Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 13


__ADS_3

Natan terpaksa hanya minum dan makan roti yang biasanya dia taruh di laci meja bar Rocky untuk menemani Rocky yang asik menyantap bekal yang dia bawa, sedangkan kotak berisikan kue itu di simpan kembali di paperbag nya. "Apa enak? " Tanya Natan yang terlihat ingin mencoba makanan yang Rocky makan.


"Tidak buruk" Ucah Rocky yang membuat Natan semakin ingin makan bekal yang Rocky makan.


"Rocky beri aku satu suap, makanannya terlihat menggiurkan lagi pula kau biasanya hanya minum tidak pernah makan " Rocky memang tidak pernah makan saat bekerja, bahkan saat Natan memaksanya untuk memakan roti yang dia beli Rocky tidak mau.


"Benarkah, kalau begitu mulai malam ini aku akan makan! " Ucap Rocky yang kemudian terpikir akan sesuatu yang membuatnya sedikit senang namun dia tetap menyembunyikan rasa senangnya dalam balutan wajah dingin nya.


"Aku perhatikan dua malam ini kau terlihat berubah kau terlihat lebih manusiawi" Ucap Natan yang mengangguk angguk merasa ucapannya sangat benar.


"Apa kau pikir aku tidak manusiawi? "


"Tidak kau lebih seperti batu es kutub yang sulit sekali mencair! " Natan menenggak minuman yang ada di gelasnya, memang saat bar sepi atau sedikit pelanggan Natan dan Rocky terbiasa duduk bersama meskipun terkadang tidak ada percakapan apapun.


"Terimakasih" Rocky tidak menganggap serius ucapan Natan karena menurut Rocky dia tidak seperti itu dia hanya bersikap profesional meski tanpa sadar itu membuatnya semakin menjadi kutub es.


"Itu bukan pujian, oh ya Rocky apa kau benar-benar tertarik pada wanita tadi, dia lumayan cantik badannya juga bagus, apa kau sudah tau namanya?" Natan memberikan komentarnya tentang Silvia.


"Ya" Rocky masih terus memakan bekal yang Aleena buat hingga bekal itu tersisa sedikit mungkin tinggal beberapa suap lagi.


"Siapa namanya? aku rasa namanya akan sebagus orang nya" Natan terlihat sangat penasaran pada wanita yang mampu membuat Rocky menerima hadiah untuk pertama kalinya semenjak mereka bekerja bersama.


Rocky menghentikan makannya saat Natan menanyakan hal itu, nama yang sama dengan nama orang yang menempati relung hatinya, nama yang tidak bisa hilang dari pikiran Rocky, nama yang mampu menjerat Rocky sampai meninggalkan keluarga yang menyayanginya.


"Kenapa kau diam saja? apa kau melupakan nama wanita itu? Rocky bagaimana bisa kau melupakan nama wanita secantik dan sebaik itu, " Natan terus berbicara namun Rocky tetap diam membuat Natan semakin penasaran dengan namanya. "Rocky Hei apa kau melamun Rocky" Natan melambaikan tangan nya ke depan wajah Rocky namun Rocky seperti tenggelam dalam pikiran nya sendiri "Rocky" Natan yang tidak kunjung mendapatkan jawaban dari Rocky akhirnya menepuk pundak Rocky, dan Rocky akhirnya tersadar deri lamunannya "Kau tidak mendengar ku? " Tanya Natan lagi.


"Hmm jika kau mau tau namanya tanyakan sendiri besok" Ucap Rocky yang menutup kotak makan itu, Rocky tidak menghabiskan makanan yang tinggal sedikit itu, ini semua karena dia teringat masa lalunya.

__ADS_1


"Cih! dasar pelit hanya nama saya tidak mau memberitahu" Ucap Natan Menggerutu ketika Rocky memilih diam.


Letty yang kesal memilih menelpon sahabat nya Disa untuk mendengarkan curahan hatinya. Dita yang mendapat kabar dari Letty langsung bergegas pergi ke bar milik sahabat nya itu.


"Yo Rocky kau masih hidup" Ucap Disa yang melihat Rocky seperti biasa diam dengan wajah yang datar.


