
Aleena melihat paperbag dan mengambilnya "Apa ini dari bos mu juga? apa aku ini tempat pembuangan barang yang tidak kau suka" Ucap Aleena yang langsung membuka paperbag. "Ini untuk ku? " Aleena melihat ke arah Rocky.
"Tidak suka buang saja" Ucap Rocky yang ingin berdiri dari duduknya.
"Suka" Aleena mengeluarkan benda yang ada di paperbag itu. Dia terlihat sangat senang dengan hadiah yang Rocky berikan.
Rocky berjalan ke arah Aleena, "Aku akan membantu mu memasang SIM card nya" Rocky terlihat duduk di samping Aleena dan membantu mengurus handphone baru Aleena dan berhasil.
Sekian menit berlalu handphone Aleena yang baru siap di gunakan "Aku sudah menyimpan nomor ku, kau sekarang bisa menghubungi ku" Rocky memberikan handphone baru Aleena itu pada Aleena tentunya, Aleena dengan bahagia menerimanya.
Rocky kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap berangkat bekerja, hari Rocky terasa lebih cepat dari biasanya mungkin karena kehadiran Aleena yang membuat Rocky tanpa sadar menikmati hidup nya lagi, tidak seperti dulu saat Aleena belum ada, waktu Rocky hanya di habiskan untuk tidur di siang hari dan bekerjasama di malam hari kebiasaan yang monoton itu membuat nya merasa hari terasa lama.
Aleena tersenyum melihat punggung Rocky yang semakin menjauh dari pandangan nya, Aleena senang Rocky membelikan handphone baru untuk nya, meskipun dia sudah mendapatkan handphone lamanya.
Aleena menaruh kembali handphone nya, dan dia terlihat melangkah ke depan kulkas seperti nya dia mencari sesuatu.
Rocky sedikit merebahkan tubuhnya sebentar di ranjang nya yang empuk "Ah aku sangat lelah, haruskah aku meminta libur" Ucap Rocky yang tiba-tiba duduk dan teringat ini hal pertama baginya ingin libur setelah sekian lama bekerja di bar itu "Ada apa denganku? " Ucap Rocky yang merasa aneh pada dirinya, maka dari itu Rocky bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan juga mendinginkan pikiran nya yang dia rasa mulai aneh.
Rocky selesai membersihkan diri, dia juga sudah berpakaian rapi Rocky sudah siap untuk berangkat kerja. Rocky melangkahkan kaki keluar kamarnya.
Rocky berjalan menuju pintu keluar namun di tahan oleh Aleena yang tiba-tiba berhenti berlari di depannya "Ada apa? " Tanya Rocky yang terkejut karena Aleena yang tiba-tiba lari dan berhenti tepat di hadapan nya.
"Untuk mu om, tanda Terimakasih" Aleena tersenyum dengan sangat mania sembari menyodorkan kotak makan yang sudah berisikan makanan yang Aleena masak sendiri.
__ADS_1
"Untuk ku? untuk apa? " Rocky menatap dengan wajah datarnya, dia tidak pernah membawa bekal ke tempat kerjanya.
"Tentu saja untuk di makan om, Apa otak om beku karena sikap dingin om, hal seperti ini saja om tidak tau bahkan bocah 4 tahun juga mengerti" Celetuk Aleena sembari menggelengkan kepala nya meremehkan Rocky yang di anggap tidak mengerti oleh Aleena.
"Aku juga tau, tapi aku ini bekerja di bar bukan di kantor " Jawab Rocky yang malah membuat Aleena memberikan ekspresi wajah bingung.
"Memang kalau di bar tidak boleh makan bekal ya? " Pertanyaan Aleena itu mampu membuat Rocky menepuk jidat nya.
"Bukan begitu maksud ku" Rocky tidak bisa menjelaskan kalau membawa bekal di bar bukanlah hal yang lazim.
"Lalu apa maksud nya? apapun pekerjaan nya bukankah butuh makan, ah aku tau apakah kau merasa tidak enak aku susah payah memaksakan mu, jangan di pikirkan ambil saja om jangan malu-malu" Aleena langsung memberikan tas berisikan bekal makan malam untuk Rocky.
