkan oleh mu " Ucap Alister memeluk Elin dari belakang dan mencium pipinya.


"Ahh apa yang kau lakukan" Ucap Elin yang terkejut.


"Pemanasan, morning kiss di pipi " Ucap Alister membuat Elin menggembungkan pipinya membuat Alister gemas.


Aleena mengetuk pintu kamar Rocky dan tidak mendapat jawaban apapun, Aleena mencoba mengetuk lagi kemudian menempelkan telinganya di pintu untuk mendengar pergerakan, namun sama sekali tidak terdengar suara dari kamar Rocky "Om apa kau sudah bangun om, kenapa tidak bersuara " Ucap Aleena yang terus mengetuk pintu.


Karena tidak ada jawaban Alhasil Aleena mencoba membuka gagang pintu dan ternyata tidak di kunci membuat Aleena perlahan-lahan membuka pintu kamar Rocky, Aleena masuk dengan pintu yang terbuka tidak begitu lebar.

__ADS_1


Aleena melihat ternyata Rocky masih tertidur di ranjangnya membuat Aleena berjalan mendekat ke arah Rocky dan mencoba untuk membangunkan nya namun saat melihat Rocky yang tertidur lelap membuat Aleena tidak bisa untuk membangunkannya. "Dia sedang tertidur lelap " Ucap Aleena yang ingin menyentuh pipi Rocky yang sedang tidur.


Aleena mengusap pipi Rocky dan Rocky tiba-tiba terbangun lalu menarik Aleena untuk tidur di samping nya "Ahhh kau sudah bangun om" Ucap Aleena.


"Belum aku belum bangun " Ucap Rocky dengan memeluk Aleena seperti guling begitu erat.


"Kau jelas-jelas sudah bangun ayolah om lepaskan pelukan mu ini om" Ucap Aleena berusaha melepaskan pelukan Rocky.


"Aleena berhenti jangan bergerak " Ucap Rocky dengan suara khas bangun tidur yang membuat Aleena merasa bergetar mendengarnya.


"Tidak mau jika om tidak mau melepaskan pelukannya aku tidak mau berhenti" Ucap Aleena yang semakin asik menggeliat untuk melepaskan pelukan Rocky yang cukup kuat.


"Baiklah aku lepaskan tapi hentikan jangan bergerak lagi ku mohon" Suara Rocky mulai terdengar aneh di telinga Aleena alhasil Aleena mendengar ucapan Rocky dan berhenti namun Aleena tiba-tiba merasakan sesuatu yang kerah menyentuh bagian bawahnya.


"Om singkirkan tanganmu, itu begitu keras menekan " Ucap Aleena yang membuat Rocky segera melepaskan pelukannya dan berpaling dari Aleena.


Setelah itu Aleena baru sadar ternyata yang menekannya tadi bukan tangan Rocky "Om kau mesum! " Teriak Aleena sembari turun dari ranjang dan pergi dengan wajah malu-malu.


"Rocky kau benar-benar mesum" Ucapan Rocky sendiri pada dirinya karena dia merasa kali ini dia tidak akan bisa selesai dengan hanya mandi air dingin.


Rocky dengan keras, dia menutup wajahnya yang mungkin Kini terlihat makin merah karena teringat ucapan Rocky, sebenarnya dirinya lah yang membangunkannya. Aleena mengipas-ngipas wajahnya yang mulai terasa panas.


"Aleena apa yang kau lakukan di sini" Tanya nenek angel yang melihat Aleena hanya berdiri di dekat kamar Rocky.


"A.. aku baru saja membangunkan om Rocky nek" Ucap Aleena sedikit terbata-bata karena terkejut mendengar suara nenek Angel.


"Oh apa dia sudah bangun? " Tanya nenek angel.


"Iya nek dia sudah bangun"


"Kalau begitu tinggalkan saja dia, kita ke ruang makan terlebih dahulu" Udah nenek Angel.


"Baik nek, ayo" Ucap Aleena yang menggandeng tangan nenek Angel.

__ADS_1


Cukup lama setelah di bangunkan Akhirnya Rocky datang untuk sarapan. "Lama sekali apa yang kau lakukan aku sudah lapar" Keluh Alister.


"Berisik akukan harus mandi" Ucap Rocky.


"Apa kau yakin kau hanya mandi, itu terlalu lama" Ucap Alister yang hanya iseng mengucapkan itu.


"Berisik! aku hanya mandi" Ucap tegas Rocky yang malah membuat Asisten curiga dan menertawakan Rocky.


"Hahaha aku tidak yakin" Ucap Alister.


"Memangnya bisa apa ke kamar mandi selain mandi kak " Ucapan Aleena membuat kedua laki-laki itu terdiam.


"Sudahlah ayo kita sarapan bukankah semua sudah lapar" Ucap nenek Angel yang mulai mengambil nasi goreng untuk nya sarapan.


"Be.. benar ayo kita sarapan" Ucap Rocky yang ingin mengambil nasi goreng namun segara di ambilkan oleh Aleena.


Mereka semua selesai sarapan dan Alister bersiap mengantarkan Aleena dan Rocky ke bandara sedangkan Elin dan nenek Angel tidak ikut mereka akan melakukan perawatan lagi pada luka Aleena.


Alister mengemudikan mobilnya ke arah Bandara, sesampainya di bandara terlihat Rafael dan Dion sudah menunggu di sana.


"Kalian benar-benar akan ikut dengan bartender ini! " Ucap Alister


"Tentu saja, kalau tidak kami tidak akan ada di sini" Ucap Dion terlihat begitu yakin.


"Kalian berdua memang yang terbaik" Ucap Rocky merasa terharu.


"Tapi kau harus ingat kami tidak akan selamanya membantu mu, jadi kau harus segera sukses apa kau mengerti" Ucap Dion


"Hahaha tentu saja, kau tidak perlu meragukan kemampuan ku " Ucap Rocky begitu sombong


"Ck! apakah terlambat untuk menyesal " Ucap Dion yang merasa jengah dengan sikap sombong Rocky yang ikut ikut arion.


"Hahaha seperti nya kau sudah terlambat ayo kita berangkat" Ucap Rocky mendorong sahabat nya itu.

__ADS_1


"Ayo kita berusaha bersama" Ucap Rafael yang sedari tadi diam dan diam diam mendapatkan anggukan dari Aleena, Dion dan Rocky


"Aku pasti akan berhasil" Ucap Rocky yakin


__ADS_2