"Mbak Disa, aku juga ada di sini lo, kok aku gak di sapa? " Ucap Natan yang selalu merasa tidak pernah di anggap akan kehadirannya.


"Hawa kehadiran mu sangat tipis, sehingga aku tidak merasakan kau di sini" Ucap Disa yang meledek Natan.


"Mbak Disa jangan meremehkan playboy internasional ya" Ucap Natan yang memberikan julukan untuk dirinya sendiri.


Disa hanya bisa tertawa karena tingkah Natan yang menurutnya kocak itu "Sudahlah, aku akan ke atas menemui Letty, bye Rocky" Disa pergi untuk menemui sahabat nya.


"Hah apakah aku ini hantu selalu saja di anggap tidak ada" Keluh Natan


"Sudahlah lebih baik aku pergi saja" Natan memilih untuk membersihkan meja yang belum sempat dia bersihkan karena dia keburu penasaran dengan wanita yang memberikan hadiah pada Rocky.


Disa sudah sampai di ruangan Letty, saat Disa masuk Disa sudah melihat wajah Letty yang di tekuk "Kau terlihat tidak baik ada apa denganmu? " Tanya Disa sembari dia mendudukkan dirinya di sofa empuk yang hanya ada di ruangan Letty.


Letty yang duduk di kursi kerjanya terlihat mengadahkan wajahnya menatap langit-langit sembari menghela nafas panjang "Disa apa yang terjadi padaku? " Ucapan Letty itu mampu membuat Disa menatap ke arah Letty.


"Apa maksud mu? kenapa kau bertanya seperti itu? apa kau merasakan hal aneh pada tubuhmu? " Sebagai sahabat wajar jika Disa merasa khawatir saat sahabat nya mengeluh seperti itu.


"Aku merasa gelisah dan tidak tenang, dadaku terasa sesak dan terasa menyakitkan" Jelas Letty pada Disa.


"Apa kau terkena bronkitis? haruskan aku menelpon dokter pribadi mu? " Disa terlihat serius menanggapi ucapan sahabat nya itu.

__ADS_1


"Disa berhenti bercanda" Letty terlihat kesal dengan Disa yang dia anggap tidak memperhatikan nya.


"Aku tidak bercanda soal kesehatan mu Letty" Disaat memperlihatkan wajah yang serius.


"Aku tidak membicarakan soal penyakit" Letty mulai menatap sahabat nya


"Lalu kau membicarakan apa? jika kau merasa seperti itu bukan kah kau benar-benar sakit? " Disa ikut melihat ke arah Letty dengan seksama, dia melihat tubuh Letty apakah terlihat lemah.


"Rasa sakitnya aku dapat saat melihat dia menerima hadiah dari pelanggan wanita nya ini belum pernah terjadi" Disa menghela nafasnya kini dia mulai mengerti kemana arah pembicaraan sahabat nya itu


"He ternyata soal cinta? " apa kau sudah mau mengakui kau punya perasaan padanya? "


"Aku tidak tau " Letty sendiri belum yakin seratus persen tentang perasaan nya.


"Jika kau terus begini, kau akan kehilangan dia sebelum kau memperjuangkan nya, dan saat itu terjadi hanya akan ada penyesalan yang tidak ada akhirnya, Letty kau harus bergerak kalau tidak kau akan kehilangan nya" Disa memberikan semangat pada Letty.


"Apakah aku bisa mendapatkan nya? " Letty bergumam dan membayangkan tentang dirinya dan Rocky.


Saat ini Rocky bersiap untuk pulang, dia sudah mengganti pakaian nya, dia juga melihat ke arah handphone nya. 'Tidak ada pesan' Gumam Rocky dalam hati seperti nya Rocky berharap seseorang mengirimkan nya pesan.


Rocky ingin keluar dari bar namun di tahan oleh Letty dan Disa "Rocky" Panggil Letty.


"Ada apa? " Rocky berhenti dan menengok ke arah Letty dan Disa.


"Soal kau ingin mengambil libur, kai belum memberitahukan harinya"


"Soal itu, aku akan melihat jadwalnya dan memberitahu kan mu"

__ADS_1


"Jadwal apa? " Tanya Letty penasaran.


__ADS_2