
"Jadwal apa? " Tanya Letty penasaran.
"Apa kau sekarang punya pekerjaan lain? " Tanya Disa penasaran.
Rocky hanya memilih diam dan pergi membawa paperbag yang berisikan kotak makan dan kue itu.
"Rocky sialan, aku sedang bertanya padamu" Keluh Disa yang terlihat sangat kesal karena ucapannya tidak di dengar oleh Rocky.
"Sudahlah tidak usah berteriak dia juga sudah pergi" Seperti biasa Natan selalu hadir secara tiba-tiba.
"Kau ini selalu saja datang tiba-tiba mengagetkan saja" Disa menggelengkan kepalanya.
"Sorry hehe, apa aku boleh pulang bersama kalian" Natan memperlihatkan gigi putihnya dan berharap akan mendapatkan tumpangan lagi malam ini.
"Tidak! " Ucap Disa dan Letty secara bersamaan, dan mereka berjalan terlebih dahulu meninggalkan Natan.
"Ayolah bos beri aku tumpangan ya, ya" Natan berjalan mengikuti mereka berdua.
Letty berhenti "Tidak, cepat sana keluar aku akan mengunci pintunya" Ucap Letty yang sedikit mendorong Natan dan langsung mengunci pintu bar itu.
Hari ini Rocky langsung pulang, sesampainya di apartemen Rocky menjatuhkan dirinya di sofa empuk miliknya. "Dia belum bangun" Rocky melihat ke arah jam yang menunjukkan masih jam 05: 00 pagi.
Rocky menaruh kue yang dia bawa di atas meja makan, kemudian Rocky memilih untuk membersihkan dirinya.
Tak lama Terlihat Aleena keluar dari kamarnya masih dengan piyama tidurnya, Aleena melihat sesuatu di atas meja kemudian membukanya, Aleena tersenyum saat melihat kue yang terlihat enak itu, Aleena langsung saja mengambil piring kecil dan memotong nya. "Kue, kue kue strawberry kue" Aleena menyanyikan ucapan nya dengan nada terlihat senang.
Aleena duduk dan mulai menyantapnya, Rocky dari jauh sudah melihat tingkah Aleena yang mampu membuat Rocky tersenyum tanpa sadar. "Apakah enak? " Suara Rocky mengejutkan Aleena sampai Aleena tersedak.
Uhuk... uhuk.. Aleena menepuk-nepuk pelan dadanya, melihat Aleena tersedak Rocky segera berlari untuk mengambilkan minum untuk Aleena.
__ADS_1
"Pelan-pelan tidak ada yang ingin berebut dengan mu" Rocky segera memberikan minum kepada Aleena.
Aleena menerima gelas yang berisikan minum, Aleena segera meminumnya."Kau yang mengagetkan ku Om" Keluh Aleena sembari mengelus dadanya.
"Aku hanya bertanya apa salahnya? " Rocky duduk di samping Aleena
"Salah om kau harusnya kau muncul dulu baru berbicara, jadi tidak mengagetkan ku! " Aleena menggembungkan pipinya.
"Baiklah aku salah" Kali ini Rocky hanya bisa mengalah agar perdebatan itu terhenti.
"Kau memang salah" Aleena terlihat puas karena pengakuan kekalahan Rocky, Aleena kemudian melanjutkan makanan nya.
Rocky melihat ke arah Aleena yang memakannya dengan lahap, Rocky perlahan mendekat ke arah Aleena, wajah mereka semakin dekat membuat Aleena membulatkan mata dan menatap ke arah Rocky, jantung Aleena juga sudah tidak aman, membuat Aleena sulit bernafas.
Aleena ingin memundurkan wajahnya namun kalah cepat dengan tangan Rocky yang meraih ujung bibir Aleena "Apakah seenak itu kau makan sampai belepotan! " Rocky mengusap krim kue yang tertinggal di ujung bibir Aleena.
"Boleh" Rocky langsung membuka mulutnya membuat Aleena mengerutkan dahinya, dan mencoba mengerti maksud Rocky "Aaa" Rocky masih membuka mulutnya.
Aleena dengan sedikit ragu mulai mengambil kue dengan sendok nya dan menyuapi Rocky, membuat Aleena tidak bisa menggambarkan perasaan nya sekarang. "Enakkan? " Aleena sangat senang melihat Rocky semakin dekat dengannya seperti dulu, Aleena berharap Rocky akan kembali seperti dulu.
