Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 106


__ADS_3

Elin berlari menyusuri lorong rumah sakit untuk menemukan ruangan tempat kakaknya di rawat, Elin masuk ke ruangan yang di beritahu oleh perawat tadi, mata Elin mulai berkaca-kaca dia seperti menahan tangisnya. "Kak apa yang terjadi denganmu? " Ucap Elin yang akhirnya menangis di tempat tidur tepat di samping ranjang sang kakak.


"Jangan menangis ini hanya luka kecil saja" Ucap Erlan berusaha menenangkan adik kecilnya itu.


"Luka kecil! kau bahkan sampai harus di rawat di rumah sakit masih bisa bilang kau hanya mendapatkan luka kecil"


"Tenang saja aku tidak apa-apa hentikan jangan menangis lagi ok"


"Apakah menjadi seorang pedagang bisa membuatmu memiliki musuh? "


"Apa yang kau katakan Elin, siapa yang memiliki musuh? "


"Mode bilang kakak kecelakaan karena ada yang menyabotase mobil kakak" Mendengar ucapan Elin, Erlan langsung menatap mode mode hanya bisa menunduk takut dengan tatapan bosnya itu.


Mode tidak mengalami luka parah karena mode lebih cepat keluar sebelum terjadi ledakan itu hanya berselisih berapa detik dengan Erlan hanya saja Erlan saat keluar dari mobil Erlan mendapatkan luka di bagian kakinya.


"Mode begitu bodoh dia hanya karyawan dia tidak mengerti soal mobil, dia hanya asal bicara benarkan mode" Erlan menekan suaranya saat bertanya pada mode.


"Ma.. maaf nona Elin saya memang asal bicara" Mode harus berbohong sesuai instruksi bosnya.


"Huh aku pikir kakak memiliki musuh, kakak harus beristirahat aku akan berbicara dengan dokter dan bertanya dengan keadaan kakak"


"Baiklah, terimakasih sudah mengkhawatirkan ku" Ucap Erlan.


"Kakak bicara apa si, kau adalah kakak ku wajar jika aku khawatir padamu" Elin segera pergi dia ingin memastikan keadaan kakaknya dengan dokter yang menangani kakaknya itu.


"Mode, urus kepulangan ku!, lain kali tidak perlu membawa ku ke rumah sakit cukup hubungi dokter dan membawaku ke markas" Erlan tau jika dia di rumah sakit akan membuat adiknya khawatir.


"Maafkan saya bos, saya terlalu panik tidak sempat berfikir, karena darah yang keluar cukup banyak"


"Aku mengerti situasi mu! kali ini aku maafkan kau, sekarang bawa aku kembali ke markas aku tidak akan melepaskan orang yang berani mencelakai ku, meskipun dia teman lama! " Erlan seperti nya terlihat sangat serius dan marah dia bahkan mengepalkan tangannya begitu kuat kemudian menarik paksa selang infus yang terpasang di tangannya.


"Baik saya mengerti"


"Darah di balas dengan darah" Ucap Erlan.


*****


Rocky masuk di ikuti dengan Alister mata mereka semua tertuju pada Rocky "Rocky apa yang akan kita lakukan di sini? " Tanya Disa yang mendapat senyuman menyeringai yang penuh arti dari Rocky.

__ADS_1


'Rocky sudah tersenyum seperti itu, aku takut ini tidak akan berakhir baik' Ucap Natan dalam hati.


"Alister bawa barangnya kemari" Ucap Rocky pada Alister


Alister mengangkat tangannya memberikan aba-aba pada anak buahnya untuk membawakan apa yang Rocky minta, semua anak buahnya segera membawa meja dengan beberapa senjata api.


"Pistol? " Disa dan Letty saling pandang mereka terlihat bingung selain senjata api juga ada pisau kecil dan senjata lain yang di siapkan di atas meja.


"Om kau yakin akan mengajari mereka? " Tanya Aleena.


"Dasarnya saja sudah cukup, jika mereka berbakat dalam keadaan genting ini akan berguna" Ucap Rocky dengan tenang.


"Memang tidak di ragukan pemimpin kedua keluarga Mars memang sama jeniusnya dengan pemimpin nya" Ucap Alister yang selalu mengagumi orang berbakat.


"Berisik! Aleena, Alister ajari mereka menggunakan pisau kecil gerakan kecil atau ekstrim tidak masalah. "


"Aku tidak keberatan" Ucap Alister yang mendapat anggukan dari Aleena.


Sedangkan tiga sekawan itu hanya diam saja tidak mengerti harus apa dan apa yang akan mereka lakukan, dunia senjata adalah hal awam untuk mereka.


"Kak Letty, kak Disa pilihlah salah satu pisau lipat yang kalian mau" Ucap Aleena.


"Kakak pilih saja dulu, kakak akan tau untuk apa pisau itu" Ucap Aleena.


Alister mengatakan hal yang sama pada Natan meski banyak anak buah Alister, Alister tidak ingin menyuruh anak buahnya karena hal yang menarik akan terjadi.


