
"Apa kau serius dengan ini? " Tanya Arion pada Rocky.
"Tentu saja " Ucap Rocky dengan serius menatap Arion.
"Baiklah aku akan membantu mu tapi jangan lupa dengan kesepakatan kita" Ucap Arion
"Kau benar-benar tidak pernah pandang bulu aku akan menjadi adik ipar mu saja masih kau mintai imbalan" Ucap Rocky menggelengkan kepalanya.
"Uang tidak memandang saudara brother" Ucap Arion sembari menepuk pundak Rocky
Arion berjalan keluar dari ruangan Rocky berjalan menuju ruang makan tempat semua orang berkumpul untuk kembali setelah seminggu berlalu saat mereka menghadiri acara wisuda Aleena dan acara lamaran Rocky.
"Arion apa kau sudah menghubungi Aric, kita pulang bersamakan" Ucap Tiara yang menatap putranya.
"Tenang saja ma" Ucap Arion membuat Olivia menatap Arion seperti ada yang di sembunyikan.
Mereka semua selesai sarapan dan menuju ke bandara begitupun dengan Rocky yang mengajak Aleena untuk ikut.
"Om apa kau yakin kita ikut kembali dengan papa dan mama bukankah akhir-akhir ini kau bilang kau sangat sibuk" Ucap Aleena.
"Tentu aku sangat sibuk, tapi aku ingin kau menghabiskan waktu lebih lama dengan mereka" Ucap Rocky sekenanya.
"Hmm kalau begitu aku bisa ikut dengan mereka sendiri" Ucap Aleena.
"Tidak boleh jika aku membiarkanmu sendiri aku rasa akan banyak berandal nakal yang akan mendekatimu" Ucap Rocky.
"Hah apa-apaan itu om kau pikir aku mudah tergoda" Ucap Aleena sembari menggembungkan pipinya.
"Kau memang tidak mudah tergoda sayang tapi banyak orang yang tergoda oleh kekasihku eh salah tunangan ku yang cantik ini" Ucap Rocky sembari mencubit lembut pipi Aleena.
"Hmm aku tidak secantik itu untuk bisa memikat banyak orang" Ucap Aleena yang tidak menyadari diri sendiri secantik bidadari.
"Hmm, lebih baik kau berkaca sayang kau begitu sempurna " Ucap Rocky lagi sembari membenarkan kaca dalam mobil agar Aleena bisa berkaca.
"Hentikan" Ucap Aleena yang benar-benar tersipu malu karena ucapan dan tindakan Rocky.
Mereka akhirnya sampai di bandara, semua orang bersiap menaiki pesawat tapi Olivia tengah sibuk mencari suaminya "Ma apa mama melihat Arion" Tanya Olivia pada Tiara.
"Tidak tau, kemana dia pesawat hampir lepas landas kemana dia pergi" Ucap Tiara.
"Jangan khawatir tante dia berada di tempat yang tepat" Ucap Rocky sembari tersenyum membuat Olivia dan Tiara sedikit tenang.
__ADS_1
Pesawat akhirnya lepas landas dan Olivia belum menemukan suaminya, sampai akhirnya dia berbisik pada Rocky "Kak apa kau tau di mana dia, kita tidak mungkin meninggalkan nya kan" Ucap Olivia
"Dia sedang menjalankan misi, kau bisa pergi ke sana dan melihatnya" Ucap Rocky sembari menatap ke arah kokpit, Olivia sedikit terkejut.
"Benarkah? "
"Suamimu adalah pilotnya" Bisik pelan Rocky pada Olivia yang membuat Olivia tenang sekaligus penasaran.
"Apa yang sedang kau bisikan pada kak Olivia om" Ucap Aleena saat melihat Olivia sudah melangkah pergi.
"Rahasia" Ucapan sederhana Rocky yang membuat Aleena menggembungkan pipi sepanjang perjalanan sampai mereka semua tertidur karena perjalanan panjang.
Rocky tersenyum melihat Aleena yang tertidur dan membenarkan posisi Aleena agar merasa nyaman.
Rocky kemudian berjalan ke arah kokpit dan bertukar posisi dengan Natan yang sedari tadi hanya menerima perintah dari Arion, karena Natan tidak berpengalaman.
"Semua sudah beres? " Tanya Rocky
"Tentu saja kau pikir anak buah ku tidak bisa bekerja" Ucap Arion dengan nada sombong nya.
"Santai saja aku hanya bertanya" Ucap Rocky.
"Kita berada di mana ini" Ucap Aleena.
"Sudahlah jangan pikirkan ayo jalan " Rocky menggandeng Aleena menuju mobil yang berderet di siapkan untuk membawa mereka.
Mereka sudah terlihat sangat lelah namun bukannya langsung pulang Rocky dan Arion membawa mereka ke sebuah kapal besar.
Kapal yang di hias begitu indah, para wanita segera tidur sedangkan para lelaki yang hadir menikmati pesta bujang bersama.
"Kak apa kau tau kak Arion dan kak Rocky membawa kita kemana? " Tanya Aleena pada Olivia.
