
"Lalu apa yang membuat mu tidak mau dengannya, dia kaya hebat berkuasa di tambah dia tampan pula, sudahlah Elin jangan memikirkan hal lain kau terus saja dekati dia jangan sampai kau kehilangan laki-laki sesempurna itu" Mama Elin berusaha mempengaruhi Elin.
Elin Terdiam dia terlihat melamun seperti nya dia sedang memikirkan perkataan ibunya.
Sampai akhirnya lamunan itu buyar saat suara klakson mobil terdengar begitu ribut di depan rumah Elin.
"Apakah berandalan itu lagi yang membuat ulah" Berandalan yang di maksud mama Elin adalah Erlan yang selalu membuat onar jika dia datang.
"Mama jangan mengatakan itu, kak Erlan bukan berandalan" Ucap Elin yang tentu saja membela kakaknya.
"Kau ini selalu saja membela berandalan itu! apakah kau tidak muak dengan dia" Ucap mama Elin yang memperlihatkan ekspresi jijik dengan Erlan.
"Mama hentikan menghina kakak" Elin seger bergegas meninggalkan mamanya.
"Elin tunggu kau mau kemana, apa kau tidak ingat apa yang papamu katakan! kau harus menemani tuan Alister.
Elin tidak mendengarkan mamanya dia langsung keluar dan melihat mobil yang terus membunyikan klakson nya " Hmm apakah kakak membeli mobil baru " Ucap Elin senang dan tanpa curiga langsung saja masuk ke dalam mobil "Kak apakah kau membeli mobil bar.. " Ucapan Elin terhenti saat dirinya ingin memakai sabuk pengaman dan melihat orang yang ada di sampingnya bukan kakaknya melainkan orang yang harus dia hindari. "Ka.. kau" Ucap Elin terkejut "Se.. sepertinya aku salah masuk mobil ak.. aku pikir ini mobil kakak ku lebih baik aku turun saja" Ucap Elin gugup dan memberikan senyum kaku nya pada Alister.
Elin mencoba membuka pintu mobil namun tidak bisa, Elin langsung menatap Alister "Ka.. kau buka pintunya ak.. aku mau turun" Ucap Elin.
"Kau sudah masuk kenapa harus turun! lagi pula papamu bukannya sudah menyuruhmu untuk menemani ku bukan" Ucap Alister.
"Benar tapi aku tidak mau, ak.. aku ada kelas pagi jadi aku harus pergi" Ucap Elin yang terus berusaha membuka pintu yang sudah di kunci oleh Alister. "Cepat buka" Ucap Elin bersikukuh.
"Tidak akan! pakai sabuk pengaman mu atau aku akan mengemudi dengan kecepatan tinggi" Ucap Alister dengan wajah yang serius membuat Elin sedikit panik namun dia masih bersikukuh tidak mau ikut Alister.
__ADS_1
"Baiklah jika tidak mau menurut jika terbentur bukan salahku" Ucap Alister yang mulai menghidupkan mobilnya dan mulai melajukan kendaraan nya, dan benar saja Alister mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata membuat Elin ketakutan.
"Ap.. apa kau sudah gila, jika ingin mati-mati saja sendiri, tuan aneh! " Ucap Elin tanpa sengaja membuat julukan untuk Alister karena bagaimanapun mereka belum berkenalan secara pribadi.
"Apa kau memanggilku apa, dasar gadis tidak patuh! " Ucap Alister yang ingin menambah kecepatan nya namun mengurungkan niatnya karena kepala Elin yang sudah terbentur.
Melihat itu Alister mengurangi kecepatan mobilnya, Elin dengan Buru-buru mengambil sabuk pengaman dan memakainya "Dasar tuan aneh! " Gerutu Elin.
Kali ini Alister tidak memperhitungkan nya "Sudahlah, kau gadis tidak patuh apa kau tau di mana tempat tinggal. Rocky dan Aleena? " Tanya Alister.
"Tentu saja ta.. tidak aku tidak tau" Elin hampir saja keceplosan meski Alister mengatakan mengenal Rocky dan Aleena bukankah Elin harus tetap waspada.