Rocky menghela nafas panjang, dia tidak bisa menolak permintaan konyol Aleena itu karena Aleena sudah susah payah membuatkan nya bekal untuk nya, jadi Rocky hanya bisa pasrah menerima bekal yang Aleena berikan "Sudahlah" Keluh Rocky sembari berjalan membawa bekal yang Aleena berikan padanya itu.
"Bye bye om hati-hati di jalan, jangan lupa bekalnya di habiskan" Ucap Aleena tanpa rasa bersalah malah dia seketika berfikir dirinya seperti istri yang baik membuatkan bekal untuk suami nya, Aleena menepuk kedua pipinya "Apa yang sedang kau pikirkan Aleena, apa kau sudah tidak waras, dia adalah kakak sepupu mu" Ucap Aleena pada dirinya sendiri.
"Ini lebih baik" Ucap Aleena yang langsung tersenyum sumringah dan menarik handphone barunya di meja kecil di kamarnya.
"Tunggu dulu, aku seperti melupakan sesuatu! " Ucap Aleena lagi, tapi Aleena benar-benar lupa karena lelah Aleena merebahkan tubuhnya dan akhirnya dia terlelap tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Di sisi lain , Rocky sudah berada di tempatnya bekerja, Bar juga sudah buka kali ini Bar di buka oleh Letty sendiri.
"Rocky tumben sekali kau datang terlambat" Ucap Letty yang biasanya tiba sudah ada Rocky di bar tapi hari ini berbeda.
__ADS_1
"Benarkah? sepertinya tidak" Rocky bersikap seperti biasa meskipun Rocky sadar ucapan Letty ada benarnya baru kali ini dia terlambat.
"Ada apa dengan mu? apa kau sakit? " Tanya Letty yang khawatir pada Rocky entah sebagai karyawan atau yang lain.
"Tidak " Jawab Rocky tanpa merubah ekspresi nya.
"Bos apakah es batu bisa sakit, aku rasa bos yang akan sakit jika terus berada di dekat bongkahan es batu ini" Ucap Natan yang tiba-tiba muncul di belakang Letty membuat Letty sedikit berjingkrak karena terkejut
"Kau ini selalu saja datang tiba-tiba, membuatku terkejut saja" Kesal Letty pada Natan.
Natan hanya tersenyum kikuk sembari menggosok tengkuknya yang tak gatal.
"Aku akan mengawasi mu, jika kau benar sakit aku akan menyuruhmu istirahat di rumah untuk beberapa hari" Ucap Letty yang tau kalimat itu tidak di sukai oleh Rocky, biasanya Rocky mendengar hal itu membuat Rocky bersemangat kembali.
"Soal itu, akan aku pikirkan aku akan meminta libur" Ucap Rocky membuat Letty terkejut pasalnya Rocky tidak pernah mau saat Letty menyuruhnya beristirahat atau pun libur.
"Ah.. ha ok katakan saja kapan kau ingin libur" Ucap Letty canggung, dia benar-benar tidak menyangkal Rocky akan mengucapkan itu. Letty segera pergi meninggalkan Rocky dan Natan
Natan juga sama terkejutnya, orang yang rajin bekerja dan tidak ada semangat hidup selain mencampurkan minuman bisa-bisanya meminta libur. "Kau serius? ingin mengambil libur, Rocky apa kau salah minum obat? "
"Tidak" Jawab dingin Rocky
"Ternyata kau masih Rocky, dinginnya masih terasa, jadi untuk apa kau meminta libur? " Tanya Natan penasaran.
__ADS_1
"Bukan urusan mu" Jawaban savage Rocky itu mampu membuat Natan pergi tanpa pikirkan panjang.
Letty yang sudah sampai di ruang kerja ya hanya bisa memantau Rocky dari CCTV yang mengarah ke meja bar itu, dan menerka-nerka apa alasan Rocky meminta libur.