Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 136


__ADS_3

"Bukan orang lain? jadi siapa orang yang meminta nenek dan kak Andreas datang kemari? " Tanya Aleena yang hanya mendapatkan senyuman dari sang nenek "Nenek beritahu aku siapa itu? "


"Kau akan tau nanti sayang" Ucap nenek angel yang akhirnya hanya mendapat anggukan dari Aleena.


Sesampainya di mobil "Nenek apa kalian akan ikut tinggal di apartemen ku? " Tanya Rocky.


"Tidak, kami akan tinggal di hotel " Ucap Andreas menyela.


"Benar, nenek akan tinggal di hotel di dekat rumah sakit" Jawab angel , Andreas memberikan alamat hotelnya membuat Rocky menatap Aleena, Aleena melihat alamat hotel itu dan mulai curiga.


"Kalau begitu apa kau tinggal di hotel juga Arion? " Rocky seperti nya berharap Arion juga tinggal di hotel agar nantinya Arion tidak akan menjadi pengganggu dia dan Aleena.


"Tidak! " Jawab singkat Arion yang sibuk dengan handphone nya seperti nya dia sedang berkirim pesan dengan istri nya.


"Lalu kau akan tinggal di mana" Ucap Rocky pura-pura dia sebenarnya sudah menegakkan Arion akan tinggal di apartemen nya.


"Apartemen mu! " Tebakan Rocky benar-benar tepat dan itu membuat Rocky menampakkan wajah sedih nya yang di lihat oleh Aleena.


"Om kenapa kau terlihat kesal? " Tanya Aleena yang membuat Rocky tersenyum fake.


"Tidak, biasa saja" Ucap Rocky yang menjalankan mobilnya untuk pergi ke hotel mengantarkan nenek angel dan Andreas. Sedangkan Arion menarik ujung bibirnya seperti nya dia sedang menantikan sesuatu yang menarik.


Saat ini mereka sudah sampai di hotel, Rocky dan Arion sedang menunggu di restoran hotel sembari menunggu Andreas dan nenek angel yang di temani Aleena untuk menaruh barang mereka di kamar hotel mereka masing-masing.


Arion menatap Rocky membuat Rocky menatap balik Arion " Kenapa kau menatap ku seperti itu? " Tanya Rocky.


"Tidak hanya ingin memukul mu karena kebodohan mu! "


"Ha! kebodohan apa yang kau maksud? " Rocky tidak mengerti arti ejekan Arion padanya itu.


"Kebodohan membuang waktumu! benar-benar sia-sia" Jawaban Arion itu tambah membuat Rocky bingung.


"Apa maksud mu"


"Kau apakah menjalin hubungan dengan Aleena? " Arion menatap tajam ke arah Rocky, tentu saja sebenarnya Arion sudah tau itu dari sang istri namun dia ingin memastikan nya sendiri dengan Rocky.


Rocky mengangguk tanpa ragu membuat Arion menarik ujung bibirnya "Ha, tidak masalah bukan" Ucap Rocky dengan wajahnya yang serius.

__ADS_1


"Jika yang membuka hatimu Aleena untuk apa jauh-jauh datang ke negara orang" Ucap Arion meremehkan membuat Rocky terdiam, dia seperti menyesal karena pergi dan tidak bisa melihat Aleena tumbuh.


"Aku juga tidak tau, mungkin sudah takdir"


"Bodoh! karena kau bodoh" Jawab Arion si pahit lidah mengatakan apa yang ada di pikirannya.


"Seperti nya kali ini aku tidak bisa menyangkalnya" Ucap Rocky yang merasa dia memang benar-benar bodoh saat itu.


"Lalu tentang masalah yang menimpa Aleena waktu itu kau sudah membereskan nya? "


"Hmm, tapi masih ada sisa sampah yang belum aku bereskan jadi aku membutuhkan anak buah kita" Ucap Rocky.


"Kau ingin Dion? dia tidak bisa lagi membantu beberapa tahun ini dia sudah membuka toko makanan bersama istrinya" Ucapan Arion itu membuat Rocky membulatkan matanya.


