
Rocky tengah menatap seseorang yang sudah menunggu nya di depan apartemen "Apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Rocky.
"Biarkan aku masuk dulu" Ucap Natan yang sudah menunggu kepulangan Rocky dari mengantarkan Aleena.
Rocky membuka pintu apartemen dan Natan masuk mengikuti Rocky dari belakang. "Apa yang kau lakukan di sini? "
Natan terdiam sejenak wajahnya menunduk, tidak seperti Natan yang biasanya, membuat Rocky sedikit merasa Natan agak berbeda.
Rocky menghela nafasnya dan mengambil minum untuk Natan "Minum lah" Perlahan jiwa sosial Rocky kembali ada setelah berhubungan lama dengan Aleena dia mulai sedikit kembali perhatian meski hanya kepada orang terdekatnya.
"Terimakasih" Natan meminum air di gelas itu sekali tenggak membuat Rocky menatap Natan serius.
Rocky mendudukkan dirinya tepat di seberang sofa yang Natan duduki "Katakan ada apa? " Tanya Rocky.
"Aku tidak tau harus meminta bantuan pada siapa lagi, selama ini aku merasa kau adalah teman ku, Rocky kau sangat hebat dalam komputer" Natan menghentikan ucapan nya dan mengatur nafasnya"
"Lalu? kenapa memang nya? " Rocky menatap Natan.
"Bisakah kau menemukan pembeli ginjal di internet" Pernyataan Natan itu membuat Rocky terbelalak matanya membesar.
"Ginjal? " Rocky tidak menyangka Natan akan mengatakan kalimat itu, dia pikir Natan akan menyuruhnya mencari seseorang yang hilang.
"Hmm, aku membutuhkan uang yang sangat besar dan aku tidak memiliki apapun yang bisa aku jual, apartemen aku hanya menyewa nya, tabungan ku tidak cukup aku hanya bisa menjual diri ku" Ucap Natan yang terlihat sekali sangat frustasi.
"Untuk apa uang itu? " Rocky menatap Natan dengan serius.
__ADS_1
Natan menggelengkan kepalanya seperti nya doa enggan bercerita, mungkin karena malu atau apa dia memilih diam.
"Jika tidak bicara aku tidak akan membantu" Ucap Rocky dengan wajah yang begitu serius.
"Ayah ku, adalah pecandu judi sedari aku kecil dia meninggalkan banyak hutang dan pergi dari rumah, awalnya aku tidak perduli dan tidak mencarinya namun sekarang ada puluhan bodyguard kasino yang datang ke rumah dan ingin mengambil rumah satu-satunya yang di tinggalin ibu dan adik ku, apa lagi adik ku kini berada di rumah sakit karena membela ibuku dan mengalami luka pukul yang cukup parah, dia harus mengalami patah tulang di tangan dan kaki kanannya meski ada kemungkinan sembuh biayanya tidak sedikit" Natan yang biasanya terkenal ceria ternyata bisa terlihat sedih dan kacau seperti itu, Rocky mulai merasa iba.
"Berapa jumlah hutang ayahmu? " Tanya Rocky
"Milyaran, aku tidak bisa memikirkan banyak nol di belakang nya" Ucap Rocky yang mendapat telepon dari ibunya di kampung.
"Kenapa kau harus membayar hutang ayahmu"
"Ayah ku menjual rumah , ibu dan keperawanan adik perempuan ku , aku tidak bisa membiarkan adik ku ternodai dia baru berumur 15 tahun" Natan adalah anak pertama dia memilki 2 adik laki-laki dan perempuan. tangan Natan mengepal dia merasa dia sangat tidak berguna.
"Berapa waktu yang kau milik ki? " Tanya Rocky
"Di mana ayahmu? " tanya Rocky.
"Aku tidak tau, aku tidak perduli padanya aku hanya ingin menyelamatkan ibu dan adik-adik ku, Rocky tabungan ku bahkan tidak menyentuh lima ratus juta bagaimana aku harus membayarnya, aku mohon temukan pembeli yang mau membeli ginjal ku bahkan organ lain dari tubuhku juga tidak masalah. Alasanku bertahan hanya ibu dan adik ku" Ucap Natan dengan mata yang sudah tidak dapat membendung air matanya.
