
Rocky sudah kembali ke apartemen nya, matanya tertuju pada sarapan yang dia buatnya pagi ini untuk Aleena "Semua sia-sia! sial! Aleena kenapa kau begitu tega! " Rocky ingin menghancurkan sarapan yang dia buat namun dia mengurungkan niatnya dia hanya berlalu dan menuju kamarnya, dia mengambil foto Silvia yang tersimpan rapi di kamarnya.
Rocky menatap foto Silvia "Silvia apakah aku harus melepaskan mu sekarang? apakah kau akan membenciku? atau kau sama sekali tidak perduli dengan keputusan ku! Silvia " Rocky mengusap foto Silvia yang dia simpan itu.
Rocky terus berbicara pada foto Silvia yang membuat air matanya mengalir, "Bodoh sekali aku, aku bahkan berfikir untuk mengingkari janjiku, Silvia bisakah aku melupakan mu" Ucap Rocky.
Di mobil Aleena tetap diam, membuat Erlan tidak menyukai situasi itu, dia lebih menyukai dirinya berdebat dengan Aleena "Hei nona pencuri apa kau ingin ikut denganku? " Tanya Erlan yang membuat Aleena menengok ke arah Erlan.
"Ke mana? " Tanya Aleena
"Ke suatu tempat" Ucap Erlan.
"Tapi aku memiliki kelas pagi" Ucap Aleena lagi.
"Tidak masalah menjadi anak nakal satu hari" Erlan mengacak rambut Aleena.
"Hei hentikan jangan mengacak rambutku! " Ucap Aleena yang tidak suka rambutnya di acak-acak oleh Erlan, Aleena menahan tangan Erlan "Hentikan huh" Ucap Aleena kesal, Erlan melepaskan tangannya dari pucuk kepala Aleena. Aleena terlihat merapikan rambutnya.
Kali ini rambut Aleena sudah rapi wajahnya sudah tidak tertutup rambut seperti tadi, jadi saat ini Erlan bisa melihat wajah cantik Aleena.
Aleena melihat arah jalan dan benar saja Erlan tidak mengantarnya ke Universitas, "Apa kau serius ingin membuatku jadi mahasiswa nakal!, bagaimana jika nanti mama papaku tau " Ucap Aleena menggoda dengan menakut-nakuti membawa nama mama dan papanya.
"Gampang, aku akan bertanggung jawab menikahi anak nakalnya"
Mendengar itu Aleena tertawa "Apa hubungannya menjadi anak nakal dan menikah dengan mu hah! ada-ada saja kau tuan penadah narsis! " Aleena terlihat tertawa lepas.
Erlan lega melihat tawa di wajah Aleena namun juga sedikit kecewa ucapannya di anggap sebuah lelucon yang sebenarnya itu adalah kenyataan yang ingin Erlan buat yaitu menikahi Aleena.
__ADS_1
Namun Erlan tidak ingin Egois dia tau untuk mendapatkan hati Aleena Erlan perlu perlahan-lahan jadi dia akhirnya mengatur nafasnya dan tersenyum lega melihat gadis pujaannya tak murung lagi.
Erlan terus melajukan mobilnya ke sebuah jalan yang belum pernah Aleena lewati, jalannya sedikit sepi dan terlihat bak hutan, namun pemandangan nya begitu indah dan asri membuat Aleena tidak jenuh memandang jalan.
Sampai pada akhirnya Erlan menghentikan laju mobilnya ke sebuah kebun binatang, Aleena tertawa kecil saat dia sudah turun dari mobil "Hei apa kau pikir aku anak kecil kenapa membawaku ke kebun binatang" Ucap Aleena pada Erlan.
"Memangnya hanya anak kecil yang boleh ke kebun binatang, ayo masuk" Ucap Erlan yang tiba-tiba dengan berani menggandeng tangan Aleena, Erlan pun melakukan itu tanpa sadar karena Erlan biasanya hanya mengajak Elin ke kebun binatang itu.
Setelah Erlan membeli tiket dan mereka masuk, Aleena Segera tercengang melihat kebun binatang yang cukup luas meski di tengah kota, dan lagi baru saja berjalan dia sudah menemukan banyak hewan menatapnya "Ah jerapah" Teriak Aleena yang sekarang berlagak seperti anak kecil.
"Hei jangan lari, kau baru saja mengatakan ke kebun binatang hanya untuk anak kecil, kali ini kau sudah terlihat seperti anak kecil" Ucap Erlan yang tidak di dengar oleh Aleena yang terus berlari kecil untuk mendekati kandang hewan-hewan itu "Hei jangan lari" Ucap Erlan lagi
Aleena sudah tersenyum lagi, dia melupakan segala yang barusan terjadi, Aleena menikmati langkahnya yang menyusuri kebun binatang tanpa lelah, Erlan ikut senang melihat Senyum yang kembali menghiasi wajah Aleena.
