Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 192


__ADS_3

"Maksud ku bisakah kau tidak memanggilku tuan? " Ucapan Erlan membuat Disa terkejut dan menatapnya kebetulan Erlan juga menatap ke arah Disa, pandangan keduanya saling bertemu.


Disa segera merubah pandangannya dan berdehem "Haruskah aku memanggilmu oppa hahaha lucu sekali tuan apa kau sedang mempermainkan orang" Ucap Disa yang merasa aneh dengan tingkah erlan yang tiba-tiba tidak gila hormat bahkan sebelumnya dia selalu mengungkit tentang dia yang menyelamatkan nya waktu itu. Disa langsung mengubah ekspresi nya yang tadinya tertawa sekarang melirik sinis.


"Tidak buruk panggil itu saja" Ucap Erlan tanpa tau melu menanggapi ucapan sembarangan yang Disa ucapkan meski Erlan sudah tau Disa hanya basa-basi menyebutkan panggilan itu.


"Ha? Apa kau salah makan hari ini tuan aku rasa kau seperti orang yang berbeda" Ucap Disa yang tiba-tiba merinding membayangkan perbedaan sikap drastis Erlan terhadap nya.


"Benarkah aku memang selalu seperti ini baik dan sangat baik" Ucap Erlan penuh dengan kebanggaan.


"Benarkah, aku malah merasa kau sangat kejam dan tidak punya perasaan mengatakan hal menyakitkan sesuka hati" Jawaban Disa benar-benar menyindir tepat di tempatnya.


Erlan terdiam bayangan tentang sikap acuh dan angkuhnya di depan Disa tiba-tiba muncul di pikiran nya, rasa bersalah dan sesak sendiri Erlan rasakan di dalam hatinya seperti ada rasa penyesalan yang ingin dia tebus kepada Disa. "Kalau begitu bisakah mengajari oppa mu ini cara bicara dengan baik" Ucapan Erlan membuat Disa lagi-lagi terkejut karena Erlan bahkan tidak marah dengan sindiran Disa dia malah seakan meminta Disa mengajari dia hidup yang lebih baik.


"Ha siapa yang oppa ku, aku tidak punya" Ucap Disa yang membuang mukanya untuk melihat pemandangan di luar mobil.


"Oh benarkah lalu laki-laki itu apa bagimu? bukankah dia kakak laki-laki mu apa kau memiliki perasaan lain padanya" Ucap Erlan yang menjurus kepada Vano.


"Jangan berbicara sembarangan perasaan ku padanya tidak ada aku hanya secara formal terpaksa menjadi adiknya " Ucap Disa yang terlihat sangat malas membahas Vano, melihat ekspresi itu Erlan tiba-tiba merasa senang.


"Tidak perlu menganggap orang yang tidak penting itu bagus"


"Aku tau" Jawab singkat Disa yang tiba-tiba berada di mood yang tidak enak karena membahas tentang perasaan nya kepada Vano.


"Apa kau marah karena aku membahasnya"


"Tidak"


"Baiklah aku minta maaf telah membuat mood mu menjadi tidak baik jadi jangan pasang wajah cemberut seperti itu lagi ok" Ucap Erlan yang tiba-tiba menyentuh pipi Disa dengan cara menoel-noel pipinya membuat Disa terkejut dengan cara Erlan yang menghiburnya seperti anak kecil.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah dengar tuan Erlan meminta maaf" Ucap Disa yang tiba-tiba menengok dan membuat jari Erlan malah menyentuh bibir Disa bukan pipi Disa dan kejadian itu membuatnya malu secara bersamaan seketika mereka langsung membuang muka masing-masing.


'Bibirnya sangat lembut, perasaan aneh apa ini' Ucap Erlan dalam hati


Sedangkan Disa diam-diam melihat ke arah jari Erlan yang menyentuh bibir nya 'Apakah aku menggunakan lipstik transfer proof kalau tidak akan lucu jika itu menempel di jarinya ' Ucap Disa dalam hati dan melihat seperti nya aman.


Seketika suasana menjadi hening mereka berada di pikiran mereka masing-masing.


Tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan yaitu toko kue baru milik Disa, Disa turun dari mobil dan ingin membungkuk mengucapkan terimakasih namun Disa di buat terkejut saat Erlan tiba-tiba ikut turun dari mobil "Apa yang kau lakukan kenapa kau ikut turun" Ucap Disa menatap Erlan.


