Terjerat Cinta Bartender Dingin

Terjerat Cinta Bartender Dingin
Episode 25


__ADS_3

Natan keluar dari rumah Erick, Natan terus kepikiran dengan ucapan Erick "Em haruskah aku meminta Rocky untuk bekerja dengan Erick, tapi ini apakah aku termasuk menjual kawan? " Natan terus menimang-nimang apa yang akan dia lakukan kedepannya tentang tawaran Erick.


"Aaaahhhh, aku memang butuh uang tapi aku juga tidak boleh menjual kawan bukan" Natan segera menggelengkan kepalanya dan mencoba melupakan tawaran Erick.


"Tunggu dulu tapi jika aku memintanya dengan baik-baik dan Rocky setuju, itu bukan termasuk menjual kawan kan, hmn lebih baik aku mengajak Rocky baik-baik, mungkin saja dia tertarik, kalau dia tidak mau juga tidak masalah" Natan akhirnya menemukan jawaban untuk masalahnya.


****


Rocky benar-benar tidak tau dan tidak menyangka dia akan bertemu dengan Silvia. Saat tangan Rocky di tahan Silvia ada mata yang melihat nya.


Disa menyentuh bahu Letty, menguatkan Letty "Sudahlah dia ternyata sibuk kesana-kemari untuk menemukan gadis itu, Letty menyerahlah" Disa menepuk pelan pundak Letty.


"Kenapa? apa aku benar-benar sudah kalah? " Letty bertanya pada dirinya sendiri.


"Letty kau lihat sendiri, Rocky mungkin sudah jatuh cinta dengan wanita itu, Lebih baik kita pulang" Disa mengajak Letty pulang, namun letty masih tetap berdiri menatap Rocky dan Silvia.


Letty melihat tangan Rocky yang di tahan Silvia membuat hati Letty merasa sakit dan kecewa. Disa tidak tega melihat ekspresi Letty "Ayo kita pulang Letty" Letty tersadar saat tangan nya berhasil di tarik oleh Disa.


Disa dan Letty akhirnya pergi, sebenarnya Letty tidak ingin tapi Disa terus menarik tangan Letty dan berakhir Letty mengikuti Disa.


"Tuan Rocky kau sudah di sini, bagaimana kalau masuk saja" Ajak Silvia


"Aku tidak bisa" Rocky melepaskan tangan Silvia namun terlihat dari jauh Rocky seakan memegang tangan Silvia.


Bugh.. Suara tas terjatuh, Rocky melihat kebelakang ke arah Lift yang baru saja terbuka.


Aleena menjatuhkan tasnya ketika melihat Rocky ada di apartemen lantai dua itu, dan melihat pemandangan yang tidak ingin Aleena lihat.

__ADS_1


Rocky terkejut melihat Aleena segera mengambil tasnya dan berlari kembali ke dalam lift "Aleena tunggu" Teriak Rocky menghempaskan tangan Silvia.


Silvia bingung dengan apa yang terjadi, "Tuan Rocky, tunggu" Ucap Silvia yang terkejut Rocky tiba-tiba berlari dan mengejar wanita yang menjatuhkan tasnya itu.


Aleena sudah menutup rapat lift, menahan Rocky untuk tidak masuk, Aleena kembali ke apartemen Erlan, sedangkan Rocky memilih menaiki tangga untuk mencapai lantai empat tempat tujuan Aleena.


Erlan yang baru saja akan mengunci pintu dan menggerutu karena di tinggal oleh Aleena tiba-tiba di dorong masuk oleh Aleena "Jangan kunci, ayo cepat masuk" Ucap Aleena segera membuka pintu dan menarik Erlan masuk.


"Hei tunggu dulu koper mu ada di luar" Ucap Erlan yang membuat Aleena gelisah.


"Cepat ambil cepat" Ucap Aleena yang terlihat todak mau keluar dari apartemen Erlan.


"Hei kau kenapa panik? Apa nona pencuri ketahun mencuri" Ledek Erlan yang tidak tau situasi.


"Berhenti bercanda, ku mohon cepat ambil koper ku" Aleena terlihat serius membuat Erlan menjadi tidak enak untuk menjahili Aleena, Erlan kemudian keluar dan mengambil koper Aleena namun terlambat Rocky sudah melihat koper milik Aleena yang di ambil oleh Erlan.


