Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 121


__ADS_3

Erlan dan Alister terus mencari, sampai Alister tiba-tiba terdiam seperti merasa ganjil tidak ada apa-apa di tempat itu. "Sial apakah ini tipuan! " Ucap Alister yang memilih kembali ke ruangan awal, Dia berlari turun dari tangga.


Erlan juga merasa ganjil tidak ada yang dia temukan bahkan satu orang pun tidak ada. "Apakah ini jebakan? sial apakah aku sudah di tipu! " Ucap Erlan yang menggenggam erat tangannya di sangat kesal.


Natan dan Robby mencari ke sekeliling namun tidak menemukan apa-apa "Tuan Robby apa mereka ada di gedung lain? " Tanya Natan pada Robby


"Kemungkinan ini bisa terjadi kita hanya sedang di tipu di arahkan ke tempat ini, sedikit sulit mencari orang di kita kosong apa lagi kita tidak tau medan lokasi nya" Jelas Robby, Natan merasa kagum dengan analisa Robby, dia sedikit berfikir jika dia mengikuti Alister akan kah dia seperti Robby.


Sedangkan Rocky menengok ke belakang dan tidak menemukan Aleena "Dia mana kau gadis bodoh benar-benar! " Ucap Rocky kesal dia langsung tau kalau Aleena lagi-lagi diam diam berjalan sendiri ingin menghadapi orang itu "Heh seberapa tidak percaya nya kau padaku Aleena" Ucap Rocky.


Rocky ingin kembali namun Natan, Robby, Alister dan Erlan kembali bersamaan setelah menggeledah seluruh ruangan.


"Sekarang saatnya aku menghancurkan wajah bahagia mu itu, beraninya kau tertawa dengan Aleena aku tidak akan membiarkannya" Ucap orang bertopeng namun setelah itu Elin tidak diam saja dia memundurkan tubuhnya dan mencoba berdiri dia berlari "Aku tidak boleh mati di sini, Tuan Alister tolong aku" Tanpa sadar Elin memanggil nama Alister dengan kencang "Alister bodoh! tolong aku!!! " Teriak Elin dengan air matanya dia berusaha untuk kabur ke arah jendela.


"Alister? nama ini bukankah laki-laki itu, hei kau memanggilnya apa kau wanitanya? " Sayangnya sebelum Elin melompat dari jendela orang bertopeng itu sudah lebih dulu menjambak rambut Elin membuat Elin terjatuh dan kesakitan.


"Lepaskan aku lepas! " Ucap Elin meronta, orang bertopeng itu berjongkok dan menatap Elin dari atas membuat Elin mendongak untuk melihat nya, Elin sangat kesakitan dia berusaha memukul.


"Aku tanya sekali lagi! apakah kau wanitanya Alister? " Tanya orang bertopeng itu lagi.


Entah perasaan apa yang merasuki Elin, dia langsung saja menjawab "Ya aku wanitanya! " Dia berharap orang bertopeng itu akan takut dan berhenti menyakiti nya.


Alhasil "Bagus aku bisa membunuhmu sekarang! " Ucapan yang berbeda malah terdengar dari orang bertopeng itu, Elin semakin memberontak namun dia tidak bisa.

__ADS_1


"Kalau begitu kita mulai dari menguliti wajah cantikmu! " Orang bertopeng itu menggoreskan pisau tajamnya ke wajah Elin, Elin menjerit merintih kesakitan di tambah darah yang mulai mengalir menetes hingga bubur membuat Elin semakin menjerit.


Orang itu bukannya merasa bersalah dia ingin lagi dan lagi menggores dan melihat rintihan kesakitan dari Elin "To.. tolong" Bibir elin bergetar dia benar-benar ketakutan dan lemas.


Braaakkkk.... suara pintu di dobrak "Berhenti lepaskan dia! kau menginginkan ku bukan" Orang bertopeng itu melihat ke arah suara.


Dia langsung berdiri dari jongkok nya, wajahnya memang tidak terlihat tapi dari matanya dia terlihat sangat bahagia melihat orang yang dia inginkan datang mencarinya "Aleena kau di sini? aku sudah menunggu mu" Ucapan nya begitu lembut.