"Kalian berdua bertarung lah" Rocky menujuk Aleena dan Alister membuat kedua orang itu menyeringai senang, sepertinya keduanya sudah menebak apa yang akan Rocky perintahkan.


"Tu.. tunggu Rocky apa kau sudah gila? kenapa Aleena harus melawan tuan itu Aleena kan perempuan" Ucap Disa tidak Terima karena menurut nya lawan Aleena tidak seimbang.


"Diam dan lihat" Jawab Rocky tegas.


"Tenang saja kak" Aleena memberikan jempol kepada Disa.


Rocky menyuruh Aleena dan Alister bertarung untuk memperlihatkan tehnik dan juga bayangan untuk mereka, karena Rocky percaya saat manusia yang terdesak dia akan mengeluarkan semua kemampuan bertahan yang dia miliki yang bahkan tidak bisa di pikirkan dengan nalarnya.


Aleena dan Alister mulai dengan gerakan kecil, "Sudah lama kita tidak bertanding, apakah gadis kecil uang pernah aku lawan sudah bertambah kemampuan nya"


"Kita lihat saja! " Ucap Aleena menarik ujung bibirnya.

__ADS_1


Gerakan kecil kini sudah mulai terlihat seperti pertarungan sebenarnya keduanya tidak ingin mengalah satu sama lain, Alister bahkan tidak menahan tenaganya begitupun dengan Aleena.


Pertarungan itu membuat banyak pasang mata kagum dengan Aleena gadis cantik itu mampu mengimbangi kecepatan tangan Alister namun ya sayang sekali Aleena berhasil di jatuhkan oleh Alister.


"Kau sudah bertambah cukup kuat tapi masih belum bisa mengalahkan ku" Ucap sombong Alister.


"Aku masih belum kalah kak" Ucap Aleena yang berusaha bangkit namun di Hentikan oleh Rocky.


"Cukup!" Tatapan mata Rocky kini tertuju pada Alister, Alister tidak tau apa kesalahan nya namun dia merasa Rocky sedang menargetkan nya.


"Aleena ajari dasarnya pada, Letty dan disa berikan berapa gerakan juga dengan pisau kecil" Ucap Rocky pada Aleena yang mendapatkan anggukan.


Sedangkan saat Alister ingin mengajari Natan tiba-tiba Rocky mengambil tangan Alister dan memukulnya dengan keras dengan kayu yang dia bawa, entah kayu datang dari mana.


"Au, apa yang kau lakukan kenapa kau memukul tanganku? " Tanya Alister.


"Di mana kau letakan tadi tanganmu!, berani menyentuh wanita ku aku hancurkan tanganmu" Ucapan Rocky itu membuat Alister mengingat ulang, ya dia memegang dada Aleena meski itu tidak sampai menyentuh benda kenyal dan Alister mendapatkan hukumannya.


"Ya, kau terlalu berlebihan aku tidak menyentuhnya dengan sengaja aku sedang melakukan kuncian bagaimana aku melakukan kuncian jika aku tidak menyentuhnya"


"Maka jangan menguncinya! cukup kalah" Ucap Rocky.


"Ya Rocky kau terlalu tidak masuk akal" Ucap kesal Alister.


"Berisik lakukan tugasmu! " Ucap Rocky.


Cukup lama mereka berlatih, Rocky bahkan mengajari sedikit teknik menembak untuk mereka, ini semua dia lakukan untuk persiapan nanti malam karena Rocky tidak tau musuh seperti apa yang akan mereka temui jadi mengajari dasar adalah pilihan tepat untuk Rocky.


Rocky melihat Letty bisa menjadi penembakan bagus jika terus berlatih, Disa seperti nya tidak ada bakat Hanya bisa berteriak dan mengeluh.


Sedangkan Natan seperti nya dia benar-benar serius mendalami semuanya. Rocky sudah memberikan beberapa senjata kecil untuk mereka khusus nya untuk Letty yang akan jadi pemeran utama malam ini.


Tak terasa mereka berlatih sampai pukul dua siang, alhasil mereka menyudahi semuanya dan memutuskan untuk kembali dan mencari restoran yang enak, mereka ingin mengisi tenaga sebelum pertarungan nanti malam.


"Daging, yey" Ucap Aleena yang senang saat Rocky menghentikan mobilnya ke restoran karnivora itu.


Mereka segera mengambil tempat dan memesan semua menu istimewa, Alister terpaksa ikut untuk mengantarkan Letty Disa dan Natan, karena Rocky hanya ingin semobil berdua dengan Aleena.


Menu yang mereka pesan sudah sampai, saat mereka ingin makan seseorang memanggil Rocky "Tu.. tuan Rocky kau di sini? " Suara itu membuat Aleena melihat kearahnya, benar saja tebakan Aleena.

__ADS_1


"Kak Silvia" Gumam lirih Aleena, tiba-tiba hati Aleena menjadi takut dia menatap Rocky 'Apa yang akan kau lakukan om? apakah benar kau sudah melupakan masa lalu-mu, dia memiliki nama yang sama' Ucap Aleena dalam hati.


__ADS_2