"Lumayan" Rocky mengusap bibirnya agar tidak ada krim yang tertinggal seperti Aleena.
"Di mana kau membelinya om, apakah ada pelayanan pesan antar? " Pertanyaan Aleena itu Rocky tentu saja tidak bisa menjawab.
"Aku tidak tau" Itu jawaban yang keluar dari mulut Rocky karena Rocky memang benar tidak tahu tempat membeli nya.
"Tunggu apa maksud nya tidak tau? apakah ini pemberian bos mu lagi, hah seperti nya bos mu sangat menyukaimu ya" Keluh Aleena yang langsung menaruh sendok nya dan menjauhkan kue itu dari nya.
"Bukan, ada seorang pelanggan yang memberikannya untuk ku" Ucapan Rocky itu seketika membuat Aleena tidak mood untuk memakan kue itu lagi.
__ADS_1
Aleena langsung berdiri dan pergi untuk memasak sesuatu, melihat Aleena yang langsung pergi tanpa menghabiskan kuenya membuat Rocky bertanya-tanya apakah ada yang salah dari ucapannya.
"Kau tidak menghabiskan nya? bukankah kau bilang enak? " Tanya Rocky yang tidak di jawab oleh Aleena, hanya suara memotong yang terdengar, seperti nya Aleena memotong dengan sangat keras.
Rocky melihat wajah Aleena yang berubah membuat Rocky berjalan mendekat ke arah Aleena, "Ada yang perlu aku bantu? " Tanya Rocky yang sudah berada di samping Aleena.
Aleena memotong wortel itu dengan kasar Taak! suaranya terdengar cukup keras "Tidak ada! "
Rocky bingung melihat sikap Aleena "Kau ini kenapa? " Tanya Rocky yang lagi-lagi tidak mendapat jawaban dari Aleena, Aleena terus memotong wortel di depannya.
Rocky yang entah mengapa merasa tidak suka sikap cuek Aleena itu, dengan cepat menangkap tangan Aleena dan menaruh pisau yang Aleena pegang, membuat Aleena terpaksa melihat kearah Rocky "Kau ini kenapa? "
"Lepaskan! " Aleena tidak menjawab pertanyaan Rocky malah sibuk dengan tangan nya.
"Aku tidak akan melepaskan nya sampai kau bilang? kau ini kenapa? " Tanya Rocky serius dia ingin tau Aleena tiba-tiba bersikap cuek kenapa.
"Tidak perlu kau melepaskan nya aku bisa melepaskan nya sendiri" Aleena dengan cepat memutar pergelangan tangan Rocky membuat Aleena bisa melepaskan tangannya dengan mudah.
Aleena ingin pergi namun Aleena lupa dia memiliki dua tangan Rocky kembali menahan tangan Aleena yang satunya " Kau marah karena aku memberikan mu kue dari orang lain? hal sepele seperti itu kenapa harus marah? " Rocky mencoba membaca situasi
"He, apakah aku ini benar-benar tempat pembuangan bagi hadiah yang tidak kau perlukan"
"Memang apa salahnya? lumayan itu di dapatkan secara gratis" Jawab Rocky realistis.
"Tanpa gratis aku bisa membelinya, lain kali jangan berikan aku makanan yang di berikan para wanita mu! " Aleena langsung menghempas tangan Rocky dan pergi dari dapur.
"Apa yang kau katakan! wanitaku? aku sudah bilang tidak memiliki kekasih, lagi pula aku hanya ingin kau makan kue yang sedang viral "Aleena tidak ingin mendengar ucapan Rocky dia langsung pergi menuju ke dalam kamarnya
Di dalam kamar, Aleena merutuki perbuatannya sendiri "Aleena apa yang kau lakukan, kau ini kenapa seperti orang yang sedang cemburu! hah bodoh bodoh kenapa kau harus marah Aleena. Tidak mungkin aku benar-benar menyukai om Rocky kan? Aleena sadarlah sadar, dia itu sepupu mu! " Aleena bergulat dengan pikiran nya sendiri. Aleena bahkan menampar kedua pipinya secara bersamaan untuk menyadarkan nya, itu kebiasaan yang Aleena lakukan ketika dia dalam keadaan bimbang "Aleena sadarlah! "
__ADS_1