Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 150


__ADS_3

Sekarang dua orang itu bersiap memukul Aleena dengan botol di tangannya mereka menyerang secara bersamaan "Serang" Teriak orang yang menabrak Aleena itu.


Aleena di kepung dari kanan dan kiri dengan dua laki-laki menggunakan botol alkohol sebagai senjata. "Huh" Aleena menenangkan dirinya dia menangkis dengan kedua tangannya secara bersamaan dia melempar ke depan tangisannya segera membalikkan tangannya mengarahkan pukulannya ke arah leher dua laki-laki itu.


"Berengs*k wanita sialan beraninya kau" Laki-laki yang menabrak Aleena itu langsung berbalik dan mengarahkan botol nya ke kepala Aleena namun Aleena berhasil menendang jatuh botol tersebut dan segera menendang lurus laki-laki di depan nya itu tinggalkan terpental.


Laki-laki yang tubuhnya tidak terlalu tinggi memecahkan botolnya kemudian menyerang Aleena dengan botol itu, laki-laki itu terus mengarahkan ke perut Aleena, Aleena hanya bisa menghindar laki-laki itu semakin menggila dia terus menyerang Aleena secara membabi buta, sampai Aleena menemukan titik lemahnya Aleena segera menyapu kaki laki-laki itu dengan tendangan bawahnya dan berhasil membuat laki-laki itu terjatuh.


Namun laki-laki yang di tendang Aleena itu sudah kembali bangkit kini dia menyerang Aleena dengan tangan kosong, Aleena menarik sedikit ujung bibirnya.


Laki-laki itu menyerang Aleena dengan pukulan dan tendangan tanpa berpikir panjang serangan yang sangat brutal, Aleena masih menghindar sampai Aleena rasa dia bisa menggunakan teknik yang papanya ajarkan, Aleena sedikit berlari mendekat ke arah laki-laki itu dan tendangan memutar tepat di leher laki-laki itu berhasil membuat laki-laki yang menabrak Aleena itu tak sadarkan diri.


Laki-laki yang jatuh tadi tidak Terima melihat temannya berhasil di kalah kan dia bangun dan segera melemparkan botol pecah itu ke arah Aleena untung saja telinga Aleena sangat peka dan berhasil menghindar meski separuhnya hanya keberuntungan.


Laki-laki itu langsung berlari kemudian menendang Aleena namun Aleena tidak menghindar dia langsung melakukan kuda-kuda tepat sasaran Aleena menangkap kaki laki-laki itu dia menguncinya kemudian mematahkan satu kaki laki-laki itu membuat laki-laki itu berteriak kesakitan "Huh pengecut" Aleena melempar laki-laki itu dan menendangnya tepat di leher bagian belakang agar laki-laki itu tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Aleena berhasil mengalahkan dua laki-laki itu dengan sedikit tenaga, Aleena kemudian keluar dan melihat keadaan sekitar Aleena tidak tau ke arah mana dia harus berjalan karena ada beberapa jalan setapak yang mengelilingi rumah kosong di tengah hutan itu.


"Tenang Aleena kau harus bidadari berfikir di saat seperti ini, berfikir Aleena berfikir" Ucap Aleena yang langsung melihat ke arah jalan itu dan menemukan bekas langkah kaki laki-laki yang membeli bir tadi. "Semoga tidak salah" Ucap Aleena yang langsung berlari ke arah itu namun tempat nya cukup gelap Aleena kembali dan mencari penerangan yang di gunakan oleh para penculik itu.


Aleena mengambil handphone laki-laki yang tergeletak itu "Bisakah aku menghubungi om Rocky" Ucap Aleena yang menatap layar handphone yang kehilangan sinyalnya itu. "Ternyata tidak bisa, hanya bisa membuat ini jadi cahaya penerangan" Ucap Aleena yang kemudian menghidupkan senter di handphone itu untung saja handphone laki-laki itu tidak di kunci sangat memudahkan Aleena.


Aleena berjalan ke jalan setapak yang di rasa Aleena sebagai jalan untuk nya bisa keluar, Aleena lumayan jauh berjalan sampai Aleena melihat sorot lampu seperti sorot lampu mobil, Aleena segera bersembunyi di balik pohon dan mematikan senternya.


Aleena tetap bersembunyi agar bisa mengamati keadaan dan kondisi apakah yang datang lawan atau kawan Aleena sendiri tidak tau.


Puluhan orang telah berkumpul seperti nya itu orang yang di suruh bosnya tadi untuk membantu kedua orang itu berjaga, tubuh meraka semua besar-besar membuat Aleena sedikit takut jika ketahuan seperti nya jika melawan pun Aleena akan sangat kesulitan.


Puluhan orang itu mulai menghidupkan senternya dan berjalan membelah gelapnya malam dan berjalan menuju rumah kosong di tengah hutan tempat Aleena di sekap tadi.


Aleena hanya bisa diam mematung berharap tidak ada senter yang menyorot ke arahnya, Aleena sampai menahan nafasnya saat beberapa orang mulai melewati pohon tempatnya bersembunyi itu.

__ADS_1


Beberapa orang berjalan sangat lambat sembari berbincang dengan rekannya perbincangan yang membuat Aleena jijik sendiri mendengar nya, Aleena merasa muak dengan laki-laki yang menggunakan kekerasan pada wanita.


Mendengar orang orang itu bercerita tentang bagaimana mereka memperlakukan wanita membuat Aleena kesal dan rasanya ingin mencabik beberapa orang itu namun Aleena tentu tidak bisa melakukan nya Aleena hanya bisa bertahan sampai mereka semua melewati nya.


Saat ini semua sudah menuju ke rumah tua itu dan Aleena bermaksud keluar dari persembunyian nya, dia berlari ke arah mobil "Semoga ada mobil yang bisa aku gunakan" Ucap Aleena yang langsung memilih mobil yang bisa dia gunakan.


Aleena melihat satu persatu mobilnya namun sialnya saat Aleena ingin melihat satu mobil di dekatnya pintu mobil itu terbuka seorang pemuda yang lumayan tampan keluar.


Aleena sangat terkejut dia reflek berlari namun laki-laki itu berhasil menangkap tangannya terlebih dahulu, Aleena mencoba melepaskan tangannya dengan menyerang laki-laki itu namun laki-laki itu dengan tenangnya menghindar dan tetap memegangi tangan Aleena.


"Sial lepaskan aku! " Ucap Aleena yang terus berusaha menyerang dia memutar tangannya yang di pegang laki-laki itu, namun laki-laki itu punya cara yang tak kalah licik dia melepaskan satu tangan Aleena yang dia pegang namun saat Aleena akan kabur dia memegang tangan lainnya.


"Cari di sekitar sini, jangan sampai dia berhasil lolos atau bos akan membunuh kita" Suara seseorang terdengar mendekat seperti nya mereka sudah tau Aleena kabur.


Aleena terus berusaha menyerang laki-laki itu namun tidak berhasil kabur, apa lagi ada suara langkah kaki yang mendekat ke arah mobil itu. "Lepaskan aku! " Aleena sedikit menekan suaranya agar tidak di dengar oleh orang yang berjalan menuju ke arah mobil-mobil tempat nya berada itu.

__ADS_1


Laki-laki itu tetap memegangi Aleena dengan tatapan tanpa ekspresi "Sial! " Aleena menggunakan cara wanita biasa yaitu menginjak kaki laki-laki itu namun laki-laki itu tidak hanya berhasil menahan sakitnya namun dia tidak mengeluarkan suara sama sekali membuat Aleena merasa frustasi.


__ADS_2