Air mata laki-laki akan jatuh saat hal terpenting nya terancam.
Selama menjadi bartender Rocky memiliki gaji dan tips lebih tinggi dari Natan uang yang dia kumpulkan juga lebih banyak namun hanya beberapa milyar jika Natan membutuhkan puluhan itu akan sulit "Tidak perlu menjual organ jelek mu itu! aku akan membantumu? apa sudah minta bantuan pada Letty? " Tanya Rocky yang mendapat gelengen kepala.
"Dia sendiri dalam masalah setiap harinya, dalam sebulan saja dia sudah mengganti bodyguard nya karena tidak tahan bekerja di bawah teror orang yang terus mengintai nya".
__ADS_1
Rocky mengangguk dia mengerti meski Natan orang yang gila uang tapi bukan berarti dia orang yang tidak mengerti masalah orang lain.
"Ambil ini, kau obati saja dulu adik laki-laki mu, sisanya aku akan membantu mencarikan nya" ucapan Rocky memberikan salah satu kartunya pada Natan.
"Rocky apa kau yakin, aku mungkin akan mengembalikan nya pada waktu yang lama" Ucap Natan.
"Tidak masalah ambil saja, cukup jauhi Aleena" Ucap Rocky yang tau beberapa minggu lalu Natan dan Aleena makan bersama.
Natan sedikit mengangkat ujung bibirnya "Sudah ku duga kau memiliki perasaan dengan Aleena" Natan hanya bisa menyerah sampai di sini dia memang tidak bisa menandingi Rocky. karena Natan juga menyadari Aleena selalu membicarakan Rocky di saat mereka hanya berdua.
"Si.. siapa yang menyukainya kau jangan asal bicara aku hanya menjaganya sebagai seorang kakak" Ucap Rocky segera memberikan penjelasan.
"Rocky aku rasa lebih baik kau jujur pada perasaan mu sendiri, Aleena adalah tipe wanita yang mudah membuat orang jatuh cinta, aku bahkan hampir terpikat olehnya doa sosok yang sangat dicari laki-laki, jika kau terus begini kau akan kehilangan nya cepat atau lambat" Natan memperingati Rocky yang hanya diam tak merespon.
"Berisik, ambil saja ini dan jaga adik mu" Ucap Rocky yang tidak ingin terus membahas perasaan yang dia sendiri juga tidak yakin.
"Baiklah terimakasih Rocky, aku akan menyicil nya seumur hidup ku" Natan mengingatkan Rocky pada sosok sahabat nya dulu.
Setelah Natan pergi Rocky menatap langit-langit rumahnya dia terpikirkan ucapan Natan yang bahkan terus terang mengatakan dia terpikat oleh Aleena "Gadis kecil ini berapa laki-laki yang berhasil dia pikat" Tiba-tiba ada perasaan marah yang bergejolak di hati Rocky, perasaan takut juga berkecamuk Rocky tidak tau, banyak perasaan yang tercampur aduk di hatinya sekarang.
Karena perkataan Natan tadi tiba-tiba membuat Rocky ingin menemui Aleena, Rocky segera berdiri dan ingin berjalan pergi namun dia mengurungkan niatnya setelah melihat jam tangan di tangannya "Masih terlalu siang, dia pulang sore hari ini" Hati Rocky merasa kacau.
Rocky memutuskan untuk keluar untuk mencari udara segar, agar tidak terus memikirkan ucapan Natan yang begitu lekat.
Rocky akhirnya mengambil mobil nya dan menyetir santai untuk menghilangkan penat, namun ternyata menghilangkan penat memang tidak bisa juga dari apapun yang berhubungan dengan Aleena.
__ADS_1
Tanpa sadar Rocky menyetir sampai di depan kampus Aleena "Kenapa aku ke sini? " Gumam Rocky saat dia tersadar sudah berhenti di depan kampus Aleena. Rocky memijat kepalanya yang tak pening "Apa yang sedang aku pikirkan" Ucapan Rocky lagi