"Aku sendiri juga tidak tau Aleena, sudahlah jangan di pikirkan lebih baik kita tidur saja, si kembar juga sudah tidur tu" Ucap Olivia.
"Baiklah kak" Ucap Aleena.
Malam berakhir dengan cepat, Aleena terkejut saat dirinya bangun menggunakan gaun putih dengan Olivia yang sudah terlihat cantik
"Kak apa aku bermimpi? " Tanya Aleena.
"Tidak, sangat sulit membangunkan mu jadi aku membantumu memakai pakaian mu" Ucap Olivia.
__ADS_1
"Tunggu ada apa ini kak kenapa aku harus memakai baju putih dan lagi kita sekarang berada di mana bukankah semalam kita ada di kapal" Ucap Aleena.
Olivia hanya tersenyum dan membantu Aleena merias diri, Aleena terlihat begitu cantik dengan make-up sederhana namun sangat anggun serasi dengan gaun putih yang dia pakai.
Aleena baru saja keluar dari kamar dan terlihat sebuah vila yang di ubah dengan dekorasi mewah membuat Aleena terpanah.
Aleena masih di bantu berjalan sampai keluar dari vila yang ada di pulau itu, mata Aleena terpana saat melihat semua orang menggunakan gaun merah dengan memegang balon putih di tangannya mengarahkan dia pada sang papa yang sudah terlihat sangat tampan berbalut dengan jas hitam siap menyambut putrinya untuk berjalan menuju pangerannya.
"Pa ada apa ini, apa aku sedang bermimpi" Ucap Aleena yang mendapat gelengan kepala dari papanya sembari menjulurkan tangan menggandeng putrinya.
Aleena dan papanya mulai memasuki jembatan kaca yang terbentang antara dua pulau di tengah jembatan tengah menunggu Rocky dengan jas putihnya selaras dengan gaun yang di gunakan Aleena sedang menunggu nya, dengan dekorasi putih yang bercampur indah dengan air laut dan langit yang kebiruan menambah romantis dan hikmat acara yang akan berlangsung.
Rayyan menyatukan keduanya Aleena masih tidak percaya dengan kejutan yang Rocky berikan "Om apa yang sedang kau lakukan" Pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Aleena.
"Tentu saja membuatmu menjadi milik ku selamanya" Ucap Rocky.
Rocky dan Aleena resmi menikah di himpit dua pulau di hubungkan dengan jembatan kaca di saksikan laut dan langit.
Rocky menggendong Aleena dengan ribuan kelopak bunga mawar bertaburan dari atas dan serentak mereka yang memegang balon menerbangkan bola putih itu yang membuat indah warna langit yang di hiasi kelopak mawar merah dan balon putih, semua orang bersorak gembira.
Malam menyapa acara telah usai mereka semua kembali ke kapal kecuali Aleena dan Rocky yang langsung berbulan madu di vila yang ada di pulau itu.
Aleena masih duduk di tepi ranjang menatap kaca yang berada di sana dia benar-benar tidak menyangka kalau dirinya akan secepat ini menikah dengan Rocky "Om aku tidak bermimpi kan" Ucap Aleena.
"Tentu saja tidak sayang" Ucap Rocky yang berada di belakang Aleena dan memeluknya."Apa kau menyukai Kejutannya " Ucap Rocky.
"Tentu, apakah om membeli dua pulau ini dan membangun jembatan kaca? " Tanya Aleena penasaran.
"Ya aku melakukan bisnis berat dengan kakak mu" Ucap Rocky yang membuat Aleena tertawa.
"Terimakasih om atas pembuktian nya" Ucap Aleena yang menatap Rocky.
Rocky membalas tatapan Aleena dengan tatapan penuh kebahagiaan "Harusnya aku yang berterimakasih Aleena kau sudah membawa ku kembali dari kegelapan menerangi hidupku dan membuatku merasakan banyak cinta kembali, Aleena hidupku akan tetap menjadi bartender dingin yang tak ada ujungnya apabila kau tidak kembali hadir di hidupku, terimakasih Aleena aku MENCINTAIMU" Ucap Rocky yang menempatkan dirinya di samping Aleena dan mencium mesra bibir Aleena perlahan-lahan namun pasti ciuman lembut berubah dengan ciuman penuh gairah.
Malam itu Aleena dan Rocky melepaskan semua belenggu dan merasakan kenikmatan di sekujur tubuh mereka, dinginnya angin malam tidak bisa mereka rasakan karena tubuh mereka sudah panas membara buliran keringat mulai membasahi malam itu.
Suara kenikmatan memenuhi kamar itu, Aleena terus mencengkram tubuh kekar Rocky merasakan dirinya tengah di obrak-abrik oleh Rocky "Om em pelan sedikit" Ucap Aleena dengan nafas terengah-engah.
"Oh Shiiittt ini nikmat Aleena, em Aleena aku emm ahhhh hampir sampai" Ucap Rocky terhanti saat Aleena juga mengatakan hal yang sama.
"Om lakukan bersamaa" Ucapan Aleena di akhiri oleh erangan panjang keduanya.
__ADS_1