Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 196


__ADS_3

Hari ini adalah hari pembukaan toko kue Disa, Disa tengah bersiap untuk berangkat ke tokonya Letty dengan setia menunggu Disa untuk keluar dari kamarnya.


Disa terlihat berjalan mendekati Letty, Letty tersenyum ke arah Disa "Kau sudah siap? " Tanya Letty


"Hmm tentu saja" Ucap Disa dengan penuh percaya diri. "Aku berharap pembukaan toko hari ini berjalan dengan lancar" Ucap Disa lagi.


"Tentu saja itu pasti akan berjalan sangat lancar kau sudah mempersiapkan nya semuanya dengan matang" Ucap Letty menyemangati.


Mereka akhirnya mengendarai mobil dan berangkat ke toko, sesampainya di toko Letty dan Disa segera ikut membantu persiapan para karyawan.


Tak terasa satu persatu tamu sudah mulai datang para pelanggan yang ikut serta meramaikan pun sudah tiba.


Saat ini tiba waktunya Disa memotong pita tanda resmi di bukanya toko miliknya, lalu semua orang mulai menyerbu kue kue yang dia jual, semua karyawan nampak sibuk Disa ingin membantu tapi tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya membuatnya berhenti dan menengok ke arahnya, "Selamat kak Disa atas pembukaan toko barunya" Ucap Aleena sembari memberikan bunga kepada Disa.


"Terimakasih Aleena kau sudah datang" Ucap Disa menyambut Aleena dengan pelukannya meskipun dalam hatinya berharap orang lain yang memanggilnya.


"Hanya Aleena saja! aku juga datang apakah tidak perlu berterimakasih" Ucap Rocky.


"Baiklah tuan bartender dingin aku ucapkan terimakasih, tapi sebelum itu bukankah kau harus memberikan kompensasi pada sahabatku karena tiba-tiba ingin membuka usaha sendiri" Ucap Disa menatap ke arah Letty.


"Ck! aku sudah memberikan banyak kompensasi untuk nya" Ucap Rocky yang sebelumnya sudah berdiskusi dengan Letty.


"Baiklah kak Disa kau bisa meneruskan kegiatanmu kami akan menyapa kak Letty " Ucap Aleena yang menarik Rocky.


"Apakah kita benar-benar akan berbicara lagi dengannya, aku yakin dia tidak akan melepaskan ku" Ucap Rocky.


"Ayolah om, bukankah kau juga ingin mengundangnya untuk datang ke kasino kita setelah semua renovasi selesai" Ucap Aleena.


"Hmm kau benar" Ucap Rocky yang hanya bisa menurut dengan ucapan Aleena.


"Baiklah kalian bersenang-senang lah, aku akan menyapa beberapa pelanggan" Ucap Disa sembari tersenyum.


"Baiklah kak, bye bye" Ucap Aleena yang segera melangkah pergi di ikuti dengan Rocky.


Setelah kepergian Aleena dan Rocky Disa bergegas menyapa para tamu yang datang dia juga tidak segan untuk melayani tamunya, di sela kesibukannya Disa sesekali melirik ke arah pintu masuk seperti berharap ada yang datang.

__ADS_1


Hari semakin siang pembeli pun semakin ramai hingga Disa tak sempat lagi melirik ke arah pintu sampai akhirnya seseorang memanggil nama Disa cukup keras membuat semua orang menengok ke arah suara, tak terkecuali Disa, Letty, Aleena dan Rocky ikut melihat.


Aleena yang berdiri di samping Letty mulai berbisik "Siapa itu kak? " Tanya Aleena.


"Hmm dia kakak Disa, kakak tiri" Jawab Letty sembari melangkah maju menuju ke arah Disa.


"Kakak tiri? " Aleena menatap Rocky yang tidak menunjukkan ekspresi apapun.


Sedangkan Disa mendekat ke arah Vano "Untuk apa kau datang" Ucap Disa yang merasa tidak ingin Vano datang.


"Kenapa, aku hanya ingin tau perkembangan bisnismu " Jawab Vano.


"Aku tidak perlu kau tau bisnisku yang jelas bisnisku baik-baik saja dan tidak akan mengganggu perusahaan papa, jadi berhentilah menemui ku" Sindir Disa.


"Kau sangat kejam, aku benar-benar hanya ingin melihat tidak ada maksud apapun " Vano menyodorkan bunga yang dia pegang untuk Disa, Disa sebenarnya enggan menerimanya namun karena semua mata menuju padanya mau tidak mau disa harus mengambil bunga itu.


Namun saat Disa ingin meraih bunga dari Vano suara langkah kaki yang begitu lantang membuat Disa menengok ke arah langkah kaki itu dan membuat tangannya yang ingin meraih bunga dari Vano itu terhenti, Letty pun yang tadinya ingin membantu Disa menghentikan langkahnya.