"Apa dia menikah? "


"Ha, dia juga sudah memiliki anak"


"Aku tidak tau"


"Itu semua karena kau bodoh! " Ucap Arion lagi.


"Bagus kalau sudah paham. Untuk masalah Aleena kau harus membereskan nya sampai tuntas"


"Tanpa kau beritahu aku akan melakukan nya" Ucap Rocky.


"Jangan bergerak terlalu lama! atau aku bergerak dan kau tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bersama Aleena" Ucapan Arion itu seperti ancaman untuk Rocky.


"Tidak akan! jangan meremehkan ku, meski aku sudah lama tidak berolahraga bukan berarti aku tidak bisa bergerak cepat"


"Heh! aku tunggu pembuktian mu" Ucap Arion dengan wajahnya yang sedikit terlihat meragukan Rocky membuat Rocky sedikit kesal.


****


Di sisi lain


Setelah membereskan pekerjaan nya Erlan memutuskan kembali ke rumah sakit untuk menemani adik kesayangan nya.

__ADS_1


Dia kini sudah berjalan di lorong rumah sakitnya menuju ke kamar rawat Elin, Erlan membuka pintu dan menatap ranjang Elin sembari mengernyitkan matanya dia mengusap matanya untuk melihat apa yang dia lihat itu apakah benar atau salah.


Saat Erlan sudah memastikan apa yang di lihatnya nyata dia kemudian berjalan begitu tergesa-gesa ke arah ranjang Elin.


Erlan menarik paksa Alister yang tidur di samping adilnya sampai membuat Elin terbangun Elin segera berbalik ke arah kakaknya "Kak ada apa? " Tanya Elin menatap kakaknya yang terlihat sedang kesal


"Ada tikus yang berani tidur di sampingmu! " Ucapan Erlan membuat Elin bingung dan mencari tikus yang Erlan maksud.


Elin duduk dan menatap kakaknya "Di mana tikusnya kak? " Tanya Elin.


Erlan menarik Alister yang terjatuh ke bawah karena Erlan "Di sini! tikus yang begitu besar, kau berani sekali hah! om tua silan beraninya mencari kesempatan" Alister tersenyum sembari menggosok tengkuknya yang tak gatal.


"A.. aku tidak mencari kesempatan aku lihat Elin tertidur dengan gelisah aku hanya menemaninya tidak sengaja aku ikut tertidur, aku tidak melakukan aneh-aneh kakak ipar"


"Hah! siapa yang kakak ipar mu om tua sialan tetap saja kau berani mengambil keuntungan dari adik ku, ikut aku!! " Ucap Erik menarik paksa Alister.


"Kak ja.. jangan kasar begitu dengan nya" Ucap Elin malu-malu, sepertinya Elin percaya dengan penjelasan Alister atau memang dia mungkin merasakan hal sama.


"Hanya kasar aku tidak akan membunuhnya, kau tunggu di sini aku akan memberi pelajaran om tua ini" Ucap Erlan yang menyeret Alister keluar.


"Kak" Elin tidak bisa berkata-kata lagi karena kakaknya telah membawa Alister pergi dari ruangan nya.


Kini Alister dan Erlan berada di depan ruangan Elin "Kau jangan salah sangka pada ku kakak ipar"


"Hentikan panggilan menggelikan mu itu, aku belum jadi kakak ipar mu! "


"Belum berarti sebentar lagi akan jadi"


"Berisik! syarat pertama ku saja belum kau penuhi"


"Tentang luka elin aku jamin sebentar lagi dia akan sembuh dan wajahnya akan jauh lebih bersinar di banding sekarang"


"Kau jangan asal bicara apa kau sudah bertanya padanya? "


"Bertanya apa? " Tanya Alister bingung


"Hah kau ini selain tua apa kau juga bodoh juga" Ucap Erlan yang kembali masuk ke kamar Elin.

__ADS_1


Erlan berjalan mendekat ke arah Elin , Erlan duduk di kursi dan menatap Elin "Elin apakah kau mau menjalani operasi plastik? " Tanya Erlan dengan wajah serius.


__ADS_2