"Kau selain tidak patuh ternyata pandai berbohong ya, bagaimana gadis seperti mu bisa menjadi dokter! "
"Ak.. aku tidak berbohong aku hanya saja berjaga-jaga jika kau pura-pura mengenal tuan Rocky dan Aleena bagaimana, bagaimana jika kau menimbulkan masalah untuk Aleena! " Ucap Elin yang memang sangat masuk akal, Elin begitu sayang kepada Aleena tentunya dia tidak mau sahabatnya itu dalam masalah.
"Sangat mirip kau terlihat pandai menipu" jawab jujur Elin yang membuat Alister tak bisa menahan tawanya, dia semakin merasa Elin sangat menarik.
"Kau gadis yang menarik" Ucap Alister yang menghentikan mobilnya, dia mengambil handphone nya dan mengotak-atiknya sebentar dan memperlihatkan lagi pada Elin.
"Ini? " Tanya Elin saat di perlihatkan sebuah foto. Foto terkahir yang dirinya ambil.
Saat itu hanya ada Rayyan, Tiara, Aleena, Tina kenzo dan Alister "Sudah liat? apa masih belum percaya" Elin reflek menggelengkan kepalanya.
'Apakah itu pertemuan keluarga, siapa tuan Alister ini? ' Ucap Elin dalam hati.
__ADS_1
"Sudah mengerti? jika sudah antarkan aku bertemu dengan Aleena dan Rocky, apa kau tidak lihat begitu banyak barang yang aku bawa, itu semua di titipkan mereka untuk Aleena. Alister menunjuk barang-barang yang ada bagasi mobilnya.
" Aku mengerti" Elin mengangguk dengan perasaan penasaran siapa sebenarnya Alister dan hubungan apa yang dia punya dengan Aleena
*****
" Lepaskan aku kak! Aku tidak perlu itu semua kak, aku sudah terlebih dahulu melepaskan jerat masa lalu, aku sekarang sudah menganggap om Rocky tidak ada dan hanya tinggal kau kak Rocky sepupuk.. " Aleena tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena bibirnya sudah di lahap habis oleh Rocky.
Aleena berusaha memberontak dan mencoba mendorong Rocky, namun ciuman Rocky itu semakin dalam dan Rocky enggan menyudahinya.
Aleena tidak mau terjerat lagi oleh Rocky, Aleena lalu menggigit lokal Rocky membuat Rocky melepaskan ciumannya, Aleena segera mendorong Rocky menjauh "Apa yang kau lakukan kak! apa kau gila kita ini sepupu" Ucap Aleena yang terus mengingatkan Rocky dan juga dirinya tentang status mereka yang sebenarnya.
"Cukup Aleena hentikan semua ini! aku bukan sepupu mu" Rocky menatap Aleena dengan tatapan mengintimidasi
"Kau sepupuku! aku sudah mengatakannya dengan jelas"
"Tidak Aleena hentikan ini aku sangat terluka melihat mu yang tidak memandang ku ini! " Rocky menarik Aleena memeluknya dengan Erat.
"Tidak lepaskan kak lepaskan aku" Aleena mencoba memberontak bukan tubuh nya saja dia juga memberontak pada batinnya yang seakan bersiap untuk luluh karena pelukan Rocky, namun Aleena mempertahankan keyakinan nya, bahwa om Rocky nya sudah tidak ada lagi.
Aleena terus memberontak melihat Aleena yang enggan dengannya ini, hati Rocky begitu hancur dan sakit, dia sangat tidak menyukai situasi ini "Aleena aku mohon jangan begini! aku menyayangimu Aleena" Ucap lirih nan lembut Rocky.
"Menyayangi ku! semua orang di keluarga aditama dan mars juga menyayangi ku, aku tidak butuh kasih sayang yang seperti ini! " Ucap Aleena tegas.
"Berhenti menyakiti ku Aleena, jangan lakukan ini" Mendengar itu Aleena tertawa dengan air mata yang mengalir di pipinya.
__ADS_1
"Hahaha, jangan menyakiti mu kak! lalu apa kau tidak ingat seberapa besar kau menyakiti hati dan perjuangan ku! lepaskan aku! " Aleena terus berusaha melepaskan pelukan Rocky.