"Kau datang? " Ucap Disa saat langkah kaki itu berhenti tepat di samping Vano tentu saja di depan Disa.


"Tentu saja aku datang aku tidak mungkin tidak datang" Ucap pemilik langkah kaki itu.


"Hmm ternyata tuan Erlan sangat memperhatikan adik ku ya, bukankah ada masalah di perusahaan anda bahkan masih bisa datang" Sindir Vano kepada Erlan, ya laki-laki yang baru tiba adalah Erlan.


"Ada masalah? " Disa melihat ke arah Erlan namun Erlan membalas tatapan Disa hanya dengan senyuman yang mampu meluluhkan hati itu.


"Tidak ada masalah yang tak bisa ku selesaikan, selamat atas pembukaan toko baru mu " Ucap Erlan sembari menarik tangan Disa untuk menerima bunga pemberiannya mawar merah yang membuat semua yang melihat mengerti arti dari pemberian bunga itu.


"Disa ini" Vano tidak Terima karena Disa malah mengambil bunga pemberian Erlan.


"Kau kemari, bawa ini dan simpan bersama bunga yang lain" Ucap Erlan yang memanggil karyawan toko Disa untuk menaruh bunga yang di bawa Vano yang di ambil Erlan.


"Kau" Vano terlihat marah menatap ke arah Erlan namun Erlan terlihat sangat santai menanggapinya.


"Om apakah dia sedang mengejar kak Disa? " Bisik Aleena yang melihat gerak-gerik dari Erlan.

__ADS_1


"Syukurlah berarti dia tidak akan menjadi pengganggu untuk kita" Ucap Rocky sembari menggenggam tangan Aleena.


"Hah apa maksud mu menganggu" Ucap Aleena yang tidak mengerti maksud Rocky.


"Tidak ada, diam dan lihat saja apa yang akan terjadi" Ucap Rocky yang memasukan tangan Aleena ke kantong jaketnya membuat Aleena menatap Rocky dan Rocky hanya tersenyum saja melihat tatapan Aleena.


"Tuan Vano bunganya sudah diterima bukankah sudah seharusnya kau pergi" Ucap Erlan yang membuat Vano semakin naik darah.


"Hmm aku datang untuk melihat toko baru adik ku jadi apa hak tuan Erlan menyuruhku pulang" Ucap Vano


"Kakak? ah baguslah kalau begitu tetaplah jadi status kakak sampai akhir" Bisik Erlan lirih ke dekat Vano mendengar ucapan Erlan Vano membulatkan mata ke arah Erlan.


Vano segera mengalihkan pandangannya ke arah Disa "Disa bisakah kau antar aku untuk berkeliling dan memilih kue yang enak untuk papa dan mama" Ucap Vano kepada Disa dan ingin meraih tangan Disa untuk menggandeng nya namun sebelum Vano berhasil menggandeng tangan Disa Erlan sudah menampik tangan Vano.


"Sepertinya kau bisa berkeliling dengan karyawannya, karena aku masih ingin berbicara dengan Disa" Ucap Erlan yang segera menggenggam tangan Disa yang kosong.


"Hah apa maksud mu, kenapa sedari tadi kau menghalangi ku apa maksud mu" Ucap Vano yang sudah tidak bisa terus berpura-pura Terima dengan tindakan Erlan.


"Aku tidak menghalangi mu kakak, aku hanya ingin berbicara serius dengan adik mu" Ucap Erlan dengan sengaja.


"Kakak, siapa kakak mu" Ucap Vano tidak Terima


"Tentu saja kau"


"Sejak kapan aku menjadi kakak mu! " Ucap Vano tidak Terima.


"Mungkin akan terjadi mulai hari ini" Ucap Erlan yang menatap Disa, sedangkan disa tidak mengerti arti tatapan Erlan.


Terdengar suara gaduh di luar toko Disa , Erlan menarik tangan Disa membuat Disa mengikuti langkah Erlan.


Semua orang yang penasaran juga mengikuti langkah keduanya tak terkecuali Rocky, Aleena dan Letty.


Semua orang terkejut saat menatap ke atas helikopter terlihat terbang tidak begitu tinggi "Apa yang sedang helikopter itu lakukan, bukankah berbahaya terbang begitu rendah" Ucap Disa.


"Tentu saja, tapi itu tidak akan lama" Ucap Erlan.

__ADS_1


tiba-tiba ada seorang lelaki yang memberikan dua buah balon ke pada Erlan, membuat Disa semakin bingung "Sebenarnya ada apa ini"


__ADS_2