"Tunggu, lepaskan koper itu" Ucap Rocky yang membuat Natan berhenti.


"Karena itu tas adik ku" Teriakan Rocky itu di dengar oleh Aleena, di balik pintu yang sedikit terbuka itu Aleena tertawa kecil, mencemooh dirinya.


'Benar hanya adik' Aleena menghela nafasnya.


"Adik? " Erlan melihat ke arah pintu yang terbuka itu, dan memberikan isyarat seakan bertanya apakah Rocky benar kakaknya apa bukan.


Rocky melihat Erlan yang memainkan alisnya ke arah pintu, Rocky segera berjalan ke arah pintu, Rocky ingin membukanya lebih lebar namun di tahan oleh Erlan "Tunggu ini apartemen ku, aku tidak menyuruhmu membukanya? "


"Aku ingin bertemu Aleena, Aleena keluarlah, aku minta maaf untuk apa yang aku ucapkan, maafkan aku, aku terlalu gegabah" Ucapan Rocky terdengar tulus, sedangkan Erlan masih menahan pintu itu.

__ADS_1


"Bung, tolong buka" Rocky yang begitu dingin akhirnya tau kata sopan kepada orang lain. "Aleena kau bisa meminta apapun padaku, tapi ayo pulang" Ucap Rocky tanpa pikir panjang.


Aleena sedikit tergoda dengan ucapan Rocky namun Aleena masih marah karena Rocky mengusirnya begitu saja, di hari yang mendung, petir, hujan dan berangin "Om kau pulanglah! aku tidak mau pulang " Panggilan Aleena membuat Erlan bingung satu sisi mengatakan kakak tapi Aleena memanggilnya om.


"Aleena keluarlah dulu, kita bicarakan baik-baik ok, aku memang salah kau bisa menghukum ku tapi ingat besok kau harus kuliah, tempat ini terlalu jauh dari Universitas mu itu akan menghabiskan uangmu" Rocky berusaha membujuk Aleena agar mau kembali dengannya.


"Tidak mau, kau yang mengusir ku kenapa harus mencari ku , Erlan usir om itu" Ucap Aleena.


Erlan hanya bisa menuruti kata-kata Aleena "Hei bung kau sudah dengar dia tidak ingin menemui mu"


Rocky tidak bersikap lembut lagi dia menghempas tangan Erlangga dan mendorong erlangga menjauh, Alhasil Rocky berhasil membuka pintu itu dan melihat Aleena yang bersembunyi di balik pintu. "Keluar kita bicara" Ucap Rocky menarik Aleena.


"Aku tidak mau om, lepaskan aku" Ucap Aleena yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Rocky.


Erlan mencoba mendekat "Bung kau menyakiti nya" Ucap Erlan.


"Ini bukan urusan mu, ini urusan keluarga. Aleena ayo kembali, maafkan aku yang tidak mendengarkan mu, lain kali aku akan mendengarkan mu. Kembalilah tante dan paman akan sedih melihat kau hidup bersama dengan laki-laki asing, ayo pulang"


Aleena terdiam ucapan Rocky memang benar, tapi dia sudah menemukan apartemen gratis jadi dia tidak akan tinggal bersama laki-laki asing, tapi Aleena kepikiran jika dia tetap tinggal di apartemen itu otomatis dia akan jadi tetangga wanita yang bersama Rocky tadi.


"Bung lepaskan! dia tidak mau pergi bersama mu" Erlan menahan tangan Aleena yang satunya membuat Aleena bingung.


"Kau yang lepaskan, aku ini kakaknya aku lebih berhak! " Ucapan itu membuat Aleena sedih tapi Rocky juga tidak salah mengatakan itu.


"Kalian berdua lepaskan tanganku " Aleena menghempas tangan keduanya bersamaan.


"Baiklah bung, kau harus dengar keputusannya! "

__ADS_1


"Aleena, ku mohon" Ucap Rocky lirih


#Kakak reader jangan lupa ya buat, like, komen, rate bintang 5, favorit kan juga. TERIMAKASIH


__ADS_2