"Aleena ikut aku" Ucap Erlan yang membuat Aleena yang sedang melihat beruang segera mendekat ke arah Erlan.
"Mau kemana? " Tanya Aleena yang tidak di jawab oleh Erlan melainkan dia terus berjalan lebih dulu membuat Aleena bergegas mengikutinya.
Erlan seperti nya ingin membawa Aleena masuk ke sebuah kandang "Tidak masalah" Ucap Erlan.
Benar saja, Erlan baru mendekat seorang penjaga datang membuat Aleena merasa tidak enak karena dia merasa melanggar peraturan karena ingin masuk ke kandang hewan.
"Ah Tuan Erlan kau datang? " Ucap penjaga itu yang seperti nya terlihat akrab dengan Erlan.
"Hmm, aku ingin mengajaknya menemui serla " Ucap Erlan yang membuat Aleena bingung
"Serla" Gumam Aleena, Aleena berfikir serla mungkin salah satu penjaga yang ada di kebun binatang ini.
__ADS_1
"Baik tuan, silakan tuan dan Nona" Ucap Penjaga itu yang mempersilahkan mereka masuk ke dalam kandang itu.
Mata Aleena membulat saat satu persatu pinguin mendekat kearah Erlan "Serla" Ucap Erlan lagi yang mulai mengambil kantung makan dan memberikan ikan pada Pinguin yang di panggil serla itu. "Kemarilah kenalkan dia Serla" Ucap Erlan dengan masih mengusap pinguin yang terlihat sangat jinak dan akrab dengan Erlan itu.
"Dia seperti nya sangat menyukaimu" Ucap Aleena.
"Tentu saja karena aku sangat tampan" Ucapan Erlan itu membuat penjaga yang sudah mengenal Erlan itu terkejut, Erlan memang bukan orang yang dingin tapi Erlan juga bukan orang yang narsis, jadi penjaga itu berkesimpulan jika Aleena adalah wanita yang spesial untuk tuan yang dia kenal itu.
"Kau ini kenapa sangat narsis" Ucap Aleena yang menahan tawa.
"Kemarilah kau bisa menyentuhnya" Ucap Erlan.
Aleena ikut berjongkok dengan Erlan dan mulai mengusap serla tanpa sengaja tangan Aleena malah mengelus tangan Erlan yang sudah mengelus terlebih dahulu serla.
Deg.. perasaan aneh menjalar ke seluruh tubuh Erlan mereka berdua saling tatap jantung Erlan benar-benar di pompa sangat cepat "Ah maaf" Ucap Aleena merasa tidak enak mengusap tangan Erlan. "Oh ya bagaimana kau bisa mengenal serla? " Tanya Aleena mengalihkan topik setelah dia menarik tangannya.
"Dia pinguin yang di jual padaku dalam kondisi terluka, aku tidak tau mengenai hewan jadi aku membawanya kemari untuk di rawat dan dia sekarang sudah sangat sehat sekarang, tunggu lihat ini bekas lukanya" Ucap Erlan menunjuk punggung serla.
"Kasihan kau sangat malang, tapi kau juga sangat hebat karena perjuangan keras yang kau lakukan aku akan memberimu makanan" Ucap Aleena.
Setelah bermain lama dengan pinguin Aleena dan Erlan terus menyusuri kebun binatang yang cukup luas itu, bermain dengan burung bermain dengan beberapa hewan yang di biarkan liar begitu saja, sampai mereka tidak sadar mereka sudah menghabiskan setengah hari lebih untuk bermain di kebun binatang itu.
"Apa kau lapar, bagaimana jika kita makan dulu" Ucap Erlan menunjuk cafe yang ada di kebun binatang itu.
Mereka berdua makan siang bersama dengan lahap seperti nya Aleena sudah sangat kelaparan bagaimanapun dia tidak makan banyak karena kejadian tadi pagi.
Setelah mereka makan Aleena di bawa ke perpustakaan "Wah di sini juga ada perpustakaan " Ucap Aleena bersemangat dia memang dari kecil suka membaca meski bacaan saat dia kecil adalah novel percintaan seperti, TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA SOMBONG, TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA SOMBONG 2, KONTRAK NIKAH TUAN MAFIA DAN JUGA MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG, namun semakin dewasa Aleena menyukai banyak buku tidak hanya novel.
__ADS_1
Aleena menemukan buku tentang pinguin dia merasa tertarik dengan pinguin setelah melihat serla, namun saat Aleena berusaha mengambil buku itu ternyata dia tidak sampai namun tiba-tiba terasa dada bidang menempel di kepalanya, Aleena mendongak melihat Erlan yang sedang mengambilkan buku untuk nya, mereka sangat dekat dan mata mereka saling bertemu.
Degup jantung Erlan tak tertahankan lagi, sedangkan Aleena wajahnya mulai memerah karena situasi yang aneh ini.