"Kau melakukan nya lagi, kau menyakiti teman-teman ku! " Ucapan Aleena itu membuat sorot mata orang bertopeng itu langsung berubah.


"Teman! mereka tidak pantas menjadi temanmu Aleena! mereka semua lemah! " Ucap orang bertopeng itu.


Aleena tau berdebat dengannya tidak akan mudah sekarang yang harus Aleena lakukan membuat Letty, Elin dan Disa bebas dulu, mereka sudah sangat terluka dan tidak berdaya.


Mendengar itu orang bertopeng itu ingin melemparkan pisau di tangannya namun Aleena dengan cepat berlari dan menahan tangan orang bertopeng itu "Jangan lakukan, aku akan menuruti perkataan mu" Ucap Aleena yang tidak mau mereka bertiga terlibat lebih dalam dan mendapatkan luka lebih parah lagi.


"Baiklah, ikut denganku" Ucap orang bertopeng itu melepaskan pisaunya dan menggandeng Aleena pergi.


"Aleena berhenti! jangan ikut dengan nya" Ucap Elin menangis menggelengkan kepala nya yang sudah berat karena darah yang terus mengalir pada luka goresan yang lumayan dalam.


Aleena menengok ke arah Elin dan tersenyum, dari bahasa bibirnya Elin bisa menangkap apa yang Aleena katakan "Jangan khawatir aku akan baik-baik saja" Itu yang Elin dapat tangkap dari bahasa bibir Aleena.


"Tidak kau tidak akan baik-baik saja jika dengannya, Alister bodoh kau bodoh di mana kau kenapa membiarkan Aleena kesini" Entah kenapa pikiran Elin di saat seperti ini di penuhi dengan nama Alister. "Alister di mana kau! " Ucap Elin berteriak dan terjatuh dia sudah tidak tahan badannya sudah penuh dengan luka dan memar.

__ADS_1


Seseorang melompat masuk dari jendela "Elin apa yang terjadi" Ucap orang yang segera berlari ke arah Elin.


Elin yang mulai kehilangan kesadaran nya seperti melihat Alister "Alister bodoh! kau kemana saj-" Elin mulai kehilangan kesadaran nya.


Letty dan Disa juga sudah kehilangan kesadaran lebih dulu.


Natan, Erlan, Rocky dan Robby segera masuk dari pintu yang terlihat bekas di dobrak itu "Di mana Aleena? " Ucap Rocky yang melihat sekeliling dan tidak menemukan Aleena.


"Letty, bertahanlah" Ucap Natan yang berlari menghampiri Letty yang sudah pingsan tak berdaya.


Erlan ingin menolong adiknya namun adiknya sudah di gendong oleh Alister.


"Robby ikut aku! " Ucap Rocky yang di ikuti Robby.


Erlan ingin ikut namun tidak tega melihat Disa yang terkapar tak berdaya "Kita bawa keluar mereka semua" Ucap Erlan.


Tanpa mendengar ucapan Erlan, Alister sudah membawa Elin beranjak dari tempatnya, Alister menghubungi anak buahnya "Kalian semua masuk ke gedung sebelah cari dan temukan orang yang menyandera Aleena" Ucap Alister pada anak buahnya.


Karena tipuan yang di buat orang bertopeng itu, anak buah Alister salah mengepung area membuat mereka kecolongan kehilangan Aleena dan membuat ketiga wanita tak bersalah itu terluka.


"Robby bantu aku cari di setiap ruangan! " Ucap Rocky yang terus mencari ke setiap kamar yang ada.


Rocky, Alister dan Anak buahnya agak kesulitan karena ini adalah kota kosong tak berpenghuni banyak bangunan yang terlantar dan mereka asing dengan tepat ini, meskipun Rocky tinggal lama di negara itu dia tidak pernah menjelajahi tempat seperti ini.

__ADS_1


"Aleena di mana kau?, aku mohon jangan terjadi sesuatu padamu aku mohon" Ucap Rocky dalam hati sembari terus berlari..


__ADS_2