"Hmm bukankah itu sudah seharusnya aku baru saja membantu mu untuk datang ke toko ini, bukankah kau harusnya memberiku imbalan" Ucap Erlan


"Ha tuan Erlan yang terhormat apa anda lupa, kau sendiri yang memintaku untuk ikut, lalu kenapa harus aku memberikan mu imbalan" Ucap Disa yang tak habis pikir dengan sifat tidak tau malu Erlan yang seakan baru dia ketahui.


"Oh benarkah, kalau begitu mumpung aku sudah di sini bawa aku untuk melihat toko baru mu " Ucap Erlan tersenyum lepas senyuman yang begitu menggoda para hati wanita termasuk Disa namun Disa mencoba untuk menyadarkan dirinya agar tidak terpesona dengan sikap Erlan


Erlan masuk dan terpana dengan Disain toko Disa yang tergolong unik dan mewah namun juga tidak meninggalkan kesan mewah yang tergapai meskipun orang biasa juga tidak akan takut untuk masuk dan membeli tapi juga tidak akan meninggalkan kesan murahan pada kalangan atas. "Apakah kau yang mendesain tempat ini"


"Kau pikir itu bukan aku, meski aku ini tidak terlihat sukses tapi aku ini memiliki banyak properti sendiri atas namaku usaha yang aku bangun sendiri, aku ini wanita langka yang bisa melakukan segalanya bahkan pekerjaan rumah sekalipun apa kau tau itu" Ucap Disa yang tiba-tiba menyombongkan dirinya.


"Kalau begitu kau benar-benar pas" Ucap Erlan yang membuat Disa bingung.


"Pas, pas apanya" Ucap Disa yang masih terlihat bingung dengan ucapan ambigu Erlan.


"Ya pas jika di jadikan calon istri" Ucapan Erlan seketika membuat Disa tersedak dengan ludahnya sendiri karena terkejut dengan ucapan Erlan yang begitu tiba-tiba.


"Ukhuk ukhuk.. apa kau gila" Ucap Disa, sedangkan Erlan segera mencari minuman di lemari pendingin yang ada di toko itu dan mengambil air mineral untuk Disa.


"Minumlah, dan lagi aku tidak gila bukankah itu masuk akal bila aku mengatakan nya" Ucapan Erlan semakin membuat Disa tersipu.

__ADS_1


"Hentikan omong kosong mu itu akan jadi bahaya jika ada yang salah paham" Ucap Disa.


"Soal itu aku tidak keberatan jika di salah pahami" Ucap Erlan yang membuat Disa benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.


"Dia benar-benar sudah gila" Ucap Disa yang memilih untuk melihat ke dalam dapur mereka.


'Aku rasa aku memang sudah gila' Ucap Erlan yang juga merasa dirinya sangat aneh, dia sendiri tidak menyadari kenapa dia bisa bertingkah aneh jika berada di dekat Disa.


Disa masuk ke dapurnya beberapa orang sedang membuat kue untuk mereka jual, mereka semua menunduk memberikan hormat saat melihat Disa masuk, namun seketika mata para wanita tertuju pada Erlan yang berada di belakang Disa.


Membuat Disa memutar bola matanya jengah, dia tau akan jadi seperti ini jika ada orang tampan dan berwibawa masuk ke dapurnya semua perhatian akan dicurinya "Untuk apa kau ikut masuk ke sini"


"Aku ingin melihat apakah pemilik toko kue ini juga bisa membuat kue" Ucap Erlan.


"Ha apa katamu apa kau pikir resep yang mereka kerjakan turun dari langit, aku ini pebisnis serba bisa, aku membuka semua bisnis ku karena aku suka melakukan nya bukan hanya karena uang saja"


"Oh benarkah, kalau begitu ini adalah hari keberuntungan ku karena bisa merasakan kue buatan mu benarkan"


"Ha, apa kau bilang" Ucap Disa terkejut


"Aku ingin memakan mu "


Disa terkejut mendengar ucapan Erlan "Ha apa maksud mu! " Ucap Disa dengan nada tinggi


"Ah ma.. maksud ku makan kue buatan mu" Ucap Erlan gugup dia sendiri juga tidak sadar dengan kalimat yang keluar dari mulutnya itu salah.


'Ck, dia benar-benar bisa membuat aku gila" Ucap Disa dalam hati.


'Dia berhasil membuatku gila' Ucap Erlan dalam hati yang membuat dirinya merasa dia benar-benar sudah tidak waras.

__ADS_1


__ADS_2